My Dave

My Dave
S3 menyusul Jasson



Tidak mau mendapat omelan dari perempuan yang di cintainya, Jasson terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamarnya dan membersihkan diri. Lelaki itu tidak mau tampil lusuh di hadapan Manda. Sementara Manda sembari menunggu Jasson membersihkan diri, dia merapikan ruang tamu dan bermain dengan ponselnya.


Jasson memakai kaos oblong nya dan celana pendek. Rambut nya masih basah karena keramas. Dilihatnya Manda tengah bertelepon dengan dengan Sasya. Jasson menunggu Manda selesai bertelepon, dia duduk di sofa seberang Jasson. Matanya menatap kagum pada sosok perempuan di hadapannya itu.


“Iya, Sya. Jaga dirimu selama aku tidak ada. Iya, iya, bye.” Manda mengakhiri percakapannya dengan Sasya. Disimpannya kembali ponselnya ke dalam tas slingbagnya.


“Sasya?”


Manda mengangguk menjawab pertanyaan Jasson.


“Dia tidak ikut?”


Manda menggeleng menjawab pertanyaan Jasson.


“Bagaimana kau bisa kemari?”


“Tidak boleh?”


“Tentu saja boleh. Tapi, kenapa tidak mengabariku? Aku ‘kan bisa menjemputmu di bandara.” Ucap Jasson.


“Aku lupa. Ayo pergi!” Manda beranjak berdiri sambil menyampirkan tas slingbag nya ke bahu kanan.


“Kemana?”


“Makan malam. Aku lapar.” Mendahului Jasson yang masih tak bergeming.


“Tunggu, aku ambil dompet dulu.” Berlari secepat kilat menuju kamarnya untuk mengambil dompet.


Jalanan kota S malam itu seperti biasa, ramai namun setiap mobil maupun motor yang berlalu lalang terlihat tertib dalam berkendara. Tidak ada yang berkendara melampaui batas.


“Kau pasti mah kepiting asam pedas ‘kan?” Tebak Jasson hafal menu yang sering di pesan Manda. Namun, kali ini Manda menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau makan kepiting saat ini. Terlalu sering makan kepiting membuat Manda sesekali merasa bosan dengan makanan itu. “Lalu, kau mau apa?” Tanya Jasson lagi.


“Aku mau kerang hijau, dan em, lobster yang berukuran sedang saja. Dengan bumbu asam manis.” Jawab Manda.


“Siap.”


**


Perempuan yang sering kali mengomeli Jasson itu sekarang tengah tertidur dengan lelap seperti bayi. Wajah polosnya membuat Jasson semakin jatuh cinta. Sesekali Manda menguap dan mengubah posisi tidur nya yang tidak nyaman, miring ke kanan dan miring ke kiri, entah sudah berapa lama Manda mengubah posisi tidurnya yang tidak nyaman. Tidur di dalam mobil memang tidak nyaman.


Manda sendiri tertidur dalam perjalanan pulang ke apartemen Jasson setelah merasa kekenyangan manyantap lobster porsi sedang di tambah kerang hijau.


Jasson mengangkat tubuh Manda dengan hati-hati keluar dari mobil. Di gendongnya Manda ala bridal style. Sampai di apartemen Jasson merebahkan tubuh Manda di ranjang kamar tamu. Manda langsung bergelinding mencari posisi nyaman dan memeluk guling. Jasson pun membantu melepaskan heels Manda satu persatu dan menyelimuti tubuh perempuan itu, satu kecupan hangat Jasson benamkan di kening Manda sekaligus ucapan manis pada sang pujaan hati, “selamat tidur sayang, mimpi indah.” Ucapnya lembut.


Jasson keluar dari kamar tamu dan menuju ruang kerjanya. Ia akan menyelesaikan pekerjaanya yang sempat tertunda malam ini. Agar besok dia mempunyai waktu luang untuk sekedar jalan-jalan atau mengantar Manda kemanapun yang perempuan itu mau.


.


.


.


.


Insyaallah nanti up lagi..