My Dave

My Dave
Bertemu kembali



“ Keisya kamu mempermainkan aku?” Tanya Dave menatap tajam Keisya.


Bisa bisanya dia menuduhku padahal jelas jelas dia yang lebih dulu mempermainkanku.


“ Bukanya kamu yang mempermainkan aku Dave?” Keisya menghela nafasnya.


“ Aku tidak pernah mempermainkanmu.” jawab Dave.


Oke mari mencari tahu apa maunya laki laki ini.


“ Lalu, apa kau mencintaiku?” Tanya Keisya.


Lihat!! Apa yang akan kau jawab Tuan Dave yang menyebalkan.


“ Menikah tidak perlu cinta!” jawab Dave.


What the f*ck


“ Apa?” Keisya melotot tajam kearah Dave.


Tok tok ... suara ketukan pintu


“ Kamu tidak dengar, buka sana!” perintah Dave mengalihkan pembicaraan karena Dave tau Keisya sudah mulai kesal.



Dua buket bunga besar dan sangat cantik dikirim untuk Keisya. Terselip surat di buket itu.


Bunga ini lebih indah bila diletakan di kamarmu ..


Dave Wilson


Begitulah isi supucuk surat dari Dave, Keisya bingung menatap Bunga itu, kemudian ia berbalik menghampiri Dave. Sementara bunga itu di letakan di dekat ruang tamu.


“ Apa ini Dave?” Tanya Keisya.


“ Bunga.” jawab Dave.


Iya aku tau itu bunga. Tapi maksudnya untuk apa memberiku bunga .hih


“ Kenapa memberiku bunga?” tanya Keisya.


“ Memberi Bunga pada calon istri sendiri tidak butuh alasan khusus.” jawab Dave.


“ Sejak kapan aku jadi calon istrimu?” Keisya nampak mulai kesal lagi.


“ Sejak hari ini!!” jawab Dave sembari memainkan game di ponselnya.


Gila dia memutuskan sepihak, jelas jelas aku menolak.


“ Tapi aku tidak pernah menerima ajakanmu untuk menikah.” Ucap Keisya dengan tajam.


“ Tidak perlu menerima karena sudah di putuskan, kamu akan menikah denganku!” ucap Dave dengan penuh penekanan.


“ Dave!!” teriak Keisya.


“Apa?Jangan berteriak, telingaku masih normal.” ucap Dave berdiri hendak keluar dari rumah Keisya.


“ Aku tidak mau menikah denganmu!” ucap Keisya sangat kesal.


“ Menurutlah Keisya, jangan membuat masalah.” ucap Dave.


“Cup” Dave memegang kedua bahu Keisya kemudian mengecup kening Keisya, lalu berjalan keluar meninggalkan Keisya yang masih mematung. Saat hampir di depan pintu Dave menoleh.


“ Buang buket bunga yang ada di kamarmu, aku tidak suka kamu menerima buket dari laki-laki lain!” tegas Dave yang kemudian berjalan pergi.


Keisya tersadar setelah mematung beberapa saat.


Dave mencium keningku. Beraninya dia terus terusan menciumku, sementara kemarin bermesraan dengan perempuan itu. Siapa juga yang mau menikah dengannya, Presdir angkuh seenaknya sendiri.


Keisya berjalan mengambil buket bunga dari Dave kemudian senyum senyum sendiri. (Cieleh mba mbak katanya ga mau menikah dikasih buket bunga aja leleh author mulai gemas haha)


Bunga dari Raka akhirnya di buang. Karena memang sudah layu.


***cafe Zyi***


Hari dimana Keisya dan Raka janjian untuk bertemu. Keisya lebih dulu sampai di cafe, ia menikmati segelas coffe yang dipesannya tadi. Keisya tersenyum melihat dari kejauhan Raka datang.



“ Hai, bagaimana kabarmu?” Sapa Raka yang sudah duduk di depan Keisya.


“ Baik, kamu sendiri bagaimana?” Keisya menjawab dan bertanya.


“ Aku jelas tidak baik-baik saja, aku sangat Merindukanmu kei.” ucap Raka menatap lembut Keisya.


Bagaimana ini, bagaimana ini?kenapa jantungku biasa saja, aku bahkan tidak gugup sama selali, berbeda saat aku bersama Dave jantungku hampir meledak saat bersama Dave.


“ Apa kamu akan menetap?” Tanya Keisya mengalihkan pembicaraan.


“ Iya, sepertinya kali ini aku akan menetap. Apa kamu tidak suka aku akhirnya menetap?” tanya Raka dengan sedih.


Mereka mengobrol cukup lama, bahkan Raka menatap Keisya dengan lembut, sosok Keisya yang di depanya ini berbeda dengan Keisya yang dulu, ia nampak lebih dewasa dan anggun. Raka memperhatikan Keisya yang berada tepat didepanya.



