
“ Robert!” Seulas senyum muncul di wajah Dave, senyuman yang tidak bisa di artikan.
“ Mungkin Tuan Robert ingin balas dendam karena Anda sempat menyekap Nona Lusi, Tuan.” Kata Alex.
“ Aku memeng telah memutuskan semua kerjasama Grup Wilson dengan Tuan Robert. Menarik, biarkan saja!Aku ingin tau sejauh mana dia akan menyerangku.”
“ Baik, Tuan.”
“ Oke, untuk sementara kalian tetap fokus pada Grup K!”
“ Baik, Tuan.” Jawab Radit dan Alex bersamaan.
Setelah mengadakan pertemuan sebentar dengan anggota King, Dave menuju Grup Wilson. Sampai di grup Wilson seperti biasa Dave mengerjakan pekerjaanya di dampingi Leo.
***
Manda sedang dalam perjalanan pulang dari kampusnya, mengendarai mobil pribadinya. Sampai di tengah perjalanan dia melihat kalek tua yang sedang di siksa preman jalanan. Jelas saja Manda merasa geram dengan pemandangan itu, ia lalu menepikan mobilnya dan keluarga menghampiri preman yang sedang menindas kakek tua.
“ Hai kalian!!Apa yang kalian lakukan?” Tanya Manda.
Para preman pun menoleh ke arah Manda. “Ini bukan urusanmu anak kecil.”
“Memang bukan urusanku, tapi kalian tidak bisa menyiksa orang tua seperti itu.”
“Berisik sekali kau ini, lebih baik kau pergi saja!” Usir salah satu preman.
Manda anak yang pemberani, bukannya pergi dia malah mendekat kearah preman itu, Manda menangkap satu tangan preman yang akan memukul kakek tua, dia membanting tubuh preman itu sampai tersungkur. “ Boleh juga kemampuanmu.” Ucap preman yang lainnya langsung menyerang Manda, setelah bertempur beberapa saat Manda bisa menang melawan dua preman itu. Terlihat ada luka di siku dan wajah Manda, setelah preman itu pergi Manda menghampiri kakek tua.
“ Anda tidak papa Tuan?” Tanya Manda.
“ Tidak papa nak!Terimakasih.”
“ Kenapa mereka menyiksa Tuan?” Tanya Manda.
“ Kau bisa memanggilku kakek saja Nak, lebih enak di dengar. Aku berhutang pada mereka dan tidak bisa membayarnya.” Jawab kakek tua yang berpakaian company camping seperti seorang pengemis.
“ Baiklah, Dimana keluarga Kakek?”
“ Cucu kakek tinggal sendiri nak, dia bahkan mengabaikan kakek. Siapa namamu nak?”
“ Amanda Louis Kek, kakek bisa memamggilku Manda.” Manda membantu kakek untuk berdiri. “ Apa Kakek lapar?” Tanya Manda pada kakek itu dan diangguki kakek. Manda mengajak kakek itu untuk makan di restoran sederhana. “ Silahkan kek!” Ucap Manda saat makanan sudah tersaji di meja mereka. Banyak sekali makanan yang mereka pesan. Kakek itu pun makan dengan pelan, para pengunjung restoran memperhatikan Manda, mereka berbisik-bisik melihat Manda makan bersama kakek tua yang mirip pengemis.
“ Jangan hiraukan mereka Kek.” Ucap Manda.
“ Apa Manda tidak malu makan bersama kakek tua yang mirip pengemis ini?” Tanya Kakek.
“ Tidak, sama sekali tidak. Oh ya, nama Kakek siapa?”
“ John Wilson nak.” Jawab kakek itu seraya menikmati makanya.
“ Wah marga kakek mirip dengan kakak iparku.” Manda juga mengunyah makanannya. “ Kakakku menikah dengan lelaki bermarga Wilson juga.” Ucap Manda lagi.
“ Kebetulan sekali, pasti kakakmu juga cantik sepeti mu Manda.”
“ Tenti saja kek, dia bahkan sangat cantik. Jika tidak cantik mana mungkin kakak iparku jatuh cinta pada kakakku.”
Kakek John pun merasa risi karena terlalu banyak mata yang memperhatikan mereka, kakek lalu mempercepat makannya dan mengajak Manda untuk pergi dari tempat itu. “ Apa kakek punya tempat tinggal?” Tanya Manda setelah membayar makanannya. Kalek John menggeleng pelan.
“ Apa kakak mau ikut bersamaku?” Tanya Manda lagi.
“ Apakah boleh?”
Manda pun mengangguk. Kemudian Manda melajukan mobilnya menuju Villa luxury.
***
Karena sudah sore Keisya memutuskan untuk pulang. Stevi sudah menunggu Keisya di depan butik, sudah satu bulan Stevi menjadi pengawal Keisya di saat Dave tidak bersama Keisya. “ Langsung pulang Nyonya?” Tanya Stevi yang diangguki oleh Keisya.
“ Stevi?”
“ Ya, Nyonya?”
“ Aku sedikit mual, tolong cari toilet umum!”
Karena tidak menemukan toilet umum akhirnya berhenti di restoran. Keisya meminta Stevi untuk memesan makanan, sementara dia langsun berlari ke toilet. Di toilet Keisya muntah mengeluarkan semua isi perutnya.
Setelah memuntahkan isi dalam perutnya Keisya kembali menemui Stevi. Dia kemudian membayar tagihan makanan yang dipesan Stevi.
“ Nyonya Keisya, apa tidak sebaiknya kita mampir ke rumah sakit?”
“ Tidak perlu, ini mungkin bawaan bayi. Kita pulang saja!”
“ Baik, Nyonya.”
“ Apa Presdir Dave akan mengizinkan?”
“ Tidak usah pedulikan Dave, yang penting aku mengizinkan. Tapi jangan terlalu lama, kau bisa pulang seminggu.”
“ Terimakasih, Nyonya.”
“ Sama-sama.”
“ Tapi sepertinya saya belum bisa ambil libur, Nyonya.”
“ Karena?”
“ Karena sebentar lagi Grup Wilson akan merayakan hari jadinya, saya rasa semua akan sangat sibuk. Bukan waktu yang tepat jika saya ambil libur.”
“ Oh Iya, aku lupa.”
“ Apa nyonya akan menghadiri pesta tahunan yang diadakan grup Wilson?” Tanya Stevi.
“ Entahlah, aku takut nantinya hanya akan mempermalukan Dave. Lebih baik aku tidak datang.”
“ Mana mungkin Nyonya mempermalukan Presdir?Justru nyonya harus datang, karena Nyonya adalah istri sah Presdir. Biarkan semua orang tau, Presdir Dave sudah ada yang punya!”
“ Apa perlu seperti itu?” Tanya Stevi.
“ Sangat perlu, Nyonya tau semua orang mengira Presdir Dave masih lajang. Banyak perempuan yang ingin menggoda Presdir, dengan kemunculan nyonya akan mematahkan semua harapan para perempuan itu.”
“ Apa kau pernah melihat Dave di goda perempuan?” Tanya Keisya menyelidik.
“ Tidak sih, hehe...”
“ Hmm payah. Sudah kamu fokus mengemudi saja, aku mau istirahat sebentar.”
“ Baik, Nyonya.”
Setengah jam kemudian mereka sampai di Villa luxury. Para pekerja berbaris di depan tengah menunggu kedatangan nyonya mudanya. Setelah menyapa singkat para pekerja, Keisya langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. “ Kenapa aku sangat pusing?” Tanya Keisya pada dirinya sendiri seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair dryer. “ Dave akan pulang malam, aku bisa istirahat sebentar.” Keisya berbaring di ranjangnya dan memejamkan matanya.
Manda dan kakek John sampai di Villa luxury. Setelah memarkirkan mobilnya, Manda mengajak Kakek John untuk masuk kedalam rumah. “ Manda.. Ini rumahmu?”
“ Bukan kek, ini rumah kakak iparku. Aku tinggal bersama kakak dan kakak iparku.”
“ Apa tidak papa kamu membawa Kakek ke sini?”
Manda pun masuk menggandeng tangan kakek. “ Tidak papa kek, aku sudah meminta izin pada kakakku. Kakek santai saja.”
“ Tapi bagaimana dengan kakak iparmu?Dia belum tentu mengizinkan Manda, lebih baik Kakek pergi saja.” Kakek John hendak berbalik arak menuju gerbang tapi di hentikan Manda.
“ Kakek tenang saja, Kakak iparku takut pada istrinya. Jika kakakku sudah mengizinkan, kakak iparku tidak akan berani menentangnya.”
“ Kamu yakin Manda?”
“ Sangat yakin. Ayo kek kita masuk!”
Ajak Manda.
Pak Mo yang mendengar kedatangan mobil Manda pun menyambut segera keluar untuk menyambut Manda.
“ Selamat datang Nona Manda.” Ucap Pak Mo. Manda pun mengangguk, sementara kalek John berdiri di belakang Manda, tidak kelihatan dengan jelas oleh Pak Mo.
“ Apa kakak sudah pulang Pak Mo?” Tanya Manda.
“ Sudah Nona, Nyonya Keisya sudah kembali sekitar 1jam yang lalu. Sekarang sedang beristirahat di kamarnya.”
“ Oke. Oh ya, Pak Mo aku datang dengan seorang tamu. Aku minta tolong pak Mo untuk menyiapkan pakaian yang layak.”
“ Baik, Nona. Dimana tamunya Nona?” Tanya pak Mo.
Manda berbalik kearah kakek yang sedang bersembunyi di balik punggung Manda. “ Kakek kenapa bersembunyi?Tidak papa, ayo aku kenalkan kakek pada kepala pengurus rumah rumah ini.” Manda menarik tangan kakek agar maju ke sebelah Manda. “ Pak Mo, kenalkan ini kakek John. Untuk sementara Kakek akan tinggal disini, aku sudah meminta izin pada kakak. Mohon bantuannya ya Pak Mo.” Ucap Manda pada Pak Mo.
“ Anda??” Ucap Pak Mo gugup saat berhadapan dengan Kakek John.
Bersambung...
.
.
Vote dong guys 🙂🙂