
“ Ibu ...Kakak!” ucap Manda berlari menghampiri Ibu dan kakaknya, dengan berlinang air mata. Ibu yang mengetahui kedatangan putri bungsu langsung menyambut dengan memeluk hangat sang putri.
“ Tidak papa, tidak papa jangan menangis Ayah baik-baik saja!” jawab Ibu.
“ Hiks hiks Ayah kenapa bisa sampai pingsan?” tanya Manda sesenggukan.
“ Tidak papa Manda, Ayah pasti akan baik-baik saja.” tutur Keisya.
Mereka bertiga saling berpelukan, Dave menatap haru pada ketiganya. Hari ini Ayah masih belum bisa dioperasi karena kondisinya belum stabil. Manda menatap wajah kakaknya yang pucat, ia kemudian ingat Keisya masih dalam pemulihan pasca kecelakaan.
“ Kakak dan Kakak Ipar pulanglah, malam ini aku akan berjaga disini.” kata Manda.
“ Tidak, aku akan tetap disini.”
Dave sebenarnya khawatir dengan kondisi Keisya. “ Sayang Manda betul, kau harus istirahat, besuk kau bisa kembali kesini.”
ucap Dave.
“ Iya nak, pulanglah biar ibu dan Manda yang menjaga Ayah malam ini. Besuk kamu bisa datang kembali, bergantian menjaga Ayah.” Ucap Ibu.
“ Iya kak, kakak terlihat lelah.” timpa Manda.
Keisya menatap ibunya, sang ibu pun mengangguk. “ Baiklah, aku akan pulang. Besuk pagi aku akan kembali, kalo begitu Manda tolong kabari kakak jika ada perkembangan pada Ayah!” tegas Keisya.
“ Siap, Kak.”
“ Kami pulang dulu Bu.” pamit Dave pada Ibu, “ Manda kabari kakak apapun itu, aku akan tinggalkan beberapa orang di sini.” Manda mengangguk.
“ Hati-hati di jalan Nak!” tutur ibu.
Dave dan Keisya meninggalkan rumah sakit, 2 pengawal ditugaskan untuk berjaga dirumah sakit.
“ Dave bagaimana kalo kita pulang ke ruko saja, karena lebih dekat dengan rumah sakit.” ucap Keisya.
“ Baiklah.”
Kali ini Dave mengemudikan mobilnya sendiri, Leo harus mengurus perusahaan dan Alex sibuk dengan dunia bawah. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menembus kemacetan. Setelah 15 menit mereka tiba di Ruko Keisya, Dave memarkirkan mobilnya dan mengikuti Keisya masuk ke dalam ruko. Dave mengamati beberapa baju yang di display, lalu menuju ruang atas dimana kamar berada.
“ Aku akan mandi dulu.” ucap Keisya. Dave mengangguk, kemudian dia menyenderkan tubuhnya di ranjang.
Jadi selama beberapa hari dia tinggal di ruangan sempit ini. Dave memperhatikan setiap sudut ruangan. Meskipun kecil tapi terlihat rapi.
“ Dave aku sudah siapkan air mandi untukmu, Mandilah!” ucap Keisya menyerahkan jubah mandi.
Dave tertegun melihat istrinya yang baru keluar kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi, dan rambutnya masih basah. Dave menghampiri Keisya dengan senyum yang tidak dapat diartikan.
Cup.. kecupan hangat mendarat di kening Keisya. Setelah mengecup kening Keisya, Dave berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Keisya menyentuh keningnya dengan telapak tangannya lalu tersenyum.
Dave keluar dari kamar mandi, dengan jubah mandi yang sedikit memperlihatkan dada bidangnya.
“ Ini baju gantimu.” ucap Keisya menunjuk baju ganti Dave.
“ Ini??”
“ Ya itu baju mu yang sempat kamu pakai sebelum melakukan perjalanan bisnis.”
“ Kamu membawa ini kesini ?” tanya Dave heran.
“ Tentu saja, aku membawanya.”
Dave mengganti jubah mandinya dengan baju yang sudah di siapkan Keisya. Kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang dengan kepala bertumpu pada paha Keisya.
“ Aku sangat Merindukanmu, aku menyesal tidak membawamu bersamaku waktu itu. Jika saja aku membawamu, kejadian buruk tidak akan menimpamu.”
ucap Dave memperhatikan Keisya masih dalam posisi tiduran dengan bantal paha Keisya.
“ Sudahlah semua sudah terjadi, aku yang tidak berhati-hati.”
“ Tanyakan apapun yang ingin kamu tanyakan!” kata Dave melihat Keisya yang seakan ingin bertanya sesuatu padanya.
Merasa mendapat lampu hijau, Keisya pun memberanikan diri untuk bertanya. “ Dave, artis yang bersamamu apa dia salah satu mantan pacarmu?”
“ Bukan sayang, dia adalah sepupuku.” ucap Dave lembut seraya mengelus pipi Keisya.
“ Sepupu?”
“ Tapi kalian terlihat sangat mesra..,”
“ Apa kamu cemburu??” Tanya Dave bangkit dari tidurnya, kini duduk disamping Keisya menghadap Keisya.