“ Kenapa menatapku?Apa ada sesuatu di wajahku?”


“ Kamu sangat cantik Kei.” Ucap Raka.


“ Bukankan aku cantik dari dulu?” goda Keisya pada Raka.


“ Iya, tapi sekarang lebih cantik.” jawab Raka.


“ Ah, kamu tidak berubah sama sekali.” Keisya tersipu malu, “ Aku harus segera pulang.” ucap Keisya melihat jam di ponselnya.


“ Aku akan mengantarmu, Ayo!” Raka berdiri dan hendak menggandeng Keisya tapi Keisya menolak.


Raka melajukan mobilnya menuju apartemen Keisya, dalam perjalan sesekali Raka melirik kearah Keisya dan tersenyum senang.


***Apartemen keisya***


“ Kakak dari mana?” Tanya Manda yang sedang menikmati camilan di depan televisi.


“ Bertemu teman.” jawab Keisya.


“ Teman yang seperti apa, kakak cantik sekali. Apa pacar baru kakak?” Manda terlihat menyelidik karena hari ini kakaknya memang sangat cantik.


“ Kakak bertemu Raka.” Keisya tidak berbohong pada Manda.


Aku hanya bertemu saja, tidak ada hal yang istimewa jadi tidak masalah Manda tau.


“ Bertemu sebentar, hanya sekedar ngopi.” tambah Keisya agar Manda tidak salah paham.


“ Apa Kakak masih mencintai kak Raka?”


Tidak mungkin aku mencintai Raka, aku cukup tau posisiku. Gumam Keisya


“ Tidak, jangan berfikir yang aneh-aneh.” jawab Keisya, Keisya tau Manda akan khawatir.


Setelah itu Keisya berjalan menuju kamarnya, bunga dari Dave kemarin masih segar di meja Keisya.


Katanya mengajak menikah, tapi dia sama sekali tidak menghubungiku. Menyebalkan


Drtt drtt ... pesan masuk dari Sasya.


📲 Sasya:Kak, Kak David meminta nomor handphone mu. Apa aku boleh memberinya, Kak David ingin menanyakan hal penting dengan kakak.


📲 Keisya:Beri saja tidak papa.


📲 Sasya:Sepertinya Kak David ingin menanyakan tentang kak Sisi, Kak David penasaran dengan kak sisi.


📲 Keisya:Apa kita perlu menjodohkan mereka ?🙊


📲 Sasya:Ide bagus kak.


Akhirnya Keisya terlelap masih memegang ponsel, Manda yang masuk ke kamar Keisya menyelimuti Keisya dan menaruh ponsel Keisya di meja. Ia menoleh ke arah buket bunga, menghampirinya mencari tau siapa yang memberi buket sebesar ini


“ Kak Dave?” ucap Manda dengan mulut menganga yang kemudian ditutup tangan, “ Sejak kapan mereka sedekat ini?” Manda masih terkejut melihat bunga dan lembar tulisan pengirimnya. Manda segera keluar dari kamar Keisya, karena takut akan membangunkan Keisya apabila ia masih dikamar Keisya. Manda menuju kamarnya dan bersiap untuk tidur.


Keesokan paginya Keisya dan Manda sarapan bersama, Keisya sudah rapi akan segera berangkat kerja sementara Manda juga sudah tapi untuk kuliah.


“ Kak, apa aku boleh meminjam mobil?” Tanyanya pada Keisya.


“ Pakai lah, Kakak akan berangkat dengan bus.” Ucap Keisya yang dengan meminum segelas susu.


“ Terimakasih kak, Lalu nanti sore aku akan menjemput kakak.” ucap Manda.


“Hm, sekalian bawa baju ganti kita langsung pulang ke rumah ayah ibu saja. Bawakan baju gantiku juga!”


“ Apa kakak tidak perlu ke apartemen dulu?”


“ Tidak perlu, lebih baik pulang kerja langsung ke rumah Ibu, agar sampai sana tidak kemalaman.” ucap Keisya datar.


“ Siap kak.”ucap Manda dengan penuh semangat.


Manda sangat bersemangat hari ini. Tapi sayang Sasya tidak jadi ikut karena mami dan papinya baru pulang dari luar kota.


***Kantor Dave***


Seperti biasa Dave menyelesaikan pekerjaan di ruangannya dengan serius. Leo masuk ke ruangan Dave membawa amplop coklat.


“ Ada apa Leo?” tanya Dave.


“ Tuan ini laporan dari orang yang mengikuti Nona Keisya selama beberapa hari ini.” jawab Leo meletakan amplop coklat di meja Dave.


Mata Dave terbelalak melihat isi amplop itu, membuat Dave marah.


***next Chapter


“ Lepaskan tanganku Dave!” Keisya berteriak pada Dave.