My Dave

My Dave
Hamil Lagi



Keisya membuka matanya perlahan. Dia masih merasakan sedikit pusing. Raut wajahnya pun terlihat sayu.



Dave masih setia menemani Keisya. Selama Keisya tidak sadarkan diri, tak pernah sedetik pun dia meninggalkan Keisya.


“ Apa masih pusing?” Tanya Dave dengan lembut.


“ Sedikit.” jawab Keisya, suara Keisya terdengar lemah.


“ Bagaimana kau bisa pingsan?”


“ Aku tidak tau, aku tiba-tiba mual dan merasa pusing. Apa penyakitku parah?”


“ Hemm. Sepertinya kau tidak akan bisa beraktivitas seperti biasa, kau harus banyak istirahat setidaknya kau tidak diizinkan pergi jauh selama 3 bulan” jawab Dave.


Keisya diam mendengar perkataan suaminya. “ Apa aku hamil?” Tanya Keisya ragu.


Raut wajah Dave langsung cerah, dia tersenyum pada istrinya. “ Ya.. kau hamil..” ucap Dave.



Keisya menitikan air matanya saat Dave mengatakan dirinya tengah hamil. “Kenapa kau menangis?Apa kau tidak senang?” Tanya Dave mendekat pada Keisya dan menghapus air mata Keisya dengan jari jemarinya.


“Aku senang, aku sangat senang.” Jawab Keisya.


“Jangan menangis jika kau senang.” Dave memegangi tangan Keisya dan mencium punggung tangan Keisya beberapa kali. “Mulai sekarang aku akan lebih memperhatikanmu.” Ucap Dave pada istrinya.


Dave membantu Keisya untuk minum vitamin, sesudah itu Keisya kembali terlelap dalam tidurnya. Dave memilih untuk tidur di sofa. Dia tidak mau mengganggu istrinya.


Pagi harinya perawat datang untuk mencopot infus, sesudahnya pelayan membantu Keisya untuk bersiap ke rumah sakit melakukan USG. Dave dan Keisya pergi kerumah sakit bersama Leo.


“Nyonya Keisya memang tengah hamil 1 minggu, untuk sekarang baru kelihatan kantung kehamilan saja.” Ucap Dokter Zoya spesialis kandungan.


Keisya dan Dave melihat pada monitor USG dengan seksama.


“Saat kehamilan memasuki 4-6 minggu janin sudah akan kelihatan, jadi nanti bisa dilakukan USG lagi.”


“Apa yang harus saya hindari selama hamil Dok?Apa ada makanan yang tidak boleh saya makan?” Tanya Keisya pada dokter.


“Untuk makanan tidak ada pantangan Nyonya, tapi selama masa kehamilan lebih baik nyonya tidak meminum minuman yang beralkohol.”


“Baik.. saya mengerti Dok.”


“Ada lagi?” Tanya Dave.


“Begini Tuan muda Dave, karena nyonya Keisya pernah keguguran jadi kehamilan saat ini akan sangat rentan. Nyonya Keisya harus selalu bahagia dan tidak boleh setres, kelelahan juga tidak boleh karena itu sangat mempengaruhi kehamilan.” Jawab Dokter zoya. “Juga kandungan nyonya sangat lemah, jadi mohon di perhatikan dengan baik ya Tuan!” Ucap Dokter Zoya lagi dengan penuh penekanan.


“Baik, Terimakasih.” Ucap Dave.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan Dave membawa Keisya kembali ke kediamannya. Dia menoleh pada Keisya yang sedari tadi diam saja. “Apa kau baik-baik saja?” Tanya Dave khawatir karena Keisya hanya diam.


“Dave kenapa kau tidak memberitahuku saat bertemu Raka?” Tanya Keisya.


“Karena aku tidak mau kau memikirkan Raka.” Jawab Dave.


“Lalu kenapa kau membuat kesepakatan konyol bersama Raka?Apa kau ingin melepaskanku?”


Dave merangkul Keisya dan menyenderkan kepala Keisya pada dada bidangnya. “ Sayang aku berfikir kau tidak akan menemuinya lagi, jadi aku membuat kesepakatan itu. Kupikir aku akan jadi pemenangnya tidak disangka kau malah menemuinya.” Ucap Dave seraya mengelus lembut rambut Keisya. “ Aku tidak ada niat untuk melepaskanmu, tidak untuk sekarang maupun nanti. Kau istriku, kita akan menua bersama, hanya kematian yang bisa memisahkan kita!”tegas Dave.