“ Mana mungkin, aku tidak cemburu!” sangkal Keisya.
Tentu saja aku cemburu, aku sangat cemburu. Gumam Keisya
“ Aku akan mengenalkannya padamu nanti, agar kamu percaya padaku!”
“ Baiklah, aku percaya padamu!”
Dave memandangi wajah Keisya dengan lekat. Deg deg jantung Keisya tak beraturan saat wajah Dave mendekat ke wajahnya. Dave mencium bibir Keisya sekilas. Karena merasa Keisya tidak marah Dave menarik tubuh Keisya agar mendekat mencium lembut bibir Keisya. Keisya memejamkan matanya, karena merasa tidak dapat balasan Dave menggigit bibir bawah Keisya agar terbuka sedikit, lalu di kembali ******* bibir Keisya dengan lembut. Keisya telah terbawa suasana ia membalas ****** bibir Dave. Dia melingkarkan kedua tangannya pada leher Dave, Dave ****** bibir Keisya dengan rakusnya, kemudian dia beralih pada tengkuk leher Keisya dan meninggalkan bekas disana. Saat permainan Dave hampir turun ke dada, Keisya mendorong tubuh Dave.
“ Dave.” ucap Keisya lirih.
Dave memahami jika istrinya tidak ingin melakukan hal lebih. Dia tidak marah, karena dia tau mungkin istrinya masih trauma karena keguguran.
“ Maaf sayang aku terbawa suasana.” ucap Dave memeluk tubuh Keisya, “ Ayo kita tidur!” Dave menuntun tubuh Keisya untuk berbaring, yang diikuti olehnya. Dave menjadikan lengan tangannya untuk bantal Keisya, membiarkan Keisya membenamkan wajahnya di bidang dada Dave.
“ Maafkan aku Dave.” ucap Keisya lirih.
“ Tidak... aku yang seharusnya minta maaf tidak mempertimbangkan kondisimu.” Dave mengelus lembut rambut Keisya, “ Tidurlah!”
Keisya terlelap di pelukan Dave, setelah Keisya tidur Dave turun dengan pelan dari ranjang. Ia kemudian keluar dari ruko. Beberapa mobil huru hara terparkir di depan ruko. Dave masuk ke salah satu mobil itu.
“ Katakan!” ucap Dave.
“ Tuan menurut penyelidikan orang yang menyerang pengawal yang saat itu mengikuti Nyonya adalah Grup K, mereka masih satu komplotan yang menyerang Tuan saat pulang dari mengantar Tuan Gio,.” ucap Alex melaporkan.
“ Apa mereka tau Keisya istriku?”
“ Sepertinya tidak Tuan, saat penyerangan mereka tidak memperhatikan nyonya Keisya. Apa kita perlu membalas?saya akan siapkan orang.”
“ Tidak untuk sekarang, kamu awasi dulu pergerakan Grup K. Dan beri pengawalan tambahan untuk Keisya dan Manda!”
“ Baik, Tuan..”
“ Apa ada lagi?” Tanya Dave.
“ Ada Tuan.. Sesuai dugaan Tuan, Ayah nyonya Keisya memang sedang dalam masalah, Peternakan dan perkebunan nyaris di sita oleh Bank D. Sahabat Ayah nyonya Keisya meminjam uang dalam jumlah yang tidak sedikit di Bank D dengan jaminan sertifikat peternakan dan perkebunan milik Ayah nyonya Keisya. Setelah meminjam uang, dia melarikan diri dan melempar tanggung jawab angsuran pada Ayah nyonya Keisya.” Alex menjelaskan hasil dari penyelidikannya.
“ Hemm..,”
“ Megetahui hal tersebut Ayah nyonya Keisya shock, sepertinya dia ingin membayar angsuran tapi karena kondisi panen yang sedang menurun, angsuran tidak bisa terbayar dengan penuh. Dan tanggal jatuh Tempo sudah lewat, jadi pihak bank akan melakukan penyegelan terhadap Peternakan dan perkebunan, bahkan pihak Bank ada yang sempat melakukan kekerasan.” tambah Alex menjelaskan.
“ Bukankah Bank D masih di bawah anak perusahaanku?” tanya Dave.
“ Iya, betul Tuan.”
“ Urus masalah Ayah mertuaku dan beri pelajaran pada mereka yang berani menyentuh ayah mertuaku. Lalu cari tau keberadaan sahabat Ayah!” Tegas Dave dengan mata tajam. Aura devil Dave terlihat keluar.
“ Baik, Tuan.”
“ Kalian pulanglah.. Aku akan istirahat!” ucap Dave keluar dari Mobil. Semua pengawal yang berada disitu membungkuk hormat pada Dave yang berjalan masuk Ruko.
“ Selamat beristirahat Tuan.” serentak ucap sang pengawal.
Dave kembali ke kamarnya, menaiki anak tangga satu per satu dengan lambat.
“ Tolong selamatkan Anakku.. jangan mendekat jangannn.” teriak Keisya .
Bersambung...
.
.
.
.
Guys yang udah baca pliss banged tinggalkan komentar dan kasih like serta rate 5 yaa.. Syukur syukur kalian mau kasih vote 🐣