My Dave

My Dave
Vivi menyerang Keisya



Ruangan VVIV Club DW.


Dave, David, Gio, Alex dan Leo sedang menikmati wine diruang VVIP.


“ Leo percepat urusan proyek yang perlu di selesaikan untuk satu bulan ini, sebelum aku cuti!” ucap Dave pada Leo.


“ Apakah Tuan akan mengambil cuti untuk berlibur?” Tanya Leo.


“ Tidak, cuti menikah.” jawab Dave santai dengan meneguk wine.


“ Kamu menikah dengan siapa?” Tanya Gio penasaran.


“ Keisya!” jawabnya dengan tegas.


“ Serius kamu, menikahi Keisya!Apa kamu mencintai dia?” tanya David.


“ Serius, lagi pula Keisya perempuan yang lembut bukahkah adikmu minta aku menikahi Keisya?Manda juga menyukai aku.” jawab Dave.


“ Sasya hanya bicara asal tadi Dave.” ujar David.


“ Kabar yang baik Tuan, Nona Keisya memang perempuan yang lembut dan sangat cantik.” sahut Alex.


“ Siapa Keisya?” Tanya Gio sangat penasaran, karena memang hanya dia yang belum mengenal Keisya.


“ Calon istriku.” jawab Dave dengan sedikit senyum.


“ Lebih baik kamu pikirkan ulang Dave, bagaimana dengan Lusi?” Tanya Gio.


“ Iya, benar.” Imbuh David.


“ Aku akan memutuskan dia, selama ini kita hanya bersenang-senang tidak ada perasaan khusus!” ucap Dave dengan serius.


Semua penghuni ruangan melirik ke arah Dave, tidak percaya seorang Dave Wilson akan menikah dengan perempuan biasa. Dan kata menikah keluar dari mulut Dave sendiri. Alex yang sudah lebih dulu mengenal Keisya merasa senang apabila Keisya akhirnya menjadi Nyonya Wilson, dari pada perempuan lain yang selalu ganjen mencoba menarik perhatian Dave. Keisya tidak pernah mencoba menarik perhatian Dave, tapi sebaliknya Dave sering mencari tahu tentang Keisya pada Alex


bahkan latar belakang Keisya.


***Apartement Sisi***


“ Raka sudah kembali kei?” Tanya Sisi pada Keisya yang berbaring di sampingnya.


“ Iyaa, sepertinya kali ini bukan untuk berlibur tapi menetap dalam waktu yang lama.Dia mengirimiku bunga dan surat.” jawab Keisya, kemudian beranjak dari tempat tidur mengambil surat dari Raka yang di tas.


Isi surat Raka


“ Aku Merindukanmu ❤️”


Raka Mois


Keisya memperlihatkan isi surat Raka, di amplop tertulis untuk Keisya dari Raka, tapi isi dalam amplop selembar kertas dengan dua kata dan nama terang. Keluarga Raka dari awal memang tidak pernah suka dengan Keisya yang hanya dari kalangan biasa dan miskin, itu sebabnya dari dulu Keisya tidak pernah menerima cinta Raka, dan kali ini Raka kembali.


“ Apa kamu juga merindukannya?” Tanya Sisi.


“ Entahlah, mari kita tidur!” ajak Keisya yang mulai memejamkan mata.


Setelah sarapan pagi bersama, Keisya berangkat kerja dengan mobilnya. Sementara Amanda dan Sasya diantar sisi. Sisi sendiri kembali ke rumah karena harus menyelesaikan Novel yang sedang ia tulis.


Suasana kantor hari ini sangat tenang, tidak sibuk jadi Keisya masih bisa kerja dengan santai. Saat makan siang Keisya memilih makan di cafe seberang kantor, sambil menikmati segelas milkshake Keisya teringat ucapan Dave yang dengan tiba-tiba mengajak menikah.


Keisya memang ingin menikah, tapi dengan orang yang dia cintai dan orang itu mencintai Keisya dengan begitu rumah tangga mereka akan bahagia. Tapi setelah kebusukan Jimmy selama ini terbongkar, Keisya masih menahan rasa sakit akibat dikhianati. Apalagi dia memikirkan Raka yang akan segera kembali makin membuat Keisya cemas. Keisya mengirim pesan kepada Manda .


📲 Keisya:Jangan kerja partime lagi, untuk uang kuliahmu biar kakak yang urus. Kakak tidak mau lihat kamu di hina seperti kemarin.


📲 Manda:Maafkan aku kak, selalu merepotkanmu.


