My Dave

My Dave
Apa kamu merindukan suamimu?



***


“Kamu yakin Juan dan James tinggal disini?”


“Iya, Tuan. Saya sudah memeriksa sebelumnya.” Jawab Leo. Leo turun dari mobil yang ia kemudikan lalu menemui pertugas keamanan di kediaman James, tak lama kemudian Leo kembali masuk kedalam mobil dan gerbang pun terbuka. Dave melihat Juan tengah terburu-buru akan masuk kedalam mobil, saat Dave baru saja turun dari mobil.


“Juan!” Teriak Dave.


Juan yang tadinya akan masuk mobil pun menoleh, dilihatnya kakak iparnya tengah berjalan menghampirinya.


“Kakak ipar mengapa kesini?”


“Bisakah kita bicara di dalam?”


“Tidak bisa kak, aku sedang terburu-buru.”


“Mau kemana?Mau menemui istriku?”


“Kakak ipar tau?”


“Tentu saja. Nanti saja bertemu Keisya, ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu.”


“Baiklah, Kak.” Juan pun mengurungkan niatnya, ia mengajak Dave untuk masuk kedalam rumah. Tiba-tiba ponsel Juan berdering. “Sebentar, Kak. Aku harus mengangkat telefon.”


📞 Hallo?Apa?Kenapa bisa terjadi?Baiklah, aku akan segera kesana!


Juan mematikan telefonnya, raut mukanya berubah menjadi panik.


“Apa ada masalah?” Tanya Dave.


“Maaf, Kak. Kak Keisya di culik.”


“Apa maksudmu?!” Suara Dave sedikit meninggi.


“Aku jelaskan di jalan kak, sebaiknya kita pergi sekarang.”


Juan dam Dave pergi ke lokasi dimana orang suruhan Juan dihadang, dan Keisya di culik. Saat di perjalanan Juan menceritakan pada Dave apa yang dikatakan bawahanya saat menelefon. Dave diam dan mendengarkan dengan seksama, terlihat sekali Juan sangat khawatir dan takut Dave akan memarahinya.


Saat sampai di lokasi Dave menyuruh Leo untuk memeriksa black Box mobil bawahan Juan, untuk memeriksa kejadian tapi sayang sang penculik Keisya sangat mahir. Sebelum meninggalkan lokasi mereka lebih dulu mengambil black box di mobil bawahan Juan.


“Bagaimana ini, kak?” Juan semakin khawatir saat tahu semua black box yang di 3 mobil bawahannya di ambil semua.


“Tenanglah. Biarkan aku membawa salah satu anak buahmu untuk di interogasi.” Dave ingin mengetahui kejadiannya lebih detail. Juan pun mengangguk, lebih baik Dave juga ikut menginterogasi bawahanya.


“Suruh James pulang mengunjungi ayah dan ibu, pastikan ayah dan ibu aman!” Kata Dave lagi pada Juan.


“Oke, kak.”


Setelah itu Dave bersama Leo dan salah satu bawahan Juan menuju markas King. Sementara Juan kembali ke kediamannya.


***


Matahari pagi menyusup ke dalam sebuah kamar mewah, sinarnya masuk melalui celah jendela yang tidak tertutup tirai, menyinari bagian sudut kamar itu. Keisya mengerjapkan kedua matanya pelan saat merasakan pantulan cahaya matahari menerangi wajahnya. Keisya melihat setiap sudut di ruangan itu, dan mendudukkan dirinya seraya bersandar di sandaran ranjang.


‘Ternyata bukan mimpi, aku benar-benar di culik.’ Gumam Keisya.


Sekarang Keisya tengah berada di sebuah Villa yang letaknya dekat dengan pantai. Hanya ada satu Villa di daerah itu, Villa itupun di apit oleh pagar yang sangat tinggi. Semalam Keisya sempat berdebat dengan orang yang membawanya, ia menangis, berteriak bahkan memukul siapa saja yang mendekatinya, hingga akhirnya ia harus disuntik bius kembali agar bisa tenang.


“Selamat pagi.” Sapa seorang laki-laki berjalan masuk ke kamar yang sedang Keisya tempati.


“Aku lapar.” Kata Keisya polos.


“Kau tidak mengamuk lagi?”


“Nanti, sekarang aku lapar.”


“Baiklah, baiklah.” Laki-laki itu pun memanggil pelayan untuk membawakan Keisya makanan.


Keisya turun dari ranjang. “Kau mau kemana?” Tanya laki-laki itu seraya menarik tangan Keisya.


