Love Actually

Love Actually
Episode 88



Viar berlari dari ruangannya dengan tergesa-gesa menuju ruangan Andi. Baru saja ia mendengar kabar jika sahabat istrinya sudah ditemukan. Rasanya bahagia sekali karena ini adalah detik-detik kepindahannya ke Indonesia.


"Udah ketemu!" serunya ketika ia membuka pintu ruangan Andi.


Andi yang sedang duduk di meja tersenyum. Ia menyilangkan kakinya sambil menatapnya. "Aku udah tau. Telat!" ucapnya santai.


...Satu bulan yang lalu....


...Andi langsung berlari ketika Jefry mengantarnya ke bandara siang itu. Jalanan macet sekali sehingga ia harus terlambat datang ke bandara. Semuanya gara-gara Jane yang telah menggagalkan rencana bulan madu nya. Tapi ia tidak bisa apa-apa. Untung saja ada Jefry muncul. Ia tidak bisa membayangkan jika ia dan Jane masih ada ditempatnya siang ini....


...Ketika ia tiba di bandara, ia menatap layar besar dan menyadari jika pesawat yang membawa istrinya sudah pergi menuju Jepang. Ia menghentikan langkahnya. Ia lemas dan menunduk sedih. Ojo pasti kecewa sekali padanya. Apa yang akan ia lakukan sekarang tanpa Ojo disampingnya?...


..."Biar nanti aku yang jelasin sama istri kamu." ucap Jefry yang sudah ada dibelakangnya....


..."Mungkin terlambat. Padahal dia udah seneng banget mau ke Jepang sama aku." ungkap Andi....


..."Tunggu bentar. Aku hubungi temen aku." ucap Jefry. Ia berjalan menjauhinya. Kebetulan saja Jefry memang bekerja di pada sebuah travel agent sehingga koneksi di bandara ini banyak....


...Andi mengeluarkan handphonenya dan menatap wajah Ojo. Ia mengingat bagaimana istrinya terlihat sangat cantik pagi ini. Ia benar-benar lemas. Bagaimana ia bisa menghubungi istrinya jika sekarang ia sedang berada di pesawat? Ia kembali menatap layar besar yang memperlihatkan situasi pesawat saat ini....


..."Istri kamu gak pergi ke Jepang. Kemungkinan dia pulang atau ketempat lain." ucap Jefry ketika sampai dihadapannya....


...Andi terkejut dan menatap Jefry. "Gak ke Jepang? Trus dia kemana?" tanya Andi bingung....


..."Kamu yang harus cari sendiri." ucap Jefry....


..."Kalo gitu aku pulang dulu. Siapa tau tadi kita papasan di jalan." ucap Andi cepat....


..."Biar aku anter lagi pulang." ucap Jefry....


..."Gak usah. Aku pulang naik taxi aja." ucapnya....


...Setelah berpamitan pada Jefry, ia pulang sendiri ke penthouse. Ia sangat berharap Ojo nya sudah berada dirumah. Tapi sayang, penthouse masih sama ketika ia tinggalkan beberapa jam yang lalu....


...Ia terdiam dan duduk di sofa. Kemana ia harus mencari istrinya jika ia tidak pergi ke Jepang. Ia terus berfikir. Istrinya masih tetap sama seperti dulu. Ia sampai sekarang masih belum tahu apa yang menjadi rahasia hatinya....


...Ketika itu, bell pintu berbunyi. Ia langsung berdiri untuk membuka pintu. Ternyata Viar. Ia datang seorang diri....


..."Mana istri kamu?" tanya Andi....


..."Udah pulang duluan ke Indonesia. Aku udah bilang sama Davi, jangan sampe dia ngomong ke istri kamu kalo kalian mau pulang juga." ucap Viar....


..."Istri aku hilang. Aku lagi pusing banget." ucap Andi dengan wajah bingung....


..."Hilang? Kabur maksudnya?" tanya Viar terkejut....


