My Dave

My Dave
Asal Kak Keisya Bahagia



Leo sudah siap untuk mengantar Dave dan Keisya. Sedari tadi Leo memang sudah menunggu di depan apartemen Dave.


Sepertinya Tuan dan Nona Keisya sudah berbaikan, lihat saja senyum lebar Tuan Dave.


“ Pagi Tuan, pagi Nona Keisya!” sapanya pada Dave dan Keisya yang sudah masuk mobil di kursi bagian penumpang.


“Hemm.” jawab Dave cuek seperti biasanya


“ Pagi juga Tuan Leo.”


“ Panggil saya Leo saja Nona!”


“Baiklah, Leo.” ucap Keisya memamerkan senyum manisnya.


“ Kenapa kamu senyum-senyum sama Leo, kamu suka sama Leo?” Tanya Dave tidak suka Keisya terlalu akrab dengan Leo.


Astaga Tuan, Nona Keisya kan hanya senyum saja pada saya.


“ Kenapa memangnya?kamu cemburu?”


Coba coba ngaku aja Dave.


“ Siapa yang cemburu, aku cuman ngga suka kamu senyum sama setiap orang.”


Ya ampun Tuan, itu namanya cemburu. Gumam Leo .


“ Hemm.” jawab Keisya singkat.


“ Pokoknya lain kali jangan senyum sembarangan!”


“Hemm.” jawab Keisya lagi.


“Kamu dengar aku ngomong Keisya?” Dave sedikit meninggikan suaranya.


“ Iya ia, Aku dengar.”


Menyebalkan sekali .


“ Bagus.”


“ Dave boleh aku tanya sesuatu?”


“ Katakan!”


“ Apa kau sudah membebaskan Jimmy?”


“ Hemm.” jawab Dave.


“ Sudah apa belum?” Tanya Keisya yang tidak bisa mengartikan jawaban Dave.


“ Hemm.”


“ Dave jawab sudah apa belum?hemm itu sudah apa belum?” Akhirnya Keisya mulai jengkel dengan jawaban Dave yang hanya Hamm Hemm.


“ Panggil aku sayang!Baru aku jawab.”


“ Tidak mau!” ucap Keisya cemberut.


“ Ya sudah biarkan saja Jimmy membusuk di ruang bawah tanah!”


Keisya menatap tajam kearah Dave, mendengar jawaban dari Dave.


Baiklah kali ini aku akan mengalah.


“ Sayang..” ucap Keisya lembut.


“ Apaa?tidak dengar, ulangi!”


“ SAYANG!!” Teriak Keisya pada Dave, “ Gimana sudah dengar kan?”


“ Keisya kamu jangan teriak teriak suara kamu cempreng.” balas Dave menutup telinganya.


Kelakuan Tuan memang berbeda semenjak ada Nona Keisya.


Leo menyunggingkan bibirnya tersenyum mendengar perdebatan mereka. Baru kali ini Leo melihat Dave berdebat gemass dengan seorang perempuan.


Aku akan mencoba merayumu Dave haha


“ Dave lihat aku!” seru Keisya.


“ Apa?” Dave memiringkan tubuhnya menghadap Keisya.


Cup Keisya mengecup manja bibir Dave “ Sayang apa kamu bisa membebaskan Jimm-?” belum sempat Keisya menyelesaikan apa yang hendak dikatakannya, Dave menarik pinggang Keisya dan mencium bibir Keisya. Dave tidak hanya mengecup tapi ******* lembut bibir Keisya, mereka berciuman manja tanpa mempedulikan Leo yang masih fokus memegang kemudi.


“ Aku sudah melepaskan Jimmy beberapa waktu yang lalu.” ucap Dave setelah ciuman mereka selesai, “ Kamu tidak perlu memperdulikan dia lagi!”


“ Syukurlah kamu sudah melepaskan Jimmy.”


“ Kenapa? kamu masih peduli dengannya?”


“Tidak, tidak. Aku hanya tidak mau ribut dengan Vivi, jika kamu tidak melepaskan Jimmy, dia pasti akan terus-terusan menggangguku.”


“ Tidak akan ada yang berani mengganggumu, selama ada aku.” ucap Dave mengusap lembut rambut Keisya.


Setelah perjalanan 1jam, Keisya sampai ditempat kerjanya. Sementara Dave langsung menuju Grub Wilson.


***


Manda dan Sasya tempat berkutat di dapur sedang memasak untuk makan malam mereka.


Klik suara pintu terbuka. Karena sangat yakin yang datang adalah Keisya, Manda tidak memperdulikannya dan memilih melanjutkan memasak.


“ Kalian sedang apa?” yang seorang lelaki yang baru saja datang.


“ Kak Dave?!!” teriak Manda dan Sasya setempat setelah melihat yang memanggil ternyata Dave.


“ Iya, aku.” ucap Dave santai kemudian duduk di kursi pantry.


“ Kakak ngapain kemari?” tanya Sasya, “Terus kakak tau dari mana sandi rumah Kak Keisya?”


