My Dave

My Dave
Kencan dan bersepeda



“ Hmm, mana bisa begitu Dave. Sudahlah aku tidak papa. Kita lanjutkan perjalanan saja.”


Dave kemudian melanjutkan perjalanan menuju taman bermain. Sesampainya di taman bermain, Dave dan Keisya masuk bersama dengan bergandengan tangan. Suasana taman bermain sangat ramai, untung saja Dave memakai pakaian casual.



Keisya sangat senang bisa mengunjungi taman bermain berama Dave. Ini sudah seperti kencan layaknya pasangan kekasih. Saat sudah lelah berkeliling dan mencoba berbagai wahana di taman bermain Keisya mengajak Dave untuk pulang. Saat baru saja keluar dari gerbang masuk taman bermain, Keisya melihat toko baju couple. Sontak dia langsung meminta Dave untuk menghentikan mobilnya. Dave menepikan mobil di depan toko itu, Keisya langsung berlari masuk dan mencari baju couple yang dirasa cocok untuk dia dan Dave. Keisya mengambil baju senada dengan warna merah muda. Setelah membayar Keisya menyerahkan baju itu agar dipakai Dave.


“ Keisya, kau serius aku harus memakai baju ini?” Tanya Dave memegang baju yang diberikan Keisya.


“ Memang kenapa dengan bajunya?”


“ Kei..bukankah warnanya terlalu girly?”


“ Hahaha, tidak papa Dave. Ini cocok untukmu. Ayo cepat ganti bajumu!” Keisya memerintah Dave untuk segera ganti di ruang pas. Tak lama kemudian Dave keluar sudah berganti pakaian, dia sedikit malu. “ Sudah, jangan malu. Kau masih terlihat tampan kok.” Ucap Keisya menggandeng lengan Dave keluar dari toko itu.


“ Sekarang mau kemana lagi?” Tanya Dave yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan area pertokoan sekitar taman bermain.


“ Aku ingin bersepeda.” Jawab Keisya, “ Bagaiamana kalau menyewa sepeda di persewaan dekat Villa?Lalu berkeliling di sekitar taman?”


“ Baiklah, tapi kau yakin tidak lelah?Aku tidak mau kau kelelahan dan berpengaruh pada kandunganmu.”


“ Aku tidak lelah, sama sekali tidak. Kamu tenang saja Dave. Aku ingin bersepeda sebentar saja yaa.”


Dave mengusap lembut rambut Keisya dengan satu tangannya, sedangkan tangan yang lain memegang kemudi. “ Baiklah.”


Dave melajukan mobil menuju tempat persewaan sepeda, Dave menyewa sepeda pasangan. Mereka berdua bersepeda di taman. Suasana sore hari sangat teduh, cocok untuk bersepeda karena tidak terlalu panas. “ Dave, es krim.” Ucap Keisya melihat penjual es krim keliling.


“ Kau mau?”


“ Iya, aku mau.”


Dave dan Keisya menghentikan sepedanya, lalu Dave menuju penjual ea krim untuk membeli es krim yang sungkan Keisya. Es krim rasa vanila mix stroberi adalah kesukaan Keisya. Bukannya langsung memberikan es krim pada Keisya, Dave malah menggoda Keisya dengan menarik ulur es krim yang akan di berikan pada Keisya. “ Dave, mana punyaku?” Rengek Keisya saat Dave menarik ulur es krimnya. Melihat Keisya hampir kesal Dave langsung memberikan es krim Keisya dan disambut Keisya dengan senyum sumringah.



Keisya sangat menikmati es krimnya, apalagi es krim yang di belikan oleh orang yang dia cintai.



Sc: Pinterest (Aku kasih foto untuk memudahkan kalian berimajinasi)


Keisya dan Dave menikmati es krim di pinggir danau taman kota. Mereka menunggu tenggelamnya sunset di pinggir danau itu. Keisya menggandeng manja lengan Dave seraya menikmati pemandangan indah danau.



