
Pertengkaran Keisya berakhir ketika Alex mengetuk pintu, Alex menyampaikan laporan penting pada Dave. Keisya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengusir Dave dari kamarnya.
3 hari berlalu Keisya mendiamkan Dave, ia sama sekali tidak mau bertemu dengan Dave. Selamat 3 hari pula Dave tidak berangkat ke kantor, Dave menyelesaikan pekerjaanya dari Rumah, jika ada laporan yang perlu ditanda tangani Dave, Leo akan datang untuk membawa laporan itu kemudian Leo kembali lagi ke kantor. Dave juga tidak menemui Raisa dan Vara, entah bagaimana hubungan Dave dan Raisa sekarang. Keisya mengurung dirinya di kamar, ia hanya membuka pintu saat pelayan mengantarkan makanan dan saat pelayan membersihkan kamar.
Hari ini adalah hari ke empat Keisya mendiamkan Dave. Dave memutuskan untuk pergi ke kantor karena harus memimpin rapat penting, ia memberi pesan pada pak Mo untuk menjaga Keisya. Hari ini juga jadwal pemeriksaan kehamilan Keisya, Dave meminta Stevi dan Alex serta pengawalnya untuk mengantar Keisya pergi kerumah sakit. Dave akan langsung menyusul ke rumah sakit setelah pekerjaanya selesai.
Keisya sudah bersiap untuk pergi kerumah sakit, ia menggunakan dress casual dengan rambut terurai. Raut wajah Keisya lebih cerah, tidak ada kesedihan di wajah Keisya, entah ia sudah memaafkan Dave atau ia hanya berpura-pura bahagia di depan orang lain, agar tidak ada yang tau bahwa rumah tanggganya bersama Dave sedang kacau.
“Anda sudah siap nyonya?”
“Ya.” Keisya berjalan menuju mobil di ikuti Stevi dan Alex. Keisya melihat ada dua mobil. Yang satu mobil yang akan ia tumpangi dan yang satunya mobil khusus Bodyguard yang telah di tugaskan Dave untuk menjadi pengawal Keisya. Dave mungkin sangat takut Keisya akan melarikan diri.
Mobil yang di kemudian oleh Alex melaju meninggalkan area Villa luxury. Sementara mobil yang satunya mengikuti dari belakang.
“Ada apa?” Tanya Keisya saat merasa ada yang tidak beres, Alex selalu melirik arah belakang dengan kaca spion mobilnya.
“Sepertinya ada yang mengikuti kita, nyonya.”
Keisya dan Stevie pun serentak menoleh ke belakang, benar ada 3 mobil mencurigakan. 1 mobil tampak menyalip mobil yang berisikan Bodyguard di belakang mobil Keisya, mobil itu mengerem mendadak tepat di depan mobil Bodyguard dan memaksa mobil Bodyguard Keisya untuk berhenti. 1 mobil yang lain tampak mengejar mobil yang Keisya tumpangi, mensejajarinya, dan yang satunya menyalip.
Ckiittt. Alex terpaksa mengerem mobil mendadak saat satu mobil berhenti di depannya. Turunlah beberapa pria gagah dari mobil yang sengaja berhenti itu.
“Nyonya anda tidak papa?” Alex khawatir Keisya mungkin terbentur saat dirinya tidak sengaja menginjak rem secara mendadak.
“Aku baik-baik saja.” Keisya mengangguk.
“Nyonya tunggulah di dalam mobil, tolong jangan keluar apapun yang terjadi• Alex turun dari mobil, Alex berhadapan dengan beberapa pria gagah itu, seperti sedang mendiskusikan sesuatu. Tapi sepertinya diskusi tidak berjalan lancar karena akhirnya Alex terlihat berkelahi dengan mereka.
“Nyonya, saya akan membatu Alex. Jangan keluar dari mobil ya nyonya.” Kata Stevi, karena khawatir melihat Alex di keroyok. Meskipun Alex terbilang cukup handal karna tangan kanan Dave, tapi akan beda ceritanya jika dia di keroyok.
“Berhati-hati lah.”
“Baik, Nyonya.”
Stevi tampak bergabung bersama Alex melawan beberapa orang asing yang sengaja menghadap perjalanan Keisya kerumah sakit.
Shut.. shut.. tembakan mengenai bahu kanan Stevi dan Alex. Tidak butuh waktu lama Stevi dan Alex pun jatuh lunglai ke aspal.
