My Dave

My Dave
“ Dave, bangun!”



“ Dave, Bangun!”


Dave mengerjapkan mata mendengar suara Keisya. “ Jam berapa Kei?” tanya Dave dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


“ Baru Jam 06:00, tapi kan kita perlu kembali ke Villa untuk berganti baju.” Semalam Dave dan Keisya menginap di hotel. Dave terlalu malas untuk pulang ke Villa.


“ Nanti Leo akan mengantarkan baju kita, Mandilah!Aku akan meminta pelayan hotel untuk menyiapkan sarapan.” Tutur Dave pada Keisya.


“ Baiklah.” Keisya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dia melihat baju gantinya sudah disiapkan di sofa. Dengan cepat Keisya berganti pakaian. Dia menyuruh Dave yang masih malas-malasan untuk segera mandi.


Setelah mandi, Dave mengajak Keisya untuk sarapan. Dave dan Keisya menyantap sarapan dengan tenang. Sesekali dia mencuri pandang pada Keisya, Dia teringat foto Keisya yang berlumuran darah, tangannya mengepal geram, ingin sekali dia menghabisi Lusi dan kedua sahabatnya. Tapi dia juga mau menyiksa Lusi dulu, agar dia merasakan penderitaan yang Keisya alami saat kehilangan janinnya.


“ Kei...” panggil Dave.


“ Yaa?” jawab Keisya menatap kearah Dave.


“ Panggil aku sayang!.”


“Tidak mau.,” ucap Keisya singkat.


Dave beranjak dari duduknya dan mendekat pada Keisya. Dia menangkup kedua pipi Keisya lalu mengecup bibir Keisya. “ Mulai sekarang panggil aku sayang atau suamiku!” jelas Dave pada Keisya.


“ Jika aku tidak mau Bagaimana?,”


“ Maka aku akan mogok kerja, dan mengikutimu kemanapun kau pergi!” kata Dave santai.


“Hm baiklah Sayangku, bisakah kita berangkat sekarang?Aku sudah selesai makan.”


Dave beranjak dari duduknya, menggandeng Keisya keluar dari hotel. Di lobi Leo sudah menunggu, dia sudah menyiapkan mobil. Dave mengantar Keisya ke rumah sakit.


Keisya berjalan menelusuri koridor menuju ruang inap Ayahnya. Pintu kamar ayah terbuka sedikit dilihatnya Ayah tengah berbincang bersama Manda dan Sisi.


“ Selamat pagi Ayah, bagaimana keadaan ayah?,” sapa Keisya.


“ Baik Nak, Ayah ingin segera pulang Kei. Ayah sudah bosan disini,”


Keisya duduk di sebelah tempat tidur ayah. “Baiklah Ayah, akan Keisya tanyakan pada Dokter saat jam pemeriksaan nanti. Jika dokter sudah mengizinkan Ayah pulang, maka Ayah bisa pulang,” tutur Keisya lembut.


Manda mendekat pada Keisya. “ Kakak semalam tidur dimana?Pak Moo bilang, kakak dan kakak ipar tidak pulang” bisik Manda.


“ Aku dan Dave tidur di hotel.” bisik Keisya balik.


Sisi tidak terima karena tidak diajak berbisik. “ Hei kenapa kalian mengabaikanku,” Teriak Sisi. “Ayah lihatlah, mereka berdua tidak menganggapku,” ucap Sisi merajuk pada Ayah. Sahabat Keisya maupun Manda memang kebanyakan lebih sering memanggil orang tua Keisya dan Manda dengan sebutan Ayah dan Ibu, dibandingkan kata Paman dan Bibi.


“ Jangan hiraukan mereka Si, yang penting Ibu tidak pernah mengabaikanmu,” ucap Ibu yang baru saja masuk kamar.


Sisi berlari kearah ibu, memeluknya dengan manja. “ Ibu memang yang terbaik,” kata Sisi.


***Grup Wilson***


Jimmy dan Vivi terlihat menunggu kedatangan Dave, saat melihat Dave mereka berjalan kearah Dave tapi di hentikan oleh petugas keamanan.


“ Biarkan saja mereka!” ucap Dave pada petugas keamanan.


Jimmy dan Vivi lalu mendekat pada Dave. Jimmy berlutut di hadapan Dave diikuti dengan Vivi. “ Terima kasih Tuan, tidak membiarkan perusahaan Ayah saya bangkrut,” ucap Jimmy di hadapan Dave.


“ Apa hanya itu yang ingin kau katakan?,” tanya Dave menatap tajam Jimmy dan Sisi.


