My Dave

My Dave
Saling memendam..



Dah dig dug jantung Keisya saat melihat foto-foto yang masuk di pesan ponselnya. Tangan Keisya gemetaran, ponsel itu jatuh dan ambyar seketika. Ponsel Keisya pun mati.


Jahat!!Kau sungguh jahat Dave!Aku membencimu!


Keisya tidak mengeluarkan air matanya, saat cairan bening mulai memenuhi pelupuk matanya dengan cepat Keisya mengusap cairan bening itu dengan kedua tangannya. Keisya lalu berkemas, ia berniat meninggalkan rumah Dave.


Keisya membuka pintu kamarnya. Tidak ada Stevi maupun Alex, mungkin karena Keisya dan Dave sudah baikan jadi penjagaan tidak seketat kemarin.


Keisya menuruni anak tangga satu persatu dengan membawa koper miliknya. “Nyonya mau kemana?” Tanya Stevi.


“Aku ingin kerumah orang tuaku.” Jawab Keisya ngasal.


“Baiklah, saya akan mengantar nyonya.” Stevi mengikuti Keisya dari belakang. Semua berjalan lancar sesuai rencana Keisya, ia tidak keberatan membawa Stevi bersamanya. Keisya bisa memikirkan cara melarikan diri dari Stevi setelah keluar dari kediaman Dave.


Tapi ternyata rencana Keisya tidak semulus bayangan. Saat akan keluar dari pintu utama Keisya di hadang oleh Alex.


“Maaf, Nyonya. Anda tidak bisa keluar tanpa izin dari Presdir.” Kata Alex menahan Keisya.


“Aku hanya ingin pergi kerumah orang tuaku, apa tidak bisa?”


“Maaf Nyonya, anda bisa pergi setelah Presdir kembali.” Alex masih dengan sopan menahan Keisya.


“Tidak bisa, aku harus pergi sekarang. Aku sudah sangat merindukan ibu.” Ucap Keisya memaksa.


Seseorang mendekati Alex dan berbisik pada Alex. “Silahkan masuk kembali kedalam dan menunggu Presdir kembali nyonya. Presdir sendiri yang akan mengantar nyonya.”


Mendengar perkataan Alex, Keisya pun merasa kesal.“Sudahlah, aku sudah tidak mood untuk pergi.” Ia kembali kekamarnya.


Setengah jam kemudian Dave kembali ke kediamannya. Stevi dan Alex menceritakan kejadian tadi pada Dave. Dave langsung mencari Keisya di kamar tamu. Tapi dia tidak menemukan Keisya, Dave malah melihat kamar tamu yang berantakan dan ponsel Keisya yang retak di lantai.


Ada yang tidak beres.. gumam Dave.


Dave mencari Keisya ke kamar Manda, pak Mo memberi tahu Dave bahwa keisya berada di kamar Manda. Saat Dave akan masuk ternyata kamar Manda terkunci.


Sepertinya benar-benar ada yang tidak beres.


“Sayang, buka pintunya.” Pinta Dave.


Pintu kamar Manda akhirnya terbuka. Dave langsung masuk mendekat pada Keisya, Dave ingin meraih tangan Keisya tapi dihempaskan begitu saja oleh Keisya.


“Dari mana saja?Kenapa baru pulang?” Tanya Keisya duduk di tepi ranjang.


“Aku ada meeting dengan klien hari ini, jadi sedikit pulang telat.” Dave meraih kursi rias Manda, ia gunakan untuk duduk di hadapan Keisya menghadap Keisya.


“Ada apa?Kenapa kamu marah?” Tanya Dave.


“Tidak papa, Dave. Aku hanya lelah.” Keisya sedang merencanakan sesuatu. Meskipun marah pada Dave, Keisya mengendalikan egonya dan mencoba bersikap biasa pada Dave.


“Dave, kenapa kau tidak mengizinkan aku pergi kerumah ibu?”


Dave meraih tangan Keisya dan menggenggamnya. “Bukannya tidak mengizinkan, jika kau ingin pergi aku bisa mengantarmu. Apa kau ingin pergi sekarang?”


“Tidak, aku sudah tidak ingin pergi.”


“Apa kau marah?”


“Tidak!” Jawab Keisya singkat.


“Baiklah, aku akan mandi lalu kita makan bersama.” Kata Dave meninggalkan Keisya. Tanpa sepengetahuan Keisya, Dave memungut ponsel Keisya yang jatuh retak. Ia langsung meminta Alex untuk memperbaiki ponsel itu.


***


Seusai makan malam bersama Dave meminta Keisya untuk istirahat lebih dulu, karena Dave harus menyelesaikan pekerjaannya. “Bukankah kau tadi lembur?Lalu kerjaan apa lagi yang belum selesai?”


