
Hari ini Keisya akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilannya. Keisya belum memberitahukan pada siapapun tentang berita kehamilannya.
“ Selamat Nyonya Keisya, benar anda Hamil. Dan usia kandungan anda sudah 3 minggu.” Ucap Dokter setelah memeriksa Keisya.
“ Apa ada hal yang harus saya hindari selama masa hamil Dok?”
“ Tidak banyak, Anda hanya cukup istirahat dan jangan stres karena usia kandungan Anda masih muda, dan jangan lupa juga untuk makan makanan yang bergizi!”
“ Baik, Terimakasih Dokter.”
Keisya menebus beberapa Vitamin yang telah diresepkan Dokter.
Sayangnya mommy, kamu harus tumbuh sehat yaa nak. Tunggu Daddymu pulang. Keisya mengelus perutnya yang masih rata dengan haru, tidak terasa air mata menetes di pipinya.
Dari arah koridor, Lusi sedang bersama sahabatnya nampak memata-matai Keisya. Melihat Keisya keluar dari Dokter Kandungan dia sangat ber api-api.
📞 lakukan yang sudah aku perintahkan, jangan membuat kesalahan.
Lusi menelefon seseorang, dia kemudian tertawa sinis. Dan meninggalkan rumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit Keisya mampir di supermarket untuk membeli Susu ibu Hamil, dia juga membeli beberapa camilan dan susu low fat untuk Manda.
Brak... saat keluar dari Supermarket seorang perempuan sengaja menabrak Keisya dan menumpahkan minuman ke baju Keisya.
“ Jalan pakai mata dong!” bentak perempuan itu.
“ Maaf, bukanya anda yang menabrak saya?” ucap Keisya.
“ Jangan ngasal jelas-jelas Anda yang menabrak saya, sudahlah malas meladeni perempuan kampung sepeti anda!” tanpa meminta maaf perempuan itu berlalu meninggalkan Keisya.
Sabar ya Nak. Keisya mencoba mengontrol suasana hatinya agar tidak emosi dan mempengaruhi tumbuh kembang Janin, dia mengelap bajunya yang basah dengan tisu.
Keisya berjalan menuju mobilnya yang da disebrang jalan. Sebelum sampai di mobilnya, Keisya mendengar ada yang meneriakinya, “Awas Nona!!” kemudian ia menoleh dan ...
Brugg Keisya tersungkur ke tepi jalan setelah ditabrak oleh mobil. Entah apa yang terjadi mobil itu tidak berhenti malah menancap gas dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan Keisya yang telah berlumuran darah, samar-samar Keisya menatap mobil yang telah menabraknya.
Orang-orang mulai berlarian menghampiri Keisya.
“ Nona!” Ucap lelaki berpakaian seperti Bodyguard. Tubuhnya tegap tinggi.
“ Tolong, saya sedang hamil!” ucap Keisya lirih, pada orang yang menghampirinya. Setelah itu dia kehilangan kesadaran.
“ Ayo bawa ke rumah sakit!” ucap salah seorang yang menghampiri Keisya.
“ Darahnya keluar banyak.” timpa satu orang lagi .
Lelaki yang berpakaian seperti Bodyguard itu nampak sedang menghubungi seseorang, sesaat setelahnya mobil datang. Dia segera mengangkat Keisya dan membawanya ke rumah sakit.
Manda yang mendengar kabar kecelakaan kakaknya langsung menuju rumah sakit, di sepanjang perjalanan dia terus menangis begitu pula dengan Sasya. Sampai dirumah sakit, Keisya masih di IGD di tangani oleh dokter. Diluar Manda mondar mandir panik sendiri.
“ Bagimana ini Sya? hiks hiks.” ucap Manda menangis sedih.
“ Kakak akan baik-baik saja hiks hiks!” balas Sasya sesenggukan.
Kak Kumohon bertahanlah, Kumohon kakak harus baik-baik saja. Gumam Manda.
Sisi baru saja tiba dirumah sakit bersama Sunny, raut wajah sisi sangat panik.
“ Manda, Bagaiman keadaan Keisya?”
Tanya Sisi memeluk Manda.
“ Aku tidak tau kak, huhuhu Dokter masih menangani Kak Keisya, Bagaiman jika terjadi sesuatu yang serius dengan kakakku kak?huhuhu.” ucap Manda sesenggukan.
“ Jangan menangis sayang, Keisya pasti akan baik-baik saja. Dia wanita yang kuat.”
jawab Sisi mengusap kepala Manda.
Dokter keluar dari ruangan dengan beberapa perawat.
“ Bagaimana keadaan Kaka saya dok?” Tanya Manda segera menghampiri Dokter, diikuti yang lain.
“ Untuk sekarang kondisi pasien sudah stabil, tapi mohon maaf kami tidak bisa menyelamatkan janinnya.”
“ Ba.. bayi ?” Ucap Manda terbata bata .
