
“ Tolong selamatkan Anakku.. jangan mendekat jangannn!” teriak Keisya .
Mendengar teriakan istrinya Dave berlari menuju kamar dengan cepat, dilihatnya Keisya tengah mengigau.
“ Sayang?” ucap Dave membangunkan Keisya.
Keisya terbangun dengan keringat yang bercucuran. “ Dave?” saat membuka mata dan melihat Dave tengah duduk di tepi ranjang, Keisya segera memeluk Dave dengan erat.. “ Dave a-anakku.”ucap Keisya terbata-bata.
“ Tenanglah Kei, tenang!” Dave memeluk erat istrinya seraya mengusap lembut rambut Keisya. Keisya terus-terusan menangis di pelukan Dave, sampai akhirnya lelah dan ketiduran. Setelah Keisya tidur, Dave membaringkannya kemudian ia ikut berbaring disisi Keisya.
“ Maaf membuatmu menderita kei.” ucap lembut Dave, yang kemudian terlelap tidur.
Pagi harinya Keisya dan Dave bangun lebih awal, Dave melarang Keisya yang ingin memasak untuk sarapan. Dia mengajak Keisya sarapan di luar. Saat sampai di sebuah restoran, Dave menggandeng tangan Keisya tanpa malu. Semua mata tertuju padanya, terutama pada Dave. Bagaimana tidak ini pertama kalinya seorang Presdir Grub Wilson yang juga suami indaman semua wanita, menggandeng lembut perempuan di tempat umum.
“ Dave mereka memperhatikan kita.” ucap Keisya lirih.
“ Biarkan saja sayang, tidak usah pedulikan mereka!” jawab Dave.
“ Apa ada yang aneh padaku, mereka menatapku tidak bersahabat?”
Mendengar perkataan Keisya, Dave langsung menatap ke sekelilingnya dengan tatapan Devil membuat semua orang yang ada disitu menunduk takut. “ Mereka iri padamu karena kau terlalu cantik,” Dave mengusap rambut Keisya.
“ Jadi dimatamu aku cantik?” Tanga Keisya polos.
“ Tentu saja, istriku adalah yang paling cantik!” Dave mencubit gemas pipi Keisya.
Keisya sangat malu plus senang dengan tingkah suaminya itu. Setelah sarapan mereka menuju rumah sakit. Keisya melihat dua orang pengawal berjaga di depan ruang kamar sang Ayah, mereka membungkuk hormat melihat Keisya dan Dave masuk ruangan.
“ Manda, Bagaiman keadaan Ayah?” tanya Keisya seraya meletakan sarapan di meja sofa.
“ Kata Dokter hari ini ayah bisa di operasi,” ucap Manda.
“ Dimana ibu ?” tanya Dave.
“ Ibu sedang Mandi Kak, aku akan berangkat kuliah sekarang.”
“ Sarapan dulu, kakak sudah belikan sarapan untuk kamu dan Ibu.” tutur Keisya menunjuk paperbag berisi sarapan.
“ Aku sudah terlambat kak.” kata Manda melirik jam tangannya.
“ Pengawal akan mengantarmu, kamu bisa sarapan di mobil!” Tegas Dave.
Manda tidak berani membantah Dave, baginya Dave sudah sama seperti Keisya. Perkataan keduanya sangat sulit di bantah.
“ Baiklah kak, oh ya nanti aku akan pulang sendiri mobilku di kampus. Ayah akan masuk ruang operasi pukul 15:00. Sebelum waktunya aku akan sampai disini.” ucap Manda sudah menggendong tas ranselnya.
“ Hati-hati di jalan Manda, ingat saat membawa mobil sendiri jangan ngebut.”
“ Iya, kakakku sayang.”Manda mencium pipi kakaknya lalu meninggalkan ruang itu.
“ Apa dia selalu manja begitu?” tanya Dave “ Aku bahkan belum menciummu pagi ini.” Dave mendekat pada Keisya mengecup lembut bibir Keisya.
“ Ehemm.” Ibu berdehem keluar dari kamar mandi melihat keduanya, Dave dan Keisya salah tingkah.
“ Ah ibu sudah selesai mandi?” tanya Keisya.
“ Apa ibu seharusnya belum selesai mandi, atau haruskan ibu kembali ke kamar mandi jadi kalian bisa melanjutkan itu.” Ibu menggoda keduanya dengan senyum-senyum.
“ Ibu .. aku kan malu.” ucap Keisya.
“ Kenapa harus malu, Ibu juga pernah muda. Ngomong-ngomong kapan kalian akan memberi ibu seorang cucu?”
