My Dave

My Dave
S2 Menyembunyikan kenyataan



“Kakak, kami pulang.” Ujar Manda dan si kembar, Juan juga James. Mereka mencari Keisya dan menemukan Keisya di dapur.


Keisya pun menoleh. Ia baru saja selesai membuat susu yang baru. Pecahan gelas susu sebelumnya sudah di bersihkan oleh maid.


“Semalam kalian tidur dimana?” Keisya ingat adik-adiknya itu semalam tidak pulang.


“Tidur di apartemen Jasson.” Jawab Manda.


“Boy dimana, kak?” Tanya Juan.


“Boy sedang tidur, kalian bersihkan diri kalian lalu makan malam.” Perintah Keisya pada ketiga adiknya.


“Baik, kak.” Jawab mereka serentak.


Keisya pun kembali ke kamar Boy. Ia masih memegang gelas susu hangat di tangannya. Keisya akan meminum susu hangat itu di kamar.


Sementara Manda langsung menuju kamarnya. Juan dan James juga menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Jasson belum pulang karena dia sedang mengantar Sasya pulang sekalian untuk bertemu David, kakak Sasya. Jasson perlu mendiskusikan sesuatu dengan David.


Dini hari di Villa luxury.


“Oek..oek..”


Mendengar tangisan Boy, Keisya langsung menggendong putra nya. “Sayang, cup..cup..” Keisya menggendong Boy seraya menciumi nya lembut. Namun, bayi laki-laki itu tak diam. Boy justru menangis lebih keras.


“Aduh, sayang, kamu kenapa Boy?Kenapa rewel sekali.” Keisya menjadi gusar karna Boy tak mau berhenti menangis.


“Nyonya.” Stevi memasuki kamar Boy dengan panik. “Apa yang terjadi dengan Tuan kecil?”


“Entahlah, Stevi. Dia tidak mau tenang.” Keisya mondar mandir sambil menimang Boy.


Manda dan si kembar pun mendatangi kamar Boy karena mendengar tangisan Boy yang terlalu kencang. Mereka semua terbangun karna mendengar suara tangis Boy.


“Ada apa, kak?Mengapa keponakan ku menangis seperti itu?” Tanya Manda.


“Coba aku yang gendong, kak.” Juan hendak mengambil Boy dari gendongan Keisya namun Boy kecil berontak dengan tangan mungilnya dan tambah menangis.


“Dia tidak mau, Juan.” Ucap James.


“Sayang, apa maumu?Apa kau mau Daddy mu?” Tanya Keisya teringat suaminya. Biasanya Boy kecil akan diam saat bersama Dave se rewel apapun dia.


“Sepertinya iya kak, memang kakak ipar kemana?” Tanya Manda.


“Entahlah, dia hanya mengatakan akan pulang telat. Tapi, ini sudah terlalu telat.”


“Biar aku menghubungi Kakak ipar.” Sahut Juan langsung merogoh ponselnya dari saku.


Beberapa saat berlalu.


“Bagaimana?” Tanya James.


“Tidak terhubung, ponsel Kakak ipar tidak aktif.” Jawab Juan.


“Coba kak Leo.” Sahut Manda yang diangguki Keisya. Juan pun mulai menghubungi Leo. Entah mengapa saat tersambung Juan keluar dari kamar Boy seakan ingin menghindar dari Keisya. Ia bahkan menjauh dari kamar Boy.


“Hallo, aku sudah menjauh dari kakak, Leo. Katakan!” Ucap Juan.


“Maaf, Tuan muda, terjadi masalah. Kami menemukan mobil tuan Dave masuk jurang dan terbakar.” Ucap Leo.


“Apa yang terjadi?Apa kau yakin itu mobil kakak ipar?”


“Kami sudah memeriksa Tuan, bisa dipastikan itu mobil Tuan Dave.”


“Dimana kau sekarang?”


“Saya berada di lokasi, kami mencoba evakuasi di sekitar lokasi, tuan muda Jasson dan tuan David juga berada di lokasi.” Jawab Leo.


“Baiklah, aku akan kesana. Kirimi aku lokasinya.”


“Siapa Leo?” Suara Jasson sepertinya menyahut. “Tuan muda Juan.” Jawab Leo.


“Berikan teleponnya padaku.” Pinta Jasson. Leo pun memberikan ponselnya pada Juan.


“Hallo!” Sahut Juan.


“Apa yang terjadi, kak?Bagaimana mobil kakak ipar bisa masuk jurang dan terbakar?” Tanya Juan.


