
Dave kembali ke kamarnya, ia naik ke atas ranjang di sebelah Keisya.
Mimpi indah sayangku! Kecupan mesra mendarat di kening Keisya. Wanita itu menggeliat pelan dan merubah posisi tidurnya menjadi menyamping memeluk guling. Dave langsung masuk ke dalam selimut dan tidur memeluk Keisya yang memunggunginya itu.
Sampai kapan kamu akan seperti ini Dave. Memperlakukan ku dengan lembut, tapi juga memperlakukan perempuan itu dengan mesra.
Keisya sebenarnya belum tertidur, ia pura-pura tidur saat mendengar suara Dave memegang gagang pintu. Makanya saat Dave menciumnya Keisya langsung memeringkan tubuhnya membelakangi Dave.
***
“Hati-hati di jalan Dave!” Keisya mengantar Dave yang akan berangkat kerja sampai depan pintu utama.
Dave memegangi kedua bahu Keisya lalu mengecup sekilas bibir Keisya. “Aku pergi dulu.” Kata Dave.
Keisya kembali ke dalam rumah, ia kemudian ingat ponselnya yang tertinggal di kamar tamu. Keisya berniat mengambil ponsel itu. Saat sampai di kamar tamu, Keisya melihat ponselnya masih tergeletak di tempat yang sama seperti kemarin. Sepertinya Dave sengaja mengembalikan ponsel Keisya dalam keadaan seperti semula di kamar tamu. Dave juga akan berpura-pura tidak melihat ponsel Keisya.
Setelah mengambil ponselnya, Keisya pergi ke kamar mengambil tas. Ia berniat pergi ke counter handphone untuk memperbaiki ponselnya. Keisya berniat pergi sendiri karena ia akan sekalian melarikan diri dari Dave.
“Nyonya muda mau kemana?” Tanya Stevi.
“Aku mau keluar sebentar untuk memperbaiki ponselku.”
“Baiklah, saya akan menyiapkan mobil.” Stevi berlalu meninggalkan Keisya untuk menyiapkan mobil.
Alex dan satu Bodyguard ikut berjalan di belakang Keisya yang sedang berjalan menuju pintu utama. “Kalian mengikuti ku?” Keisya menoleh ke belakang.
“Maaf, Nyonya muda. Mulai hari ini saya akan mengawal nyonya kemanapun anda pergi.” Balas Alex dengan serius.
“Tidak perlu. Sudah ada Stevi yang bersamaku.”
“Maaf, Nyonya ini sudah perintah langsung dari Tuan muda.”
Apa maumu Dave sekarang kau bahkan mengirim Alex untuk mengawasiku.
“Terserah kau saja!”
Keisya pergi ke tempat perbaikan ponsel bersama Stevi, Alex dan satu anak buah Alex. Ia merasa malu menjadi pusat perhatian karena membawa 3 Bodyguard. Meskipun semua orang sudah tahu Keisya adalah istri dari Presdir Group Wilson, Keisya merasa 3 Bodyguard terlalu berlebihan.
Keisya pulang tanpa hasil, karena pegawai counter mangatakan bahwa ponsel Keisya sudah tidak bisa di perbaiki lagi. Ia merasa kesal, semua kontaknya masih di ponsel yang rusak itu. Padahal Keisya tidak ingat nomer ponsel siapapun.
Aneh, bukankah retaknya hanya kecil. Aneh sekali ponselku tidak bisa di perbaiki. Batin Keisya.
Keisya mencoba untuk menghubungi Manda lewat telefon rumah tapi ternyata telefon rumah rusak semua.
Bagaimana bisa seluruh telefon rumah rusak?
Keisya tidak percaya di rumah mewah sebesar itu telefon rumah bisa rusak secara bersamaan. Ia pun merasa ada yang tidak beres. Keisya mencari-cari laptopnya, tapi tidak menemukan laptop itu. Pak Moo mengatakan laptop Keisya di bawa oleh Manda, tapi Keisya tidak percaya karena Manda bahkan tidak meminta izin. Dari dulu saat akan menggunakan barang-barang Keisya, Manda selalu minta izin terlebih dahulu.
Bagaimana ini?Tidak ada ponsel, tidak ada telefon rumah, tidak ada laptop. Bagaimana aku bisa menghubungi Sisi. Keisya ingin meminta bantuan pada Sisi.
Keisya mondar-mandir berfikir bagaimana cara keluar dari rumah Dave tanpa diikuti pengawal. Stevi nampak kasian melihat majikannya itu. Saat Keisya ingin meminjam ponselnya, Stevi pun beralasan tidak membawa ponsel. Padahal Stevi ingin sekali meminjami majikan yang sudah sangat baik padanya itu. Disisi lain Stevi kasian melihat Keisya, tapi disisi lain Stevi takut pada Dave, Stevi tidak berani menentang Dave.
