
Indhi dan kedua anaknya sudah di perbolehkan pulang hari ini. Bu Tika telah siap menggendong Rama dan Ega menggendong Zea,sementara bi Sumi membawa perlengkapan mereka.
Namun sebelum mereka keluar, tiba-tiba saja datang Dokter Spesialis Anak yang sebelumnya bertanggung jawab atas bayi kembar tersebut. Dokter itu datang dengan ekspresi wajah yang sulit di jelaskan.
"Ada apa dok?" tanya Ega penasaran, Ega melirik sebuah map yang di bawa dokter tersebut.
"Begini Dokter Kevin, sesuai dengan perintah anda, saya sudah memeriksa kondisi si kecil dan keduanya dalam keadaan sehat.Namun saat kami memeriksa sampel darah mereka, kami menemukan jika baby Zea memiliki golongan darah yang sangat langka dok. Kami melakukan tes sebanyak tiga kali dan hasilnya sama, baby Zea memiliki golongan darah Rh null!"
"R-Rh null?" ulang Indhi dengan bibir bergetar. Sebagai seorang dokter, Indhi tentu saja tau jika golongan darah Rh null merupakan golongan darah terlangka di dunia, sejauh ini kurang dari 50 orang di dunia yang memiliki golongan darah tersebut. Golongan darah Rh null bisa mendonorkan darah ke semua golongan darah, oleh karen itu Rh null di sebut sebagai darah emas dan darah paling berharga di dunia, namun sayangnya Rh null hanya bisa menerima transfusi darah dari golongan yang sama.
"Bagaimana bisa seperti ini dok, keluarga kami tidak ada yang memiliki golongan darah Rh null, tapi kenapa Zea memilikinya?" tanya Indhi dengan mata berkaca-kaca.
"Mungkin karena adanya perubahan atau penghapusan gen tertentu secara menyeluruh, yaitu RHD dan RHCE atau RHAG sehingga baby Zea bisa memiliki golongan darah tersebut," jelas sang dokter.
"Apa yang harus kita lakukan kak?" Indhi menatap suaminya sendu,baru saja kebahagiaan menyelimuti mereka dan kini mereka kembali merasa khawatir dengan kondisi bayi perempuan mereka.
"Kita harus menjaganya agar dia tidak terluka dan membutuhkan transfusi darah!" ujar Ega, meski ia juga terpukul namun Ega tetap harus menguatkan istrinya.
.
.
.
Waktu terus berputar, kedua bayi mungil itu mulai tumbuh besar. Tak terasa mereka sudah berusia 6 bulan,dan selama itu pula Indhi memutuskan untuk berhenti bekerja demi bisa merawat kedua bayinya terutama bayi Zea. Sejak tau Zea memiliki darah langka, Indhi bersikap begitu protektif dan tidak mengizinkan perawat untuk merawat Zea.
Hari ini di tengah kesibukannya, Indhi merasa terhibur karena mamy datang untuk megunjunginya, mamy datang bersama Sam yang kini sudah resmi bersekolah di Indonesia.
"Cucu oma sudah besar ya,''ucap mamy seraya menggendong Rama.
Setelah puas menggendong Rama, mamy kembali membaringkan Bima di bok bayi, mamy lalu duduk di sebelah Indhi yang sedang memangku Zea.
"Ndi, kamu yakin tidak akan kembali bekerja?" tanya mamy tiba-tiba.
Namun belum sempat menjawab, bu Tika datang dan menghampiri kedua wanita itu.
"Jeng Elisa, sudah lama?" tanya bu Tika ramah, kedua wanita itu lalu saling memeluk.
"Baru aja bu, kangen cucu," jawab mamy apa adanya.
Ketiga orang itu lalu duduk bersama, sementara Sam terlihat sedang menemani Rama.
"Begini bu Tika, maksud saya datang kemari karena ingin memastikan apakah Indhi benar-benar tidak ingin kembali menjadi dokter lagi?" kata mamy berterus terang, meski ia tak berhak ikut campur namun rasanya sangat di sayangkan jika ilmu yang Indhi miliki tak di manfaatkan untuk membantu orang lain.
"Indhi tidak bisa meninggalkan Zea mom," jawab Indhi putus asa. Di sisi lain dia ingin kembali bekerja, namun dia juga tidak bisa meninggalkan Zea.
"Sebenarnya mamy ingin memberi saran. Kau ingat rumah yang Zean belikan untukmu?" tanya mamy dan Indhi hanya mengangguk.
"Bagaimana kalau kita merubahnya menjadi klinik dan memberikan pengobatan gratis bagi pasien yang kurang mampu?"
"Pasti butuh banyak biaya mom?"
"Mamy akan mengurus semuanya, sekarang mamy hanya ingin tau apakah kamu bersedia menjadi dokter di klinik tersebut. Indhi bisa mengajak Zea, di sana nanti mamy dan bu Tika bisa bergantian untuk menjaga Zea."
"Indhi pikirkan dulu mom."
Sungguh tak mudah, namun nalurinya sebagai seorang dokter mendorong Indhi untuk kembali, apalagi keahlianya akan bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkannya.