My Dave

My Dave
Dimana Juan dan James ?



“Sudahlah!Alex aku ingin bicara pribadi denganmu.”


Alex mengikuti Dave menuju ruangan Dave. “Siapa menurutmu?”


“Saya merasa mereka terlatih Tuan, dan kejadianya seperti sudah di rencanakan sebelumnya. Bahkan...” Alex sedikit ragu-ragu..


“Katakan!”


“Entah mengapa saya merasa nyonya sudah memprediksi kejadian itu, saat kami diserang nyonya tidak terlalu panik. Saya memang jatuh tidak sadarkan diri setelah tertembak bius, tapi samar-samar saya melihat mereka membawa nyonya tanpa perlawanan dari nyonya. Samar-samar mendengar nyonya mengatakan kata maaf pada saya dan Stevi.”


Dave duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan menerawang jauh. Yang membawa Keisya tentunya bukan orang sembarangan, di kota S hanya ada Sisi sahabat Keisya, tidak mungkin Manda karena dia diluar negeri bersama kakek.


“Lacak keberadaan James dan Juan!” Perintah Dave.


“Maksud anda Tuan muda James dan Juan kota A?”


“Ya, aku rasa mereka tau keberadaan Keisya.”


“Baik, Tuan.”


“Suruh anak buahmu untuk meretas ponsel James dan Juan juga.”


“Baik, Tuan.”


Hanya James dan Juan yang terlintas dipikirkannya, Keisya tidak mengenal orang lain yang memiliki kekuasaan tinggi kecuali dua adik angkatnya itu. Pikiran Dave teringat pada Raka, tapi tidak mungkin Raka. Semenjak perselisihannya dengan Raka saat itu Keisya tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Raka. Raka bahkan menemui Dave secara langsung untuk mengucapkan selamat tinggal, Raka juga meminta Dave untuk menjaga dan selalu mencintai Keisya. Setelahnya Raka memilih kembali ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya.


1jam kemudian Alex kembali masuk keruangan Dave.


“Bagaimana?”


“Sudah di pastikan orang yang membawa nyonya adalah anak buah Tuan muda Juan. Sebelumnya nyonya memang menghubungi tuan muda Juan untuk membawanya keluar dari Villa luxury.”


“Bukankah ponsel Keisya rusak?Dari mana dia mendapatkan ponsel?Geledah seluruh rumah temukan ponsel yang digunakan Keisya untuk menghubungi Juan, juga cari tau kemungkinan pelayan yang membantu Keisya.”


“Baik, Tuan.”


“Dimana Juan dan James sekarang?”


“Ada di kediamannya, Tuan.”


“Siapkan mobil.”


“Baik, Tuan.”


Dave meninggalakan markas King untuk mencari Juan dan James. Dave sangat yakin Juan dan James akan menyembunyikan Keisya, meskipun begitu ia tetap mencari Juan di kediamannya. Dave berniat memaksa Juan dan James untuk mengaku.


“Apa Tuan yakin nyonya ada di kediaman Tuan muda Juan?” Alex memberanikan diri untuk bertanya.


“Tidak, mereka pasti menyembunyikan kakak kesayangannya.”


“Jadi, untuk apa tuan pergi ke kediaman tuan muda Juan?”


“Aku perlu meluruskan kesalahpahaman, setidaknya Juan dan James harus tau kebenarannya. Aku akan membiarkan Keisya untuk sementara waktu bersama Juan dan James seperti keinginannya, aku akan menjemputnya ketika masalahku dan Raisa selesai.”


Alex manggut-manggut. Meskipun begitu Dave tetap menyuruh Alex untuk menggeledah Villanya, untuk mencari kemungkinan adanya penyusup juga.


***


Keisya tampak tertidur di mobil van hitam yang membawanya. Sebelum akhirnya ia terbangun karena benturan yang sangat keras.


“Ada apa?” Keisya membuka matanya perlahan, ia melihat anak buah Juan turun dari mobil tengah terlibat perkelahian, hanya ada sopir dan pengawal perempuan yang bersama Keisya. Entah dari mana datangnya orang-orang yang menyerang anak buah Juan. Saat ini mereka tengah berada di tempat sepi. Jauh dari kota.


Seorang perempuan berpakaian rapi dengan setelah celana jas berlari menghambur Keisya yang duduk di dalam mobil, perempuan itu terlihat mengetuk-ngetuk kaca mobil Keisya.