Keisya Pov


Aku sangat bahagia hari ini. Dia sengaja tidak pergi ke perusahaan hari ini hanya untuk menemaniku. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bersama dengannya seharian penuh. Aku dan dia mengunjungi taman bermain, disana kita mencoba berbagai wahana permainan. Tidak pernah aku membayangkan, aku akan menikah dengannya. Kata orang dia adalah pria yang dingin dan cuek, pria dengan kekayaan dan kekuasaan adalah pria yang tidak mudah untuk ditangani. Tapi untukku, aku merasakan berbeda, dimataku dia adalah pria dengan senyuman manis dan pelukan hangat. Perhatiannya selalu menenangkan ku dari kebimbangan dan kegelisahan. Dia selalu mampu meluluhkan hatiku, aku tidak pernah bisa marah dengannya. Aku selalu merasa aman saat bersamanya, tidak ada kekhawatiran sedikitpun saat aku berada di dekatnya. Aku sangat bahagia bisa menikah dengannya, meskipun aku pernah juga terluka karena kehilangan calon buah hati kami. Tapi itu semua sudah berlalu, dan sekarang aku sudah mengandung lagi. Kehamilanku menambah kebahagiaan diantara aku dan dia. Dia juga sangat senang ketika tau akan menjadi seorang ayah.


Manda mengirim pesan pada Keisya.


📲 Manda: Kakak dimana?


📲 Keisya: Kencan bersama kakak iparmu, mungkin kakak pulang malam. Kau tidak perlu menungggu kakak untuk makan malam. Kau bisa makan dulu bersama kakek John.


📲 Manda: Baiklah.


Dave Pov


Melihatnya makan es krim seperti anak kecil menyejukkan hatiku. Bohong, jika aku mengatakan tidak bahagia saat ini. Kehadirannya membawa warna di hidupku, berawal dari pertemuan tidak sengaja malam itu. Aku tidak menyangka, dia yang sedikit lemah dan penakut itu akan membawaku ke rumahnya saat aku terluka. Keputusannya menyelamatkanku adalah hal yang paling aku syukuri, jika saja dia meninggalkanku di gang saat itu mungkin tidak akan ada hari ini, tidak akan ada kebahagiaan saat ini. Kebahagiaan nya adalah prioritas bagiku, air matanya adalah derita bagiku. Aku tidak ingin melihatnya menangis lagi, melihatnya terluka lagi. Semua yang aku lakukan adalah untuk dia, untuk membuat dia bahagia. Aku akan menjadi pria yang lebih baik lagi untuknya, dan ayah yang baik untuk calon anakku.


Keisya Louis, tetaplah bersamaku mendampingi ku sampai kematian memisahkan kita.


Setelah matahari terbenam, aku mengajaknya untuk pulang. “ Ayo kita pulang!” Ajakku padanya.


Dia menggelengkan kepalanya, “ Aku tidak ingin pulang.” Jawabnya padaku.


Aku pun bertanya lagi padanya, “ Lalu?Kau ingin apa?”


Dengan manja dia mengajakku berjalan meninggalkan area danau. “ Aku ingin pergi ke apartemenku.”


“ Baiklah.” Aku mengembalikan sepeda di tempat persewaan lalu melajukan mobilku menuju apartemennya. Entah mengapa dia ingin pergi ke apartemennya. Sekitar satu setengah jam sampai di apartemennya. Dia berlarian kecil menuju lantai apartemennya.


“ Hati-hati, Kei.” Ucapku mengingatkan. Mana bisa dia berlarian seperti anak kecil saat sedang mengandung. Membuatku khawatir.


Sampai di apartemennya dia langsung merebahkan dirinya di sofa. Sudah lam kami tidak mengunjungi rumah ini. Suasana di apartemen ini masih sama tenang dan rapi juga bersih, meskipun sudah tidak di tempati apartemen ini selalu di bersihkan oleh bibi yang berkerja di kediamanku. Sesekali Manda masih sering menginap disini.


“ Dave, aku lapar.” Ucapnya padaku.


“ Aku akan memesan makanan.” Aku langsung mengeluarkan ponselku untuk menghubungi Alex, agar dia mengirim makan malam.


Beberapa saat kemudian Alex datang membawa makan malam dan juga baju ganti. “ Ini baju gantimu.” Ucapku pada istriku yang baru saja selesai membersihkan diri.


“ Terimakasih, siapa yang mengirim ini?” Tanyanya padaku.


“ Alex yang mengirimnya dan juga makanan ini. Kau bisa makan dulu, aku mau mandi.”


Aku meninggalkannya untuk membersihkan diriku. Hanya butuh waktu 10 menit untukku membersihkan diri. Kulihat dia sedang menungguku di dapur dengan makanan yang belum tersentuh. “ Kau belum makan?”


“ Aku mau makan bersamamu, Dave.” Jawabnya.


Setelahnya makan, aku menemaninya menonton film.


Bersambung...