
"Ya, semua karena hal itu" jawab Wira.
Hasna cukup tegang dengan cara Wira bicara. Tak seperti terakhir kali mereka bicara, saat Wira seolah sedang benar-benar membutuhkannya.
"Apa penolakan ku membuat mu rugi?" tanya Hasna.
Wira menundukkan kepalanya, beberapa saat diam tapi kemudian tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak.
"Hahhhahahaha! "
Hasna menelan saliva memperhatikan sikap Wira yang aneh. Gelak tawa yang cukup panjang untuk seseorang yang menertawakan pertanyaan bodoh. Tapi tawanya ini seolah penyesalan dan kekecewaan yang besar yang sudah dia rasakan.
"Kau bilang kerugian? Hahahaha"
Tawanya lebih keras sehingga membuat beberapa orang ikut memperhatikannya.
"Kau menolak permintaan ku untuk membantu ku sekali lagi.... "
Hasna menatapnya dengan serius karena Wira begitu terlihat sedih saat mengatakannya.
"Dan karena mu dan hal itu, putri ku harus jadi korbannya" lanjut Wira.
Hasna terkejut dengan perkataan Wira yang kini menatapnya tajam.
Tiba-tiba Keanu datang dengan nafas terengah-engah.
"Hai, kau di sini! " ucap Keanu.
Mata Hasna yang menatap Wira beralih pada Keanu yang berdiri di dekat kursinya.
"Sejak tadi aku mencari mu Pak Wira, kau malah di sini bersama asisten ku" ucap Keanu.
Wira terlihat sangat kesal. Tapi Hasna malah diam memperhatikan mereka berdua secara bergantian.
"Ada apa? " tanya Wira dengan geram.
"Tentu saja membahas Venus, aku rasa hanya anda yang tahu mengapa dia bisa mengajukab banding seperti ini" jawab Keanu.
Dia tersenyum meski nafasnya tersengal.
"Jika kau mau bantu, jika tidak ya tidak usah. Aku tidak memaksa" jawab Wira.
Keanu mengambil kursi dari meja lain dan ikut bergabung dengan mereka.
"Waahhh, itu ide bagus. Tapi... anda pasti tahu kalau Venus sangat kejam pada rivalnya. Jika aku tidak mau membantunya aku.... "
"Kau mengganggu pertemuan ku dengan dia hanya karena takut pada Venus? " Wira menyela ucapannya.
Keanu merubah raut wajahnya, dia kesal dikatakan sebagai penakut.
"Aku tidak takut siapapun, tapi jika itu pendapat anda, maka aku akan mengambil keputusannya" ucap Keanu.
Keanu berdiri dan menarik tangan Hasna.
"Ayo! " ajaknya.
Hasna mengelak.
"Tidak, aku tidak bisa ikut dengan mu" ucap Hasna.
"Kami masih harus bicara" ucap Wira.
"Tidak bisa! " seru Keanu dengan lantang.
Wira berdiri karena kesal sedangkan Hasna berdiri karena hendak bersiap melerai mereka.
Mata Keanu beralih pada Hasna.
"Ini masih jam kerja, kau juga sudah berjanji akan lembur malam ini. Kau tidak bisa seenaknya begini" ucap Keanu.
"Tapi Pak! " Hasna hendak melawan lagi.
"Maaf, tapi asisten saya ini sedang bekerja. Jadi aku harus membawanya kembali ke kantor untuk menyelesaikan kasus-kasus kami" ucap Keanu setelah mengalihkan tatapan matanya pada Wira.
Wira tak bisa mengatakan apapun, dia menatap Hasna hingga dia keluar dari cafe itu. Kemudian memukul meja dengan keras hingga minuman yang Hasna pesan jatuh ke lantai. Para pengunjung lain memperhatikannya, dia pun pergi dengan kesal.
Sementara itu, Keanu masih menarik tangan Hasna hingga di depan pintu mobil. Tapi kemudian Hasna menepis tangannya.
"Kau ini kenapa? " tanya Hasna.
"Kau yang kenapa? Armand sudah mengatakan padamu untuk tak menemui pria itu, lalu kenapa kau masih saja menemuinya?" ucap Keanu kesal.
"Pria manapun! Kau bisa menemui mereka sesuai keinginan mu, tapi tidak Wira. Jika kau masih menemui atau bahkan mengangkat telpon darinya, lihat saja, kau tidak akan pernah menyangka dengan apa yang bisa aku lakukan" ancam Keanu.
