
Guys tolong kasih Vote dong ππ
Ibu menoleh kearah suara, dua remaja laki-laki berlarian kearah ibu, mereka langsung memeluk ibu.
β Ibu aku Merindukanmu!β ucap Juan. βAku juga Merindukanmu Bu!β timpa James.
β Anak-anak ibu sudah dewasa.β ucap Ibu meneteskan Air matanya.
β Hei Juan, James, kanapa kalian membuat ibu menangis?!β teriak Manda yang tengah berjalan bersama Sasya.
β Aku tidak membuat ibu menangis!β ucap Juan dan James bersamaan.
Setelah lama berpelukan, James bergelanyut manja di lengan ibu, dia menceritakan kehidupannya selama tinggal bersama Ayah mereka, sementara James dia menemui Ayah.
Sebentar lagi operasi Ayah, Dave baru saja tiba dirumah sakit dan langsung menghampiri istrinya. β Bagaimana Ayah?β tanya Dave.
β Ayah akan segera memasuki ruang operasi.β jawab Keisya. Dave menggenggam lembut tangan istrinya, memberi Keisya kekuatan agar tetap tenang.
Sudah 5 jam Ayah berada ruang operasi. Ibu, Keisya, Dave, Manda, Sisi, Sasya dan si kembar menunggu di depan ruang operasi dengan harap-harap cemas. Sesekali mereka terlihat mondar-mandir di depan ruang operasi. Berberapa jam kemudian Operasi ayah selesai, Dokter keluar dari ruang operasi menyampaikan hasil operasi ayah yang sukses. Tinggal pemulihannya saja, Ayah akan di pindahkan ke ruang rawat inap. Ibu tampak lega dengan kondisi ayah saat ini begitu juga yang lainya. Hari ini adalah tugas si kembar untuk berjaga di rumah sakit. Manda membawa Ibu pulang ke apartemen Keisya, bersama Sisi karena dekat dengan rumah sakit. Sementara Dave dan Keisya pulang ke kediamannya.
Sampai dirumah, Pak Moo sudah di depan pintu menyambut kedatang Dave dan Keisya.
β Selamat datang Tuan Muda dan Nyonya Muda.β ucap Pak Moo sopan.
β Hemm,β Dave menjawab Pak Moo singkat. Lalu menggandeng istrinya ke kamar atas.
Keisya membersihkan diri lebih dulu, begitu juga dengan Dave. Setelah membersihkan diri mereka makan malam. Keisya terlihat tidak bersemangat menyantap makan malamnya, Dave juga ikut-ikutan tidak bersemangat.
β Chen!β panggil Keisya.
β Iya, nyonya.β Chen datang menghampiri Keisya.
β Tolong untuk besuk pagi buatkan soup ayam dengan gingseng!β
β Baik Nyonya, saya akan menyiapkannya besuk pagi.β
β Terimakasih Chen.β
Setelah berbicara dengan Chen, Keisya menatap suaminya. β Dave aku ingin kekamar, tapi aku tidak mau jalan. Aku mau di gendong.β ucap Keisya.
β Uhukk,β Dave langsung tersedak mendengar permintaan Keisya, tidak biasanya istrinya itu manja. Dave mengelap mulutnya dengan serbet lalu menghampiri Keisya yang sudah merentangkan kedua tangannya ingin di gendong. Dia menggendong Keisya seperti bayi. Dave berjalan menaiki anak tangga satu Persatu.
Pak Mo dan para pelayan yang menyaksikannya hampir pingsan melihat Keisya memerintah Dave. Selama ini tidak ada yang berani memerintah Dave, bahkan Kakek Dave sekalipun.
β Dave apa aku berat?β tanya Keisya.
β Tidak sayang... kamu seringan bulu.β jawab Dave.
Cup Keisya mengecup bibir Dave. β Aku tau kamu bohong, tapi aku suka dengan jawabanmu.β celoteh Keisya.
Dave memperhatikan bibir mungil Keisya. β Apa kau sedang menggodaku?β tanya Dave.
β Aku tidak menggodamu, tapi jika kau mengartikannya begitu aku tidak keberatan.β
Jawabnya Keisya membuat Dave berbinar-binar. β Kau sungguh nakal sayang.β ucap Dave yang membaringkan Keisya di tempat tidur, kemudian Dave memencet tombol untuk mengunci pintu. Dia kembali ke sisi Keisya. Keisya dengan manja memeluk tubuh Dave.
β Sayang kau sungguh menggodaku kali ini!β ucap Dave mendorong Keisya agar berbaring, kini Dave menindih tubuh Keisya. Dave mulai ****** bibir Keisya dengan rakus dan dibalas oleh Keisya. β Sayang bolehkah aku melakukannya?β tanya Dave.
β Be Gentle!β ucap Keisya pada Dave.
