
"Apa harus seperti ini? " tanya Hasna dengan berbisik.
"Ya" jawab Keanu singkat.
Hasna menurut, mereka berjalan masuk hingga ruang VVIP, tempat kejadian berlangsung.
Manager pun datang untuk memberikan informasi yang sudah Keanu minta, yaitu salinan rekaman CCTV yang sebelumnya sudah diberikan pada polisi.
"Apa Fajri menanganinya? " tanya Hasna berbisik.
"Tidak, dia tidak mengurusi bagian ini lagi" jawab Keanu sambil memeriksa rekaman di laptop milik manager.
"Katakan padaku, selain polisi dan aku, siapa lagi yang meminta salilan rekaman ini? " tanya Keanu.
Manager itu terlihat gugup.
"Ti.. ti.. dak... ada la... gi... Pak!" jawabnya.
Keanu terdiam menatap manager itu, begitupun Hasna.
"Sebaiknya kita keliling dulu" ucap Hasna.
Keanu mengacungkan jempolnya.
"Ok, siap! " jawab Keanu.
Manager itu terlihat kebingungan saat Keanu seolah menerima perintah dari atasannya. Matanya menatap mereka bergantian.
Hasna berdiri dan berjalan menuju pintu, Keanu mengikutinya, tapi manager masih diam. Keanu mundur sedikit dan melihat bahwa dia sedang mengirim pesan pada seseorang.
"Siapa yang kau hubungi? " seru Keanu setelah maju sedikit.
Manager itu langsung terperanjat dari kursinya dan berdiri di belakang Keanu. Hasna menoleh kembali ke pintu setelah tadi melihat tingkah Keanu.
"Tidak, aku hanya... " manager itu kembali tergagap saat bicara.
"Katakan saja, kau bisa kesulitan jika membela yang salah" seru Hasna sambil membuka pintu.
"Pelakunya, kalian sudah lihat di CCTV. Apa yang bisa aku sembunyikan? " kali ini bicaranya lancar.
Hasna tak jadi membuka pintu dan kembali pada manager itu.
"Lalu apa yang sedang terjadi di tempat hiburan ini sehingga kau mengistimewakan kedatangan pengacara seperti kami dan buru-buru memberikan apa yang kami inginkan? "
Hasna berdiri di depan pria muda yang tingginya sepantaran dengannya itu.
Manager itu menghindari tatapan matanya. Keanu tersenyum, merasa Hasna punya ciri khas tersendiri dalam bertanya pada orang yang mencurigakan.
"Ka.. ka... mi"
"Ini tempat hiburan milik Venus, apa sekarang ada transaksi besar?" Hasna mendesaknya kali ini.
Manager itu tak bisa menjawab, Hasna menghela.
"Hufft, kau sama sekali tak menjawab apapun" keluh Hasna mundur perlahan kemudian melangkah menuju pintu.
Keanu mengikutinya, manager itu juga hendak menghalanginya.
Namun saat Hasna keluar, pintu ruangan di sebrang ruangan mereka terbuka saat seorang pelayan masuk.
Hasna melihat pria yang biasanya mengejek dirinya saat mengurus anak panti asuhan. Dia berhenti dan melihat dengan seksama. Hasna melangkah maju dan hendak membuka pintu ruangan itu. Namun manager memegang tangannya.
"Tidak Nyonya pengacara, kau tidak bisa masuk ke tempat yang sudah dibooking oleh orang lain dengan sembarangan. Kau harus punya izin geledah jika memang kau adalah petugasnya" jelas manager itu.
Hasna menatapnya, tak menyangka juga dia akan bicara selancar itu.
'ruangan ini tidak digunakan untuk kegiatan yang dia sembunyikan, berarti ada di ruangan lain' Hasna bicara dalam hatinya.
Keanu menarik tangan manager itu da menepisnya.
"Jangan menyentuhnya" ucap Keanu.
Hasna menatap Keanu yang kini berdiri di depannya.
"Maaf Pak, tapi rekan anda sudah melewati batasannya" ucapnya.
"Sudah tidak apa-apa, bukan ruangan ini yang dia sembunyikan" ucap Hasna menebak.
Reaksi manager itu sesuai dengan dugaan Hasna, dia kembali panik dan menatap ke arah ballroom. Hasna mengikuti arah tatapannya, manager itu merasa kesal karena merasa telah ketahuan.
Hasna buru-buru berjalan menuju ballroom itu, Keanu menghalangi manager. Hasna membuka pintu ballroom itu dan semua orang menatapnya.
