My Dave

My Dave
Gosip



Pembukaan butik Keisya berjalan lancar, setiap hari Keisya dan Manda bergantian menjaga butik. Saat Manda kuliah, Keisya yang berjaga, sepulang kuliah Manda membantu kakaknya menjaga butik. Saat Manda menjaga butik, Keisya pergi untuk mencari penjahit dan kain. Keisya ingin baju yang di jual di butiknya semua hasil desain dari Keisya. Saat ini Keisya sudah mempunyai penjahit dan supplier kain yang terpercaya. Untuk perhitungan Laba rugi Keisya menghitung sendiri dibantu Manda, mereka memang tidak mencari karyawan dulu, karena dana yang masih minim. Dave memperpanjang perjalanan bisnisnya jadi 1 bulan satu minggu. Hari ini tepat 1 bulan Dave di kota A. Sesekali Dave menelepon Keisya untuk mengetahui kondisi Keisya dan Manda. Keisya bahkan diminta untuk segera pindah ke Villa, tapi Keisya tidak mau. Dia ingin pindah bersama Dave nanti.


Hoek hoek Keisya berlari menuju kamar mandi karena mual. Tiba-tiba kepalanya pusing, dan ia tidak kuat berdiri. Keisya merasa sangat lemah, Keisya memutuskan untuk beristirahat sebentar, ia merebahkan dirinya di ranjang.


“ Kak... Kakak!” Manda membangunkan Keisya.


“ Maaf kakak ketiduran.” ucap Keisya membuka matanya perlahan.


“ Tidak papa kak, ini sudah jam 21:00. Apa kakak tidak mau mandi?”


“ Ah iya, baiklah..Apa kamu sudah menutup butik?”


“ Sudah kak, Kakak Mandilah. Aku akan memanaskan makan malam untuk kakak.”


“ Terimakasih Manda.”


“ Tidak terasa sudah malam, sepertinya aku baru tidur sebentar. Akhir-akhir ini tubuhku sering lelah, dan mual. Apa jangan-jangan.” Keisya mangambil ponselnya lalu seach di Google “ciri ciri wanita hamil”, setelah membaca hasilnya ia membuka mulutnya menganga seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya.


Mungkin aku harus mencoba untuk mengetes, lebih baik aku beli tespeck besuk. Ucap Keisya bangkit untuk membersihkan diri.


Setelah mandi Keisya tidak makan malam, karena merasa tidak berselera. Dia kembali ke ranjangnya untuk rebahan.


Keesokan harinya Manda pergi kuliah seperti biasa, sementara Keisya meminta bantuan Sisi untuk menjaga Butik. Dia pergi untuk membeli tespeck. Sampai di Ruang kamar Keisya segera mengetes dan dari dua tespeck yang di belinya hasilnya sama (+).


Astaga aku benar-benar hamil, bagaimana ini?Apa ini tidak terlalu cepat? Bagaimana dengan Dave, apa dia akan senang jika tau aku Hamil. Di satu sisi Keisya merasa senang akan segera menjadi ibu, tapi dia juga cemas bagaimana dengan tanggapan Dave.


Aku harus memberitahu Sisi. Keisya berjalan menuju lantai bawah, tempat dimana Sisi sedang menjaga butik, saat itu Sisi tengah menonton info gosip di televisi dan munculah berita tentang Dave. Dave dikabarkan tengah berkencan dengan model cantik kota A, dia bahkan menghadiri acara pesta bersama si Model. Keisya terkejut melihat berita itu, seketika tubuhnya merasa lemas dia bahkan hampir terjatuh


tapi ditopang oleh Sisi.



“ Kamu gak papa kei?” Tanya Sisi


“ Kamu nggak papa?” Tanya Sisi.


“ Nggak, aku hanya terkejut.” Jawab Keisya dengan mata berkaca-kaca.


“ Jangan sedih, mungkin dia salah satu rekan bisnis Dave.” Sisi mencoba menenangkan Keisya, dia tau jika sahabatnya itu sedih melihat berita gosip tadi.


“ Apa mungkin rekan bisnis akan sedekat itu?” Keisya yang sedari tadi sudah berkaca-kaca mulai menangis.


Awalnya Keisya ingin memberi tahu Sisi tentang kehamilannya, tapi karena berita itu Keisya mengurungkan niatnya.


Keisya Pov


Aku ingin bertanya pada Dave, siapa perempuan itu tapi aku tidak punya nyali. Aku tidak berani, aku takut kenyataan akan melukaiku. Aku dan Dave memang suami istri yang sah di mata hukum, tapi Dave tidak pernah mengatakan dia mencintaiku. Meskipun aku juga belum pernah mengungkapkan perasaanku pada Dave. Sekarang ada janin didalam perutku, aku cemas dengan berita itu. Bagaimana jika itu benar, bagaimana dengan anak yang ada di rahimku.


“ Si apa kamu besuk bisa membantuku menjaga butik sampai sore?” ucapku pada Sisi.