Setelah mendapat izin dari Keisya, Dave mulai melanjutkan aksinya. Dan malam yang panjang baru saja dimulai. Malam itu Dave melakukannya 2 kali. Dia sangat puas dengan Keisya, meskipun polos permainan Keisya selalu membuat Dave ingin melakukannya lagi dan lagi.
Keisya membenamkan wajahnya di bidang dada Dave dan tertidur. Cup.. Dave mengecup pucuk kepala Keisya lalu memejamkan mata dan tidur.
Pagi hari yang sangat indah, Keisya melihat suaminya masih terlelap dengan memeluknya. Dia mencubit pipi Dave, lalu mengecup bibir Dave. β Aku mencintaimu Dave!β bisik Keisya.
β Aku juga mencintaimu sayang!β Ucap Dave seraya membuka matanya.
β Dave kau sudah bangun?β
β Bagaimana aku tidak bangun, seseorang mencubit pipiku dan mencium bibirku.β Dave mamandangi wajah istrinya. β Sayang aku ingin!β ucap Dave.
Pagi itu mereka melakukannya lagi. Dave berhasil membuat Keisya lemas di pagi hari, hingga kembali terlelap.
Isi catatan Dave.
Sayang aku pergi ke kantor, karena ada meeting pagi. Aku tidak membangunkanmu, aku tau kamu kelelahan π
Setelah bangun Mandilah dan sarapan, Pak Moo akan mengantarmu ke rumah sakit. Soup ayam sudah diantar Pak Moo Kerumah sakit tadi pagi.
Your husband Dave.
Setelah membaca catatan dari Dave, Keisya mandi dan bergegas kerumah sakit di antar oleh Pak Mo. Sesampainya dirumah sakit dia hanya mendapati Ibu dan Sasya.
β Kamu sudah datang Kei.β Ucap Ibu.
Sasya duduk di sofa memainkan ponselnya. β Dimana yang lainya Bu?βtanya Keisya.
β Manda kuliah, Juan dan James bekerja.β jawab Ibu, β Apa pekerjaanmu di butik sudah selesai?Tadi Dave bilang kau harus menyelesaikan urusan di butik dulu, baru menjenguk ayah.β
β Apa Dave tadi kesini Bu?β
Ternyata Dave pintar juga membuat alasan pada ibu.
β Iya sebelum berangkat kerja tadi dia mampir kesini, bersama Pak Moo membawakan sarapan untuk kami.β
Keisya menghampiri sang Ayah yang baru saja membuka mata.
β Ayah.. mana yang sakit?β ucap Bila mendekat.
β Tanggal berapa sekarang?β tanya Ayah lirih. Pertanyaan pertama yang dilontarkan Ayah pasca di operasi.
β Sekarang tanggal 26 Ayah.β Keisya memegang lembut tangan Ayahnya.
β Keisya apa kau punya uang?β tanya ayah.
Keisya menatap sendu Ayahnya. β Aku punya ayah, apa yang ayah butuhkan?β
Yaa aku punya kartu batas limit dari Dave. Aku bisa menggunakannya jika mendesak.
β Pergilah ke Bank D, tolong bayarkan angsuran hutang ayah yang sempat tertunda, jangan sampai mereka menyita perkebunan dan peternakan kita!β lagi lagi ayah memohon dengan suara lirih, ibu menangis mendengar suaminya yang masih sakit sudah memikirkan banyak hal.
β Ayah tenanglah, aku punya banyak uang sekarang. Aku akan melusani hutang Ayah, Ayah jangan memikirkan hal lain!β ucap Keisya dengan menitikan air mata. βAyah hanya perlu fokus pada kesembuhan Ayah!β
Ayah tenanglah menantumu sangat kaya, dia tidak akan membiarkan ayah menderita.
Setelah mengucapkan beberapa kalimat itu ayah kembali tidak sadar, Sasya dengan cepat memanggil Dokter. Dokter mengatakan agar tidak membuat Ayah depresi atau bercerita yang menimbulkan Kondisi ayah memburuk.
β Ibu sebenarnya apa yang terjadi?sejak kapan Ayah mempunyai hutang?β tanya Keisya. Selama ini ayah tidak pernah punya hutang yang banyak apalagi sampai melibatkan perkebunan sebagai jamainan, karena hasil dari peternakan dan perkebunan sudah cukup untuk biaya hidup.
β Keisya maafkan ibu.β ucap Ibu menjelaskan yang terjadi, semua karena sahabat Ayahnya yang jahat.
β Baiklah ibu tenang saja, Keisya akan melunasi hutang Ayah. Tolong ibu jaga Ayah!β
Setelah meyakinkan pada ibu, Keisya bisa melunasi hutang ayahnya dengan uang yang jelas Keisya pun pergi meninggalkan rumah sakit. Dia meminta Sasya untuk menemani Ibu.
***Grup Wilson ***
Dave sedang memimpin rapat evaluasi bulanan. Suasana sangat tegang.
Bersambung ...
.
.
Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.
Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.
Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa π₯°π₯°
Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cucu tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.
Semoga covid-19 segera berakhir .