“ Ia, nona Keisya sedang hamil 3 minggu saat kecelakaan, karena benturan yang terlalu keras sehingga menyebabkan keguguran.” ucap Dokter
Manda yang mendengar itu langsung lemas hampir jatuh tapi ditopang Sunny.
Sisi menggantikan Manda berbicara pada Dokter, dokter menyarankan agar lebih memperhatikan Keisya karena bisa saja kecelakaan ini bisa membuat Keisya depresi apalagi setelah keguguran.
“ Apa kita perlu memberi kabar pada Tuan Dave?” ucap Sunny.
“ Tidak, tunggu kak Keisya sadar saja!”tegas Manda.
Sekitar pukul 23:00 Keisya membuka matanya. Dia melihat Manda dan Sisi masih terjaga, Sasya dan Sunny telah tidur.
“ Bagaimana keadaanmu Kei?Mana yang sakit?” tanya Sisi mendekat pada Keisya.
“ Apa bayiku baik-baik saja?” Menghiraukan pertanyaan Manda dan Sisi, dia menanyakan kondisi sang bayi.
“ Maaf kak, Kakak keguguran.” ucap Manda, air mata mengalir di pipi Manda.
“ Babagaimana bisa? Bagaimana ini terjadi?” Teriak Keisya histeris, Keisya menangis sejadi jadinya sampai kehilangan kesadaran.
Dokter yang memeriksa Keisya menyarankan kembali, untuk tidak berbicara yang memancing kesedihan, atau depresi akan jadi lebih fatal.
Manda dan sisi menatap sendu Keisya yang masih tidak sadarkan diri. Keesokan harinya, saat Manda dan yang lainya sudah bangun, Keisya masih menutup mata.
“ Ada apa Manda?” Tanya Sisi menatap Manda yang sepetinya sedang berfikir serius.
“ Aku hanya berfikir kecelakaan kakak disengaja.”
“ Apa maksudmu?” Tanya Sunny mendekat.
“ Aku sempat berbicara dengan orang yang menolong kakak, dia mengatakan mobil yang menabrak kakak sudah terlihat terparkir lama di depan supermarket, setelah kakak keluar mobil itu langsung melaju menabrak kakak dan melarikan diri.”
“ Apa kamu punya bukti?” Tanya Sisi.
“ Harusnya ada rekaman dari CCTV supermarket.” jawab Manda.
“ Aku akan mendapatkan rekamannya!”
ucap Sasya, “ Kita akan tau kecelakaan itu disengaja atau tidak?”
“ Aku akan menemanimu!” sahut Sunny.
“ Baiklah, kalian pergilah. Aku dan Manda akan berjaga disini!”
jawab Sisi.
Sasya dan Sunny pergi meninggalkan rumah sakit.
“ Apa kakakmu punya musuh?”
“ Kurasa hanya Kak Jimmy, bukankah kak Sisi tau hanya dengan kak Jimmy, kakak pernah beradu mulut.”
“ Tapi ku dengar Jimmy dalam pengawasan Dave, aku rasa bukan dia pelakunya.” tutur Sisi, “ Manda apa tidak sebaiknya kita beritahu Dave!”
“ Jangan kak, aku tidak bisa mempercayai siapapun termasuk kak Dave, kakak tau sendiri skandal kak Dave dengan Artis itu, bahkan Kak Dave belum kembali sampai saat ini.”
“ Apa dia tidak mengatakan padamu kapan kembali?”
“ Kak Dave akan kembali minggu ini, dia sempat menghubungiku.”
“ Apa menurutmu Dave tau Keisya hamil?”
“ Aku rasa kakak belum memberi tahu Kak Dave.”
Beberapa jam kemudian Sasya dan Sunny kembali ke rumah sakit dengan membawa video CCTV dari supermarket. Merekat melihat dengan seksama agar tidak kehilangan bukti sekecil apapun.
“ Lihat perbesar bagian plat mobilnya Sya!”
perintah Manda.
“ Sepertinya pengemudinya seorang perempuan.” ucap Sisi.
“ Ya, meskipun berpakaian seperti lelaki kurasa itu seorang perempuan,” timpa Sunny.
“ Sasya?” panggil Manda.
“ Hem?”
“ Bisakan kau membatuku mencari tau siapa pemilik mobil ini dan siapa pengemudinya,” Manda memegang kedua tangan Sasya dan menatap penuh harap, “ Kumohon gunakan kekuasaanmu untuk membantuku.”
“ Aku akan melakukannya, demi Kak Keisya.”
“ Tolong jangan beritahu kak David!” ucap Manda.
“ Kenapa?”
“ Jika kak David tau, maka Kak Dave juga akan tau!.” sahut Sisi “Kali ini ikuti saja kemauan Manda.”
“ Oke, kak.” jawab Sasya dia kemudian menelefon Kakenya untuk meminta bantuan.
Bersambung ...
***next Chapter***
“ Aku ingin bercerai!”