My Dave

My Dave
Air mata Keisya



“ Apa kau marah padaku?” Tanya Dave melirik pada Keisya yang duduk di sebelahnya, hari ini Dave menyetir sendiri karena dia ingin berduaan dengan Keisya.


“ Tidak, kenapa kau semalam ke apartemenku dalam keadaan mabuk pula, apa kau tidak punya rumah sendiri?Bukannya rumahmu sangat mewah, kenapa Alex tidak bersamamu?” Tanya Keisya pada Dave.


“ Aku hanya ingin bertemu denganmu, aku Merindukanmu!” ucap Dave tersenyum pada Keisya.


“ Kenapa kau merindukanku?” Tanya Keisya dengan polos.


“ Karena kau calon istriku.” jawab Dave santai.


Memang tidak ada alasan yang lebih masuk akal, lagi pula siapa yang mau menjadi istrimu.


“ Aku tidak pernah bilang akan menjadi istrimu.” ujar Keisya dengan memalingkan wajahnya ke arah luar jendela mobil.


Mendengar perkataan Keisya, Dave menepikan mobilnya dan berhenti.


“ Kenapa kau berhenti?” Tanya Keisya menatap tajam kearah Dave, sementara Dave juga menatap Keisya, Dave memajukan kepalanya kearah Keisya sampai pada jarak yang sangat dekat.


Deg . . . Deg ... Deg jantung Keisya berdetak dengan sangat cepat saat wajahnya dan Dave hampir tidak ada jarak.


“ Sepertinya ini bukan bukan detak jantungku.” ucap Dave tersenyum mendengar detak jantung Keisya, Dave mencium lembut bibir Keisya, sesaat Keisya tidak membalas ciuman Dave namun kemudian ia membalasnya, melihat Keisya yang tidak menolak bahkan menikmati ciuman Dave, Dave semakin berani ia ******* bibir Keisya yang tipis itu dengan semangat. Mereka berciuman untuk waktu yang lumayan lama. Sampai akhirnya Keisya hampir kehabisan nafas dan melepaskan ciuman itu, Keisya tersipu malu setelah berciuman dengan Dave.



“ Dave aku akan terlambat bekerja, jika kita tidak jalan sekarang.” ucap Keisya malu malu.


“ Baiklah, segera jalan.” ucap Dave seraya mengelus lembut rambut Keisya, kemudian ia melajukan mobilnya.


Sesekali Dave melirik Keisya yang masih tertunduk malu. Sampai akhirnya tiba di perempatan dekat kantor Keisya. Keisya turun, Dave melajukan mobilnya meninggalkan Keisya.


Aku menyukainya, ya kurasa aku menyukai Dave.


Keisya berjalan menuju kantor. Sampai di kantor Kak Rani dam Efan nampak menunggu Keisya .


“ Ada apa kak?” Tanya Keisya.


“ Hari ini ada jamuan makan malam di Hotel W, merayakan kedatangan Pak Direkur baru. Kamu jangan lupa berdandan yang cantik Keisya.” ucap kak Rani.


“ Iya benar, siapa tau nanti kamu bertemu pacar disana, karena banyak karyawan dari Divisi lain juga.” Efan membenarkan perkataan Rani, agar Keisya berdandan yang cantik.


***Hotel W***


Dave terlihat bersama Leo sedang memeriksa keadaan salah satu hotel miliknya.


“ Jam berapa pertemuan saya dengan Tuan Robert?” Tanya Dave.


“ Pukul 20:00 Tuan, tempatnya ada di Hotel ini, kebetulan Tuan Robert menginap disini.” jawab Leo.


“ Baguslah, kamu siapkan ruangannya. Jangan sampai membuat kesalahan karena ini kerja sama yang sangat penting.” ucap Dave.


“ Baik, Tuan.”


Kemudian Dave melanjutkan berkeliling hotel, memeriksa kebersihan hotel. Dave adalah laki-laki yang sangat mencintai kebersihan.


***


Keisya terlihat sangat cantik mengenakan dress putih dengan rambut terurai. Ia bergabung dengan karyawan kantor yang lain. Keisya bahkan meneguk wine untuk menghormati Direktur baru mereka. Keisya merasa pusing.



“ Kak Rani aku akan ke toilet sebentar.” ucap Keisya berbisik pada Rani.


“ Apa perlu aku temani?” Tanya Rani.


“ Tidak perlu kak. Hanya sebentar saja.” Keisya meninggalkan mejanya dan mencari toilet.


***


Tok tok ...suara ketukan pintu, Dave memberi kode mata pada Leo untuk membuka pintu, ternyata Lusi yang datang.


