My Dave

My Dave
Resign



Guys jangan lupa kasih like dan rate yaa, dan apabila berkenan kasih vote juga.


“ Apaan sih kamu!” ucap Keisya malu.


“ Kamu udah cek transferan dari bibi Lana belum?”


“ Udah, bilangin makasih sama bibi ya.”


“ Justru bibi yang makasih sama kamu, kalo ngga ada kamu, bibi ngga bakalan bisa nebus rumahnya dari rentenir itu.” ucap sisi.


“ Gimana sekarang kabar bibi?Apa bibi sehat?”


“ Sangat sehat, kapan-kapan kita harus kesana!” jawab Sisi, “Jadi Bagaimana apakah kamu resign?”


“ Aku sudah mengajukan surat resign sekitar satu bulan yang lalu, aku berencana untuk bekerja di butik kenalanku. Tapi karena sekarang aku punya modal, aku ingin membuka butik sederhana, dan aku akan mulai dari menjual hasil karya yang sudah aku buat!”


“ Itu ide yang bagus, setelah kamu resmi resign. Aku akan sering menemanimu di butik, aku bisa menulis disana!”


“ Kamu memang terbaik!” ucap Keisya memeluk Sisi, “ Besuk aku akan mencari sewa ruko, apa kamu menemaniku?”


“ Tentu saja, aku akan jadi sopir pribadimu besuk!”


Mereka akhirnya terlelap setelah berbincang cukup lama, sementara Manda sudah pasti jatuh di dalam mimpinya.


(Tentang bibi Lana)


2th yang lalu saat Keisya lulus dari Perguruan tinggi, Ayahnya memberi modal untuk Keisya agar bisa membuka usaha butik sesuai impiannya, modal tersebut di berikan karena Keisya tidak pernah meminta uang untuk membayar biaya kuliah, jadi sang ayah berinisiatif untuk memberi modal pada Keisya, tapi modal tersebut dipinjamkan pada suadara perempuan ibunya Sisi yang tidak lain adalah Bibi Lana. Saat itu bibi Lana tengah terjerat hutang, karena ulah suaminya yang suka berjudi, untuk menebus hutang nya Keluarga sisi sudah membantu sebisa mungkin tapi masih tetap kurang, oleh karena itu Keisya meminjamkan modalnya pada bibi Lana, dan ia memilih untuk berkerja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


***Kota A***


“ Apa Keisya menghubungiku?” Tanya Dave


“ Ia, Tuan.” jawab Leo dengan cepat “ Nyonya Keisya akan menginap di rumah Nona Sisi selama beberapa hari.”


“ Kirim orang untuk menjaga Keisya, tapi jangan sampai Keisya mengetahuinya!”


“ Baik, Tuan.”


Dave Pov


Di ruangan yang besar dan mewah seperti ini tidak ada rasa nyaman sama sekali, berbeda dengan apartemen kecil itu. Aku merasakan kedamaian saat berada di apartemen itu.


Keisya apa aku sudah jatuh padamu?Bayanganmu selalu menggangguku, belum genap 24 jam berpisah, aku bahkan sudah Merindukanmu. Ucapku pada diriku sendiri.


Keisya Louis pertemuan kita mungkin sebuah takdir.


***Apartemen Sisi***


“ Pagi kak!”


“ Pagi Manda, kamu sudah siap?”


“ Sudah, apa hari ini kakak akan mengantarku ke kampus?”


“ Tidak hari ini kamu bawa mobil sendiri, kakak akan ke Kantor sebentar mengurus resign lalu berkeliling mencari ruko.”


“ Mencari ruko untuk apa?”


“ Kakak akan membuka butik sederhana!”


“ Waow itu hebat, Apa kakak punya uang,?”


“ Bibi Lana mengembalikan uang yang dulu pernah dipinjamnya, cukup untuk modal membuka butik sederhana.”


“ Jadi kakak akan mulai menjual karya kakak yang di apartemen itu?”


“ Ia, doakan kakak yaa!”


“ Pasti kak, ngomong-ngomong Kak sisi kemana?”


“ Sedang keluar untuk membuang sampah.”


Klik pintu rumah terbuka, sisi masuk dengan membawa 2 botol susu segar.


“ Kalian pasti sedang membicarakan aku kan?” Tanya Sisi.


“ Kak Sisi jangan Kepedean deh, yaudah kak aku berangkat ya.” ucap Manda seraya mencium pipi kakaknya.


“ Manda kamu jangan asal cium gitu, Keisya sekarang sudah milik Dave kamu tidak bisa asal cium.”


“ Biarin lagian Kak Dave juga ngga disini, emang Kak Sisi ngga ada yang nyium wek!”


