My Dave

My Dave
Keisya dan Sunny



“ Baiklah kak.” jawab Manda.


Tok...tok... suara ketukan dari pintu, Manda berjalan untuk membukakan pintu.


“ Kak Sunny.” sapa Manda pada orang yang berada di depan pintu “ Masuk kak!” ajak Manda.


Sunny kemudian langsung masuk dan merebahkan dirinya di sofa. Manda ke dapur untuk mengambilkan air mineral, karena Sunny kelihatan haus dan letih.


“ Siapa Manda?” tanya Keisya berjalan dari arah kamar.


“ Aku, kamu kira siapa lagi? jawab Sunny.


“ Kenapa wajahmu kusut begitu?” tanya Keisya memperhatikan Sunny.


“ Ini kak diminum dulu.” ucap Manda memberikan segelas air mineral pada Sunny.


“ Apa tidak ada yang lain seperti Wine atau jus?” tanya Sunny.


“ Jangan dengarkan dia Manda, kamu kembali lah ke kamarmu.” ucap Keisya.


Manda kembali ke kamarnya, sementara Keisya memperhatikan Sunny yang masih rebahan.


“ Apa kamu sedang butuh wine?” Tanya Keisya.


“ Ya...butuh sekali, apa kamu punya wine dirumahmu ini?” Sunny balik bertanya pada Keisya masih salah posisi rebahan.


“ Tentu saja tidak punya, aku dan Manda tidak suka minum.” jawab Keisya.


“ Kalo tida punya kenapa bertanya, membuatku kesal saja.” ucap Sunny dengan cemberut.


“ Ada apa?bicaralah!!Sepertinya suasana hatimu sedang kesal!” tanya Keisya sedikit menyelidik.


Aku tau pasti ada yang tidak beres pada Sunny.


“ Aku pusing memikirkan kerjaan, kamu tau hasil pemotretan kita kemarin tidak bisa diterbitkan.” ucap Sunny.


“ Memangnya kenapa?,Apa kamu membuat kesalahan?” Tanya Keisya.


“ Tidak, aku bahkan tidak tau dimana letak kesalahannya, tapi salah satu pemegang saham perusahaan Tuan Dave tidak mau majalah yang memuat pemotretan kemarin diterbitkan.” ucap Sunny menjelaskan.


“ Siapa katamu?” Keisya mengernyitkan dahinya mendengar nama Dave.


“ Dave, kamu tau Dave Wilson orang terkaya di kota S, tidak ada satupun yang mampu membantah perkataannya!” ujar Sunny menghela nafasnya.


Kenapa Dave melakukan itu, apa karena aku ?gumam Keisya


“ Jadi sekarang kamu mau bangaimana?” Tanya Keisya.


“ Aku harus merelakan kerja keras sia-sia, mau bagaimana lagi Tuan Dave bahkan mengancam akan menghancurkan perusahaan kami apabali tetep menerbitkan majalah itu. Ah, aku sangat butuh wine sekarang.” ucap Sunny dengan murung.


“ Kamu yang sabar yaa, lebih baik tidurlah sebentar!” Keisya menatap kasihan pada sahabatnya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Haruskah aku bertanya pada Dave, tapi aku bahkan tidak mau berbicara dengan dia.


Karena merasa lelah Sunny terlelap di sofa itu. Keisya menyelimuti sahabatnya yang sedang terlelap dengan merasa bersalah, entah bagaimana keisya yakin Dave melakukan itu ada hubungannya dengan Keisya. Karena Keisya salah satu model di majalah yang akan diterbitkan.


“ Kak temani aku ke supermarket.” ucap Manda pada Keisya berjalan mendekati Keisya di dekat Sunny.


“ Mau cari apa?ayo!” Keisya berdiri menggandeng tangan Adiknya.


Mereka menuju supermarket dekat apartemen Keisya dengan jalan kaki, karena memang jaraknya lumayan dekat. Jika pakai mobil harus repot untuk parkir. Beberapa saat kemudian merekat telah selesai berbelanja dan hendak pulang, tapi di tengah perjalanan dihadang oleh beberapa laki-laki asing.


“ Nona Keisya, mohon untuk ikut dengan kami.” ucap salah satu laki-laki itu.


“ Siapa kalian?” Tanya Keisya pada seorang laki-laki berbadan besar dan tegap, ada banyak tato di tangan laki-laki itu.


“ Nona Keisya tidak perlu tau siapa kami, tugas kami hanya membawa nona berama kami!” jawabnya pada Keisya.