“Buka saja, sepertinya dia orang yang baik.”


Pengawal perempuan itu pun membuka kaca mobil. “Nyonya, saya akan membawa nyonya ke tempat aman. Sebelum tuan muda Dave datang.” Kata perempuan itu dari luar mobil.


Keisya yang mendengar nama Dave langsung panik, ia tidak mau Dave menangkapnya lalu mengurungnya lagi tanpa pikir panjang Keisya pun mengiyakan perempuan itu. Ia bersama pengawal yang tadi duduk di sebelahnya turun dari mobil dan mengikuti pengawal perempuan itu. Belum berjalan beberapa langkah Keisya merasa ada yang tidak beres ia menoleh kebelakang. Seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan, dan Keisya pun perlahan kehilangan kesadaran.


Sementara pengawal perempuan yang tadi bersama Keisya juga tidak sadarkan diri. Semua anak buah James kalah, orang yang datang menghadang anak buah James membawa 5 mobil berisi Bodyguard yang tangguh semua.


Keisya di bopong oleh seseorang masuk kedalam mobil mewah, di dalam mobil itu sudah ada seorang laki-laki menunggunya. Laki-laki itu memakai setelan jas mahal, terlihat tampan dan sepertinya seumuran dengan Dave. Keisya terduduk dengan posisi tidak sadarkan diri di sebelah laki-laki itu.


“Jalan!” Perintah laki-laki itu pada sopirnya. Mobil laki-laki itu melaju meninggalkan tempat itu di ikuti oleh mobil-mobil anak buahnya.


“Siapa namanya?” Tanya laki-laki itu pada asistennya yang duduk di kursi depan si samping kemudi.


“Keisya Louis, Tuan.”


“Cantik sekali. Lebih cantik aslinya daripada di televisi. Beruntung sekali Dave memiliki istri secantik ini.”


“Nyonya Keisya sedang hamil, Tuan.”


“Benarkah?Kalau begitu siapkan dokter untuk memeriksanya, dia pasti shock setelah melalui kejadian tadi.”


“Baik, Tuan.”


Di sepanjang perjalanan laki-laki itu terus memandangi Keisya, ada sedikit perasaan aneh padanya. Dia menyenderkan kepala Keisya di bahunya, agar Keisya lebih nyaman. Mobil mewah itu berhenti masuk ke sebuah markas besar, di dalamnya ada halaman yang luas dan helikopter menunggu.


“Saya akan membopongnya, Tuan.” Kata asistennya padanya.


“Tidak perlu, aku yang akan membopongnya!” Tegas laki-laki itu, ia pun membopong Keisya lalu berjalan menuju helikopter. Ia membawa Keisya meninggalkan kota S dengan helikopter. Sudah satu jam helikopter mengudara tapi Keisya belum juga bangun.


“Kenapa dia belum bangun?bukankah seharusnya dia bangun setengah jam yang lalu?” Tanya lelaki itu pada asistennya.


“Mungkin ketiduran, Tuan.”


Lelaki itu mengernyitkan dahinya, ia tidak suka dengan jawabnya asistennya. “Kau yakin memberi dosis biusnya tidak berlebihan?”


“Saya yakin, Tuan. Kami sudah menyesuaikan dosis biusnya yang aman untuk wanita hamil.”


“Lalu kenapa belum bangun?”


“Mungkin sebentar lagi, Tuan.”


Sebenarnya Keisya sudah bangun, tapi ia merasakan ada yang janggal. Keisya bisa merasakan dirinya tengah berada di helikopter karena sebelumnya ia penuh naik helikopter bersama Dave. Keisya takut untuk membuka matanya, ia mengingat saat ia dibungkam lalu tidak sadarkan diri. Keisya lebih memilih pura-pura belum sasar sembari mencari tau keadaan saat ini.


Ini bukan suara Dave, bukan Juan, juga bukan James. Lalu siapa dia?Siapa yang membawaku?Mereka akan membawaku kemana?


Keisya sangat takut, tapi ia mencoba untuk mengendalikan dirinya. Lebih baik tetap berpura-pura tidak sadar sampai ia bisa tau situasi saat ini.


.


.


.


Bersambung..


Netizen: Thor siapa lagi thor??


Author: Cogan guys, kalian suka cogan kan?


Fyi: cogan (cowok ganteng)