“ Paman!” ucap Lusi berlari menuju Tuan Robert yang tidak lain adalah paman angkat Lusi.


“ Lusi sayang, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Tuan Robert.


“ Aku ingin menemui Dave, tapi ternyata ada Paman disini.” jawab Lusi, Dave hanya menatap Lusi dengan tatapan tidak senang.


“ Apa kalian saling kenal?” Tanya Tuan Robert pada Lusi dan Dave.


“ Kami teman kuliah saat di London Tuan.” Jawab Dave dengan cepat, dia tidak mau Lusi menganggapnya sebagai pacar.


“ Bagus sekali. Siapa tau hubungan kalian bisa sampai menikah, dengan begitu kerja sama kita akan semakin kuat Grup Wilson dan Grup Sengceng.” ujar Tuan Robert sangat senang.


Dave hanya diam mendengar perkataan Tuan Robert, kemudian mereka berbincang kembali. Saat kerja sama Dave telah selesai di bahas, Tuan Robert lebih dulu meninggalkan ruangan itu sementara Dave dan Lusi masih di dalam.


“ Apa-apaan kamu, menerobos masuk saat aku sedang bersama klien. Dimana sopan santunmu?” Kata Dave tajam pada Lusi.


“ Apa yang salah Dave, aku kan pacarmu!” Lusi menggandeng lengan Dave dengan manja hendak mencium Dave namun Dave mengalihkan wajahnya.


“ Kita tidak pernah berpacaran, hanya bersenang-senang!” tegas Dave.


“ Oke oke. Terserah apapun itu yang penting bersamamu aku tidak masalah.” ucap Lusi bergelanyut manja pada Dave.


“ Sudahlah, aku akan pulan.” Dave melangkah menunggalkan Lusi, tapi Lusi dengan tidak tau malunya tetap menggandeng dengan Dave. Mereka keluar dari ruangan itu, sampai di depan pintu ruangan Dave menerima telefon jadi tidak begitu menghiraukan Lusi yang masih menempel padanya bahkan Lusi mengecup pipi Dave. Tanpa di sadari dari kejauhan ada sosok mata berkaca-kaca yang memperhatikan mereka.


Keisya yang sedang mencari toilet tidak sengaja melihat Dave dan Lusi. Keisya menatap Dave dengan seksama, memperhatikan Dave dari ujung kepala sampai kali dan benar saja lali-lali yang sedang memegang ponsel di telinganya dan digandeng manja seorang perempuan itu adalah Dave. Hati Keisya sangat sakit melihat pemandangan itu, apalagi Keisya merasa sudah jatuh hati pada Dave.


“ Dasar Dave brengsek!” air mata mengalir di pipi Keisya, ia lebih memilih berbalik arak meninggalkan pemandangan yang menyesakkan dadanya.


Keisya terus berjalan tanpa arah dengan menangis. Keisya tidak kembali pada teman-temanya. Ia terus berjalan dan menangis.


Brukk.. Keisya bertabrakan dengan seseorang.


“ Ma-maaf, maafkan saya.” ucap Keisya terbata-bata.


“ Keisya!” Seru orang yang bertabrakan dengan Keisya yang ternyata adalah Raka.


Mendengar namanya disebut, sontak Keisya mendongak ke atas melihat sosok orang tinggi yang bertabrakan dengannya, karena memang Keisya tidak terlalu tinggi.


Kenapa pada situasi saat ini malah bertemu Raka . Ya Tuhan.


“ Raka.” Keisya mengusap air matanya tapi malah semakin mengalir deras.


Melihat air mata Keisya, Raka segera memeluk Keisya menepuk-nepuk bahu Keisya, mencoba menenangkan Keisya namun Keisya malah semakin sesenggukan dan akhirnya pingsan.


Raka membawanya pada suatu kamar hotel sekelas presidensial suite, lalu membaringkan Keisya di ranjang, dia memperhatikan Keisya terlihat wajah sendu Keisya.


“ Istirahatlah Kei, aku akan selalu ada untukmu!” Raka mengelus rambut Keisya.


Sampai akhirnya Raka tertidur di sofa yang ada diruang kamar itu.


Di lain sisi, Leo tidak sengaja melihat Keisya yang tengah berpelukan dengan Raka, Leo memotret Keisya dan Raka namun memilih untuk tidak menyampaikan apa yang dilihatnya pada Dave, Leo ingin menunggu waktu yang tepat menyampaikan apa yang dilihatnya, karena saat ini Dave masih bersama Lusi.


Bersambung..


***next Chapter


Dave melemparkan gelas winenya.


“ Cari tahu dimana keberadaan Keisya sekarang!” perintah Dave pada Alex