My Dave

My Dave
Berbincang santai



“ Kamu tenang saja, perusahaan ayahmu pasti baik-baik saja.” ucap Sisi menenangkan Sunny.


Sesosok perempuan cantik yang sedang berjalan terlihat di diluar kaca Cafe.



Keisya berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu. Sisi menatap lekat kehadiran sahabatnya tanpa berkedip.


“ Apa kalian sudah lama menunggu?” Tanya Keisya.


“ Sudah,lihat kopi yang aku pesan bahkan Sudah habis!” celoteh Sisi menunjuk cangkir kopi yang telah kosong.


“ Maafkan aku, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu.”


“ Tidak papa kei, duduklah!” ucap Sunny.


“ Kenapa wajahmu kusut seperti itu?” ucap Keisya melihat raut muka kusut Sunny.


“ Aku hanya lelah.”


“ Apa karena masalah pekerjaanmu itu?” tanya Keisya, sebelumnya Sunny pernah bercerita tentang Dave yang tiba-tiba menghentikan proyeknya.


“ Iya, bahkan sekarang lebih parah, Perusahaan ayahku sedang genting.” ucap Sunny dengan raut sedih.


“ Apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Keisya.


“ Tentu saja ada!” jawab Sisi dengan cepat.


Aku merasa mereka memang dengan sengaja ingin bertemu denganku, apa ini ada hubungannya dengan Dave.


“ Apa yang bisa ku lakukan untuk membantumu?”


“ Jadi sebenarnya Sunny ingin meminta bantuanmu untuk bertemu dengan Tuan Dave.” ucap Sisi.


“ Yaa, aku ingin meminta bantuanmu, bisakah kamu membatuku bertemu dengan Tuan Dave?Yang aku dengar dari Sisi kalian cukup dekat.” timpa Sunny.


Benarkan mereka memang sedang membutuhkan aku dan Dave.


“ Lalu setelah bertemu dengan Tuan Dave, Apa yang akan kamu lakukan?”


“ Aku akan memohon padanya agar tidak mempersulit perusahaan ayahku!”


“ Apa hubungannya bertemu dengan Dave dan perusahaan ayahmu?” tanya Keisya penasaran.


“ Ayahku tidak sengaja membuat kesalahan, Tuan Dave akan menarik semua investasinya pada perusahaan kami.” ucap Sunny, “ Sebenarnya aku tidak masalah bila kami menjadi bangkrut karena kesalahan ayahku, tapi ini berbeda ayahku di jebak, Pamanku menggelapkan dana perusahaan dan melemparkan semua kesalahan pada ayahku, Tuan Dave yang mengetahuinya berencana menarik semua dana investasi, karena beliau tidak suka bekerja sama pada perusahaan yang tidak beres dalam operasionalnya.” tutur Sunny menjelaskan panjang lebar.


Sisi dan Keisya mendengarkan penjelasan Sunny dengan seksama. Keisya nampak berfikir sesuatu.


“ Apa Kamu tidak bisa mencari investor lain?” Tanya sisi.


Sunny menggelengkan kepala dengan lesu, “ Tidak ada, aku sudah bertanya pada ayah hanya Tuan Dave satu-satunya investor, investor lain mungkin akan berfikir dua kali untuk menanamkan modal di perusahaan kami, apalagi kondisi perusahaan sedang kacau karena ulah paman yang menggelapkan Dana.”


“ Aku mengerti, lalu dimana pamanmu?”


“ Paman menghilang, dia bahkan membawa anak dan istrinya. Sepertinya paman sudah lama merencanakan ini.”


“ Kamu tenang saja, Keisya pasti akan membantumu untuk bertemu dengan Tuan Dave, ia kan Kei?” Tanya Sisi penuh harap begitu juga Sunny yang sudah menatapnya dengan tatapan penuh harap.


“ Aku mungkin bisa membatu.”


“ Sungguh?” Sunny sedikit lega.


“ Ia, aku akan mencoba berbicara pada Dave.”


“ Terimakasih Kei.” ucap Sunny di balas dengan anggukan dan senyuman manis Keisya.


“ Kamu bisa berterimakasih padaku nanti, saat sudah bertemu Dave.”


Apa aku mengirim pesan pada Dave saja yaa.


Keisya kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dan mengirim pesan pada Leo. Semenjak menjadi nyonya Wilson, Keisya memang memiliki kontak Alex dan Leo, Karena Dave mau jika Keisya kesulitan untuk menghubungi Dave, bisa menghubungi Leo atau Alex.


✉️Leo apakah Dave sibuk?_keisya


✉️Tuan sedang memimpin rapat Nyonya, apa ada yang perlu saya sampaikan pada Tuan?


✉️Tidak, aku akan menghubunginya nanti._keisya


✉️Baik, Nyonya.


Dia sangat sibuk bahkan tidak sempat membaca pesanku.


“ Sunny apakah perusahaanmu bisa bertahan dalam satu bulan?” tanya Keisya.