..."Ya. Aku gak cerita sama kamu kalo hari ini sebenernya aku sama dia mau pergi ke Jepang. Dia ada kerjaan disana, sekalian aku ngajak dia bulan madu. Tapi gara-gara tadi dateng Jane, dia merusak semuanya. Aku tadi nyuruh istriku buat nunggu di bandara. Tapi pas aku kesana dia udh gak ada. Lebih parahnya, dia gak melanjutkan penerbangan ke Jepang. Tapi tempat lain..." ungkap Andi....


..."Kamu bisa tolongin aku?" tanya Andi cepat....


..."Apapun demi menebus kesalahan aku soal Jane." ucap Jefry....


..."Bisa kamu lihat manifest penumpang atas nama Erika Ojo? Aku penasaran, dia pergi kemana.." ucap Andi...


..."Gampang. Tapi aku butuh waktu." jawab Jefry....


..."Gak masalah. Aku tunggu." ucap Andi....


...Viar berdiri untuk mengambil minum. Ia melewati beberapa koper yang sudah siap. "Biar aku telepon Davi buat nanya keadaan istri kamu."...


..."Gak usah." jawab Andi cepat. "Kamu fokus aja buat cari keberadaan istri aku. Siapa tau dia masih ada disini." tambahnya....


...Ternyata tidak bisa membutuhkan waktu yang cepat untuk mendapatkan kabar tentang istrinya hingga satu hari ia mendapatkan kabar yang membuatnya hampir menyerah. Setelah 2 minggu berlalu setelah kepergian istrinya, ia mendapatkan telepon dari cabangnya di Belgia. Mereka mengatakan ada salah satu tamu yang ingin menginap di kamar khusus yang telah ia siapkan. Tentu saja ia tahu siapa yang tau dimana kamar itu berada....


...Andi tidak habis fikir, setelah hilang selama dua minggu, istrinya tidak pernah menghubunginya sama sekali. Dan sekarang ia mendapat kabar jika istrinya datang ke hotel yang memang salah satu kamarnya ia siapkan untuknya....


Viar menatapnya bingung. "Kalo udah tau kenapa masih diem disini? Kamu gak ada niat nyusul istri kamu?"


Andi tersenyum. "Aku udah janji mau beresin kerjaan disini dulu. Kita mau pindah minggu depan dan istriku belum tau soal ini. Lagian setiap gerakan dia, aku tau kok. Sekarang aja dia lagi tidur. Males banget kalo gak ada suaminya." ucap Andi sambil melirik monitor yang ada di samping meja nya.


Viar mengerutkan keningnya. Ia menghampiri meja Andi. "Kamu ngintip dari mana? Jangan-jangan..."


"Aku pasang cctv di atas pintu masuk." jawab Andi sambil tertawa.


"Ah, gila kamu! Istri sendiri di intip." seru Viar.


"Kamu liat sendiri kalo selama istriku hilang, wajah aku gak terlalu khawatir kan? Dia gak mau angkat telepon dari aku. Terpaksa aku pake cara ini buat tau keseharian dia. Dan lucunya dia gak sadar kalo pegawai hotel pasang cctv disana. Dia pikir pegawai hotel gak akan ada yang lapor sama aku." ucap Andi.


Tiba-tiba Viar mengerutkan keningnya. "Istri kamu kenapa?" tanya nya.


Andi langsung melompat dari mejanya. Ia langsung melihat cctv. Tidak ada yang aneh.


Viar tertawa. "Susul sana! Aku kasian liat kamu hidup sendiri. Minta maaf sama istri kamu."


"Aku mau susul tapi tunggu surat pindah dulu dari kantor di Indonesia." ucap Andi.


"Ada aku. Kenapa harus nunggu?"


"Karena aku berencana buat tinggal di Brussel selama beberapa waktu. Jadi kerjaan di Indonesia aku serahin dulu sama kamu." ucap Andi sambil berjalan keluar.


"Sekarang mau kemana?" seru Viar.


"Kemana lagi? Aku udah terima suratnya pagi tadi. Aku mau susul ke Brussel. Bye!" ucap Andi sambil melambaikan tangannya.