
Ruang bawah tanah Genk Naga. Lusi, Clara dan Stevi di tahan dalam satu ruangan. Setiap hari mereka masih mendapatkan makanan yang layak, mereka juga bisa mandi dan berganti pakaian hanya saja tidak bisa keluar dari ruangan yang gelap itu. Diruangan yang gelap itu sudah dilengkapi dengan kamar mandi.
“ Nona Lusi, ini tidak sesuai kesepakatan kita. Saya hanya menjalankan perintah nona, tapi akhirnya malah menderita begini,” ucap Stevi.
“ Diam kamu, memang kamu tidak lihat apa yang terjadi padaku sekarang?!Semua gara-gara Keisya Louis perempuan ***** itu!” Lusi menyebut Keisya dangan kasar.
“ Jika saja kau bilang padaku Tuan Dave sangat menyayanginya, aku tidak akan pernah ikut permainanmu!” Ketus Clara “Sekarang aku bahkan tidak tau, apa aku bisa keluar dengan hidup dari ruangan ini,” Clara menyesal mengikuti Lusi menyakiti Keisya. Balasanya dia harus terkurung diruangan yang gelap dalam waktu yang lama.
“ Penjaga!!!” Teriak Stevi.
Dua orang laki-laki berbadan tegap penuh dengan tato menghampiri mereka. “ DIAM!! jangan berisik, atau kalian tidak akan dapat jatah makan!!”
“ Maaf.. Maaf Tuan, saya hanya ingin bertemu dengan Nyonya Muda. Tolong izinkan saya bertemu Nyonya Keisya.” Ucap Stevi memelas.
Lusi menghampiri Stevi dengan marah. “Apa yang kau katakan, kenapa kau ingin bertemu perempuan itu?!” bentak Lusi.
“ Diam Kamu!!” Bentak balik Stevi seraya mendorong Lusi hingga dia sampai tersungkur. “ Tolong sampaikan pada Nyonya Keisya, saya ingin meminta maaf secara langsung pada Nyonya.” Ucap Stevi lagi, kali ini dia berlutut di balik jeruji besi itu, memohon kepada kedua penjaga.
“ Baiklah. Akan ku sampaikan pada Alex, tapi kamu jangan terlalu berharap!.” Ucap salah satu penjaga.
“ Terimakasih... Terimakasih Tuan!.” Balas Stevi. Kedua penjaga itu kemudian meninggalkan ruang gelap itu.
Sangat terlihat aura permusuhan dari Lusi dan Clara pada Stevi, tapi dia tidak peduli lagi pada Lusi. Dia hanya berfikir bagaiamana caranya agar dia bisa keluar dari tempat itu.
***Butik Keisya ***
Setelah pagi tadi mengurus kepulangan Ayah dari rumah sakit, Keisya menyempatkan diri sorenya untuk mengecek penjualan butiknya. Sementara Ayah sudah berada di apartemen Keisya bersama Ibu. Ayah akan tinggal di apartemen Keisya.
Keisya berada di lantai atas butiknya sedang membaca laporan keuangan. Dia merasa senang, penjualan di butiknya semakin hari semakin meningkat.
“Nona Keisya. Ada tamu yang ingin bertemu Nona !” ucap pegawai butiknya.
“ Siapa ?” Tanya Keisya penasaran.
“ Tuan Jimmy dan Nona Vivi.”
Keisya mengernyitkan alisnya. “ Em suruh naik saja .” Kata Keisya.
Jimmy dan Vivi??Untuk apa mereka mencariku.
Pegawai butik Keisya kemudian turun untuk menemui Jimmy dan Vivi, tidak lama Jimmy dan Vivi terlihat menaiki tangga lantai dua tempat dimana Keisya berada. Jimmy menatap Keisya dalam waktu yang cukup lama, sebelum cubitan dari Vivi menyadarkannya.
“ Silahkan duduk!” Ucap Keisya ramah kepada keduanya. Jimmy dan Vivi akhirnya duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang diduduki Keisya. “Apa tanganmu terluka ?” Tanya Keisya melihat satu tangan Jimmy dalam balutan gips.
“ Tidak, hanya luka kecil.” Jawab Jimmy.
“ Ada apa kalian mencariku?” Tanya Keisya pada keduanya.
Jimmy dan Vivi saling memandang. “Sebenarnya kami datang kesini untuk meminta maaf.” Jawab Jimmy.