Aku lupa. Keisya tidak tau jika tadi aku bukan lembur tapi menemui Vara.


“Maaf sayang, ini kerjaan dari kantor cabang. Aku harus memeriksa laporan yang masuk.” Jawab Dave menyembunyikan kebenarannya.


Terus saja berbohong Dave!Dengan begitu setidaknya kepercayaanku padamu akan melemah perlahan.


Keisya melangkahkan kakinya menuju lantai atas, dia kembali ke kamarny karena tidak mau Dave curiga bahwa Keisya sedang berencana untuk kabur.


***


“Apa sudah bisa diperbaiki?” Dave sedang bersama Alex diruang kerjanya.


“Sudah, Tuan.” Alex mengangguk menyerahkan ponsel Keisya yang sudah selesai diperbaiki.


“Cepat sekali, kerja bagus!” Dave menerima ponsel Keisya dari Alex, Dave mencoba menghidupkan ponsel Keisya. Sayang sekali untuk masuk ke menu utama harus memasukan kata sandi dulu. Dave pun mencoba berbagai kemungkinan yang bisa digunakan Keisya untuk kata sandi ponselnya. Saat percobaan ke 5 akhirnya Dave berhasil membuka ponsel Keisya.


Dave tersenyum. “Ternyata tanggal pernikahan kita kata sandi ponselmu.” Gumam Dave.


Dave mengecek apa yang ada didalam ponsel Keisya, awalnya Dave melihat isi galeri ponsel Keisya. Disana hanya ada foto-foto Keisya dan Sahabat maupun keluarganya, tidak ada yang aneh dengan isi galeri Keisya.


Dave pun beralih pada pesan, Dave membuka menu wechat milik Keisya. Banyak sekali pesan masuk dari sahabat Keisya dan juga dari Manda. Dave di buat terbelalak saat membaca pesan dari nomer yang tidak di kenal. Nomor itu mengirim pesan negativ pada Keisya, nomer itu juga mengirim foto-foto Dave saat bersama Raisa dan Vara tadi. Dave dibuat murka oleh pesan itu, tanpa sadar ia pun menggebrak meja kerjanya sendiri.


“Brakk... Kurang ajar!” Dave di penuhi dengan emosi. Dia akhirnya tau apa yang membuat Keisya bersikap aneh tadi. “Ada yang sedang main-main denganku rupanya?”


Alex yang dari luar mendengar gebrakan meja langsung masuk untuk menghampiri Dave. “Anda baik-baik saja, Tuan?”


“Lacak, siapa pengirim pesan itu!!” Dave menyerahkan ponsel Keisya pada Alex.


Alex segera memeriksa isi ponsel Keisya, mencari tau apa yang membuat bosnya murka. “Baik, Tuan.” Saat Alex sudah mendapatkan jawaban dari pesan yang ia baca.


Alex dengan cepat menghubungi bawahannya untuk melacak nomor yang telah lancang mengirim pesan negativ pada Keisya.


Apa yang kau rencanakan Keisya?Kenapa kau tidak bertanya padaku?kenapa kau memilih diam, seperti tidak ada hal yang terjadi? Dave bertanya-tanya di dalam pikirannya. Dia masih berusaha menstabilkan emosinya sebelum kembali ke kamarnya bertemu Keisya.


Panta saja kau langsung ingin pergi kerumah ibu, kau sepetinya ingin kabur dariku.


“Alex, perketat penjagaan rumah ini!Jangan biarkan Keisya memakai alat komunikasi tanpa sepengetahuanku!Singkirkan laptop Keisya untuk sementara waktu. Jika dia ingin memakai alat komunikasi ataupun laptop dan sejenisnya harus dengan izinku!”


“Baik, Tuan.”


“Maaf, Tuan. Apakah anda berniat untuk mengurung nyonya muda?” Stevi memberanikan diri untuk bertanya. Setelah Dave memerintahkan Alex untuk melacak sang pengirim pesan misterius, Dave langsung memanggil Stevi untuk menemuinya.


“Untuk sementara waktu lebih baik Keisya tidak berhubungan dengan orang luar!Kau tau apa maksudku kan, Stevi?!” Tegas Dave.


“Saya mengerti, Tuan!”


.


.


.


Bersambung...


Netizen 1: Thor, emang bener Dave mau ng urung Keisya?


Author: Maybe yes, maybe No 😂


Netizen 2: Jahat banged sih thor si Dave, bukanya tobat malah berulah.


Author: Jahat rapikan ganteng 🙃


Netizen 1: Iya sih, tajir melintir pula.


Jangan lupa mampir kekaryaanku ini yaa..


“Menikahi lelaki pilihan kakek”