
Setelah menyelimuti Keisya, Dave keluar dari kamarnya menuju ruang kerja, disana Alex sudah sudah menunggu. Dave duduk pada kursi kebesarannya. Alex menyerahkan beberapa laporan pada Dave.
“ Apa ada hal lain?”
“ Untuk Nona Lusi bagaimana Tuan?”
“ Aku akan menemuinya langsung besuk!” Ucap Dave, “Bagaimana?Apa dia mengakui semua kesalahannya?”
“ Tidak Tuan!Nona Lusi bahkan terus terusan mengumpat.”
“ Sepertinya masih kurang hukumannya.”
Dave tersenyum dingin, terlihat aura yang menyeramkan, “ Beri dia pelajaran lebih!”
“ Baik, Tuan.”
“ Sekarang pergilah jemput Manda, katakan padanya Keisya ada disini!” ucap Dave dengan suara ringan.
“Baik, Tuan.” Alex meninggalkan ruang kerja Dave.
Tok tok...
“ Masuk.”
“ Permisi Tuan, untuk makan malam Tuan ingin menu yang bagaimana?”
“ Menu yang bagus untuk wanita yang baru saja keguguran.”
jawab Dave.
Keguguran?Apakah itu nyonya muda. Gumam Pak Moo.
“ Baik, Tuan.”
Dave kembali memeriksa laporan dari perusahaan, karena hari ini dia tidak masuk bekerja, jadi banyak kerjaan yang menumpuk.
***Kamar Dave***
Keisya membuka matanya perlahan, melihat sekeliling dan menyadari dirinya sedang berada di kediaman Dave.
Lagi lagi aku berakhir disini. Keisya mendudukkan dirinya, bersandar di di tepi ranjang. Dia merasa malas untuk bangkit.
Akhirnya dia berguling kesana kemari diatas ranjang. Ada mata yang memperhatikannya dari bibir pintu. Dia tersenyum melihat tingkah Keisya.
“ Dave br*ngs*k!!” umpat Keisya sambil memukul guling yang ia peragakan sebagai Dave.
“ Apa kamu sudah selesai?” tanya Dave yang sedari tadi memperhatikannya, “ Jika belum, aku akan keluar lagi.”
“ Pergilah, pergilah sana temui kekasihmu!”
ketus Keisya. Lalu dia bersembunyi di balik selimut.
“ Apa kau masih marah?” Tanya Dave menarik selimut Keisya.
“ Sangat marah!!”
Dave naik keranjang, masuk ke dalam selimut yang digunakan Keisya, dia berbaring disamping Keisya.
“ Apa yang kamu lakukan?” tanya Keisya merasakan ada tangan melingkar di perutnya, Dave memeluk Keisya yang membelakanginya.
“ Meredakan Amarahmu.”
ucap Dave, “Biarkan seperti ini sebentar saja, aku sangat Merindukanmu!”
Aku juga sangat Merindukanmu, hanya saja aku takut. Aku takut semua yang kau katakan hanya kebohongan semata. Keisya memilih diam seperti yang dinginkan Dave.
Ceklek suara pintu terbuka ... “Kakak!” teriak Manda langsung nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu, langkahnya terhenti setelah mendapati Dave berbaring disamping Keisya dan memeluknya. “Maaf, aku akan kembali lagi nanti!” ucap Manda langsung keluar dan menutup pintu.
Dasar Manda bodoh bisa-bisanya kamu tidak mengetuk pintu, kupikir mereka masih bertengkar tidak disangka malah bermesraan😪 .Gerutu Manda menuruni tangga.
Keisya menyadari kehadiran Manda, belum sempat menjawab, tapi Manda sudah berlari keluar. Keisya langsung bangun untuk duduk ,“ Semua gara-gara kamu, lihat Manda pasti salah paham!”
“ Salah paham Bagaimana?Apa kamu lupa kita suami istri, berpelukan juga hal yang wajar.” ucap Dave duduk di samping Keisya .
“ Sudahlah aku mau menemui Manda, sejak kapan Manda disini?!” Keisya bangkit meninggalkan Dave, tapi Dave mengekor di belakang Keisya.
“ Selamat malam Nyonya muda.” Ucap Pak Moo melihat Keisya menuruni tangga.
“ Malam Pak Moo, Apa pak Moo tau dimana adikku?”
“ Nona Manda berada di ruang bioskop Nyonya, mari saya antar!”
“ Tidak usah Pak Moo, panggil saja Manda untuk makan malam. Kami akan menunggu di ruang makan!” tegas Dave.
“Baik, Tuan.”