Manda menggoda Sisi dengan menjulurkan lidahnya lalu berlari keluar sebelum di tipuk sisi dengan sendal rumahan.


“ Lihat tuh Kei, adek kamu bahkan berani menggodaku sekarang, ini semua gara-gara kamu yang menikah terlalu cepet.” gerutu Sisi.


“ Makanya kamu cepetan nikah juga, biar ntar anak kita seumuran!”


“ Nikah sama siapa?pacar aja gak punya.”


“ Idih gak mau, culun dan mesum hii.”


“ Siap siap cepetan, jadi nemenin aku kan?”


“ Ia jadi, sabar dong!”


Sisi menemani Keisya ke Kantor Keisya untuk mengurus surat resign yang sudah diajukannya semenjak satu bulan yang lalu, Keisya memang tidak mau menunda resign lagi, setelah Raka mengetahui tempat kerja Keisya. Dia benar-benar ingin menghindari Raka. Sisi dan Keisya mengelilingi kota tapi masih belum menemukan Ruko yang cocok. Sampai pada akhirnya sekitar pukul 11:00 siang menemukan ruko yang cocok tapi sewanya cukup mahal, untuk itu Keisya memutuskan mengambil sewa 1 tahun dulu, dan untunglah pemilik ruko mengizinkan. Ruko itu berada pada pusat kota dengan 2 lantai, tidak terlalu luas tapi cukup bagus, lantai bawah bisa digunakan untuk display baju, sedang lantai atas bisa untuk Kantor dan ada satu ruangan kamar tidur di lantai atas, Keisya berencana untuk tinggal di ruko sementara dengan Manda selama menunggu Dave pulang.


“ Bagaimana Kei, kita akan mulai membersihkan gedung ini hari ini?” Tanya Sisi.


“ Tentunya kita akan membutuhkan bantuan bukan?”


“ Aku akan menghubungi Manda dan anak manja itu.” ucap Sisi, yang dimaksud anak manja adalah Sasya.


Dua jam kemudian Manda dan Sasya sampai di Ruko, mereka membawa makan siang untuk Keisya dan Sisi.


“ Wah ini luar biasa kak, aku yakin butik kakak akan ramai.” ucap Sasya melihat sekeliling.


“ Kak apa ini Ruko yang kakak sewa?kelihatanya mahal.” Manda memandang kearah Keisya.


“ Memang mahal, kakak menyewa ruko ini 1 tahun dulu, awalnya pemiliknya ingin kakak menyewa langsung 5 tahun, tapi Kakak tidak punya cukup uang akhirnya diizinkan 1tahun.” tutur Keisya menjelaskan


Mereka bersibuk sibuk ria, membersihkan ruko dan menata perabot. Selain Sasya dan Manda, Keisya menyewa 5 karyawan harian untuk membersihkan ruko dan menata perabot, agar Ruko bisa segera beroperasi dalam 2 hari kedepan.


“ Sudah malam lebih baik kita pulang dan lanjutkan besuk!” ucap Keisya.


“ Aku setuju.” timpa Sisi.


“ Karena besuk hari libur aku akan membantu dari pagi sampai malam.” sahut Sasya.


“ Kemudian kita besuk akan berkerja lebih keras.” ucap Manda.


Keisya memutuskan kembali keapartemen Sisi dengan mobil Sisi, bersama Manda dan Sasya. Sementara mobil Keisya di tinggal di garasi ruko yang hanya cukup untuk satu mobil dan satu scooter.


“ Sasya kamu mau pulang atau menginap?” Tanya Sisi.


“ Aku menginap saja kak, dirumah aku tidak punya teman hanya akan kesepian.”


“ Bukahnkah kamu punya kakak?”


“ Dia bahkan tidak bisa dianggap kakak, Kak David selalu sibuk dengan dunianya sendiri. Sedang Mami dan papi selalu di luar negeri.”


“ Jangan sedih, kamu masih punya aku, Keisya dan Manda!”


“ Aku sangat bersyukur kak, bertemu dengan kalian.”


Manda mengacak acak rambut Sasya, agar tidak murung. Sampai di apartemen Sisi mereka membersihkan diri, dan terlelap dalam mimpi. Kecuali Keisya dia tidak bisa tidur. Seharian ini Dian menunggu kabar dari Dave, tapi tak ada satupun pesan masuk dari Dave.


Mungkin dia sangat sibuk hari ini. Aku akan mencoba mengerti, tapi aku sangat merindukannya. Gumam Keisya memandangi ponselnya.


Bersambung...


***Next***


“ Maaf Tuan apartemen ini telah dijual.” jawab Sasya


“ Apa anda tau kemana pemilik sebelumnya pindah Nona?” Tanya Raka


“ Saya tidak tau Tuan,”


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cucu tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .