My Dave

My Dave
FLASHBACK



Flashback ON


Sepulang dari mengantar Gio dan David, Dave dalam perjalanan pulang. Di tengah jalan yang sepi ada mobil dan beberapa motor memepet mobil Dave. Tampak dua orang dalam mobil dengan senjata bersiap menembak mobil Dave, pengendara motor memegang besi memepet memukul keras kaca mobil. Dave melaju dengan kecepatan yang tinggi, mereka tetap mengejar. Sementara ada sedikit luka di pipi Dave akibat pecahan kaca. Dengan satu tangan Dave memencet Bluetooth di monitor mobil Dave yang sudah terhubung ponsel menghubungi Leo .


“ Leo kirim orang sesuai GPS mobil saya. Ada orang yang mengejar saya!” ucapnya pada Leo, Dave masih melaju dengan kecepatan tinggi, terlihat orang – orang itu masih mengejar Dave.


“Sialan, mereka masih mengejar.” lirik Dave pada kaca spion , terlihat jelas ada satu motor sport mendahului Mobil Dave, orang yang di atas motor siap menembak Dave .


Dorr . . .


peluru menembus kaca mobil Dave mengenai lengan kiri Dave. Tanpa pikir panjang Dave menabrak motor dan 2 orang diatasya terpental jatuh, dengan kecepatan yang masih tinggi Dave meninggalkan mereka. Dave sedikit mengerang kesakitan akibat luka tembak sontak mobil Dave menabrak pohon, dengan cepat Dave keluar dari mobil berlari ke tempat yang aman sampai bantuan datang. Orang-orang yang mengejar Dave masih mengikuti Dave yang berlari, melihat posisi mobil Dave yang berasa di daerah agak rame. Banyak orang yang mulai berdatangan untuk melihat kecelakaan itu. Menyebabkan daerah tersebut macet . Sedangkan mobil yang mengejar Dave meninggalkan tempat itu untuk menghindari masyarakat yang sudah mulai berdatangan menghampiri mobil Dave. Berbeda dengan orang-orang yang mengendarai motor sport masih mencoba mengejar Dave dengan turun dari motor melihat jalan yang mungkin dilewati Dave. Sampai pada gang kecil yang hanya cukup untuk dilewatkan satu orang Dave bersembunyi di gang itu cukup lama. Saat dirasa orang-orang yang mengejar Dave sudah pergi. Dave keluar berjalan mencoba mencari bantuan, tapi ternyata masih ada yang mengejar, dengan sempoyongan hampir kehilangan kesadaran Dave terus berjalan, mendengar suara dari orang orang yang mengejar tadi, Dave secepat mungkin mencari tempat bersembunyi lagi sampai akhirnya ketemu, dan terlihat dari jarak 10 meter ada perempuan yang menatap bingung .


Flashback end


“ Oh jadi begitu ceritanya Tuan?” Keisya masih tidak percaya ada orang yang tega dengan sengaja ingin mencelakai orang lain.


“ Tapi tuan, apakah Tuan tahu siapa orang yang mencoba mencelakai tuan?” Tanyanya dengan serius.


“ Hal biasa Nona, mungkin salah satu saingan bisnis saya.” ucap Dave santai, memang hal tersebut sudah biasa bagi Dave yang seorang Presdir Perusahaan Besar sekaligus bos mafia salah satu geng besar.


“ Jadi bagaimana Nona, apakah saya di izinkan untuk menumpang beberapa hari di tempat nona? Saya tidak akan merepotkan, saya juga akan menjamin keselamatan Nona selama saya disini, ada keamana saya di luar yang tidak terlihat.” pinta Dave pada Keisya agar mengizinkan untuk menginap beberapa hari.


“ Bagimana ya Tuan?” Keisya masih bingung apakah akan mengizinkan atau tidak.


“ Saya bisa membayar sewa untuk tinggal Nona, untuk akomodasi dan untuk biaya listrik!” seru Dave serius.


“ Hahaha, bukan seperti itu Tuan. Tidak perlu membayar sewa saya senang bisa membantu orang lain. Tuan bisa menginap untuk beberapa hari tidak papa, asal Tuan tidak keberatan dengan kondisi ya seperti yang Tuan lihat seadanya.” ucap Keisya seraya menunjukkan kondisi rumah yang memang sederhana.


“ Tapi Tuan bukan penjahat kan? Bukan napi atau pembunuh bayaran kan?” Tanya Keisya berbisik.


Mendengar pertanyaan lucu dari Keisya Dave tertawa “ Hahaha Nona tenang saja, bukan seperti yang nona bayangkan” jawab Dave, ia mengambil kartu nama di dompetnya dan menyerahkannya pada Keisya.


“ Memang apa yang saya bayangkan Tuan?” Keisya cemberut. Ia membaca kartu nama itu.


Presdir Grup Wilson. Bukan orang sembarangan. Gumam Keisya.


Pukul 14:00 Keisya mondar mandir di depan Dave yang duduk di ruang tamu bekerja, sesekali membuka pintu menengok kanan kiri. Dave pusing melihat Keisya mondar mandir.


“ Nona Keisya, apa yang Anda lakukan? Mondar mandir tidak jelas.” tanya Dave.


“ Saya menunggu adik saya, seharusnya dia sudah sampai paling lama jam 10 tadi, adik saya dari desa menengok Ayah dan Ibu saya yang di desa.” Jawabnya dengan nada cemas kepikiran Manda yang belum sampai tidak seperti biasanya.


“ Mungkin macet nona. Lalu lintas saat weekend memang padat!” seru Dave menenangkan.


Drtttt drt


Mata Keisya terbelalak melihat isi pesan chat dari sahabatnya.


📲 Sisi: Beb, aku ketemu pacar kamu di mall PM lagi jalan sama cewek.


📲 Keisya: Seriusan si ?


📲 Sisi: Buruan kesini, aku bakalan buntutin mereka sampai kamu kesini.


📲 Keisya: Oke, tunggu aku jalan sekarang.


Buru buru Keisya lari ke kamarnya ganti baju, mengambil tas selempang dan pamit ke Dave .


“ Ikuti nona Keisya, tanpa sepengetahuan dia. Pastikan keamanan Nona Keisya!” perintah Dave kepada salah satu anak buahnya, dan beberapa anak buah Dave terlihat masuk ke dalam rumah Keisya termasuk Alex. Mereka melakukan meeting terkait perkembangan penyelidikan siapa yang mencelakai Dave. Beberapa saat berlalu suara pintu terbuka, semua mata tertuju ke arah pintu termasuk Dave .


Ceklek, pintu terbuka lebar.


“ Kakak aku pulang!” Teriak Manda dengan senang menenteng beberapa kantong plastik membawa oleh-oleh dari desa, mata Manda kaget melihat ada banyak orang di ruang tamu, tidak ada satupun yang dikenal, Manda mencari keberadaan kakaknya tapi tidak kelihatan, karena bingung Manda keluar rumah memastikan nomor rumah, dan benar tidak salah itu rumah mereka.


“Ngga salah kok, ini rumah kak Keisya.” Manda kembali ke dalam rumah masih dengan bingung, banyak mata melihat ke arah Manda, “ Maaf, sepertinya ini benar rumah saya?” tanyanya kepada orang orang yang diruang tamu.


Dave menyadari kehadiran Manda yang jelas adik dari Keisya yang sudah di tunggu tunggu sejak tadi.


“ Benar nona, ini rumah Nona Keisya. Kami disini menumpang sementara di rumah nona, kakak nona sedang keluar karena ada urusan mendadak.” jawab Dave.


“ Owh begitu, Okelah.” jawab Manda dengan menyunggingkan senyum, sembari membawa plastik yang lumayan berat.


“ Saya bantu Nona.” Alex menghampiri Manda membantu membawa barang-barang masuk ke dapur, jelas saja yang dibawa Manda makanan semua. Mungkin ayah dan ibu takut Manda dan Keisya kelaparan.


“ Terimakasih Tuan, Tuan siapa?” Tanya Manda ke Alex.


“ Saya Alex Nona, dan orang yang terluka di sana atasan saya Tuan Dave, kemarin malam kakak nona membatu Tuan saya yang sedang mengalami kecelakaan, Nona Keisya juga mengizinkan Tuan kami untuk menginap beberapa hari.” Alex menjelaskan.


“ Baiklah, saya Amanda Louis.” jawab Manda dengan senyum.


“ Apa yang bisa saya bantu Nona?” Alex menawarkan bantuan.


“ Boleh bantu saya menyiapkan makan malam, Ibu saya membawakan makanan banyak, kita bisa makan bersama!” seru Manda menunjukkan makanan yang bisa disiapkan. Alex membantu Manda menyiapkan makan malam.


“ Mari Tuan Dave kita makan malam!” ucap Manda sembari menunggu Dave untuk makan malam.


Dave berdiri menghampiri Manda dan Alex.


“ Eh itu kok malah keluar, kan belum makan malam?” Manda menunjuk bawahan Dave yang berjalan keluar Rumah.


“ Oh tidak papa Nona, mereka ada pekerjaan penting dan tadi sudah makan.” jawab Dave santai.


“ Salam kenal nona Amanda, saya Dave.” Dave mengulurkan tanya menjabat Manda.


“ Saya Manda, panggil saya Manda Tuan, sepertinya Tuan lebih tua dari saya, eh maksud saya tidak tua tua amat apalagi tampan!” seru Manda sambil tertawa.


Dave pun ikut senang, ternyata adik Keisya tidak mengusir dia dan Alex. Sedari tadi Dave sudah memikirkan cara, apabila Manda datang dan langsung mengusir Dave. Apalagi Keisya tidak dirumah. Ternyata Manda sama baiknya dengan Keisya.


“ Maaf malah merepotkan nona Manda.” Ucap Alex kepada Manda.


“ Tidak papa Tuan. Lagipula makanan segini banyak juga tidak akan habis karena Manda cuma hidup berdua dengan kakak, ini yang Manda simpan untuk sahabat dekat Manda biasanya dia nginep disini.” jawab Manda sopan.


“ Apakah kita tidak menunggu nona Keisya untuk makan malamnya Nona?” Tanya Dave.


“ Tidak usah, mungkin kakak sibuk pacaran.” jawab Manda santai.


“ Owh ya, panggil Manda saja Tuan Alex , Tuan Dave.” Ucap Manda agar Dave dan Alex memanggil Manda dengan nama saja.


“ Baiklah, Manda.” jawab Dave .


Ternyata sudah punya pacar. Gumam Dave dalam hati.Mereka bertiga menikmati makan malam tanpa Keisya.“ Enak sekali masakan ini padahal sederhana.” guman Dave dalam hati sambil mengunyah makanan.


Bersambung ...