My Dave

My Dave
Sasya Dan Juan



Terimakasih yang sudah membaca, tolong kasih like dan komen ya guys. Nabung poin juga boleh nanti kalau sudah berkumpul kasih vote πŸ˜‚πŸ˜‚


β€œ Tuan, Nyonya muda mengirim pesan!” bisik Leo pada Dave. β€œ Nyonya minta dikirim sopir.”


β€œ Rapat hari ini cukup, kirimkan revisi untuk laporan yang kurang lengkap di meja saya besuk!” ucap Dave seraya berdiri meninggalkan ruang rapat. Para karyawan yang mengikuti rapat membungkuk hormat saat Dave berjalan keluar.


β€œ Siapkan mobil!”


β€œ Baik, Tuan.”


Mobil yang dikemudikan Leo meninggalkan Grup Wilson menuju rumah sakit. Leo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi sesuai permintaan Dave, dia tidak mau istrinya menunggu lama. Keisya tengah menunggu sopir di luar area rumah sakit, dia tidak menyangka Dave sendiri yang datang. Leo turun dari mobilnya dan membukakan pintu penumpang agar Keisya masuk. Setelah itu dia kembali menuju kemudi, melajukan mobil.


β€œ Dave.. Aku kan minta dikirim sopir, kenapa kamu yang datang?” Tanya Keisya, semenjak terakhir kali Keisya mengemudi sendiri sampai Rumah Ibunya, Dave tidak mengizinkan Keisya untuk mengendarai mobil dalam perjalan jauh. Dia khawatir dengan keselamatan Keisya, dia hanya mengizinkan Keisya pergi jauh dengan sopir.


β€œ Apa kau tidak senang jika aku yang datang?”


β€œ Bukan begitu Dave, aku pikir kamu sibuk jadi aku menghubungi Leo.” ucap Keisya.


Dave menatap kearah istrinya, mengusap lembut rambut Keisya . β€œ Lain kali kau bisa menghubungiku, kapanpun itu. Tidak peduli seberapa sibuknya aku, aku akan ada untukmu!” ucap Dave mengecup kening Keisya.


β€œ Terimakasih Dave.” Keisya memeluk Dave tanpa peduli ada Leo yang sedang melirik dari kursi kemudi.


β€œ Sekarang kamu mau diantar kemana?” tanya Dave .


β€œ Aku ingin ke Bank D, di kota Ayahku. Aku ingin melunasi hutang Ayah, tentu saja dengan uangmu hihi.” jawab Keisya nyengir.


Dave senang akhirnya istri kecilnya itu mulai menggantungkan hidupnya pada dirinya. β€œ Kamu bisa gunakan uangku sesuka hatimu sayang.”


β€œ Baiklah, jangan salahkan aku jika akhirnya kamu bangkrut!”


β€œ Hahaha, coba saja jika kamu bisa membuatku bangkrut.” Dave tertawa keras mendengar istrinya akan menghabiskan uangnya sampai bangkrut.


Leo yang mendengarnya pun ikut tersenyum. Sepertinya nyonya tidak tau seberapa kaya Tuan Dave. Sampai 10 turunan pun uang Tuan tidak akan habis. Gumam Leo.


β€œ Dave kenapa kau menertawakanku?” gerutu Keisya dengan cemberut.


β€œ Kamu sangat lucu sayang.” ucap Dave mengacak rambut Keisya. β€œ Kita pulang sekarang Leo!” perintah Dave.


β€œ Baik, Tuan.” jawab Leo mengambil jalan berputar kembali ke Villa luxury.


β€œ Kok pulang?Aku kan bilang ke Bank D!” tegas Keisya menatap tajam Dave.


β€œ Nyonya muda tenang saja, masalah perkebunan dan peternakan sudah diurus oleh Alex. Dan lagi pula Bank D masih di bawah naungan Grup Wilson, jadi tidak akan ada yang berani menyita aset milik mertua Presdir Dave.” ucap Leo menjelaskan.


β€œ Benarkah Dave?” tanya Keisya memastikan.


β€œ Iya, sudah di urus Alex. Sekarang kita pulang saja.” jawab Dave. β€œ Aku ingin memakan mu!” bisik Dave di telinga Keisya .


β€œ Dasar mesum.”


Akhirnya karena Villa terlalu jauh, Dave meminta Leo untuk mengantar ke hotel terdekat. Dave menggandeng Keisya masuk ke hotel, dia langsun menuju lantai atas tanpa berhenti di resepsionis. Dave sampai dikamarnya, Leo membantu membukakan pintu. Setelah sampai di dalam kamar Dave langsung menyerang Keisya, mereka melakukannya 2kali di sore hari itu .


Hari sudah mulai gelap, Keisya masih terlelap dalam tidurnya. Dave membuka ponsel Keisya, ada panggilan tak terjawab dari Manda dan James. Dia kemudian menelefon balik Manda .


πŸ“ž Halo, iya ini kakak. Malam ini kami tidak kembali kerumah sakit, kamu jaga Ayah minta James untuk menemanimu. Sudah, urusan ayah sudah selesai, katakan pada ibu untuk tenang, juga pada Ayah. Oke.