“ Tidak, izinkan kami bertemu Keisya Tuan. Kami ingin meminta maaf secara langsung pada Keisya” Jimmy memohon pada Dave, sementara Vivi hanya diam tapi ikut berlutut dihadapan Dave.


“ Hemm baiklah” Dave menoleh ke Leo. “ Leo antarkan mereka pada istriku!” ucap Dave.


“ Baik, Tuan,”


“ Istri?” ucap Jimmy dan Vivi bersamaan kemudian mereka saling pandang. Vivi lemas seketika mendengar kata istri dari mulut Dave, dia mengingat bagaimana dia saat menampar Keisya. Sementara Jimmy juga kaget setengah mati, yang dia tau Keisya hanya wanita Dave, dia tidak pernah berfikir hubungan Dave dan Keisya lebih dekat dari yang ia bayangkan.


“ Pergilah ke alamat ini! Nyonya muda akan berada di alamat ini saat sore hari!” ucap Leo menyerahkan alamat butik Keisya pada Jimmy.


“ Terimakasih Tuan,” kata Jimmy menerima kertas dari tangan Leo.


“ Ingat bersikap baik pada Nyonya muda!” tegas Leo.


“ Baik.. Baik ,”


Leo kemudian menyusul Dave meninggalkan kedua orang itu, Jimmy dan Vivi kemudian berdiri, mereka tidak memperdulikan pandangan orang-orang sekeliling yang sedari tadi memperhatikannya. Dia mengesampingkan ego dan rasa malunya demi Perusahaan Ayahnya tetap berjalan.


***


Keisya meninggalkan rumah sakit siang harinya, dia pergi ke Mall bersama Sisi. Keisya akan berbelanja keperluan Ayah dan ibunya selama di kota S. Ibu dan ayah sudah setuju untuk tinggal di kota S selama masa pemulihan Ayah.


Mereka melewati sebuah Toko perlengkapan pakaian bayi, saat menatap kearah toko itu seketika air mata menetes di pipi Keisya. Sisi yang menyadari kesedihan sahabatnya pun memegang lengan Keisya dengan lembut. “ Kamu pasti bisa hamil lagi! Percayalah” ucap Sisi.


Keisya menghapus air matanya dan mengajak Sisi meninggalkan Toko itu, mereka berkeliling Mall dalam waktu yang lama. Setelah dirasa cukup, apa yang mereka butuhkan sudah terbeli semua Keisya mengajak Sisi untuk makan siang. Mereka makan siang di salah satu cafe yang berada di dalam Mall.


“ Aku pernah kesini bersama mantanku.” ucap Sisi.


Keisya memperhatikan sekeliling cafe itu, memang cafe itu cukup populer. Sebagain pengunjung datang bersama pasangan mereka. “ Apa kita pindah cafe saja?” Tanya Keisya .


“ Tidak perlu, lagi pula aku tidak peduli. Bagiku mantan hanyalah mantan!” Tegas Sisi, kemudian dia memanggil pelayan.


“ Aku bahkan tidak berpacaran dengan Dave.” Kata Keisya yang membuat Sisi terkekeh.


“ Yang penting kamu sudah jadi istri sahnya! Oh ya bagaimana kabar wanita bar-bar itu?Kata Manda, Dave yang membawa wanita itu”


“ Aku lupa bertanya pada Dave” jawab Keisya.


Sisi menatap tajam ke Keisya. “ Kau harus membalas apa yang sudah dilakukan wanita itu padamu!”


Tapi Keisya tidak berfikiran sama dengan Sisi, Lusi mungkin melakukan itu semua karena cemburu buta, dia mencintai Dave. Jika Dave membalas cintanya dia mungkin tidak akan sekejam itu. “ Sudahlah, semua sudah berlalu. Aku tidak ingin memperpanjang masalah itu”


“Hemm ..baiklah, terserah padamu saja!”


Setelah makan siang Sisi mengantar Keisya ke butiknya, dia juga ikut mampir di butik Keisya. Semenjak sibuk mengurusi ayah yang sakit, butik Keisya memang sudah ada karyawan sendiri. Karyawan itu langsung ditunjuk oleh Dave, salah satu orang kepercayaan Dave. Keisya langsung menuju ruang atas bersama Sisi, mereka menyenderkan diri di sofa karena merasa kelelahan sehabis mengelilingi Mall.


Drtt drttt ...ponsel Keisya berdering, ada satu pesan masuk.


✉️Raka: Mari bertemu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Aku tunggu kamu di tempat pertama kali kita bertemu di kota ini. Kumohon datanglah.


Bersambung...


.


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cuci tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .