My Dave

My Dave
Gara-gara siapa?



***


Keisya sudah kembali ke kamarnya. Manda dan Jasson masih di ruang makan.


“Manda, bisakah kita bicara?” Tanya Jasson seraya meletakan sendok dan garpu di atas piring dengan kondisi terbalik menandakan dirinya sudah selesai makan.


“Lain kali saja aku lelah.” Manda bangkit dari duduknya berniat meninggalkan Jasson. Tapi Jasson menarik tangan Manda, lelaki itu menatap Manda penuh harap. “Lepaskan tanganku!” Manda menatap tajam Jasson.


“Baiklah, masih banyak waktu. Kita bisa bicara lain kali.” Ucap Jasson, melepaskan tangan Manda.


‘Maaf Jasson, kau harus tau rasanya ditinggalkan.’ Batin Manda.


***


Dave sampai di rumah pukul 04:00 dini hari. Lelaki itu mengendap-endap masuk ke kamarnya, ia membuka pintu kamarnya dengan pelan, untung saja Keisya tidak menguncinya.


Dave melihat Keisya sedang tidur pulas. Lelaki itu langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelahnya ia merangkak naik ke ranjang dan tidur di sebelah istrinya. Masuk ke selimut yang sama dengan istrinya dan memeluk istrinya.


Pagi harinya Keisya membuka matanya perlahan, ia merasakan ada sesuatu yang menindih perutnya. Keisya melihat tangan Dave tengah melingkar di perutnya, lelaki itu masih tidur dengan pulas.


‘Dia sudah pulang?’ Batin Keisya.


“Dave?” Keisya mengguncang tubuh Dave agar lelaki disebelahnya itu terbangun.


“Hm.” Jawab Dave tanpa membuka matanya.


“Bangun!”


“Sebentar sayang, aku masih mengantuk.” Keluh Dave yang baru tidur 2 jam.


“Hari ini aku periksa kandungan, apa kau tidak mau menemaniku?Jika tidak ya sudah aku pergi sendiri saja!” Ucap Keisya turun dari ranjang dan berniat meninggalkan Dave.


Dave langsung membuka lebar kedua bola matanya. “Aku temani!” Duduk bersandar punggu ranjang seraya mengucek kedua matanya menahan kantuk yang luar biasa.


“Haha, aku hanya bercanda tidurlah lagi.” Masuk ke dalam kamar mandi dengan terkekeh.


“Dia menggodaku?” Pikir Dave, ia pun menyusul Keisya masuk ke dalam kamar mandi, dan keduanya akhirnya olahraga pagi di kamar mandi.


Di ruang makan, Manda dan Jasson masih diam-diaman. Sudah 30 menit mereka menunggu Dave dan Keisya tapi tak kunjung turun dari kamarnya.


“Tidak menunggu kakak?”


“Tidak!!Suaminya pulang, mungkin mereka sudah sarapan yang lain.” Ucap Manda.


Jasson menurut, ia mulai sarapan tanpa menunggu Keisya. “Apa aku boleh mengantarmu ke kampus?”


“Terserah kau saja!” Ketus Manda.


“Apa aku juga boleh menjemputmu sepulang kuliah?”


“Hm.”


***


“Mana katamu ada anak-anak?” Tanya Dave begitu sampai di ruang makan.


Keisya memeriksa sekeliling. “Mungkin mereka sudah sarapan dulu, pasti Manda kesal karena kita telat.” Gerutu Keisya.


“Kok gara-gara aku?”


“Ya terus gara-gara siapa kalau bukan kamu?”


“Iya-iya gara-gara aku.” Dave mulai makan roti tawar dengan selai nanas yang sudah di siapkan Keisya.


Setelah sarapan Dave mengajak Keisya ke perusahaan. Lelaki itu ingin bekerja ditemani Keisya.


Seperti biasa Keisya akan menemani Dave berkerja dengan bermalas-malasan di sofa. Keisya membaca majalah untuk membunuh waktu saat menemani Dave. Sesekali Keisya melirik Dave yang sedang sibuk. Lelaki itu menjadi tampan maksimal ketika sedang bekerja.


Krucuk..krucuk.. Keisya merasakan lapar, ia menuju kantin perusahaan tanpa pamit pada Dave. Keisya tidak mau menggangu pekerjaan Dave, ia memilih pergi ke kantin sendiri.


.


.


Bersambung.


Akan segenap tamat untuk season 1 yaazz