“ Bisa, aku sedang free. Apa kamu mau pergi?”


“ Ya, aku ada janji dengan penjahit.” Jawabku berbohong pada Sisi, sebenarnya aku ingin ke dokter untuk memeriksa kehamilanku.


“ Baiklah, kamu jangan khawatirkan butik.. percayakan padaku.”


“ Terimakasih Si.”


***


Setelah Manda pulang, Sisi dan Keisya pergi ke Mall. Keisya menemani Sisi berbelanja.


Sisi ingin membeli tas baru, dia berkeliling Mall tanpa lelah. Keisya melipat kedua tangannya melihat Sisi sedang memilih tas di salam satu store tas, Keisya merasa sedikit jengkel padahal tadi mereka sudah berada di toko ini, tapi sisi mengatakan tidak ada yang bagus lalu kembali ke toko ini, sisi merasa ada tas yang sangat bagus.



Setelah mendapatkan tas yang disukai, Sisi


Sisi mentraktir Keisya makan.


“ Aku ke toilet sebentar.” ucap Keisya meninggalkan Sisi.


Keisya melihat dirinya dicermin, ada seorang perempuan yang sedari tadi memperhatikannya.


“ Maaf apa anda mengenal saya,?” Tanya Keisya .


“ Kamu tidak mengenalku, tapi aku tau siapa kamu?” Jawab perempuan itu sinis.


Sepertinya aku pernah melihat perempuan ini, tapi dimana? Keisya berfikir keras untuk mengingat perempuan yang memantapkan dengan ya tatapan tidak suka itu.


“ Maaf?” Ucap Keisya lagi seakan tidak paham dengan apa yang baru saja di katakan perempuan itu.


Simpanan?Sejak kapan aku yang istri sahnya menjadi simpanan. Gumam Keisya.


“ Yaa??” Tanya Keisya, Keisya menatap perempuan itu dengan banyak pertanyaan.


Lusi tersenyum sinis menatap Keisya.


“ Halo, aku adalah pacar Dave.” ucap perempuan cantik di depan Keisya yang tidak lain adalah Lusi.


“ Pacar??” Tanya Keisya memastikan.


“ Seperti yang kamu dengar, Namaku Lusi. Sebagai pacar Dave senang bisa berkenalan denganmu, kuharap kita akur!” jawab Lusi menyunggingkan senyumnya.


Sepertinya perempuan ini gila, lebih baik aku pergi dari sini.


“ Maaf, saya tidak mengerti maksud anda, saya permisi.” Keisya segera berjalan keluar dari toilet tapi ditahan oleh Lusi.


“ Tunggu, aku hanya ingin mengingatkan padamu sebagai seorang simpanan jangan berharap terlalu banyak, simpanan selamanya hanya akan menjadi simpanan!” ucap Lusi menghentikan langkah Keisya, tanpa menjawab Keisya meneruskan langkahnya.


Berita gosip belum terpecahkan sekarang ada lagi, hari ini sungguh melelahkan bagi Keisya.


“ Kenapa kamu?” Tanya Sisi yang fokus mengemudikan mobilnya, Sisi heran melihat tingkah sahabatnya semenjak dari toilet sampai pulang dia hanya diam.


“ Tidak, aku hanya sedikit lelah.” jawab Keisya.


Apa aku menceritakan pada Sisi tentang Lusi. Tapi tidak perlu.


Setelah mengantar Keisya, Sisi pamit pulang. Keisya juga tidak menceritakan kejadian di toilet, dia ingin bertanya langsung pada Dave. Keisya tidak mau berprasangka buruk pada Dave.


Oh aku ingat perempuan itu, dia perempuan yang pernah bersama Dave di hotel, Dave bilang mereka hanya teman, tapi perempuan itu bilang Dave pacarnya. Dan bagaimana dia bisa mengira aku seorang simpanan. Gumam Keisya.


Keisya mengambil ponselnya dan menghubungi Leo.


📞 Haloo! suara Leo diseberang sana.


📞 Leo apa Dave bersamamu?


📞 Tuan sedang rapat nyonya, apa anda ingin berbicara pada Tuan sekarang??


📞 Tidak, tidak aku tidak akan mengganggunya.


📞 Justru Tuan akan sangan senang nyonya menelefon.


📞 Tidak perlu Leo, em kapan Tuanmu akan kembali?


📞 Satu minggu lagi nyonya, apa anda sudah merindukan Tuan?


📞 Tidak Leo ,sudah aku tutup dulu.


Keisya meletakan kembali ponselnya, meskipun hatinya sangat ingin bertemu Dave, Keisya hanya bisa bersabar sampai Dave kembali.


Bersambung...


***Next***


brakk Keisya tersungkur ke tepi jalan setelah ditabrak oleh mobil.


“ Tolong, saya sedang hamil,” ucap Keisya lirih, pada orang yang menghampirinya.


.


.


.


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cucu tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .