My Dave

My Dave
S2 Raka ?



Keadaan grup Wilson sedang tidak stabil. Beberapa anak perusahaan mengalami penurunan yang tajam.



Dave sedang duduk bersila dengan tangan bersedekap, ia juga menerawang tajam sembarang arah. Ia sedang memikirkan solusi untuk beberapa anak perusahaan nya yang sedang bermasalah. Selama bertahun-tahun memimpin perusahaan baru kali ini ia mengalami kerugian yang parah.


Dave yakin ada seseorang yang sedang mencoba bermain-main dengan nya. Namun siapa?


“Maaf, menggangu waktu anda Tuan. Ada hal yang perlu saya laporkan.” Alex tiba-tiba menghadap Dave. Padahal Alex adalah asisten bayangan Dave, ia seharunya lebih sering di markas King. Jika Alex tiba-tiba menemuinya di kantor berarti sesuatu terjadi di King.


“Katakan.”


“Kami sudah menangkapnya.” Ucap Leo.


“Dimana dia sekarang?” Tanya Dave.


“Markas utara King, saya sedang mencurigai seseorang tengah menjadi mata-mata di markas selatan King. Untuk sementara saya tidak bisa mempercayai siapapun kecuali Leo, dan tuan Gio.” Balas Alex yang mencurigai ada mata-mata diantara anggota King.


“Aku mengerti. Kau kembalilah dulu, aku akan menyusul.” Perintah Dave pada Alex.


“Baik, Tuan.”


Setelah Alex pergi, Dave bangkit dari duduknya. Ia segera menyelesaikan pekerjaanya. Karna hari ini ada pekerjaan yang lebih penting menantinya.


***


Markas utara King..


Plak..tamparan mendarat di pipi seorang perempuan yang sedang duduk dengan posisi kaki dan tangan terikat. Alex lah yang menampar perempuan itu.


“Katakan siapa bos mu!” Bentak Alex pada perempuan itu.


“Sampai matipun aku tidak akan mengatakannya.” Balasnya dengan sengit.


“Oh, kau memilih wajah cantikmu itu rusak?Baiklah, akan ku lakukan sesuai keinginanmu.” Alex memberi perintah pada bawahannya untuk membawa timah panas yang sudah di beri pegangan. Ia akan mengarahkan timah panas itu pada pipi si perempuan.


“Apa yang akan kau lakukan?” Perempuan itu gemetaran melihat Alex mengarahkan timah panas padanya.


“Tentu saja memberimu pelajaran!” Smirk Alex semakin mendekatkan timah panas itu pada pipi si perempuan.


“Tung-tunggu!Tunggu, jangan lakukan itu!” Teriak histeris perempuan itu seraya memejamkan mata.


“Hahaha, kau akan membuka mulut mu atau tidak?!”


“Baiklah, baiklah, akan ku katakan siapa bosku. Tapi, jauhkan itu dulu.” Meminta agar Alex menjauhkan timah itu dari pipi nya.


“Katakan!” Alex duduk di hadapan perempuan itu dengan bersila. Ia siap mendengarkan pengakuan perempuan itu.


“Raka, Tuan Raka yang menyuruh saya.” Jawab perempuan itu gugup.


Alex terkaget, orang yang sama sekali tidak terlintas di pikirannya. Ia pun mendongak ke arah CCTV seakan meminta pendapat.


Diruangan lain Dave dan Leo sedang melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Alex dan perempuan Sandra yang dicurigai adalah mata-mata dari musuh King.


“Kau dengar itu Leo?” Tanya Dave dan Leo mengangguk.


“Tapi, tuan, apa motivasi tuan Raka?Bukankah tuan Raka sudah menyerah terhadap nyonya?” Leo ingat Raka pernah mengakui kekalahan nya secara pribadi dihadapan Dave. Raka juga berjanji tidak akan menggangu rumah tangga Dave dan Keisya, namun, apa sekarang?Kenapa Raka berulah?


“Raka?” Gumam Dave.


“Aku tidak yakin apa motivasi Raka. Tapi, jika dia berani mengganggu Keisya tidak akan ku biarkan.” Dave mengepalkan tangannya.


Perempuan yang ditangkap Alex adalah perempuan yang diam-diam mengawasi Villa luxury sejak beberapa bulan yang lalu. Ia ditangkap setelah Dave mendapat keluhan dari Manda. Adik iparnya itu merasa terganggu dengan adanya mobil asing yang selalu terparkir tidak jauh dari kediaman luar Villa luxury.


Setelah mendengar keluhan Manda, Dave menyuruh Alex untuk mengawasi perempuan itu. Dan, barulah hari ini Alex menangkap perempuan itu.


Apakah Keisya tau ada seseorang yang tengah mencoba mengawasi kehidupannya?Tentu saja tidak, Keisya saat ini sangatlah sibuk mengurus Boy kecil. Ia tidak pernah keluar dari Villa luxury. Dave dan Manda pun menyembunyikan semua itu.


“Sekarang bagaimana, Tuan?” Tanya Leo.


“Tetap tahan perempuan itu sampai kita mendapat kebenarannya, dan kirim orang untuk mengawasi setiap gerak gerik Raka!”


“Baik, Tuan.”


***


Keributan di Villa.


“Selamat datang Tuan muda Juan dan tuan muda James.” Ucap pak Mo menyambut kedatangan Juan dan James. Kedua lelaki itu baru saja pulang dari luar negeri mengurus bisnis mereka.


“Dimana kakak, pak Mo?” Juan menyerahkan kopernya pada maid. Maid itu menerimanya. Beserta koper James.


“Nyonya ada di kamar tuan kecil.” Jawab pak Mo. Hari ini kamar untuk Boy kecil baru selesai di buat. Keisya sengaja berlama-lama di kamar Boy memeriksa apakah kamar Boy sudah sesuai dengan keinginannya.


“Baiklah.” Juan meninggalkan pak Mo.


“Aku lapar pak Mo.” Ucap James.


“Baik, saya akan menyiapkan makan malam Tuan muda.” Ucap pak Mo sopan. James pun mengangguk. Selagi menunggu pak Mo menyiapkan makan malam, James pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, begitu juga dengan Juan.


Diruangan lain.


Manda sedang asik bercanda dengan Boy. Tentu saja ada Jasson disana. Dimana ada Manda pasti ada Jasson.


“Kenapa kau masih disini?Pergi sana!” Usir Manda pada Jasson.


“Aku disini untuk menemani Boy bermain, apa masalahmu?” Balas Jasson santai.


“Aku tidak suka melihatmu disini.” Manda mendengus kesal.


“Tapi, aku suka melihatmu disini.”


Blush.. lagi-lagi pipi Manda memerah karna ucapan Jasson.


“Hentikan omong kosong mu!”


“Aku berkata jujur, sayang.” Jasson mengangkat tangan kanannya dan mengelus lembut pipi Manda.


‘Bahaya.’ Batin Manda.


Manda menepis kasar tangan Jasson. “Jauhkan tanganmu dari pipiku!” Jasson terkekeh dengan sikap Manda yang malu-malu tapi mau.


“Kenapa kau tertawa, mana yang lucu?” Manda cemberut Jasson menertawakannya.


“Kau.”


“Aku?” Manda menunjuk dirinya sendiri.


“Ya, kau sangat lucu. Sungguh menggemaskan.” Mengacak-acak rambut Manda hingga berantakan.


“Hentikan Jasson!” Rengek Manda seraya mencoba meraih tangan Jasson yang sedang mengacak-acak rambutnya.


“Kenapa?Kau sangat cantik dengan rambut seperti itu.” Jasson kembali terkekeh melihat Manda yang melotot padanya dengan rambut acak-acakan.


“Em, permisi!Apa aku mengganggu lovey Dovey kalian?” James berdiri diambang pintu dengan tatapan aneh.


“James, untung kau datang. Tolong bawa pergi manusia di hadapanku ini!” Pinta Manda pada James agar laki-laki itu membawa pergi Jasson.


“Maaf sister, aku sedang tidak peduli dengan kakak. Aku kesini untuk menemui keponakanku.” James mendekati Boy kecil yang sedang tiduran di ayuan tepat di sebelah Manda dan Jasson duduk.


“Cih, kau sama menyebalkannya dengan dia.” Menunjuk Jasson.


“Hai sayang, Boy kecilnya paman.” James menyapa Boy kecil. Mengajak Boy kecil untuk bergurau.


.


.


.