Salah satu lelaki yang tadi berhadapan dengan Alex menghampiri Keisya. “Mari ikut dengan kami, nyonya.”
Keisya mengangguk lalu turun dari mobil. “Apa mereka baik-baik saja?” Keisya khawatir melihat Stevi, Alex dan pengawal lain yang juga sama terkapar di jalan.
“Mereka hanya terkena tembakan bius Nyonya, dalam setengah jam mereka akan sadar.”
“Baiklah. Maafkan aku, Alex, Stevi.” Kata Keisya lalu meninggalkan tempat itu. Keisya masuk ke salah satu mobil yang tadi menyerang para pengawalnya. Ketiga mobil itu pun langsung melaju meninggalkan lokasi.
****
Group Wilson***
Dave sedang memimpin rapat bersama para direktur. Seisi ruangan dibuat merinding dengan sikap Dave, dari awal rapat di mulai sampai berjalan setengah jalan Dave memasang tampang menakutkan. Bahkan sesekali Dave memberikan tatapan membunuh pada direktur yang memberikan laporan yang kacau, sikap Dave seperti itu sungguh membuat para direktur menjadi tergagap-gagap saat menyampaikan laporannya.
Leo mendekati kursi Dave dan berbisik pada Dave. Mendengar bisikan dari Leo membuatnya menatap tajam Leo dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dave langsung bangkit dari kursinya, meninggalkan ruangan rapat tanpa sepatah kata pun.
Para direktur pun bisa kembali bernafas lega setelah Dave meninggalkan ruang rapat.
“Tadi itu menakutkan sekali.” Kata direktur Manajeman.
“Aku hampir mati karena gugup saat Presdir menatapku.” Direktur yang lain ikut menimpali.
“Kita harus berterimakasih pada orang yang mampu membuat Presdir Dave meninggalkan ruang rapat.” Direktur pemasaran ikut menimpali. Para direktur pun kembali keruangan mereka masing-masing.
***
Dave minggalkan perusahaan setelah mendapat laporan dari Leo bahwa pengawal yang mengantarkan istrinya di serang bahkan sebelum mereka sampai dirumah sakit.
“Bagaimana bisa terjadi?”
“Mereka sengaja di serang oleh orang yang tidak di kenal Tuan, kita kalah jumlah.”
“Bagimana mungkin?Alex bahkan bisa melumpuhkan 50 orang dengan tangan kosong.” Kata Dave tidak percaya Alex bisa kalah.
“Menuruti informasi orang-orang kita ditembak bius dari kejauhan, sehingga mereka langsung tidak sadarkan diri.”
Kejadian yang sudah di rencanakan sepertinya Tapi siapa?Sayang, semoga kamu baik-baik saja Kei.
Dave menundukkan kepalanya, ia sangat pusing dengan masalah yang datang bertubi-tubi akhir-akhir ini. Group K yang selalu membuat masalah dengan perusahaannya, masalah Raisa dan sekarang Keisya yang tiba-tiba si culik.
“Kirim anggota kita di Inggris untuk mengawal Manda dan kakek selama 24 jam. Tempatkan pengawal di apartemen juga!”
“Baik, Tuan.”
“Kirim juga pengawal bayangan untuk ayah dan ibu mertuaku!”
“Baik, Tuan.”
Setelah Keisya di culik Dave menjadi was-was akan keselamatan keluarganya. Dave tidak mau Manda, Kakek, ataupun mertuanya dalam bahaya. Jika keluarga yang lain aman, maka Dave akan bisa lebih fokus untuk mencari istrinya.
Setelah setengah jam, Dave dan Leo sampai di markas King. Disana Alex, Stevi dan pengawal lainya yang tadi terkena obat bius sudah sadar. Mereka tampak membungkuk saat Dave datang, tidak ada yang berani menatap Dave. Mereka telah gagal melindungi orang yang paling berharga bagi ketua King, jika dibiarkan hidup saja itu sudah satu keajaiban. Tidak mungkin mereka berani menatap Dave.
“Kenapa kalian sungguh tidak becus?!” Teriak Dave menatap mereka dengan sorot mata tajam, rahang Dave mengeras, ia sangat marah.
“Maafkan kami, Tuan.” Ucap mereka serempak, masih dengan menunduk.
.
.
.
Bersambung..
Ada yang mau ditanyakan guys?Maaf telat up hari ini, seharian author sangat sibuk..
Netizen: Dimaafkan thor, yang penting update.