Saat Dave pulang kerja, Keisya masih di kamarnya. Keisya tidak mau menyambut Dave, ia masih merasa jengkel.
“Dimana istriku?”
“Apa ada masalah hari ini?”
“Tidak, Tuan.”
Dave langsung masuk ke dalam kamarnya. Dave melihat Keisya sedang membaca buku, Dave berjalan mendekat pada Keisya, ia hendak mencium Keisya tapi Keisya menghindar.
“Ada apa?Kenapa menghindariku?”
“Tanyakan pada dirimu sendiri!”
Bagaimana aku bertanya pada diri sendiri?aku bahkan tidak tau apa kesalahanku. Dave memilih untuk membersihkan dirinya, ia tidak mau berdebat dengan Keisya. Sesudah membersihkan diri Dave mengajak Keisya makan malam tapi Keisya menolaknya, Keisya justru berniat meninggalkan kamar dan tidur di kamar Manda, sebelum akhirnya tangan Dave menahan Keisya.
“Mau kemana?”
“Tidur di kamar Manda” Keisya menghempas tangan Dave yang memeganginya.
“Tidak boleh!” Dave meraih remot kunci pintu dan menguncinya.
“Kenapa tidak boleh?Aku hanya ingin tidur di kamar Manda saja.” Jawab Keisya dengan sedikit suara meninggi.
Dave mendekati Keisya, meraih tangan Keisya kembali. “Sayang disini kamarmu, kenapa harus tidur dikamar Manda?”
Lagi-lagi Keisya menghempaskan tangan Dave. Keisya mundur satu langkah menjauh dari Dave. “Dave, katakan!Apa maumu?”
“Aku hanya ingin kamu tetap bersamaku. Aku tidak mau jauh darimu.” Kata Dave lagi dengan lembut.
What the hell Dave. Kau berkata seperti itu padaku. Ingin selalu bersama ku, tidak ingin aku jauh darimu, tapi apa?Apa yang kamu lakukan di belakangku bersama perempuan itu??
Keisya masih mencoba tetap tenang menghadapi Dave. “Apa itu sebabnya kau tidak mengizinkan aku berkomunikasi dengan orang luar?Aku tau Dave kau yang membuat telefon rumah menjadi rusak semua, kau juga yang menyembunyikan laptopku. Aku juga tau kau menambah pengawal di setiap sudut rumah bukan?Kau juga menyuruh Alex dan anak buahnya untuk selalu ikut kemanapun aku pergi?Kau sama saja mengurungku Dave!”
Dave maju dua langkah sehingga tubuhnya berdiri tepat di depan Keisya yang hanya berjarak mungkin sekitar 5cm. Dave meraih punggung Keisya dengan satu tangannya merengkuh Keisya dalam pelukannya. “Sayang, semua yang aku lakukan karena aku mencintaimu. Aku takut kau meninggalkanku.” Ucap Dave dengan lembut.
Keisya berontak melepaskan diri dari pelukan Dave. “Kau bilang mencintaiku, tapi dibelakangku kau bermesraan dengan perempuan itu. Kau menjadikan putrinya sebagai alasan agar bisa menemuinya. Apa itu yang kau sebut cinta Dave?”
Dave tetap memeluk Keisya dengan erat, tidak memberi Keisya kesempatan untuk melepaskan diri. “Keisya, tidak seperti yang kamu lihat. Raisa menciumku karena Vara, tidak lebih tidak ada perasaan lain. Semua murni hanya karena Vara.” Kata Dave masih dengan suara lembut.
Dada Keisya teramat sangat sesak mendengar Dave mencium perempuan lain dari mulut Dave sendiri. Apapun alasannya perempuan mana yang tidak akan sakit hati melihat suaminya mencium mantan tunangannya. Keisya meronta lagi berusaha melepaskan diri dari Dave.
“Jadi, kau sudah tau?Jangan bilang kau juga yang membuat pegawai counter tidak bisa memperbaiki ponselku?Kau jahat Dave, kau jahat.” Keisya memukul-mukul dada bidang Dave, buliran cairan bening jatuh dari pelupuk mata Keisya. Bercucuran memenuhi wajah Keisya.
“Maaf, maafkan aku sayang.” Lirih Dave, Dave masih tidak memberi kesempatan Keisya lepas dari pelukannya, Dave tidak keberatan dengan Keisya yang memukul dada bidangnya. Cara memukul Keisya dengan kekuatannya tidak akan berpengaruh sama sekali pada ketua King itu. Dave justru merasa geli dengan pukulan Keisya.
.
.
.
Bersambung...
Harusnya eike up hari Selasa, berhubung author lagi baik kasih up hari ini deh..
Follow ig author ya gaes: @nurmalitasugiartii 😂