
Keisya makan malam bersama Manda dan kakek John. Dave tidak bisa pulang cepat karena ada pertemuan mendadak dengan David dan Gio. Setelah makan malam Manda mengajak Keisya untuk mengobrol di kamar Manda. Di kamar Manda banyak terpajang foto-foto kebersamaan keluarga termasuk James dan Juan.
“Manda.. Kenapa tidak ada foto Jasson?” Ketika Keisya memperhatikan seluruh foto yang terpampang tapi tidak menemukan sosok Jasson.
“Sudah ku buang!” Jawab Manda.
Keisya mendudukkan dirinya di ranjang milik Manda, “Apa mau kakak temani tidur malam ini?”.
Manda yang tadi sibuk menulis tugas kuliah pun menoleh tajam ke Keisya. “No, Thanks. Aku kasihan nanti kakak iparku kesepian jika kakak tidur disini.”
“Baiklah.” Keisya memainkan boneka boneka Manda, melemparnya keatas menangkap dan melemparnya lagi.
“Kakak?!Apa kakak bisa berhenti memainkan boneka itu?” Ucap Manda yang merasa sebal dengan tingkah Keisya.
Keisya menggelengkan kepalanya. “Tidak!! Manda, kau bilang akan mengobrol dengan ku tapi kau malah sibuk sendiri.”
Manda menutup bukunya lalu ikut naik keatas rentang duduk di sebelah Keisya. “Kak, mau aku beri tahu rahasia?”
“Rahasia apa?” Keisya sangat penasaran.
“Aku mendaftar sebagai magang di perusahaan kak Dave.” Lirih Manda.
“Aku tahu.”
“Apa??Kakak tau dari mana?” Tanya Manda kaget.
“Dave tadi memberitahuku, lagi pula Manda bukankah kau masih terbilang semester awal?Kenapa sudah magang?”
“Aku ingin menambah pengalaman, lagi pula semester ini banyak ambil jadwal kuliah sore sampai malam.” Sebelum Keisya berbicara Manda sudah lebih dulu berbicara lagi. “Tapi kakak jangan khawatir aku magang bukan karena butuh uang, uang jajan dari kak Dave dan kakak sudah banyak. Aku bahkan bisa menyisihkan untuk ditabung, jadi kakak jangan pernah berfikir aku tidak punya uang. Aku mendaftar magang karena murni ingin menambah pengalaman.” Ucap Manda.
“Ya sudah, terserah kamu saja. Asalkan kamu bisa membagi waktu kuliah San magang mu dengan baik. Tapi ingat ya Manda, kakak mau pendidikan mu masih tetap menjadi prioritas!” Tegas Keisya.
“Iya, iya.. kakak tenang saja.”
Tok..tok...
“Maaf, nyonya. Tuan Dave sudah kembali.” Seru pak Mo dari balik pintu.
“Baik, Pak. Terimakasih.” Jawab Keisya. Keisya langsung keluar dari kamar Manda menuju kamarnya.
Didalam kamar Keisya melihat sosok Dave yang berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam masih lengkap dengan sepatu menempel di kaki dan jas menempel di badannya. Keisya mencium aroma alkohol yang sangat menyengat. “Dave, kau mabuk?” Keisya mengguncang tubuh Dave.
Dave membuka matanya sedikit. “Tidak sayang, aku hanya minum sedikit.” Ucap Dave lalu menutup matanya kembali.
Keisya sangat sebal dengan Dave, dia mengguncang Dave beberapa kali tapi Dave tidak bangun. Dave mabuk sampai ketiduran. Keisya mencopot sepatu dan kaos kaki Dave, lalu melepaskan jas Dave dan juga dasinya. Setelah itu dia membantu Dave agar tidur di ranjang dengan posisi yang lebih nyaman. Keisya merasa bau alkohol dari tubuh Dave sangat menyengat, dia merasa tidak nyaman dengan baunya. Keisya pun keluar dari kamarnya, dia berniat untuk tidur dengan Manda karena tida tahan dengan bau alkohol dari tubuh Dave.
“Nak Keisya mau kemana?” Tanya kakek John yang akan menuju kamarnya.
“Saya mau tidur dengan Manda Kek?” Jawab Keisya.