“ Tau dari mana tidak penting, kamu sendiri ngapain disini?pulang sana!”


“ Yang harusnya pulang tu Kak Dave, aku kan menginap disini.” jawab Sasya ketus “ Kehadiran Kaka tidak diterima disini.”


“ Siapa yang bilang kehadiranku tidak diterima?” ucap Dave sinis.


“ Aku yang bilang!”


Manda hanya menggelengkan kepala melihat Dave dan Sasya bertengkar.


“ Apa Keisya belum pulang?”


“ Belum kak Keisya lembur hari ini, mungkin sebentar lagi.” jawab Manda.


“ Harusnya Kak Dave kalo kesini sekalian bawa kak Keisya dari kantor.” timpa Sasya.


“ Aku sudah menghubunginya, tapi dia tidak membalas.”


Klik suara pintu, Keisya datang dengan menenteng tas kresek.


“ Aku pulang!” teriak Keisya yang sudah tau Sasya akan menginap.


Mendengar suara Keisya, Dave segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Keisya dengan semangat.


“ Sayang kamu sudah pulang” ucap Dave seraya memeluk pinggang Keisya dan mencium pipi Keisya.


“ SAYANG??!!” Teriak Manda dan Sasya serempak melihat kearah Dave dan Keisya.


“ Kalian berisik sekali.” Dave bergelanyut manja pada Keisya.


“ Dave lepaskan!Ada anak-anak.”


“ Jadi, kalo tidak ada anak-anak boleh?” bisik Dave pada Keisya yang membuat pipi Keisya merona karena malu. Keisya melepaskan pelukan Dave, menghampiri Manda dan Sasya. Dave sendiri mengekor di belakang Keisya.


“ Kak kalian?” Tanya Manda.


“ Seperti yang kalian lihat.” jawab Dave “ Panggil aku kakak ipar.”


“ Apa?” Sasya terlihat shock kemudian berlari kearah Keisya, “Kakak sama Kak Dave?” bisik Sasya lirih.


“ Kami akan segera menikah, jadi kalian panggil aku Kakak ipar!”


“ Apa Kak Dave serius?” Tanya Manda dengan tatapan tajam.


“ Serius, aku akan menikah dengan kakakmu. Apa kau mengizinkan Manda?”


“Selama Kak Keisya bahagia, aku akan selalu mendukung apapun keputusan kak Keisya.”’jawab Manda.


“Terimakasih sayang.” Keisya memeluk Manda.


“Aku juga.” ucap Sasya ikut memeluk Manda dan Keisya, ketiganya saling berpelukan.


“ Terimakasih Manda.” ucap Dave.


“Sama-sama kak, tapi kakak harus berjanji akan selalu membahagiakan Kak Keisya, melindungi dan menjaga Kak Kei.” ucap Manda setelah melepaskan pelukannya dari Keisya dan Sasya.


“ Aku berjanji Manda, akan selalu membahagiakan Keisya dan melindungi Keisya!” tutur Dave dengan penuh penekanan.


“ Kakak Mandilah, aku akan menyiapkan makan malam!” ucap Sasya.


“ Memang kamu bisa Sya?” Tanya Dave.


“ Tentu saja kak.”


“ Tentu saja tidak bisa maksudmu Sya?” sahut Manda.


Keisya tau mereka akan mulai ribut lagi jika dibiarkan, kenyataannya Sasya memang selalu merecoki Manda yang sedang memasak, bukan membantu tapi mengganggu.


“ Sudah sudah, kalian berdua siapkan makan malamnya, aku akan mandi. Kamu tunggulah di sini Dave.” ucap Keisya yang di jawab dengan anggukan Dave.


“Baik, kak.” ucap Manda dan Sasya bersamaan.


Mereka makan malam bersama, nampak seperti keluarga yang harmonis. Setelah Keisya mencuci piring kotor, sementara Manda dan Sasya kembali ke kamar Manda.


“ Apa aku bisa bicara denganmu?” tanya Dave.


“ Apakah itu serius?”


“ Serius dan sangat penting.”


“ Kita bicara di kamarku.”


Keisya berjalan menuju kamarnya, diikuti oleh Dave. Dave menutup pintu kamar Keisya dan menguncinya.


“ Kenapa mengunci pintu?”


Jangan-jangan Dave mau macam-macam.


“ Tidak seperti yang kamu fikirkan, aku tidak akan macam-macam.”


Omoo dia bahkan tau apa yang aku fikirkan.


“ Lalu kenapa mengunci pintu?”


“ Agar tidak ada yang mengganggu.”


Dave menarik kursi rias Keisya, dan duduk tepat dihadapan Keisya yang duduk diranjang, mereka kini saling berhadapan. Dave menggenggam kedua tangan Keisya, menatap lembut Keisya.


Kenapa Dave jadi sangat lembut, seperti bukan Dave saja.


“ Keisya sebaiknya kita menikah besuk!.”


Keisya membelalakkan matanya mendengar perkataan Dave.


Bersambung..


.


.


.


.


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan satan juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cucu tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .