My Beautiful Lawyer

My Beautiful Lawyer
95



Hasna pulang dengan kesal di hatinya. Tapi ekspresi wajahnya berubah saat dia melihat Keanu sedang berdiri mendendang batu kecil seperti sudah bosan menunggu.


"Kau di sini? Sedang apa? " seru Hasna.


Dia tak tahu harus bagaimana menyapa teman sekaligus bos yang sedang berdiri menunggunya di depan pintu rumah.


Keanu tersenyum, dia mendekat seperti anak kecil yang sudah mendapatkan apa yang dia tunggu.


"Kau sudah makan? " tanya Keanu.


~Makan? Oh iya, aku belum makan. Mie ayam baso ku, ku tinggal di restoran bersama Fajri~ ucap hati Hasna.


"Aku lapar tapi sangat ingin mengajak mu makan bareng. Yuk! " lanjut Keanu dengan memegang tangan Hasna.


Hasna diam menatapnya.


"Yuk! " jawab Hasna.


~Astaga! Mati- matian aku menjaga jarak dengannya selama ini. Hanya karena lapar, aku mengizinkannya memegang tanganku seperti ini? ~ ucap hati Hasna.


Tapi perutnya terus berbunyi, dia tak bisa menolak ajakan Keanu yang senyum senang mendengar kriuk suara perutnya.


Mereka pergi ke sebuah restoran mewah dan masuk ke ruang VIP.


"Ini kan ruang VIP Pak! " ucap Hasna.


"Kita sedang tidak bekerja, jangan panggil Pak" pinta Keanu sambil menarik kursi untuk Hasna.


"Ya Keanu! " Hasna menuruti keinginannya.


Keanu meminta pelayan yang mengikuti mereka untuk menunjukkan menu istimewa.


"Tidak usah yang istimewa, cukup yang membuat kenyang saja" ucap Hasna menyela sebelum Keanu menyebutkan pesanannya.


Keanu menatapnya.


"Kau suka Lasagna? " tanya Keanu.


"Apa? Lasagna? " tanya Hasna memperjelas.


"Iya, kita bisa pesan yang besar" lanjut Keanu.


"Porsi besar itu sebesar apa? " tanya Hasna.


Keanu menatap pelayannya.


"Maksud ku, setiap restoran punya porsi yang berbeda-beda bukan. Aku takut tak bisa menghabiskannya" ucap Hasna menjelaskan pertanyaannya.


"Aku akan menghabiskan sisanya" jawab Keanu dengan senyum manisnya.


~Apa? Menghabiskan sisa makanan ku? Apa dia tidak jijik? Vino saja tidak pernah melakukan hal itu~ ucap hati Hasna yang tak sengaja sudah membandingkan mereka.


Wajah Hasna bereaksi seolah tak nyaman dengan ucapan Keanu. Dia pun meralat ucapannya.


"Kita bisa bagi sebelum kamu memakannya" ucap Keanu.


Tapi tetap saja Hasna tak mengubah ekspresi wajahnya.


"Aku pesan spagetti saja, minumnya jus alpukat" ucap Hasna.


Keanu sadar Hasna tak mau banyak bercanda dengannya. Dia akhirnya diam dan mengikuti alur suasana hati Hasna.


Dia berusaha diam selama menunggu pesanan nya datang. Sementara itu, Hasna terlihat mulai tak nyaman berada di hadapan Keanu.


"Kau ada kegiatan di minggu pagi? " tanya Keanu memecah keheningan diantara mereka.


"Ya, rutinitas" jawab Hasna singkat.


"Kalau boleh aku tahu... "


"Tidak semua kegiatan karyawan, bos harus mengetahuinya" Hasna menyela ucapannya.


"Tidak, bukan begitu... " Keanu berusaha mengelak.


"Kau menyukai ku? " Hasna melepaskan granatnya.


Keanu terdiam menatapnya. Cukup terkejut dengan ucapan Hasna.


"Aku..... "


"Aku wanita sudah bersuami, kau juga pasti tahu kalau suami ku sebentar lagi akan keluar dari penjara. Meskipun ada kabar mengatakan aku akan mengajukan gugatan cerai terhadapnya, tapi ayolah! Kau tahu aku ini siapa, apa yang telah terjadi dalam hidup ku dan semuanya. Kau lebih tahu itu... "


"Aku tidak pernah peduli dengan masa lalu mu" Keanu menyela dengan pernyataan yang membuat Hasna berhenti bicara.


"Aku sedang tidak beromong kosong, aku tidak pernah mengingat semua itu. Yang aku ingat hanyalah aku sangat menyukai Hasna yang begitu menggebu ingin menjadi seorang pengacara dan menerobos semua rintangan dengan kemampuannya" jelas Keanu.


