
Keisya memikirkan perkataan Vivi, apa benar Dave menyekap jimmy. Dave memang menyelamatkan Keisya waktu itu, tapi ia tidak menyangka kejadiannya akan berbuntut seperti ini. Setelah mengirim pesan singkat pada Manda, Keisya menuju mobilnya dan keluar hendak mencari Dave. Tapi Keisya tidak tahu kemana harus mencari Dave, dia belum hafal alamat rumah Dave. Akhirnya Keisya mengirim pesan pada Sasya, menanyakan alamat kantor Dave dan jelas saja Sasya tahu alamat Kantor Dave, karena dia pernah beberapa kali ke kantor Dave menemani David. Sesampainya di kantor Dave. Keisya menuju meja resepsionis.
“ Ada yang bisa saya bantu Nona?” Tanya perempuan di meja resepsionis.
“ Maaf, apa saya bisa bertemu dengan Presdir Dave?” Tanya Keisya pada petugas.
“ Apakah sebelumnya Nona sudah ada janji?”
“ Belum, tapi ini sangat penting bisakah membantu saya untuk membuat janji sekarang?” Tanya Keisya penuh harap.
“ Maaf sepertinya tidak bisa Nona.” jawab petugas resepsionis.
“ Baik terimakasih, kalau begitu saya akan menunggu disini sampai beliau pulang kerja.” kemudian Keisya duduk di kursi yang ada di lobi, Keisya merasakan perih akibat tamparan Vivi, ia memang tidak sempat mengobati lukanya dan langsung menuju Kantor Dave.
Alex yang baru saja tiba di perusahaan, untuk melaporkan hal penting pada Dave tidak sengaja melihat Keisya duduk di lobi, ia segera menghampiri Keisya yang masih termenung memegang pipi kanannya sambil menatap ke arah pintu keluar lift.
“ Ternyata benar Nona Keisya.” gumam Alex dalam hati saat sudah hampir dekat pada tempat dimana Keisya duduk
“ Nona Keisya!” panggil Alex membuyarkan lamunan Keisya.
“ Tuan Alex.” Keisya berdiri melihat Alex yang juga sudah berdiri di depanya.
“ Apa yang Nona lakukan disini?” Tanya Alex dengan sopan.
“ Saya ingin bertemu Presdir Dave, tapi resepsionis tidak mengizinkan karena saya belum ada janji dengan Presdir Dave. Apa Tuan Alex bisa membatu saya untuk bertemu Presdir Dave?” tanya Keisya penuh harap.
“ Tentu saja Nona, Mari ikut saya.” jawab Alex berjalan diikuti Keisya ke arah lift khusus Presdir tak lupa Alex menatap tajam petugas resepsionis yang tidak mengizinkan Keisya untuk bertemu Dave
“ Apa Nona tadi punya hubungan dengan Presdir sampai Tuan Alex mengenalnya, matilah aku padahal tadi aku menghentikan nona Itu.” Gumam petugas resepsionis dalam hati.
Alex meminta Keisya untuk menunggu Dave si ruangan Presdir karena saat itu Dave sedang rapat, sementara Alex mencoba menghubungi Leo yang berada di ruang rapat untuk menyampaikan pada Presdir bahwa Keisya sedang menunggu si ruangan Dave.
“ Tuan, Nona Keisya sedang menunggu di ruangan Anda.” bisik Leo pada Dave.
Mendengar Keisya mencari Dave, ia langsung mengakhiri rapat. Dalam perjalanan dari ruang rapat menuju ruangan Presdir, Leo menjelaskan situasi Keisya lengkap dengan luka di tangan dan memar di pipi Keisya.Sesuai apa yang dilaporkan Alex.Dave khawatir apa yang terjadi sampai Keisya terluka dan bahkan dengan berani mencari Dave di perusahaannya .
Krek pintu ruangan Dave terbuka, Keisya langsung berdiri menatap Dave yang berjalan menghampirinya.
“ Ada apa mencariku?Kenapa dengan pipimu?” Tanya Dave yang sudah berdiri di depan Keisya dengan menyentuh lembut pipi Keisya.
“ Aku tidak sengaja terjatuh, Dave apa kamu tahu dimana Jimmy?” Tanya balik Keisya ke Dave.
“ Kenapa kamu mencari ****** itu?Apa kamu merindukannya?” Dave berlalu untuk duduk di kursi putar miliknya, Keisya mengikuti Dave.
“ Tidak tidak, tadi perempuan Jimmy mencariku dia mengatakan kamu menyekap Jimmy dan bahkan mengancam akan menghancurkan Perusahaan Ayah Jimmy. Apakah itu benar?” keisya bertanya pada Dave.
