
Seperti biasa Villa luxury menjadi ribut di pagi hari. Apalagi maid masih libur hanya pak Mo yang bisa dimintai tolong untuk membuat sarapan. Pak Mo tentu saja kewalahan membuat sarapan dengan menu berbeda-beda, Jasson, Juan dan James seakan tidak peduli pada kesusahan yang pak Mo alami karena permintaan mereka.
Manda yang baru saja sampai di ruang makan geleng-geleng kepala melihat Jasson, Juan San James saling memperebutkan pak Mo meminta pak Mo untuk melayani lebih dulu.
Karena kesal dengan sikap kekanak-kan akan si kembar tiga itu Manda akhirnya menggebrak meja.
“Diam!!” Ketiganya ditambah pak Mo menoleh pada Manda. Aura membunuh terlihat jelas di wajah Manda.
“Kau, kau dan kau, sarapan kalian pagi ini roti!” Tegas Manda pada Jasson, James dan Juan.
Baru saja James akan protes Manda sudah melotot tajam. “Jangan membantah!” Ketiganya pun diam tidak berani membantah Manda lagi. Manda menarik kursi dan duduk.
“Buatkan susu saja untuk mereka bertiga, pak.” Ujar Manda lembut pada pak Mo.
“Baik, nona.” Pak Mo merasa berterima kasih pada Manda. Gadis itu penyelamat bagi pak Mo.
Keisya bergabung dengan yang lainnya bersama Boy. Keisya duduk di kursi kepala keluarga lalu menaruh Boy di stroller tepat di sebelahnya.
“Pagi..” tersenyum manis pada Manda dan yang lainnya. “Kenapa dengan wajah kalian?” Menatap Jasson, Juan dan James secara bergantian.
“Abaikan saja mereka, kak. Anak-anak nakal.” Cebik Manda sambil menikmati roti tawar yang sudah ia olesi selai.
“Selamat pagi nyonya muda.” Pak Mo membawa tiga gelas susu untuk si kembar.
“Pagi pak Mo, oh iya, tolong panggil semua maid kembali pak!Biarkan mereka mulai bekerja kembali.” Keisya juga kasihan melihat pak Mo yang kewalahan menuruti kemauan adik-adiknya yang nakal itu.
“Baik, nyonya.” Pak Mo lalu berdiri di pojok dapur menunggu majikannya sarapan.
“Kak, aku akan menyusul kakek John dan Leo di Villa Kakek. Apa kakak mau menitip pesan?” Tanya Jasson.
Oh iya, kakek belum tau Dave sudah kembali. Lebih baik aku suruh kakek pulang kesini saja.
“Iya, sampaikan pada kakek Boy kecil merindukan kakek.” Keisya memakai nama Boy agar kakek bisa langsung pulang. Kakek John lemah pada Boy. Apa yang menyangkut Boy kakek John pasti akan mengutamakan nya.
“Baik, ayo berangkat Manda!” Jasson bangkit berdiri lalu menjulurkan tangannya pada Manda.
“Memang siapa yang mau berangkat denganmu?” Ketus Manda.
“Tidak usah jual mahal, aku tau kau mau berangkat bersamaku.” Smirk Jasson sambil menarik tangan Manda.
“Kau salalu saja memaksaku.” Manda memanyunkan bibirnya namun mengikuti Jasson tanpa protes.
Keisya geleng-geleng kepala melihat tingkah Jasson dan Manda.
“Cih, mereka memang pasangan pencitraan yang laki-laki sok tampan yang perempuan sok jual mahal.” James berdecih sambil menggerutu.
“Aku juga berangkat, kak. Malam ini mungkin aku tidak akan pulang.” Pamit Juan yang akan pergi keluar kota.
“Baiklah, jaga dirimu..”
“Pasti, kak.”
Tinggalah Keisya, Boy dan James di ruangan itu.
“Kau tidak pergi James?” Melihat James yang masih asyik dengan sarapannya. Lelaki itu terlihat santai mengunyah roti sesekali meminum susu putih yang dibuatkan pak Mo.
“Hari ini James bebas, kak. James akan main seharian bersama Boy.” Jawab James santai.
“Baiklah, sudah waktunya Boy tidur pagi. Bantu kakak menjaga Boy setelah dia bangun tidur.” Keisya mengangkat Boy dan menggendongnya.
“Siap.”
Di sisi lain Dave memeriksa hasil penyelidikan tentang kecelakaan yang menimpanya. Ia mengerutkan dahi saat menerima laporan itu. Orang yang mencelakai nya sangat sulit dilacak. Orang itu pasti sudah menyiapkan rencana penyerangan pada Dave dari jauh-jauh hari.