Hasna mengalihkan pandangannya seolah muak dengan semua pujian Keanu terhadapnya.


"Hasna dengarkan aku" pinta Keanu seraya menyentuh tangannya.


Tapi Hasna menghindarinya.


"Salah ku" ucap Hasna.


"Apa? " Keanu tak mengerti ucapannya.


"Ya, aku yang salah karena mengizinkan mu menarik tangan ku dan membawaku kemari. Seharusnya aku tidak menerima hal sekecil apapun dari mu. Bahkan mungkin seharusnya aku tidak menerima pekerjaan ini dari mu"


Hasna merapikan tasnya dan hendak pergi.


"Makanannya sedang disiapkan, kau tidak boleh pergi! " Keanu berusaha mencegahnya.


~Fajri benar, seharusnya aku tidak bekerja dengannya~ Hasna mengakui insting Fajri.


Hasna tetap berjalan dan hampir sampai ke pintu keluar ruang VIP.


"Jangan pergi lagi, aku mohon! " ucap Keanu.


Langkah Hasna terhenti, dia mendengar jelas ucapan permohonan Keanu. Tapi yang dia dengar bukan suara Keanu. Dia merasa sedang mendengar Vino yang memohon padanya.


Hasna berbalik, dia berharap yang dia lihat adalah Vino, sesuai suara yang dia dengar. Tapi dia kecewa karena yang dia lihat tetaplah Keanu.


Hasna menelan salivanya. Dia mundur perlahan dan pergi dari sana tanpa kata. Keanu diam tak bisa mencegahnya lagi.


Dia kembali duduk dan menghela cukup keras.


"Apa yang terjadi hari ini? Dia sangat sensitif" gumam Keanu.


Pelayan datang menyajikan pesanannya. Tapi Keanu malah berdiri dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan menaruhnya di meja.


"Makan saja oleh kalian, aku ditinggalkan oleh nya" ucap Keanu dengan ekspresi kecewa yang sangat.


Pelayan itu hanya bisa menganga menatap Keanu dan makanannya bergantian kemudian tersenyum senang. Karena selain mendapatkan uang lebih darinya, dia juga mendapatkan kesempatan untuk makan.


Keanu berusaha menyusul Hasna, tapi Hasna sudah naik bus. Rutenya cukup jauh untuk disusulnya. Keanu memutuskan untuk ke rumah Hasna dan menunggunya di sana.


Sementara itu, Hasna memegang perutnya yang berbunyi. Dia menelan salivanya karena merasa sangat lapar. Matanya mencari ke pinggir jalan kedai kaki lima yang mungkin bisa dia sambangi untuk makan siang ini.


Tak berapa lama, Hasna teringat dengan warung pinggir jalan yang sering dia kunjungi. bersama Vino. Dia pun berdiri dan meminta supir berhenti di dekat jalan menuju warung itu.


"Astaga, inilah kenapa aku sangat berat melepas mobil ku. Aku sulit pergi kemana pun yang aku mau. Terhambat oleh rasa malas untuk berdesakan dan berjalan lagi setelah turun" gumam Hasna seraya berjalan.


Kali ini tak ada yang mengikutinya. Tapi dia bertemu dengan Beno yang sedang bertugas di dekat lampu merah di sana.


"Hei pengacara cantik! " seru Beno dari kejauhan.


Hasna menoleh dan tersenyum.


"Kau sedang bertugas? " tanya Hasna saat dia mulai dekat.


"Ya, apa yang sedang kau lakukan di sekitar sini? " tanyanya.


"Aku melewatkan Mie ayam baso dan spagetti untuk makan siang ku. Dan sekarang sedang menuju warung makan itu untuk mengisi perutku" jelas Hasna.


"Baiklah, aku ikut. Kebetulan aku juga belum makan siang, aku traktir! " ucap Beno.


Hasna tersenyum.


"Kenapa? " tanya Beno.


"Aku suka takdir ku hari ini" jawab Hasna.


"Maksudnya? " Beno tak paham.


"Dua orang berusaha mentraktir ku makan, tapi sikap mereka membuatku kesal jadi aku meninggalkan mereka dengan niat baiknya. Sekarang, kau juga berniat mentraktir ku, aku harap kau tidak sama menyebalkannya dengan mereka" jelas Hasna.


"Siapa? Fajri salah satunya? " Beno mencoba menebak.


"Cukup Ben, aku tidak mau bahas" Hasna menolak membicarakannya.


"Baiklah, kita kan mau makan bukan mau bergosip" Beno menghiburnya.


"Ya, benar! " Hasna tersenyum.


Mereka pun pergi ke warung makan itu dan menikmati semua makanan yang mereka pesan. Tanpa bicara tentang siapapun.