Dave menutup telefonnya dan meletakan kembali ponselnya di nakas. Dia kembali ke dalam selimut memeluk Keisya. Keisya menggeliat pelan, perlahan dia membuka matanya. Memandangi wajah tampan Dave, Keisya menyentuh alis Dave dengan telunjuknya.


β€œ Apa kau mau lagi sayang?” ucap Dave membuka matanya.


β€œ Tidak..aku masih lelah, jam berapa ini Dave?Kita harus kembali kerumah sakit, ayah pasti menungguku!”


Dave mempererat pelukannya. β€œ Aku sudah menghubungi Manda, malam ini dia yang akan berjaga. Kita kembali besuk, keadaan ayah juga sudah membaik.”


β€œ Baiklah.”


β€œ Ayo kembali tidur, aku sangat mengantuk.” ucap Dave.


Keduanya kembali terlelap, tanpa memikirkan apapun.


***Rumah Sakit***


Ayah terlihat berbincang dengan Juan dan Sasya. Ayah sangat senang, melihat anak-anaknya berkumpul.


β€œBoleh.. Ayah akan senang mempunyai menantu lucu sepertimu.Tapi kau ingin menikah dengan siapa?” tanya Ayah pada Sasya.


β€œ Dengan dia Ayah!” Sasya menunjuk Juan yang berdiri di sebelah Ayah. Ayah juga menoleh ke arah Juan.


β€œ Apa kau mabuk?” tanya Juan.


β€œ Tidak!Aku benar-benar ingin menikah denganmu!”tegas Sasya dengan serius.


β€œ Kau gila?!Aku tidak mau menikah dengan anak kecil sepertimu.”


Sasya menatap tajam Juan. β€œ Hei Juan, kau hanya lebih tua satu tahun dariku, jangan menyebut ku anak kecil!”


Ayah melihat keduanya hanya geleng-geleng kepala. Dia tidak menyangka si kembar telah tumbuh menjadi pria dewasa, bahkan ada perempuan yang ingin menjadi istrinya.


β€œ Sudah sudah.. Kalian jangan berdebat, kalian bisa saling mengenal dulu.” kata Ayah.


β€œ Ayah dia bukan tipeku, setidaknya kau harus seperti Kak Keisya jika ingin menjadi istriku.” Ucap Juan penuh dengan penekanan.


β€œ Lihat saja, kau akan luluh terhadapku!” Sasya dengan percaya dirinya.


Krek pintu ruangan terbuka, Manda dan James datang dengan membawa makan malam. Ada David di belakang mereka, David terlihat menenteng sekeranjang buah bersama Gio.


β€œ Apa kalian membeli makan di luar negeri?kenapa lama sekali?” ketus Juan.


β€œ Kenapa?Apa cebol mengganggu mu?” ucap James.


Sasya berkacak pinggang melihat James. β€œ Hei James, sudah ku katakan jangan memanggilku cebol.” gerutu Sasya.


β€œ Diam Kalian semua!” ucap Manda menghentikan perdebatan si kembar dan Sasya.


David dan Gio menghampiri Ayah yang terbaring dengan senyum melihat perdebatan anak-anaknya.


β€œ Selamat Malam Pamam.” sapa David dan Gio pada Ayah.


Ayah mengangguk dan tersenyum melihat keduanya. β€œAyah mereka adalah teman Kakak Ipar.” bisik Manda. Ayah sudah tau jika dia mempunyai menantu laki-laki, karena dia pernah bertemu dengan Dave.


Flashback ON


Pagi pagi sekali Dave dan Pak Mo sudah sampai dirumah sakit. Dia menghampiri ibu yang sedang menemani Ayah.


β€œPagi Bu.” Sapa Dave.


β€œ Pagi Nak, kemarilah Ayah ingin berbicara denganmu.” ucap ibu melambai agar Dave mendekat.


β€œ Halo Ayah, maaf menyapa ayah di saat kondisi seperti ini.” ucap Dave Sopan.


β€œ Tidak papa nak, apa kau benar-benar sudah menikah dengan Keisya?” tanya Ayah.


β€œ Iya Ayah.. Maaf tidak memberitahu ayah lebih awal, Ayah aku sangat mencintai Keisya. Aku akan menjaga dan melindungi Keisya dengan baik, semoga ayah bisa merestui kami.”


β€œ Asalkan Keisya bahagia, ayah akan bahagia juga Dave. Kamu akan mengambil tanggung jawab pada Keisya,” ucap Ayah.


Ayah dan Dave lalu berbincang-bincang, tapi tidak mengatakan tentang masalah perkebunan pada Dave. Karena dia tidak mau membebani anak menantunya. Ayah berfikir lebih baik minta tolong pada Keisya saja.


Flashback off.


β€œ Bagaimana keadaan Paman?” tanya David.


β€œ Sudah baikan Nak, semoga sebentar lagi diperbolehkan pulang.” ucap Ayah.


Gio, David dan Ayah mengobrol sampai satu jam, sebelum akhirnya mereka pamit karena sudah malam dan waktunya ayah istirahat. Sasya ikut pulang bersama David, Ibu dan Manda juga pulang ke apartemen Keisya. Juan menginap di rumah sakit bersama James.


Bersambung...


.


.


Untuk yang sudah mulai kembali beraktivitas tetap memakai masker dan jaga jarak aman ya guys..