Hasna membeku mendengar ucapan Keanu dengan nada tinggi.
"SEKARANG MASUK! " Keanu bicara lebih keras.
Hasna ketakutan dan menurut padanya. Mereka pergi dari cafe itu dan tiba di depn kantornya.
Keanu tak langsung pergi, dia diam menatap stir cukup lama. Hasna masih tak berani menatapnya karena takut dia marah lagi.
"Maaf! " ucap Keanu dengan suara lembut.
Hasna hanya melirik.
"Aku.... "
"Tidak apa-apa, kau bosnya aku hanya asisten. Lagipula aku memang tak seharusnya menemuinya di jam kerja" sela Hasna dengan suara pelan.
Keanu meraih tangan Hasna dan meletakkannya di dadanya. Hasna terkejut, dia hendak melawan karena berpikir Keanu akan bersikap kasar padanya. Tapi dia jadi tertegun saat melihat Keanu tertunduk menutup mata setelah meletakkan tangannya di dada.
"Aku benar-benar minta maaf, seharusnya aku tidak membentak mu. Aku hanya tidak mau kau menemui Wira lagi. Jangan dia, jangan pernah menemui dia lagi" ucap Keanu memohon.
Hasna sudah tak takut lagi, tapi dia sangat terkejut melihat sikap Keanu.
'Apa ini? Kenapa semua orang melarang ku menemui Pak Wira?' ucap hati Hasna.
Tiba-tiba Keanu menangis, terisak dan seolah sudah tak tahan dengan keadaan.
"Kenapa kau menangis?" tanya Hasna khawatir.
Keanu tak menjawabnya, tangisnya malah semakin menjadi.
"Paaaak! Kenapa harus menangis, aku tidak apa-apa, sungguh, aku hanya terkejut saja dan... "
Tak sampai Hasna melanjutkan ucapannya, kepala Keanu sudah bersandar di bahunya. Tangisnya berhenti dan tangan Hasna dilepasnya.
Hasna jadi diam dan membiarkannya bersandar.
Cukup lama Keanu menyandarkan kepalanya, Hasna melihatnya dari kaca spion dan mengetahui Keanu tertidur. Dia terpaksa harus diam, tak mau mengganggu tidur Keanu.
Ingatan Hasna kembali pada Wira yang tadi menyalahkannya.
'Aku tak mengerti apa maksud Pak Wira mengatakan bahwa aku penyebab anaknya menjadi korban. Kasus mana yang membuat ku melakukan hal itu? Lalu bagaimana putri Pak Wira bisa menjadi korban? Bukankah dia sedang sekolah di luar negri?'
Hasna berdiskusi dengan dirinya sendiri.
Tak terasa, langit sudah gelap. Hasna bertahan diam seperti patung hingga Keanu bangun sendiri.
"Maaf, aku ketiduran di bahu mu" ucap Keanu.
"Tidak ku maafkan, aku merasa sangat pegal" jawab Hasna sambil memijat bahunya.
Keanu tersenyum, dia melihat jam dan langit.
"Astaga, ini sudah malam" ucap Keanu dengan takut menatap Hasna.
"Ya, kurasa kita langsung saja ke tempat hiburan itu" ucap Hasna.
"Oh ya, kau benar. Ayo! " jawab Keanu seraya menyalakan mobilnya.
Dalam perjalanan, Hasna diam saja. Sementara Keanu berusaha untuk melihatnya dari kaca spion.
"Soal tadi sore... "
"Aku tidak akan menemuinya, Armand dan anda sudah memintanya, jadi aku tidak akan menemuinya. Aku orang yang menepati ucapan ku" jawab Hasna.
Cara bicara Hasna kembali formal, Keanu diam karena merasa Hasna tak mau membahasnya lagi.
Sampai di depan tempat hiburan, Keanu keluar diikuti Hasna seraya menatap ke arah pintu masuk yang terlihat sepi.
"Ayo! " ajak Keanu.
Hasna hanya mengangguk tapi mengikutinya. Mereka masuk, di sambut oleh penjaga dengan tubuh tegap dan sangar.
Keanu menunjukkan kartu namanya, para penjaga itu saling berbisik dan memanggil seorang pelayan kemudian berbisik kembali.
"Silahkan masuk Pak Pengacara! " pintanya.
Mereka memperhatikan Hasna, Keanu langsung memeluk lengan Hasna dan mengajaknya berjalan beriringan. Mata mereka pun dialihkan ke arah lain saat Keanu melakukannya.