“Juan, dengarkan aku!Kau dan James jaga Villa jangan biarkan kakak atau Manda keluar dari Villa, Alex sudah mengirim pengawal tambahan. Kau jangan kesini, aku dan yang lainnya akan menyelidiki apa yang terjadi pada kakak ipar. Sebisa mungkin kau cari alasan jika kakak menanyakan kakak ipar.” Ucap Jasson tegas.


“Apa mungkin dia merasakan sesuatu terjadi pada kakak ipar?” Gumam Jasson. “Pokoknya kau urus masalah di Villa sebelum aku kembali.”


“Baik, kak.”


Jasson pun mematikan telepon nya. Setelahnya Juan kembali ke kamar Boy.


“Apa kata kak Leo?” Tanya Keisya.


“Leo tidak menjawab,” jawab Juan.


“Lalu kau kemana?Bukankah tadi kau bertelepon dengan kak Leo?” Manda menginterogasi Juan.


“Siapa bilang aku bertelepon, Leo bahkan tidak menjawab telepon ku. Aku pergi ke toilet.” Jawab Juan berbohong yang langsung mendapat tatapan tajam dari James. James bisa tau hanya dari melihat sekilas jika Juan sedang berbohong.


“Sudah, sudah, kau coba hubungi Alex saja!” Perintah Keisya.


“Baik, kak.”


“Kau mau kemana?” Tanya Manda melihat Juan keluar dari kamar Manda.


“Mengambil ponsel ku, aku lupa menaruhnya di kamar kecil.” Juan pun pergi. James mengikuti Juan. Ia yakin terjadi sesuatu. Makanya Juan berbohong.


Sampai di kamarnya Juan berhenti.


“Kau berbohong Juan, apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya James setelah menuntup pintu kamar Juan.


“Mobil kakak ipar masuk jurang bahkan terbakar.” Jawab Juan.


“Apa?!” James sedikit berteriak.


“Kendalikan suaramu, James!”


“Maaf, lalu bagaimana keadaan Kakak ipar?kita harus ke lokasi.” Ucap James.


“Mereka belum menemukan kakak ipar, kak Jasson dan kak David sudah berada di lokasi. Kita tidak bisa pergi kesana. Saat ini kak Jasson meminta kita menjaga kak Keisya dan Manda.” Juan mendaratkan tubuhnya di sofa.


“Kak Jasson benar, kita harus memastikan kak Keisya dan Manda aman.” James mondar mandir. Ia bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ia dan Juan tidak bisa menyembunyikan keadaan Dave lebih lama dari Keisya dan Manda.


***


Beberapa jam yang lalu. Leo mencoba menghubungi Dave namun tidak bisa terhubung. Ia curiga lalu memeriksa CCTV restoran dengan hacker andalan King. Ia bisa melihat mobil Dave meninggalkan restoran sejak dua jam yang lalu namun mengapa Dave belum sampai di Villa . Leo sudah menghubungi pak Mo untuk menanyakan apakah tuan nya itu sudah sampai Villa atau belum. Pak Mo mengatakan belum.


Leo pun merasa ada yang janggal, ia langsung mencoba melacak keberadaan Dave. Ia memerintahkan Alex dan tim nya menyusuri jalanan dari restoran sampai Villa. Dan, salah satu anggota Alex menemukan mobil Dave masuk jurang.


Leo pun langsung menghubungi Jasson dan David. Jasson yang kala itu sedang berada di kediaman David langsung menuju lokasi terbakarnya mobil Dave bersama David.


***


Di lokasi kecelakaan mobil Dave. Jasson, David, Leo dan beberapa anggota King sedang berada disana memeriksa keadaan.


“Kau urus jangan sampai melibatkan pihak kepolisian.” Ucap David, ia tidak mau kepolisian terlibat hanya akan mengacaukan penyelidikan.


“Baik, Tuan.” Ucap Leo.


“Bagaimana ini kak?Bangkai mobilnya bagaimana?” Tanya Jasson.


“Alex!”


“Baik, Tuan.”


“Biar Alex dan anggota King yang mengurus bangkai mobil Dave, sebelum pagi kita sudah harus mengurus mobilnya.” Ujar David lagi.


“Kemana Kakak Ipar?” Gumam Jasson.


Jasson dan yang lainnya yakin Dave selamat karna tidak menemukan korban di dalam mobil itu. Tapi kemana Dave?Jika ia terluka parah, harusnya Dave tidak bisa pergi jauh. Kecuali ada yang menyelamatkan Dave dan membawa nya pergi dari lokasi sebelum Jasson dan yang lainnya datang.


.


.


.


.


Kira-kira dimana Dave, ya?!