
..
“ Siapa?” Tanya Sisi.
Keisya menyodorkan ponselnya pada Sisi, agar sisi bisa membaca sendiri pesan yang baru saja masuk di ponsel Keisya. “Raka lagi !?” Ucap Sisi “Kamu temui saja!”
“ Akan ku fikirkan” ucap Keisya.
“ Atau kau minta tolong Dave saja untuk menemui Raka.”
Keisya menatap tajam Sisi. “ Apa kau gila!?Kau bahkan tidak tau seberapa menggilanya Dave saat aku menemani Raka ke ulang tahun Andre! Aku tidak mau mencari masalah lagi” tutur Keisya.
“ Kalo begitu temui Raka, akhiri semuanya!” Ucap Sisi.
“ Bagaimana mengakhiri, saat kita bahkan tidak pernah memulai!” Balas Keisya.
Sisi pun diam mendengar kata-kata Keisya. Dia juga bingung bagaimana memberi tahu Raka. Bagaimanapun Sisi juga mengenal Raka, Sisi tau seberapa Raka mencintai Keisya. Sisi bahkan tidak menyangka Keisya akan lebih memilih Dave dari pada Raka.
Akhirnya Keisya lebih memilih kembali kerumah sakit dari pada pusing, sedangkan Sisi kembali ke apartemennya. Sesampainya di rumah sakit hanya ada Ibu, mungkin Manda masih di kampus. Dia kemudian berbaring di sofa yang berada diruangan ayahnya hingga tertidur.
Manda kembali kerumah sakit dengan membawa baju ganti untuk Ibu, dia melihat Keisya tengah terlelap di sofa. “ Kapan kakak datang Bu?” Tanyanya pada ibu.
“ Sudah sekitar satu jam yang lalu, mungkin lebih. Sudah selama itu pula dia tidur.” Jawab Ibu.
“ Tumben sekali.” Manda lalu berjalan ke arah Keisya ingin membangunkan Keisya.
“ Jangan !!Biarkan saja kakakmu, mungkin dia lelah!” Ucap Ibu menghentikan niat Manda. Akhirnya Manda menurut pada ibu, dia duduk di sofa sebelah Keisya bermain dengan ponselnya.
Krek pintu ruangan ayah terbuka. Dave datang bersama dengan Leo. Dia langsung menghampiri Ayah yang sedang bersender pada tempat tidur. Dave mengobrol bersama Ayah, sesekali dia melihat istrinya yang tengah meringkuk di sofa.
Beberapa saat kemudian ibu dan Manda membawa Ayah untuk cek diruangan lain. Sementara Dave mencoba membangunkan istrinya. Dia memberi isyarat pada Tio agar menunggu di luar ruangan.
Dave menunjuk nunjuk pipi Keisya dengan jari telunjuknya, tapi Keisya hanya menggeliat dan merubah posisinya. Kini Dave beralih memainkan rambut Keisya, tapi Keisya tetap tidak bangun akhirnya Dave mencium bibir Keisya, yang membuat wanita itu mengerjapkan matanya.
“ Sayang kau.” Ucap Keisya pada lelaki yang sedang berjongkok di depanya.
“ Bangunlah!! Dasar ****, kau sudah tidur telalu lama.” Kata Dave.
“ Mana mungkin, aku hanya tertidur sebentar. Dimana Ayah?” Keisya tidak melihat ayahnya diruangan itu.
“ Sedang melakukan pemeriksaan bersama Manda dan Ibu. Aku sudah berbicara pada Dokter, mereka bilang Ayah bisa rawat jalan. Aku juga sudah menyiapkan Dokter dan perawat, mereka akan berkunjung setiap hari untuk memeriksa Ayah.”
Keisya membuka kedua tangannya, agar Dave memeluknya. Dave pun dengan senang hati memeluk Keisya. “ Terimakasih suamiku.” Ucap Keisya pada Dave.
“Ehemm.. Apa aku mengganggu?” Tanya Juan yang baru saja masuk dan melihat Dave Keisya sedang berpelukan.
Keisya melepaskan pelukannya dari Dave. “Tidak, masuklah Juan.”
Dave duduk di sebelah Keisya. Dia melihat lampu ponsel Keisya berkedip dari tadi, tanda ada pesan masuk. Tapi Keisya mengabaikannya.
“ Dimana Ayah kak?” Tanya Juan.
“ Sedang melakukan pemeriksaan, James mana?Apa dia tidak ikut bersamamu?” Tanya balik Keisya.
“ Dia sedang menemani Sasya ke toko Buku, sepertinya hubungan mereka semakin dekat.” jawab Juan.
