
“Kau yakin?”
Sasya mengangguk. “Tapi menurutku mereka saling mencintai.”
“Ayo!”
Keisya bangkit dari duduknya. “Lebih baik kita bertanya langsung padanya.”
“Maksud kakak?”
“Kita ke apartemen sisi.”
Keisya langsung memanggil Stevi untuk menemaninya. Semenjak kejadian penculikan Keisya, Dave memberikan pengawalan khusus untuk Keisya. Selain Stevi dan sopir yang ahli bela diri. Dave menugaskan 1 mobil dengan 4 pengawal yang akan menjaga Keisya.
Mobil yang di tumpangi Keisya keluar dari halaman Villa. Di ikuti satu mobil pengawal yang menjaga jarak dari mobil Keisya.
1 jam kemudian mereka sampai di apartemen Sisi. Keisya langsung menekan kode sandi apartemen Sisi dan masuk di ikuti Sasya. Saat masuk di apartemen Sisi sangat sepi, televisi di ruang tamu menyala tapi tidak ada yang menonton. Hanya ada 2 gelas wine dan beberapa camilan. Sementara pintu kamar Sisi tertutup rapat.
Keisya akhirnya mendudukkan dirinya di sofa, dan mengganti Channel televisi sesuai keinginannya. Sementara Stevi berdiri di samping Keisya.
“Kak, kita buka saja pintu kamar kak Sisi. Aku yakin kak David disana, aku melihat sepatunya di depan.” Ujar Sasya pada Keisya.
Keisya menepuk bagian sofa di sebelahnya. “Jangan berisik, duduklah!”
Sasya dengan menurut duduk di sebelah Keisya. “Apa mereka sedang membuat David junior?” Tanya Sasya.
“Mungkin.” Jawab Keisya.
Hampir setengah jam Keisya dan Sasya berada di apartemen Sisi. Tapi sang pemilik apartemen tak kunjung keluar.
10 menit kemudian akhirnya pintu kamar Sisi terbuka, Sisi keluar dari kamar hanya mengenakan jubah mandi dengan rambut masih basah.
Sisi pun kaget begitu melihat tatapan tidak bisa di artikan dari Keisya dan Sasya. “KA-kalian, kalian ngapain disini?”
“Kakak sendiri habis ngapain dengan kakakku?” Tanya Sasya membuat Sisi gelagapan.
“Sayang aku mau lagi.” Suara berasal dari David yang keluar dari kamar hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada. David memeluk Sisi dari belakangan dan langsung mencium bahu sisi. Tanpa sadar aksinya itu tengah dilihat oleh orang lain.
“David, hentikan!” Lirih Sisi, namun masih tetap bisa di dengar oleh Keisya dan Sasya.
“Ayo kak Kei, kita pulang!Sepertinya kehadiran kita menggangu.” Sasya sudah berdiri dan menarik tangan Keisya.
“Baiklah, ayo.”
David akhirnya menyadari keberadaan Keisya dan Sasya begitu mendengar suara keduanya. Dengan malu David langsung kembali ke kamar Sisi untuk ganti baju.
“Kenapa kalian kesini?” Sisi pun menghampiri Keisya dan Sasya yang sudah kembali duduk di sofa.
“Kau yakin akan menikah?Apa kau hamil?Kata Sasya kau hamil?Jika hamil lalu 2 gelas ini milik siapa?” Tanya Keisya menunjuk 2 gelas wine di depanya.
“Aku tidak hamil.” Jawab Sisi.
“Tapi kata Sasya kau hamil.”
“Tidak, aku salah ternyata hasil pemeriksaanku tertukar dengan pasien lain. Aku hanya terkena asam lambung naik waktu itu.”
“Jadi?” Tanya Sasya.
“Jadi, kau jangan terlalu bersemangat anak nakal.” Sisi menjewer telinga Sasya. Karena kehebohan Sasya beberapa minggu lalu akhirnya David dan Sisi harus mempercepat pernikahan.
Sasya kala itu tidak sengaja membaca pesan dari Sisi di ponsel David. Sisi mengatakan kemungkinan jika dirinya hamil, bukannya bertanya pada yang bersangkutan, Sasya langsung heboh memberi tahu kakeknya.
Dan akhirnya keluarga David mendesak David agar segera menikahi Sisi. Keluarga David tidak mau melihat Sisi hamil tanpa seorang suami yang sah.
“Tapi bagaimana dengan perasaanmu?apa kau mencintai David?” Yang Keisya.
Sisi mengangguk dan menjawab Keisya dengan yakin. “Aku mencintainya, Kei.” Jawab Sisi.