"Cukup Pak, sikap anda sudah sangat mengesalkan. Aku tidak bisa menerima semuanya" ucap Hasna.
Keanu terengah, matanya masih menatao ke arah pintu masuk tempat hiburan itu. Dia juga melihat Hasna yang hendak masuk kembali.
"Tunggu! " ucap Keanu dengan tangan meraih lengannya.
"Apa! " nada suara Hasna meninggi.
"Manager itu benar, kau bukan petugas. Kita tidak punya izin untuk menggeledah" ucap Keanu.
"Okay, aku warga biasa sekarang. Tapi aku bisa melaporkan keadaan di sana pada Fajri"
Hasna meraih ponselnya di saku. Keanu menghentikannya.
"Fajri sudah bukan opsir lagi" Keanu menahannya lagi.
Hasna menghela, dia menepis tangan Keanu dan menyimpan ponselnya.
"Itu pertemuan semacam yang Bima lakukan, aku hanya tak melihat wanita di sana. Apa dia belum datang?" gumam Hasna.
Keanu mendengarnya, matanya membulat karena Hasna menyadarinya.
"Pertemuan? Ya, pasti meeting orang-orang kaya, semacam meeting pemegang saham" jawab Keanu.
Hasna menoleh padanya. Keanu mengalihkan pandangannya.
"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku" ucap Hasna.
Keanu gugup, dia memasukkan tangannya ke saku celana. Dia mundur dan berusaha bersikap biasa saja agar Hasna tak curiga. Tapi insting Hasna lebih peka, dia lebih tahu mana sikap mana yang berpura-pura dan tidak.
"Apa yang kau sembunyikan? " Hasna melangkah maju perlahan.
Keanu semakin mundur.
"Katakan! " Hasna mendesaknya.
Tapi saat Keanu semakin mundur, tapi dia tidak tahu jalan di belakangnya lebih rendah. Keanu hampir terjatug, tapi Hasna memegangi tangannya yang melambai padanya.
Berat tubuh Keanu tak bisa ditahan Hasna, dia pun tertarik dan ikut terjatuh. Mereka jatuh terduduk dengan Hasna duduk pangkuan Keanu.
Wajah mereka berdekatan, Keanu menggunakan kesempatan itu untuk menikmati wajah Hasna dari jarak yang sangat dekat.
Tatapannya beralih pada bibir Hasna yang basah. Tapi Hasna langsung berdiri dengan menopang tubuh pada mobil di sisinya. Keanu membantunya dan mereka berdiri bersama.
"Makanya jangan terlalu curiga pada orang lain, kan jatuh jadinya! " keluh Keanu.
Hasna merapikan pakaiannya kemudian menatap Keanu dengan kesal karena ucapannya. Keanu menundukkan pandangannya.
"Aku mau pulang, lemburnya sudah selesai kan?" ucap Hasna kesal.
"Sudah, aku akan antar kau pulang" ucap Keanu seraya merogoh sakunya.
"Aku pulang sendiri" ucap Hasna seraya berjalan ke trotoar.
"Ayolah! " Keanu mengeluh dengan sikap Hasna.
"Kau selalu mengambil kesempatan dari kedekatan kita, sejak sore hingga saat kita terjatuh. Aku tidak mau lagi melakukannya, aku tidak bisa" ucap Hasna yang semakin menjauh darinya.
"Kenapa? Kau sudah tahu aku menyukai mu, aku hanya menunjukkan sikap sesuai dengan apa yang aku rasakan" ucap Keanu.
Hasna berhenti melangkah, dia berbalik, Keanu menghentikan langkahnya secara mendadak karena takut menabraknya. Mata Hasna menatap tajam pada Keanu.
"Aku hanya berusaha bersikap jujur" ucap Keanu.
Hasna menelan salivanya.
"Aku wanita bersuami, tidak pantas jika terlalu dekat dengan atasannya" ucap Hasna.
"Kau akan bercerai, aku bisa menunggu" ucap Keanu.
"Siapa bilang aku akan bercerai? " Hasna mengerutkan dahinya.
"Armand, dia bilang kau mengajukan kembali gugatan mu" jawab Keanu polos dengan tangan menunjuk ke belakang.
Hasna menghela, dia sudah bisa menduga, Armand sengaja mengatakannya agar Keanu bisa dekat dengannya.
Hasna tak bisa mengatakan apapun lagi, mereka saling menatap di trotoar itu.