Love Actually

Love Actually
Bertemu Kenalan



Pada akhirnya mereka berempat pergi ke restoran atas rekomendasi Erika. Sebuah restoran mewah di pusat kota. Karena musim liburan, baik restoran biasa maupun restoran mewah terlihat ramai.


“Kalian bebas mau makan apapun.” ucap Andi sambil menatap istrinya.


“Kakak kamu terbaik, Cil..” seru Erika senang.


“Puas kamu Jo?” tanya Andi.


“Puas sekali..” jawab Erika sambil tersenyum. Kapan lagi ia bisa membuat suaminya mengeluarkan uang bukan hanya untuknya. Tapi untuk orang lain. Ia langsung mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan. Seorang pelayan akhirnya mendekat. Ia memesan sesuatu untuknya dan untuk suaminya. Sedangkan Cilla dan Serly sedang memilih makanan.


Andi kembali membuka handphonenya. Ketika dijalan tadi, ia mendapatkan telepon dari Viar. Iapun berdiri. “Kalian pesen aja. Aku telepon Viar dulu diluar.”ucapnya.


Erika mengangguk. “Nanti aku panggil kamu kalo makanannya udah dateng.”


Andi hanya mengangkat jempolnya sambil berjalan keluar.


Baru saja Andi mendapatkan tempat untuk menelpon Viar, bahunya ditepuk seseorang. Ia menoleh untuk melihat siapa yang menepuknya.


“Jefry?” tanya Andi terkejut. Jefry adalah sepupu Jane yang kebetulan ketika kuliah dulu mereka berteman akrab karena satu jurusan. Tapi Jefry tidak masuk ke tim basket.


“Aku pikir kamu gak inget sama aku, di!” ungkap Jefry.


“Duduk..” ucap Andi. “Kamu kemana aja?”


Jefry tertawa. “Gak salah? Kamu yang kemana aja? Putus dari Jane langsung ilang.” godanya.


“Kamu tau kalo aku sama Jane dulu pacaran?” tanya Andi.


Jefry mengangguk. “Aku tau karena Jane sering ngomongin kamu di acara keluarga. Tapi itu dulu. Sekarang udah beda.”


“Beda gimana?” tanya Andi bingung.


“Aku tau kalo Jane selingkuhin Rico waktu pacaran sama kamu. Aku marah waktu itu sama Jane. Waktu Jane nikah sama Rico pun aku gak dateng ke acaranya.”


“Kamu mau tau cerita mereka? Sebenernya Jane udah cerai sama Rico. Kasian juga sih sama Jane..”jelas Jefry.


“Cerai?” tanya Andi terkejut.


“KDRT. Jane sering dipukul Rico. Parah.  Pernah dia dateng kerumah aku dalam keadaan babak belur sambil gendong bayi dia yang berumur 1 tahun.”


“Trus sekarang Jane dimana?”


“Dia melanjutkan sekolah S2 nya Manchester. Aku kebetulan mau kesana beres urusan kantor hari ini. Walaupun libur, tapi kerjaan tetep jalan.” ungkap Jefry sambil tertawa


Manchester? Jadi selama ini ia memang dekat dengan Jane walaupun mereka berbeda kota? Ia menatap Jefry. “Jam berapa kamu ke sana?”


“Beres kerjaan. Mungkin jam 1 siang. Kamu mau ikut? Sebagai teman masa lalu lebih baik kamu kesana buat liat keadaannya. Masalah kalian udah selesai kan?”


“Nanti aku kabarin kamu. Kita tuker nomor telepon.” ucap Andi.


Semua makanan sudah tersedia di meja makan. Hanya kurang Andi yang belum duduk. Erika pun berdiri. Ia melihat keluar jendela tapi tidak terlihat suaminya. “Kalian berdua makan dulu. Kakak cari kakak kamu.” ucapnya. Tapi ketika ia akan melangkah, Andi masuk kembali ke dalam. Erika kembali duduk.


“Jo, nanti siang aku ada urusan penting.” ucap Andi.


Erika mengerutkan keningnya. “Urusan penting? Kerjaan?” tanyanya.


Andi terlihat gugup dan berkata “ Iya..”


“Viar ikut?”


“Ini tentang proyek yang lain. Viar gak tau.” jawab Andi.


Erika menatapnya sedikit lama. Ia tahu suaminya berbohong. Ia tidak mau menatapnya.


“Hati-hati.” ucap Erika. Mereka pun mulai makan. Ia melihat Cilla antusias dengan makanan didepannya. Ia bahkan seperti tidak peduli dengan berat badannya ketika makan. Ia kemudian menatap suaminya kembali. Ia masih yakin ada yang disembunyikan darinya. Dengan siapa ia bertemu ketika diluar tadi? Atau mengobrol dengan siapa di telepon tadi? Kenapa ia tidak mengatakannya? Apakah benar di kantornya sedang ada masalah? Atau apakah hanya perasaannya yang ketakutan terhadap kebohongan pertama yang dilakukan suaminya?