Kakek pun dibuat bingung dengan jawaban Keisya. Seorang suami istri yang tidur terpisah pasti karena ada masalah, begitu kira kira yang terlintas di benak kakek. Kakek John menatap Keisya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. “Ah, bukan seperti yang kakek fikirkan. Keisya tidak sedang bertengkar sama Dave kok kek, kebetulan Dave pulang dan mabuk sepetinya terlalu banyak minum saat bertemu dengan sahabatnya tadi. Keisya tidak tahan dengan bau alkohol jadi mau tidur dengan Manda saja.” Ucap Keisya menjelaskan agar kakek John tidak salah paham.
“Syukurlah nak, kakek khawatir kamu bertengkar dengan suamimu.” Balas kakek.
Kriet.. pintu kamar Manda terbuka, Manda melihat kakaknya masuk ke kamarnya.Manda sendiri masih terlihat berkutat dengan buku.
“Kakak ngapain kesini?” Tanya Manda.
Merebahkan dirinya di ranjang, “Malam ini kakak tidur sama kamu yaa, kakak iparmu mabuk dan ketiduran. Bau alkoholnya sangat menyengat, Kakak tidak tahan.”
“Baikah. Kakak tidur saja dulu.” Manda kembali fokus dengan bukunya.
Keisya sudah masuk kedalam selimut Manda dan memejamkan matanya, tidak buruh waktu lama Keisya pun terlelap.
***
Sekitar jam 3 pagi Dave terbangun dengan kepala yang sedikit berat, dia menyadari sedang berada di kamarnya. Dave melihat ke sebelahnya, Keisya tidak ada disebelah Dave. Dave mencari Keisya ke setiap sudut ruang kamar, dan kamar mandi tapi tidak menemukan sosok Keisya. Dengan panik Dave langsung keluar kamar dan bertanya pada penjaga yang masih terjaga di setiap sudut rumahnya, tapi semua penahan mengatakan tidak melihat sosok nyonyanya itu. Dave pun membangunkan pak Mo untuk mencari Keisya.
Masih dengan mata mengantuk pak Mo membuka pintu kamarnya, dilihatnya Tuanya sedang berdiri di depan pintunya dengan pakaian kacau yaitu kemeja putih kusut dan bau alkohol menyengat. “Ada apa Tuan?” Tanya pak Mo.
“Butler Mo, apa kau tau dimana istriku?Aku tidak menemukannya, para penjaga juga tidak tau keberadaan istriku.” Tanya Dave dengan panik.
“Oh, nyonya tidur di kamar nona Manda.”
“Kau yakin?”
“Iya, Tuan. Nyonya tidak tahan dengan bau alkohol dari badan tuan jadi nyonya memilih untuk tidur bersama nona Manda.”
“Hmm.. baiklah, Kembalilah beristirahat.”
“Baik, Tuan.”
Dave kembali ke kamarnya dengan perasaan tenang. Dia tidak lagi khawatir setelah tau Keisya bersama Manda. Dia ingin kembali tidur tapi tidak bisa, akhirnya Dave memilih untuk membersihkan dirinya agar tidak berbau alkohol lagi. Setelah membersihkan diri Dave memejamkan matanya hingga kembali terlelap.
Pagi harinya Keisya kembali ke kamarnya pagi-pagi sekali, bahkan belum ada jam 6. Dia melihat Dave masih tidur dengan piyama tidur. “Kapan dia ganti baju?”.
“Sayang, sampai kapan kau mau memandangiku seperti itu?” Tanya Dave membuka matanya.
Keisya salah tingkat, sedari tadi Keisya memang duduk di tepi ranjang dan memandangi Dave. Dia bahkan senyum senyum sendiri. “Kau sudah bangun Dave?”
Dave mendudukkan dirinya, “Maaf, semalam aku mabuk.” Ucap Dave.
“Kenapa kau bisa mabuk?Bukankah kau kuat minum alkohol?” Tanya Keisya. Dave yang dia kenal memang kuat minum alkohol, Dave tidak akan tumbang dengan mudah. “Apa ada masalah?” Tanya Keisya lagi.
“Tidak, aku hanya terlalu senang saat minum dengan David dan Gio.” Jawab Dave.
Aku tidak perlu menceritakan kejadian semalam pada Keisya.
.
.
Bersambung...