
***
Dave mengendarai mobilnya menuju Villa luxury dengan kecepatan sedang. Sesekali dirinya melirik Keisya yang duduk di sebelahnya. Keisya menatap arah luar mobil menikmati suasana malam.
“Sayang?”
Menoleh pada Dave. “Apa?”
“Kau mau makan apa?” Tanya Dave.
“Aku tidak lapar, kita pulang saja.”
Dave menuruti permintaan istrinya untuk langsung pulang. Mereka pulang kemalaman karena Dave harus lembur.
Mobil Dave memasuki area Villa luxury, suasana rumah saat itu berbeda tidak seperti biasanya. Terasa lebih mencengkam.
“Dave, kenapa dengan rumah?” Keisya melihat segerombolan lelaki berpakaian serba hitam dengan setelan jas di depan pintu utama.
“Entahlah.” Jawab Dave, mematikan mesin mobilnya. Dave lebih dulu turun dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil untuk Keisya.
Setelahnya Dave menggandeng Keisya masuk ke dalam rumah.
“Selamat datang kembali Tuan Muda dan Nyonya muda.” Pak Mo berlari kecil menghampiri Dave begitu mendengar suara mobil Dave memasuk area rumah.
Dave mengangguk.
“Apa yang terjadi Pak Mo?” Tanya Keisya.
Pak Mo sedikit ragu saat akan menjawab.
“Apa yang terjadi?” Tanya Dave.
“A-ada tamu Tuan.”
“Tamu seperti apa yang membawa begitu banyak pengawal.” Di depan pintu utama ada dia barisan pengawal saling berhadapan, satu barisan menghadap ke arah luar adalah Bodyguard milik Dave. Dan satu barisan menghadap arah dalam rumah sepertinya Bodyguard milik tamu.
Pak Mo tidak menjawab pertanyaan Keisya, hanya memberi isyarat jika sang tamu sedang menunggu di dalam rumah.
Dave masih menggandeng lengan istrinya masuk. Keduanya dibuat kaget dengan suasana ruang tamu yang mencengkam.
Sementara di sofa depannya yang bersekat meja ada Farhan dan Jasson duduk di sofa yang sama. Di belakang mereka juga ada beberapa Bodyguard berdiri tegap.
“Fa-Farhan?” Keisya tidak percaya Farhan berani datang kerumahnya. Ia pun memegang erat lengan Dave. Keisya takut Dave akan kalap begitu melihat Farhan berkunjung ke kediamannya.
Farhan langsung bangkit dari duduknya dan tersenyum begitu melihat Keisya datang.
Sementara Dave ia menarik lengan Keisya agar berlindung di belakangnya. “Nyalimu sungguh besar berani datang ke sini?” Ketus Dave.
“Aku kesini bukan untuk ribut denganmu, Dave.” Ucap Farhan mendekati Dave.
“Apa kabar, Kei?” Melirik Keisya yang bersembunyi di belakang Dave. Kedua lelaki yang sama-sama memiliki kekuasaan itu kini saling bertatapan, sorot mata tajam keduanya membuat suasa semakin menegang.
Hening..
Hening..
Tidak ada percakapan antara kedua lelaki hebat itu, mereka hanya saling bertatapan dan berkomunikasi dengan bahasa isyarat masing-masing. Tik tok tik tok hanya bunyi detak jam dinding yang biasa terdengar di ruang tamu. Semua orang yang berada diruang tamu seakan tegang meliha Dave dan Farhan saling melotot.
“Apa kita bisa makan dulu?” Tanya Sasya memecah ketegangan. “Sasya sangat lapar, bisakah kita makan malam dulu baru lanjutkan tatap-tatapan nya.”
Keluh Sasya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Manda.
“Apa yang salah?Sasya hanya menyarankan, tidak mau juga tidak papa.” Ucap Sasya Membungkam mulutnya dengan telapak tanganya sendiri.
“Sasya benar lebih baik kita makan malam dulu.” Keisya memberanikan diri untuk berbicara.
“Ayo lah Dave, makan dulu.” Bujuk Keisya lagi, seraya bergelanyut di lengan Dave. Keisya hanya tidak mau ketegangan antara Farhan dan Dave berlanjut.
Dave pun mengalah, ia menuruti kemauan Keisya. Meskipun Dave sangat membenci Keisya, dia tetap mempersilahkan Farhan untuk makan malam dirumahnya tentu saja bersama semua anggota keluarga.
Makan malam sangat menyenangkan dengan candaan dari Sasya dan James. Bahkan Dave dan Farhan ikut terbawa suasana mereka seakan lupa pertentangan yang terjadi.
End musim pertama ..
Sampai bertemu di musim kedua, kehidupan dan bayi mungil mereka.