📲 Keisya:Sudahlah. Tugasmu hanya belajar yang rajin, gapai impianmu.


📲 Manda:Terimakasih kak.


Keisya tersenyum senang melihat balasan pesan dari Manda, ia kemudian kembali ke kantor.Keisya kembali ke kantor setelah makan siang.


“ Kei tadi ada tamu mencari kamu.” ucap Kak Rani.


“ Siapa kak?” Tanya Keisya.


“ Tidak tahu, seorang perempuan dia terlihat sangat marah saat datang.Tapi belum selang berapa lama menerima telefon dan pergi begitu saja.” ujar Kak Rani kesal dengan sikap Vivi, ya ternyata perempuan yang mencari Keisya adalah Vivi selingkuhan Jimmy.


“ Siapa ya kak, aku jadi kepikiran.” keisya terlihat kebingungan.


“ Sudahlah biarka saja, selesaikan saja pekerjaanmu biar cepat pulang.” ucap kak Rani dengan senyumnya.


“ Siap, kak.”


Jam kantor selesai, Keisya melajukan mobilnya untuk menjemput Manda yang saat itu berada dirumah Sasya. Kelihatan raut wajah Manda sangat senang di jemput kakaknya, mereka kemudian berhenti di sebuah Toko kue langganan Keisya . Keisya ingin sekali makan red velvet cake kesukaannya. Sampai di parkiran Manda turun dan berlari menjuju rumah karena kebelet, sementara Keisya jalan santai sambil menenteng barang cake yang tadi ia beli .


“ Keisya !!” Teriak suara perempuan dari belakang Keisya. Keisya menoleh, mencari kearah suara tiba-tiba.


Plakk brugg Perempuan itu langsung menampar Keisya tanpa aba-aba, bahkan dia mendorong Keisya hingga jatuh tersungkur mengenai bahkan tangan kanan Keisya memar terkena aspal, cake Keisya pun terlempar berserakan di samping mobil dekat Keisya jatuh. Melihat cake yang belum sempat ia makan sudah hancur membuat Keisya geram .


“ Apa yang Anda lakukan nona?” Tanya Keisya seraya berusaha berdiri.


“ Seharunya aku yang tanya.Apa yang kamu lakukan pada Jimm??Apa kamu tahu Tuan Dave Wilson menyekap Jimmy, hanya karena perempuan murahan seperti Kamu!haa?!” Ucap Vivi tajam kepada Keisya.


“ Apa?” Keisya yang memang tidak tahu apa-apa kaget dengan perkataan Vivi.


“ Jangan pura-pura kamu, pasti kamu sengaja menggoda Tuan Dave sampai sampai Tuan Dave mau menuruti perkataan kamu dan menyiksa Jimmy. Bahkan Tuan Dave mengancam akan menghancurkan Perusahaan Keluarga Jimmy. Kamu pasti mau balas dendam sama Jimmy kan?dasar perempuan sok polos” Vivi marah kepada Keisya karena tidak bisa menemukan Jimmy, Ayah Jimmy memberitahukan bahwa Jimmy di tangkap Dave, mereka tidak berani menyinggung Dave jadi hanya bisa diam berharap Dave segera membebaskan Jimmy.


Bener bener perempuan yang menyebalkan sudah menuduh yang tidak tidak masih saja merasa benar. Gumam Keisya


“ Maaf, Nona saya tidak mengerti maksud Anda.” Keisya berjalan meninggalkan Vivi, tapi Vivi mengejar dan hendak menampar Keisya lagi, kali ini Keisya melawan menangkap tangan Vivi.


“ Cukup Nona, jangan lampiaskan amarah nona pada saya.Saya tidak tahu dan tidak mau tahu hal yang berkaitan dengan Jimmy, dan itu bukan urusan saya.Hubungan saya dan Jimmy sudah berakhir, saya rasa nona juga tahu itu karena saya mengakhirinya tepat di depan mata nona, sementara untuk Tuan Dave yang menyekap Jimmy saya tidak tahu apa-apa.Saya harap nona puas dengan jawaban saya, Silahkan pergi!” tegas Keisya serasa melepaskan tangan Vivi.


“ Awas kamu!” Vivi meninggalkan Keisya.


Vivi terlihat sangat marah, mungkin Vivi mencintai Jimmy. Dia bahkan tidak keberatan menjadi selingkuhan Jimmy.


Bersambung..


***next Chapter


“ Kenapa kamu mencari ****** itu ?Apa kamu merindukannya?” Dave berlalu untuk duduk di kursi putar miliknya, Keisya mengikuti Dave.