“Aku ikut bahagia. Akhirnya kau menemukan kebahagiaan mu, Si.” Keisya dan Sisi saling berpelukan. Sasya pun ikut memeluk keduanya.
***
Negara B tempat Farhan sedang bersembunyi dari orang-orang King. Ternyata Dave masih memburu Farhan. Orang-orang King tidak akan mengejar Farhan sampai ke Negara B, karena di negara ini tinggal seseorang yang sangat Dave hormati. Dave tidak mau membuat kekacauan di negara tempat tinggal orang yang ia hormati.
“Salah kak Farhan sendiri, kenapa menyukai istri orang.” Celoteh seorang lelaki di hadapan Farhan.
“Kau tidak akan tau Jasson, perempuan itu berbeda dengan perempuan lainnya. Dia sangat cantik dan lembut.” Ucap Farhan menerawang jauh.
“Lebih cantik. Dia mirip tunanganmu!” Ya jika dilihat, dari dekat Keisya memang mirip dengan tunangan Jasson.
“Mirip tunanganku?” Tanya lelaki itu memastikan apa yang baru saja di dengarnya.
Farhan hanya mengangguk meng-iya kan pertanyaan lelaki yang lebih muda beberapa tahun darinya.
“Apa kakak punya fotonya?”
Farhan pun mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ia menunjukan walpaper ponselnya.
“Kak Keisya.” Lirih lelaki itu setelah melihat foto perempuan di layar ponsel Farhan.
“Kau mengenalnya?”
Lelaki itu mengangguk. “Dia adalah kakak angkat ku, Keisya Louis.” Senyum mengembang di raut wajah lelaki itu, ada kerinduan yang mendalam terlihat saat lelaki itu menatap foto Keisya.
Ya lelaki itu adalah Jasson Kartadinata, saudara kembar Juan dan James. Dulu hidup Jasson berpindah-pindah sebelum akhirnya Jasson menetap di negara B bersama sang kakek.
“Sungguh kebetulan yang menarik.” Senyum Farhan. “Lalu dia dan tunanganmu?”
“Ya, tunanganku adalah adik kandungnya.”
“Jasson, apa kau tidak merindukan tunanganmu?”
“Maksud Kak Farhan apa?”
“Apa kau tidak mau menemui tunanganmu?” Tanya Farhan. Farhan akan memanfaatkan Jasson agar bisa kembali ke Negara S.
Jika Jasson pergi ke negara S dengan jet pribadi miliknya, Farhan bisa ikut tanpa ketahuan anak buah Dave. Farhan bisa memikirkan cara untuk menemui Keisya setelah berhasil menginjakkan kakinya di negara S.
Jasson nampak terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan dari Farhan. “Aku merindukannya, sangat merindukannya. Tapi aku takut dia tidak mau bertemu denganku, aku melukainya meninggalkan dia tanpa pamit.”
“Jasson kenapa kau takut pada hal yang belum pasti?” Yang dikatakan Farhan benar, setidaknya Jasson harus menemui Manda untuk tau bagaimana perasaan Manda.
“Aku akan memikirkannya, kak.” Ucap Jasson.
Farhan menepuk bahu Jasson. “Kau sudah dewasa, kau berhak mengejar cintamu lagi, sebelum terlambat.”
Deg..
Deg..
Ucapan Farhan membuat Jasson merasa takut, ia takut saat kembali Manda sudah bersama yang lain.
“Kau tenang saja, dia masih sendiri.” Tutur Farhan membaca kekhawatiran di diri Jasson.
“Apa kakak yakin?”
“Ya, aku sempat mencari informasi tentang keluarga Keisya. Jadi, aku tau. Dia sibuk belajar seperti mahasiswa lainnya, kegiatan lain berlatih taekwondo atau menunggu butik milik Keisya.”
Ada secercah harapan, dan Jasson tidak akan melewatkan kesempatan. Kali ini dia harus menjelaskan pada Manda alasanya meninggalkan Manda beberapa tahun yang lalu.
“Persiapkan dirimu kak Farhan, kita akan berangkat ke negara S malam ini.”
Senyum penuh kemenangan terlintas di wajah Farhan. Dia sudah berhasil membujuk Jasson untuk membawanya kembali ke negara S.
‘Aku akan segera Menemuimu lagi, Kei. Tunggu aku.’ Batin Farhan dengan semangat.
.
.
.
Bersambung..
Nih visual Jasson, tunangan masa kecil Manda.
Nih visualnya si Jasson ..