Dave sangat semangat mendengar perkataan ibu, “ Secepatnya ibu, kami akan berusaha keras!” jawab Dave dengan mata berbinar-binar menatap Keisya.
“ Dave apa kau tidak bekerja?” tegur Keisya mengalihkan pembicaraan.
“ Aku akan ke kantor sebentar.” ucap Dave.
Setelah berbincang-bincang beberapa waktu dengan ibu, Dave pamit berangkat ke kantor. Keisya dan Ibu yang menjaga Ayah, sementara untuk Butik Dave sudah menugaskan karyawan untuk berjaga.
Krek.. pintu ruangan ayah terbuka.
“ Ibu?” ucap Sisi berjalan kearah ibu langsung memeluknya.
“ Aku baik Bu, bagaimana Ayah?kenapa ibu tidak mengabariku?Kamu juga Keisya!”
“ Hari ini ayah akan dioperasi, kamu disini saja menemani ibu dan Keisya!” tukas ibu.
“Baik, Bu.”
“ Maaf aku lupa mengabarimu, jadi dari mana kamu tau kami disini?” tanya Keisya.
“ Hari ini aku ke butik, penjaga disana yang mengatakan. Apa dia orang suruhan Dave?” tanya Sisi yang dijawab dengan anggukan Keisya.
Keisya memang lupa memberi kabar tentang kondisi sang ayah. Kemarin dia sangat sibuk.
“ Ibu aku menemukan putra kembarmu,” ucap Keisya pada Ibu.
“ Maksudmu Jasson, James dan Juan?Dimana mereka Ibu dan Ayah sangat merindukan mereka, kamu tau setelah mereka pindah Ayahmu seperti kehilangan bagian dari hidupnya.”
“ Aku akan menghubunginya ibu, tapi hanya James dan Juan,” kata Keisya .
“ Jasson?”
“ Dia masih di luar kota Bu.”ucap Sisi melirik ke Keisya. Keisya tau niat sisi agar ibu tidak mengkhawatirkan Jasson, apabila ibu tau yang sebenarnya bahwa mereka kehilangan kontak Jasson.
“ Selama Jasson baik-baik saja, dimanapun dia ibu sungguh lega,” ucap Ibu. Mendengar ucapan ibu, Keisya dan Sisi hanya bisa saling menatap.
***Kampus Manda***
“ Manda... kenapa kamu bolos kemarin?” tanya Sasya.
“ Ayah sedang sakit, aku bolos untuk ke rumah sakit..” jawab Manda.
“ Kenapa tidak mengabariku, aku kan bisa menemanimu kesana.”
“ Aku dijemput Tuan Alex kemarin, tidak sempat mengabarimu.”
“ Baiklah.. aku akan ikut bersamamu ke rumah sakit setelah pulang kuliah,” kata Sasya merangkul bahu Manda. “ Tapi aku tidak di jemput sopir hari ini.”
“ Aku bawa mobil tenang saja.” balas Manda.
“ Tapi aku tidak melihat mobilmu di parkiran.”
“ Aku membawa mobil baru pemberian Kak Dave.”
“ Waow benarkah?jadi sekarang kamu punya mobil pribadi. Kalo begitu bisakah kamu mengantar jemput aku saat kuliah.”
Ucap Sasya tanpa rasa malu.
“ Kamu pikir aku sopir pribadimu?” ketus Manda.
“ Kamu bisa menjadi sopirku yang cantik!”
ucap Sasya yang akhirnya ditoyor oleh Manda.
Sasya selalu menganggap Manda seperti kembaranya, jika bisa pun Sasya ingin tinggal bersama Manda. Sebagai putri bungsu Sasya selalu merasa kesepian tinggal dirumah mewah yang hampir tanpa penghuni, Mami dan papi
ya selalu sibuk. Sementara kakaknya juga jarang pulang lebih sering tinggal di apartemen.
***Rumah sakit***
Keisya sudah menghubungi James dan Juan tentang kondisi Ayah. James dan Juan akan datang pukul 12:00 tapi sampai pukul 13:00 batang hidung si kembar belum kelihatan sama sekali, Ibu terlihat mondar mandir di depan ruangan menunggu kedatangan si kembar. Sudah beberapa tahun semenjak sikembar pindah, tentu saja ibu sangat merindukan mereka. Selama ini Ibu dan Ayah tidak mendapat kabar dari si kembar. Yang ayah dan Ibu tau si kembar hidup enak dan berkecukupan karena keluarga Ayahnya kaya.
“ Ibu ..” teriak seorang laki-laki dari kejauhan.
Bersambung..
.
.
.
Minta like dan komentar ya guys.. Kasih vote juga dong 😊