“Maaf aku memang menemui Raka saat itu, aku hanya ingin mengatakan pada Raka agar menyerah. Aku ingin mengatakan padanya jika aku sudah menikah, maaf membuatmu berfikir yang tidak-tidak.” Ucap Keisya dengan nada lembut.


“Sudah tidak papa, aku percaya padamu. Yang terpenting sekarang adalah kamu harus fokus pada kehamilanmu, menjaga tubuhmu dengan baik makan makanan bergizi dan jangan terlalu lelah.”


“Baiklah, tapi kau juga tidak boleh membuatku marah.”


“Tentu saja aku tidak akan pernah membuatmu marah.” Kata Dave.


“Ada apa?” Tanya Dave melihat raut wajah Alex.


“Maaf Tuan, salah satu wanita yang bersama Nona Lusi melakukan mogok makan.” Jawab Alex seraya mengikuti langkah Dave yang berjalan masuk ke dalam rumah.


Dave menggandeng Keisya dengan lembut. “Apa dia mau mati??Jika iya biarkan saja!!” Tegas Dave.


“Dave..” lirih Keisya menatap tajam Dave.


“Sayangg ini bukan salahku, dia sendiri yang mogok makan.” Ucap Dave.


“Kamu kan bisa bertanya apa alasannya Dave!”


“Hemm baiklah, apa alasannya Leo?”tanya Dave.


“Tuan Nona itu ingin bertemu secara pribadi dengan Nyonya Keisya.”


“Bertemu denganku?” Tanya Keisya menunjuk dirinya sendiri.


“Iya nyonya, , dia ingin meminta maaf secara langsung pada Nyonya.”


“Tidak bisa!!” Tegas Dave.


“Kenapa tidak bisa?” Tanya Keisya.


“Dia berbahaya, kamu hamil demi keselamatan tidak boleh bertemu dengan orang sembarangan!!” Tegas Dave lagi.


“Tapi aku ingin bertemu dengannya.”


“Sayang, kali ini dengarkan aku oke!Dia adalah wanita yang menabrak mu-.” Kata-kata Dave terhenti karena di potong oleh Keisya.


“Dave kali ini saja biarkan aku bertemu dengannya, kau bisa menemaniku jadi aku tidak akan berada dalam bahaya. Bagaimana?” Ujar Keisya penuh harap.


Hem lebih baik aku mengalah, Keisya juga sepertinya tidak akan mendengarkan perkataanku dari pada dia mencoba menemui wanita itu secara sembunyi-sembunyi lebih baik aku yang menemaninya.


“Baiklah, Alex kami bawa perempuan itu kesini!! Dan untuk Lusi dan temanya kembalikan dia ke keluarganya, beri peringatan kepada keluarganya juga!!” Perintah Dave pada Alex.


“Baik Tuan..”


Setelah Alex pergi, Dave menuntun Keisya untuk kembali ke kamarnya. “Istirahatlah.” Ucap Dave.


“Apa kau tidak pergi bekerja?” Tanya Keisya.


“Aku akan pergi sebentar lagi, ada meeting penting hari ini. Apa kau tidak papa sendirian?Aku tidak akan lama, tidak sampai 2 jam.” Ucap Dave.


“Pergilah, aku tidak papa. Kau tidak perlu khawatir, lagi pula disini ada banyak pelayan.”


“Baiklah, jika butuh apapun kau cukup memencet bel, pelayan akan segera datang.”


“Iya iya, aku tau.”


“Kalau begitu aku pergi dulu...” Dave pamit pada istrinya dengan mengecup lembut kening Keisya.


Setelah Dave pergi, Keisya memejamkan matanya untuk beristirahat. Dia masih merasakan lemah pada tubuhnya. Saat Keisya tengah terlelap dalam tidurnya pintu kamar Keisya terbuka, seseorang masuk ke dalam kamar Keisya mencoba untuk membangunkan Keisya. Orang itu tanpa sengaja menabrak kursi yang menghasilkan suara keras.Keisya merasakan kehadiran orang itu dia mengerjapkan matanya perlahan mencoba melihat siapa yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu, tidak mungkin Dave sudah pulang, jika Dave maka akan tercium bau parfum yang biasa Dave gunakan.


“Kau...” ucap Keisya saat matanya telah terbuka lebar.


Bersambung...


...Episode 50 ...


Untuk kedepanya mungkin author akan sering telat update karena sedang sibuk.. jadi harap di maklumi ya guys, dan Terimakasih yang masih setia membaca sampai di episode ini. Jika ada kritik atau saran boleh di tulis di komentar, menghujat juga boleh kok..


Dan untuk kalian yang suka sama novel ini author mohon banged kalian bisa memberikan vote untuk karya ini, kumpulan poin kalian lalu vote.