“ Aku tidak yakin Kei, jika melihat kekacauan saat ini.” jawab Sunny


“ Apa ada masalah kei?” Tanya Sisi.


“ Dave akan melakukan perjalan bisnis selama satu bulan, mungkin berangkat lusa. Jadi jika ingin membantu Sunny kita tidak punya banyak waktu.” jawab Keisya .


“ Dia yang mengatakan padaku.”


“ Apa kalian benar-benar dekat seperti yang Sisi katakan?” tanya Sunny penasaran.


“ Sebenarnya...” Keisya memajukan kepalanya dan memberi isyarat kepada kedua sahabatnya agar mendekat, “Aku dan Dave sudah menikah,” ucap Keisya lirih.


“ Apaa?!” teriak Sisi dan Sunny bersamaan sampai pengunjung cafe yang lain menatap kearah mereka.


“ Diamlah, banyak orang memeperhatikan kita,” ucap Keisya malu mendapati banyak mata yang melihat kearah mereka.


“ Kamu serius?” ucap Sisi meneguk dengan cepat minumannya karena shock.


“ Kamu bercanda kan?Waktu itu aku pernah cerita tentang Tuan Dave padamu tapi kamu acuh.” timpa Sunny.


“ Aku serius!” ucap Keisya menatap kedua sahabatnya secara bergantian dengan tatapan yang meyakinkan. “ Waktu itu aku sedang marah padanya.” kali ini Keisya berbicara menatap kearah Sunny.


“ Kapan kalian menikah?” Tanya Sisi.


“ Yaa, tepatnya kapan?Apa kamu bahkan tidak menganggapku dan Sisi, sampai-sampai menikah tidak mengabari kami?.”


“ Bukan seperti itu, aku akan menceritakan pada kalian yang sebenarnya.”


Keisya menceritakan awal mula pertemuannya dengan Dave, salah paham Dave padanya, tentang Raka dan bahkan kejadian di apartemen Dave dimana Dave merenggut kesucian Keisya. Sisi dan Sunny mendengarkan cerita Keisya dengan seksama sesekali Sisi meneguk minumannya .


“ Jadi begitu, Apa kamu mencintainya?” Tanya Sisi.


“ Kurasa aku menyukainya.” Jawab Keisya .


“ Asal kamu mencintainya tidak papa, kami ikut berbahagia!” ucap Sunny


“ Tapi Dave bahkan tidak mencintaiku.” ucap Keisya lirih dengan nada sedih.


“ Kamu bisa membuat Dave mencintaimu, cepat atau lambat!” ucap Sisi dan Sunny bersamaan.


“ Apa kalian yakin aku bisa melakukannya?”


“ Tentu saja, lelaki mana yang tidak akan jatuh hati padamu.” ucap sisi.


“ Aku setuju, lambat laun Dave akan mencintaimu. Kamu harus tunjukan kasih sayangmu padanya!” timpa Sunny.


Apa aku benar-benar bisa melakukannya?membuat Dave jatuh hati padaku.


“ Semoga saja.” ucap Keisya .


Mereka bercerita dalam waktu yang cukup lama, sudah terlalu larut jadi mereka memutuskan untuk mengakhiri bincang-bincang santai hari ini. Keisya telah berjanji pada Sunny akan membantunya bertemu Dave. Keisya pulang diantar oleh Sisi, Sisi memperhatikan Keisya yang tengah memainkan ponsel di sampingnya, sementara Sisi fokus menyetir. Sisi langsung pulang setelah mengantar Keisya.


“ Aku pulang!” ucap Keisya setelah membuka pintu apartemennya.


“ Selamat datang kak,” ucap Manda tanpa menoleh kearah kakaknya, ia sangat fokus pada acara televisi yang sedang di tontonnya.


“ Manda, Kakak sudah menikah!” ucap Keisya seraya merebahkan dirinya di sofa.


“ Oh.” ucap Manda yang tidak terlalu mendengar perkataan Keisya karena asik menonton televisi.


“ Manda, Kakak sudah menikah!”


“ Ia ia kakak Sudah menikah, eh apa kata kakak?Menikah?” Manda akhirnya sadar akan perkaranya kakaknya, dia kemudian memutar tubuhnya sehingga menghadap Keisya, “ Kakak menikah?” ucap Manda lagi memastikan.


“ Hm sudah tadi pagi, makanya kamu kalo kakak ngomong didengarkan.”


“ Maaf kak, tadi fokus nonton. Selamat ya kak.” Manda memeluk Keisya dengan erat.


“ Terimakasih Manda, sudah lepaskan kakak mau mandi.”


“ Baiklah, Lalu apa kakak Ipar akan pulang kesini?”


“ Entahlah!” jawab Keisya meninggalkan Manda menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Kok entahlah, bukanya suami istri harusnya tinggal bersama. Manda memilih melanjutkan menonton to televisi.


Klik suara pintu terbuka.


Bersambung..


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cucu tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .