
Satu bulan berlalu, Dave masih dalam persembunyiannya. Sementara Keisya dan yang lainnya masih dengan akting mereka yang berpura-pura terpuruk dengan keadaan. Apalagi Keisya, ia berakting mengurung diri di kamar karena kesedihannya menunggu sang suami yang tak kunjung pulang.
Hanya keluarga inti yang di perbolehkan masuk ke kamar Keisya dan pak Mo. Selain itu tidak ada yang bisa masuk ke kamar Keisya bahkan Stevi pun tidak bisa masuk ke kamar Keisya.
Selama satu bulan ini kepemimpinan Group Wilson di pegang langsung oleh kakek John di bantu Leo. Sementara King dipimpin sementara oleh Alex. Dan, selama satu bulan pula terlihat pergerakan pemberontakan dari beberapa kubu dewan direksi. Mereka mulai mempertanyakan ke tidakhadiran Dave selama satu bulan ini. Juga rumor meninggalnya Dave akibat kecelakaan semakin menguat.
Sesuai kecurigaan Dave dan Leo, Robert mulai bertindak. Selain menghasut dewan direksi Robert juga lah yang menyebar rumor kecelakaan Dave.
Kakek John pun tidak bisa setenang biasanya. Kakek John selalu dikejar-kerja oleh wartawan pemburu berita. Para wartawan mencari informasi kebenaran dari rumor yang beredar. Bahkan di depan gerbang Villa luxury terlihat banyak wartawan berkumpul. Entah dari mana mereka bisa tau alamat kediaman Dave.
Sementara di sebuah Villa yang cukup mewah seorang lelaki tengah merayakan keberhasilannya. Robert, laki-laki paruh baya itu merayakan keberhasilan dari rencananya membunuh Dave. Setelah satu bulan berlalu dan Dave tidak juga ditemukan Robert sangat yakin Dave sudah meninggal.
“Paman yakin, Dave sudah tiada?” Tanya keponakannya yang tidak lain adalah Kakak kandung Lusi.
“Paman yakin dia sudah mati! Sudah satu bulan, dia tidak mungkin bertahan. Mungkin tubuhnya sudah di makan buaya sungai hahaha.” Robert tertawa sambil mengangkat gelas nya yang berisi wine. “Kita nikmati kemenangan kita, Leon! Sebentar lagi kita akan menguasai Group Wilson seutuhnya juga, hahaha!” Lanjut Robert.
“Cheers!” Leon ikut mengangkat gelas wine nya dan meneguknya. Kedua orang itu sangat percaya diri.
Kau pasti bahagia melihat ini, Lusi! Kakak membalaskan dendammu pada Dave. Dan, sebentar lagi kakak akan menbalaskan dendammu pada perempuan itu.
***
Satu buket mawar merah kembali datang di Villa luxury. Buket bunga untuk nyonya rumah itu selalu datang dua minggu terakhir.
Stevi membawa buket bunga itu dari pengawal yang berjaga di gerbang. Stevi berniat memberikan langsung bunga itu untuk Keisya, namun, seperti biasa saat tiba di depan kamar Keisya, ia akan bertemu pak Mo atau Manda. Salah satu dari keduanya yang akan memberikan bunga itu pada Keisya. Stevi hanya bisa berdiri di depan pintu kamar Keisya.
“Dari kak Raka lagi?” Tanya Manda.
“Iya, nona.” Jawab Stevi.
“Cih.. pintar sekali dia memanfaatkan kesempatan. Berikan padaku!” Stevi langsung menyerahkan buket bunga itu pada Manda.
.
.
.