“ Apa perempuan itu yang menampar kamu?” Dave tidak menjawab pertanyaan Keisya malah bertanya ke Keisya.
“ Tidak, Hanya luka kecil tidak masalah.Jadi apa Apa benar yang dikatakan perempuan itu Dave?”
Dave hanya diam tidak menjawab Keisya tapi menatap Keisya dengan tajam.
“ Dave jawab aku.” Keisya bertanya lagi.
“ Benar.” jawab Dave santai.
“ Kenapa katamu?Dia hampir melukaimu dan dia juga membuat keributan di Club milikku, kurasa itu sudah cukup dijadikan alasan. Lagipula itu pantas untuk seorang ****** seperti dia!” tegas Dave dengan nada tinggi, Dave merasa marah Keisya mencarinya hanya untuk menanyakan Jimmy, Dave mengira Keisya masih peduli terhadap Jimmy.
“ Apa kamu bisa melepaskan Jimmy Dave?” Tanya Keisya penuh harap karena Keisya tidak mau bermusuhan dengan Vivi, apabila Dave terus terus menyekap Jimmy pasti ViVi akan selalu menghampiri Keisya dan mencari keributan
“ Tidak bisa!” jawab Dave.
“ Kumohon Dave, lepasankan Jimmy.” Keisya menghampiri Dave yang masih duduk si kursi putarnya dengan mata penuh harap.
“ Tidak mau!” Dave kemudian berdiri menatap Keisya dengan lembut kini mereka saling berhadapan.
“ Tapi Da-.”
Cup Dave mengecup bibir Keisya sontak membuat Keisya kaget.
“ Kamu, apa yang kamu lakuka-” belum sampai Keisya menyelesaikan perkataannya Dave memeluk pinggang Keisya kemudian ******* bibir Keisya dengan lembut, Keisya shock dengan apa yang dilakukan Dave, ia mendorong Dave untuk menghentikan aksinya.
“ Ka-kamu mencuri ciuman pertamaku.” ucap Keisya terbata-bata kemudian lari meninggalkan Dave.
Dave masih berdiri mematung dengan apa yang diucapkan Keisya, lalu menatap Keisya yang sudah berlari keluar dari ruangannya. “Apa ciuman pertama?” Gumam Dave sambil tersenyum melihat Keisya yang kabur.
“ Leo masuk keruanganku!” Dave memanggil Leo dari sambungan telefon ruang kantornya.
Tak butuh waktu lama Leo masuk, Alex juga ikut masuk keuangan Dave. Dave duduk di kursi Presdir miliknya dengan elegan.
“ Tuan memanggil saya?” tanya Leo dengan Sopan.
“ Apa masih ada jadwal untuk hari ini?” Tanya Dave, ia ingin segera pulang karena sangat lelah.
“ Tidak, Tuan.” jawab Leo.
“ Saya akan pulang sekarang, siapkan mobil!” Perintah Dave pada Leo, segera Leo berjalan keluar untuk mengambil mobil.
“ Alex apa yang terjadi pada Keisya?Siapa yang menampar Keisya?”Tanya Dave.
“ Hasil dari penyelidikan yang menampar nona Keisya adalah Nona Vivi, yang tidak lain adalah selingkuhan Jimmy, apakah perlu di balas Tuan?” Alex melaporkan hasil penyelidikannya.
“ Tidak perlu, dan lepaskan saja Jimmy dengan syarat tidak mengganggu Keisya lagi atau saya akan hancurkan dia!” perintah Dave.
“ Tapi jika di lepaskan Nona Keisya.”ujar Alex sepeti tidak ingin melepaskan Jimmy.
“ Lepaskan saja, Keisya tidak mau Jimmy ditahan.Dan jangan lupa suruh Jimmy minta maaf ke Keisya, kirim orang untuk mengikuti Jimmy saat minta maaf jangan sampai dia melukai Keisya lagi!” Tegas Dave.
“ Baik, Tuan.”
Dave meninggalkan perusahaan. Di dalam mobil Dave memikirkan perkataan Keisya yang kesal karena Dave mencuri ciuman pertama keisya.Sejujurnya Dave masih ingin mencium Keisya lebih lama, tapi Keisya keburu kabur. Sepanjang perjalanan Dave hanya senyum senyum sendiri ingat kejadian di kantor tadi. Leo yang memegang kemudi heran dengan tingkah Dave, sesekali Leo melirik kebelakang.
Bersambung..
***
SUDAH DI REVISI 🥰
Mohon maaf atas kesalah sebelumnya yaa ❤️