“ Ayoo!” Dave melingkarkan tangannya di pinggang Keisya menuju ruang makan.
Cup Dave mengecup bibir Keisya, “ Jika kamu tidak diam aku akan menciumu lagi!”
Sontak Keisya langsung diam dan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Manda berlarian kecil menghampiri Keisya, ia dengan manjanya memeluk Keisya. “ Apa kakak sudah sehat?” tanya Manda duduk disamping Keisya.
“ Seperti yang kamu lihat!Oh ya, Manda kenapa kamu bisa ada disini?”
“ Tentu saja karena dia akan tinggal disini.” jawab Dave yang di balas dengan anggukan Manda.
“ Apa kamu suka tinggal disini?atau kita kembali ke Ruko saja?” ucap Keisya.
“ Aku suka dimana saja kak, asal bersama Kakak.”
Pak Moo menghampiri Dave dan berbisik kepada Dave. “ Kalian makan dulu, aku ada urusan mendadak.” ucap Dave, bangkit dari kursinya tapi saat akan melangkah ditahan oleh tangan Keisya.
“ Aku tidak mau makan jika kamu tidak makan!” Tegas Keisya.
Kenapa dia jadi manja. Menghela nafas.
“ Sayangg aku ada urusan yang harus segera aku tangani, kamu makan dengan Manda ok?” ucap Dave mengelus pucuk kepala Keisya.
“ Pergilah!” Keisya melepaskan tangan Dave.
“ Aku hanya akan pergi sebentar.” ucap Dave yang melangkah ke ruang kerja di ikuti Pak Moo.
“ Apa kakak sedang bermain Drama?Kenapa kakak sangat manja?” tanya Manda yang sudah mengunyah makanannya.
“ Anak kecil diamlah!”
“ Oke, Apa kakak tau James dan Juan sudah kembali... mereka menjadi sangat tampan, padahal dulu selalu berlindung padaku.”
ucap Keisya
“ Kakak sudah bertemu Juan, dia masih saja manja padaku... tapi memang terlihat sedikit tampan.”
jawab Keisya.
“ Sepertinya Sasya menyukai Juan, dia tidak henti-hentinya menanyakan tentang Juan,”
“ Benarkah?Aku tidak keberatan dia menjadi adik iparku.” ucap Keisya terkekeh.
Manda menceritakan tingkah lucu Sasya didepan Juan dan James.
“ Manda... Bagaimana jika Jasson jug kembali?” tanya Keisya, seketika suasanya menjadi hening, Manda memasang raut muka yang tidak bisa diartikan, “Maaf.. Kakak tidak bermaksud,” sebelum Keisya menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh Manda.
“ Tidak papa kak, lupakan saja.”
Kamu sungguh tidak pandai berbohong Manda, kakak sangat tau selalu ada tempat bagi Jasson di hatimu. Keisya memeperhatikan Manda, ada kerinduan di mata Manda, saat Keisya mengucap Nama Jasson.
“ Apa kita benar akan tinggal disini kak?” Tanya Manda memecah keheningan.
“ Mungkin sementara, disini lebih aman. Ada keamanan di setiap sudut rumah, dan kakak bisa menghindari Raka,”
“ Aku terserah pada kakak saja.”
Setelah makan Manda menuju ke kamar yang sudah disiapkan oleh pelayan. Dia terkagum melihat kemewahan kamar yang akan ia tempati.
“ Woah!!” ucap Manda dengan mulut menganga melihat setiap sudut kamar mewah itu, kamar mandinya 2x luas kamar Manda saat di apartemen.
Selamat malam Manda. Dia mengucapkan selamat malam pada dirinya sendiri dan merebahkan dirinya di ranjang yang sangat empuk berbeda sekali dengan ranjang di apartemennya. Tak butuh waktu lama Manda pun terlelap.
***
Dave kembali ke kamarnya setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia melihat istrinya yang sudah terlelap dalam mimpi.
“Selamat tidur istriku!” ucap Dave mengecup kening Keisya lalu berbaring disebelah nya.
Ponsel Keisya berdering, ada satu panggilan masuk.
📞 Raka
Panggilan masuk di handphone Keisya dari Raka.
“ Laki-laki itu lagi.” saat melihat siapa yang berani menghubungi istrinya tengah malam begini.
📞 Haloo.. Ya benar ini nomor Keisya, Saya suaminya.. Ada perlu apa anda menghubungi istri saya tengah malam begini?.. Oke!(Dave mengakhiri panggilan telefon dari Raka)
Bersambung..
***Next Chapter ***
“Kita tidur disini malam ini!” ucap Dave.