“Mandi, siapkan saja sarapanku!” Seru Keisya memerintah. Ia menghempaskan tangan lelaki itu.


“Hei.. Kau lupa siapa yang berkuasa disini?”


“Aku tidak peduli siapa yang berkuasa.”


Keisya tidak menghiraukan lelaki itu, ia terus melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Seraya menenteng baju gantinya yang tadi tergeletak di nakas sebelah tempat tidur.


Setengah jam kemudian Keisya selesai membersihkan dirinya, ia tidak mendapati siapa pun diruang kamar itu. Keisya pun langsung menyantap sarapan yang sudah disiapkan pelayan di meja dekat sofa. Setelah sarapan, Keisya berjalan keluar dari kamar.


“Dimana Tuan kalian?” Tanya Keisya pada salah satu pelayan.


“Tuan, ada di ruang kerjannya nona.”


“Beritahu aku ingin bertemu!”


“Baik, Nona.”


Keisya kembali melangkahkan kakinya menuju kamar. Ia duduk di sofa sembari membaca majalah yang sudah di siapkan.


Krekk.. pintu ruang terbuka. Laki-laki yang tadi di cari Keisya masuk dengan membawa potongan buah segar.


“Kau mencariku?” Katanya seraya meletakan piring berisi potongan buah segar di meja sofa.


“Farhan?Tuan Farhan Atmawinanda, untuk apa anda menculikku?” Tanya Keisya tanpa basa-basi.


“Karena kau cantik.”


“Jangan bercanda!”


“Dari mana kau tau namaku?”


“Hanya menebak.” Padahal Keisya tau nama Farhan karena pernah tidak sengaja menemukan foto Dave dan Farhan diruang baca Dave. Ada nama Dave dan Farhan di balik foto itu.


Ternyata lelaki itu bernama Farhan. Ia adalah mantan sahabat yang sekaligus musuh bebuyutan Dave. “Apa kau merindukan suamimu?” Tanya Farhan mengalihkan pembicaraan.


“Jika aku berkata iya, apa kau akan melepaskanku?”


“Tidak!!” Tegas Farhan, sorot matanya menatap tajam Keisya.


“Maka tidak udah bertanya lagi.” Entah apa yang ada difikirkan Keisya. Ia sama sekali tidak takut dengan orang menculiknya.


Keisya mengambil satu potong buah dan memasukannya kedalam mulutnya, mengunyah buah itu dengan pelan dan menelannya.


“Kau tidak takut aku meracuni mu?” Farhan sangat heran dengan tingkah Keisya yang tidak waspada sama sekali.


“Tidak!!Kalau pun aku mati karena kau meracuniku tidak masalah, aku akan menjadi hantu dan menggentayangi dirimu. Hidupmu tidak akan tenang.” Jawab Keisya masih sibuk mengunyah buah, satu per satu potongan buah masuk ke dalam perut Keisya.


“Hahaha, kau sangat lucu.”


“Tidak hanya lucu, aku juga sangat cantik!” Tegas Keisya penuh percaya diri.


“Uhuuk..” Farhan yang kala itu sedang menengguk air mineral pun di buat tersedak dengan kata-kata yang keluar dari mulut Keisya. Bagaimana bisa seorang tahanan bisa sesantai itu bicara pada penculiknya.


“Pelan-pelan minumnya.”


“Bagaiamana bisa kau menyebut dirimu sendiri cantik?”


“Memang kenyataanya begitu, apa aku harus bilang diriku jelek jika kenyataanya aku secantik ini.”


“Hm, terserah kau saja.” Farhan memilih untuk meninggalkan ruangan Keisya.


Awalnya niat Farhan menculik Keisya adalah untuk menyiksa Keisya, Farhan ingin Dave merasakan sakit hati melihat wanita yang dicintainya tersakiti. Tapi setelah melihat Keisya secara langsung ia berubah fikiran, ia ingin mengenal Keisya lebih dekat lagi mencari tahu banyak hal yang bisa melemahkan kekuasaan Dave dari Keisya. Bahkan Farhan berniat untuk meluluhkan hati Keisya, ia berencana merebut Keisya dari Dave.


Dave dan Farhan dulunya adalah sahabat masa kecil, karena suatu hal persahabatan mereka pecah. Dan kini mereka menjadi dua sosok orang yang saling berlawanan, Farhan selalu mencari celah untuk menjatuhkan Dave.


.


.


.


Bersambung...


Visual Farhan Atmawinanda




Author: Gimana guys cocok nggak jadi sahabat lama Dave ?


Netizen: aduh duh kalau visualnya kaya gini bisa beralih kubu nih...