Siapa dia jika bukan Raka?Apa mungkin Farhan?Sepertinya bukan Farhan, dia sudah berubah.
Dave lalu teringat wanita yang pernah Alex tangkap sedang menatap kediamannya. Dave yakin wanita itu pasti tau sesuatu.
“Jack!” Panggilnya pada tangan kirinya.
“Apakah ada perintah, tuan?” Mendekat pada Dave.
“Bawa Alex kesini!”
“Baik, tuan.” Jack segera undur diri untuk menghubungi Alex.
Kriet pintu terbuka. Dave menoleh ke arah pintu. Keisya datang menemui Dave.
“Dimana Jack?” Tidak melihat Jack diruangan pribadi suaminya.
“Aku menyuruhnya mengurus sesuatu, kenapa kau kemari?Boy dimana?” Melihat Keisya yang hanya datang sendiri.
“Boy tidur, James menjaganya.”
“Duduklah.”
Keisya duduk di tepi tempat tidur dengan tubuhnya menghadap Boy.
“Kenapa?” Meraih tangan Keisya dan mengecup punggung tangannya.
“Tidak, aku takut ini mimpi. Jika ini mimpi aku tidak ingin terbangun, kau tau rasanya saat mendengar kau kecelakaan. Aku sangat takut, aku takut kau meninggalkanku dan Boy.” Lirih Keisya terisak.
“Maaf, maafkan aku telah membuatmu khawatir.” Dengan salah satu tangannya Dave mengusap air mata yang menetes di pipi Keisya sementara tangan yang satunya terus-terusan mengecup punggung tangan Keisya.
“Aku tidak akan pernah meninggalkan mu dan Boy, tidak akan. Kalian berdua hidupku.” Lanjut Dave memajukan kepalanya lalu menempelkan keningnya di Keisya.
“Dave, aku tau kau adalah ketua King.” Keisya tau Dave adalah bos King. Apalagi setelah kecelakaan yang menimpa Dave. Banyak pengawal handal di tempatkan di Villa.
“Apa kau tidak bisa mundur dari King.” Lirih Keisya.
Dave memundurkan keningnya dari Keisya kini ia menatap lekat-lekat istri nya penuh kasih sayang.
“Sekarang kau tidak sendiri lagi Dave, ada aku dan Boy. Apa kau tidak memikirkan bagaimana persaaanku dan Boy setiap kau berada dalam bahaya?” Keisya masih terisak, perempuan itu menumpahkan uneg-unegnya pada suaminya.
“Selama kau menjadi ketua King, bahaya pasti selalu mengikuti mu. Aku dan Boy takut hal seperti ini terulang kembali selama kau masih menjadi ketua King. Apakah tidak bisa kau mundur dari King?” Keisya merasa kecelakaan yang menimpa Dave ada kaitannya dengan status Dave yang juga ketua King.
“Sayang, lihat aku!” Menyetuh dagu Keisya agar Keisya menatap lurus pada Dave.
“Kau lupa siapa aku, selain ketua King aku juga Presdir dari Group Wilson. Bahaya pasti selalu menghantui ku, musuh ku jelas berada dimana-mana entah itu musuh dalam persaingan bisnis maupun musuh di dunia bawah. Aku bukan tidak mau menuruti permintaan mu hanya saja aku belum menemukan pengganti yang tepat untuk mengurus King. Kau tau Group Wilson dan King keduanya sama berharga untuk ku. Di Wilson aku bertanggung jawab pada ribuan karyawan, sedang di King ada saudara-saudara ku. Mereka yang di King bukan hanya sekadar bawahan tapi keluargaku, mereka yang membantuku membangkitkan Group Wilson di saat perusahaan itu jatuh dititik terendah. Mereka juga selalu berada di garis depan saat aku mendapat masalah seperti kecelakaan kemarin. Aku tidak bisa melepas King begitu saja sebelum mendapatkan ketua baru yang tepat. Ku mohon bersabarlah, aku akan mengabulkan permintaan mu tapi tidak dalam waktu dekat. Apa kau mau menunggu?” Keisya diam mendengarkan perkataan Dave dan mencoba menelaah kata per kata yang diucapkan suaminya hingga Keisya pun mengangguk.
“Terimakasih sayang.” Menarik Keisya ke dalam pelukannya mengecup sekilas puncak kepala Keisya. Aroma vanila dari tubuh Keisya, aroma yang selalu menjadi candu bagi Dave.
.
.
.
Maaf ya lama up nya, semoga kalian tidak lupa dengan jalan ceritanya. Dan Terimakasih untuk yang masih mau membaca kisah Dave dan Keisya.
Instagram: @nlita.S