“ Iya kami kesini untuk meminta maaf, Maaf aku tidak bermaksud merebut Jimmy darimu.” Tutur Vivi.
“ Ah sudahlah, semua sudah berlalu aku bahkan tidak mengingatnya lagi” Jawab Keisya.
“ Aku minta maaf telah menampar mu waktu itu, saat itu aku sedang marah. Aku sangat mencintai Jimmy, aku bisa gila jika dia terluka.” Vivi menitikan air matanya.
“ Tidak, Tuan Dave tidak menyusahkan kami” ucap Jimmy dan Vivi bersamaan dengan tergagap gagap.
Keisya senyum mendengar perkataan Jimmy dan Vivi, mereka pasti sangat takut pada Dave.
“ Aku juga minta maaf atas perlakuan ku padamu saat di Club,” ucap Jimmy penuh penyesalan.
“ Baiklah.. aku juga akan memaafkamu Jim, asal kau berjanji akan menjaga Vivi dan tidak akan menyakitinya!”
“ Aku berjanji!!” Kata Jimmy dengan tegas.
“ Terimakasih kei, aku harap kedepanya kita bisa mulai bersahabat. Aku ingin menjadi salah satu temanmu.” Ucap Vivi tulus.
“ Tentu saja, aku akan senang mempunyai teman baru.” Jawab Keisya .
Mereka bertiga mengobrol dalam waktu yang lama, Vivi merasa lega Keisya telah memaafkannya.
Drtt..drtt... Pesan dari Raka.
✉️Raka: Aku masih menunggumu, sampai kamu datang.
Aku harus bagaimana?Apa aku temui saja Raka, lebih baik aku katakan pada Raka bahwa aku sudah menikah, dengan begitu dia tidak akan menghubungiku lagi.
Setelah membaca pesan dari Raka, Keisya sedikit bimbang dibuatnya. Keisya akhirnya memutuskan untuk menemui Raka. Keisya menaiki taksi menuju tempat dimana Raka sedang menunggu. Setelah 45 menit Keisya sampai di tempat tujuan. Keisya memasukan satu tangannya ke dalam saku dress yang ia kenakan, dan satu tangan memegang tas. Dia celingukan mencari sosok Raka.
Keisya menemukan sosok Raka tengah menunggu di depan kedai makan sederhana, ya itu tempat pertama kali mereka bertemu di kota S. Keisya berjalan menghampiri Raka yang tengah memandanginya dari tadi.
“ Akhirnya kau datang kei” ucap Raka lembut saat Keisya sampai dihadapannya .
“ Maaf aku tidak bisa lama, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Keisya.
“ Mari kita masuk dulu!” Ajak Raka masuk ke dalam kedai makan. Raka kemudian memesan makanan yang biasa mereka pesan di kedai itu.
“ Raka aku..” ucap Keisya yang dihentikan oleh Raka. Raka menutup mulut Keisya dengan jari telunjuknya. Seakan dia tau apa yang ingin di bicarakan oleh Keisya. Raka menatap dalam pada Keisya dengan penuh kasih.
“ Kei apa kau ingat dulu aku pernah melamarmu disini?!Tepat di meja ini, dan kau mengatakan iya. Aku sangat bahagia saat itu, kau tau aku mencintaimu dari kecil sejak kita tumbuh bersama!Aku tidak pernah berfikiran untuk meninggalkanmu, maafkan aku yang sempat meninggalkanmu. Dulu aku tidak punya pilihan lain, aku yang tidak berdaya harus mengikuti kata ibuku. Tapi sekarang berbeda Kei, aku sudah memiliki segalanya, aku tidak peduli pada ibu lagi, yang terpenting bagiku hanya kamu. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, aku akan menyayangimu , melindungi mu dengan segenap hatiku. Jadi maukah kau menjadi istriku ?” Ucap Raka membuka cincin yang sedari tadi digenggamnya, dia berjongkok didepan Keisya duduk.
“ Raka aku ..” belum sampai Keisya menyelesaikan kalimatnya seseorang telah menarik tangan Keisya, menyeretnya hingga berdiri menjauh dari Raka.
Bersambung ...
.
.
.
Terimakasih sudah membaca, tolong tinggalkan like dan komentar yaa :)
Berikan vote juga untuk author, yang ikhlas hihi