“ Bukahkan Sasya suka padamu, kenapa jalan dengan James?Bukankah seharusnya kau yang menemaninya?” Keisya cengar-cengir menggoda Juan.
“ Awas nanti jatuh cinta Juan!!” ledek Keisya.
“ Tidak akan.” jawab Juan santai. Tapi dia malah memikirkan perkataan Sasya yang menginginkan Juan menikah dengannya.
Setelah ayah kembali keruangan, dan hasil pemeriksaan bagus Keisya dan Dave memutuskan untuk pulang. Juan akan menginap untuk menjaga Ayah. Ibu dan Manda juga pulang ke apartemen Keisya. Ibu tidak mau pulang Villa luxury karena terlalu jauh dari rumah sakit, dia memilih apartemen Keisya yang lebih dekat dengan rumah sakit.
Dave dan Keisya sampai di kediaman sekitar pukul 22:00, Dave langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Keisya membersihkan diri setelah Dave. Saat keluar dari kamar mandi, Keisya melihat suaminya tengah berdiri menatap selembar kertas dan memegang ponsel di bawah kertas yang sedang dibacanya. Dave membaca tulisan yang ada di kertas itu dengan serius. Dave bahkan tidak menyadari kehadiran Keisya, saking fokusnya membaca.
Keisya sedikit mengintip apa yang sedang dibaca Dave. “ Apakah itu penting?” Tanya Keisya mengintip apa yang dibaca Dave.
“ Hanya masalah pekerjaan,” Jawab Dave meletakan kertas dan Ponselnya di nakas. “Kau sudah selesai mandi?Biar aku bantu mengeringkan rambutmu!” Ucap Dave mengambil handuk ditangan Keisya, Dave kemudian mengajak Keisya untuk duduk di Sofa yang ada diruang kamarnya. Dia membantu Keisya mengeringkan rambut dengan hairdryer, sesekali mengusap rambut Keisya dengan handuk kecil.
“ Dave apa kau masih mengurung Lusi?” Tanya Keisya.
“ Hem..”
“ Bisakah aku bertemu dengannya?,” Keisya memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Dave.
“ Untuk apa kau bertemu dengannya?” Tanya Dave datar.
“ Aku hanya ingin berbicara padanya, apa kau memberinya makanan yang layak?”
Dave menangkup memegang kedua bahu Keisya dengan lembut. “Sayang.. kau tak perlu bertemu dengannya!”
“ Tapi Dave, aku ingin melihatnya.”
“ Kenapa?Kau takut aku menyiksanya, tidak memberikan makanan yang layak padanya?” Tanya Dave, Keisya pun mengangguk pelan. Dave menarik Keisya dalam pelukannya. “ Sayang, aku hanya memberinya pelajaran karena berani menyakiti mu. Apa yang aku lakukan padanya bahkan tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan padamu.” Tutur Dave lembut.
“ Baiklah.” Keisya akhirnya mengalah, bagaimanapun jika Dave sudah bilang tidak, akan sulit untuk membujuknya. Padahal Keisya ingin sekali bertemu dengan Lusi.
Cupp.. Dave mengecup bibir Keisya.
Maafkan aku Kei, Lusi perempuan yang licik. Aku takut jika bertemu dengannya kau akan mengalami hal buruk.
Sesaat Dave memandangi wajah cantik istrinya. “Kamu cantik sekali” ucap Dave lalu mencium Pipi Keisya, Dave mulai menghujani wajah Keisya dengan ciuman mesra. Sepertinya dia ingin melakukan ritual panas. Dave ****** bibir Keisya dengan lembut, Keisya menikmati ciuman Dave. Ciuman Dave semakin liar, dia ****** area leher Keisya, Dave mendorong Keisya untuk berbaring di Sofa kemudian dia mulai bermain di bagian Dada Keisya. “Aku mencintaimu sayang,” ucap Dave dengan suara serak sudah dipenuhi hasrat. Dave melakukannya disofa, permainan Dave sangat panas. Membuat Keisya benar-benar mendesah gila. Karena tidak leluasa bermain di sofa, Dave mengangkat tubuh Keisya untuk pindah di ranjang. Mereka melanjutkan permainannya di ranjang.
Malam itu menjadi malam yang sangat panjang, ruangan kamar dipenuhi dengan cinta.
***
Di sebuah ruangan yang gelap. Terdengar rintihan tangisan perempuan.
“ Keluarkan aku, aku mohon,”
Bersambung...
.
.
Guys author mohon banged kasih like, komen dan vote dong 🤗😑