“ Apa-apaan kalian, tidak akan Kubiarkan kalian membawa kakak!” ucap Manda seraya berdiri didepan Keisya menghalangi laki-laki yang hendak menarik tangan Keisya.


Manda terlihat cek cok dengan beberapa laki-laki itu bahkan adu jotos. Akhirnya Keisya melerai mereka karena tidak mau Manda terluka, dan beberapa laki-laki itu kemudian pergi. Manda memang jago bela diri berbeda, sejak kecil Manda sudah mengasah kemampuan bela dirinya.


“ Kamu tidak papa Manda?” Tanya Keisya memperhatikan adiknya.


“ Kakak bahkan tidak tau siapa mereka, sudahlah ayo kita kembali!” Keisya menggandeng lengan Manda.


Mungkin ini ulah Vivi, siapa lagi dia yang paling bengi Keisya. Apa Dave belum membebaskan Jimmy.


“ Lain kali Kaka jangan pergi sendirian, biarkan Manda menemani kakak.” ucap Manda.


“ Iya iyaa, kamu tenang saja.”


***


Sisi tengah berada di salah satu coffe shop kota S. Sisi sedang mengetik Novel. Dari kejauhan David nampak memasuki coffe shop dan melihat Sisi, David berniat menyapa Sisi. David berjalan menghampiri Sisi.


“ Nona Sisi!” sapa David yang tengah berdiri disamping kursi sisi.


“ Oh, Halo Tian David!” Sisi menoleh kearah David dan menyapa balik.



“ Nona Sisi sendirian?apa saya boleh menemani Nona?” tanya David.


“ Iya boleh, Silahkan duduk Tuan. Kebetulan saya juga butuh teman ngobrol.” jawab Sisi seraya mempersilahkan David duduk.


“ Pelayan!” ucap Sisi melambai pada pelayan.


“ Ada yang bisa dibantu Nona?” tanya pelayan dengan ramah.


“ Tuan David mau pesan apa?” Tanya Sisi pada David.


“ Samakan dengan pesanan Nona saja!” jawab David.


“ Oh, Baik.” Sisi kemudian menujuk coffe dan cake yang ada dimeja, agar pelayan mencatat pesanan David sesuai dengan apa yang telah di pesan Sisi tadi.


“ Apa Nona biasa menulis disini?” tanya David.


“ Panggil saya Sisi saja Tuan.” jawab Sisi “ Saya sering menulis di sini karena suasana cafe ini nyaman dan menu-menunya sangat enak, biasanya saya di temani Keisya.” imbuh sisi.


Sisi dan David berbincang sangat lama, mereka saling bertukar cerita. David sesekali mencuri pandang pada Sisi. Sisi jadi salah tingkat karena David mencuri pandang, sesekali mata mereka saling tatap lalu tersenyum lucu.


***


“ Maaf Tuan, menurut laporan orang-orang kita gagal membawa Nona Keisya.” Ucap Leo pada Dave yang tengah serius bekerja.


“ Apa masalahnya?Membawa satu perempuan lemah saja mereka gagal.” tanya Dave dengan nada tinggi.


“ Mereka di halangi Nona Manda, bahkan sempat adu jotos.” jawab Leo.


Dave melepaskan kaca matanya dan menatap ke arah Leo, “ Apa Manda terluka?” Tanya Dave.


“ Menurut laporan hanya lebam ringan Tuan.” jawab Leo lagi.


“ Syukurlah, lain kali jangan sampai ada adu jotos. Hindari melukai Keisya maupun Manda. Seharunya mereka membawa bius jadi tidak perlu melukai Manda.” ucap Dave.


“ Baik, Tuan.”


“ Aku akan pulang sekarang, biar aku yang menemui Keisya langsung. Kerjaan disini juga sudah selesai.” tegas Dave agar Leo mempersiapkan kepulangannya.


“ Baik, Tuan.”


Dave berencana langsung menemui Keisya setelah sampai di kota S, Dave ingin tau apa yang membuat Keisya menjadi berubah. Dave sangat yakin tidak melakuan kesalahan apapun, ia jadi di bikin pusing dengan ulah Keisya yang tiba-tiba memblokir Dave tanpa sepatah kata pun.


***


Drtt...drtt ponsel Manda berdering, Manda membelalakkan matanya melihat nama di layar ponsel Keisya .


Bersambung...


***next Chapter


“ Perkenalkan Tuan ini pasangan saya Keisya!” Raka tengah memperkenalkan Keisya pada Dave.