Love Actually

Love Actually
Episode 79



Suasana cafe tidak terlalu ramai. Andi mengajak Jane untuk minum kopi diluar cafe itu. Sebenarnya ia malas , tapi ia sudah melakukannya. Jane sudah menyempatkan untuk datang ke London. Tidak mungkin ia mengecewakannya bukan?


Ia masih terdiam. Matanya ia arahkan ke beberapa pelayan yang terlihat sedang bercanda.


"Aku memang udah bercerai sama Rico. Tapi saat ini hubungan kami baik-baik aja. Demi anak kami." Ucap Jane tiba-tiba.


Andi langsung menatapnya. "Apa bener kamu mengalami kekerasan?" Tanya nya penasaran.


"Ya. Rico sering pukul aku."


Andi memegang cangkir kopinya. "Kalo hubungan kalian baik-baik aja, kenapa kamu memutuskan buat sekolah yang jauh dari keluarga kamu? Apa kamu gak kasian sama anak kamu?"


"Aku harus hidup mandiri. Setelah bercerai, aku gak mau hidup bergantung sama orang lain. Aku harus menghidupi anak aku."


"Gimana juga Rico pasti tanggung jawab sama anaknya." ucap Andi.


"Anaknya iya. Lalu aku gimana?" tanya Jane.


"Ya.. kamu harus cari pendamping lagi." jawab Andi santai.


"Gak ada laki-laki yang baik kayak kamu, Andi."


Andi terkejut dengan jawaban Jane. Ia memutar matanya kesamping. Ia tiba-tiba tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jane membuatnya mati kutu.


"Kamu udah punya anak?" tanya Jane.


Andi menoleh kembali untuk menatapnya. "Belum.."


"Apa istri kamu sehat? Maksudnya siapa tau istri kamu harus diperiksa ke dokter buat dites. Kalo aku waktu itu baru menikah satu bulan udah hamil."


"Maaf kalo kamu terganggu sama ucapan aku. Aku cuma kasian sama kamu. Orang itu menikah tujuannya punya anak kan?" tanya Jane.


"Buat kita kebahagiaan yang utama." jawab Andi cepat.


Tiba-tiba Jane memegang lengan Andi. "Kalo ada masalah sama istri kamu, aku ada disini."


Erika semakin mempercepat langkahnya untuk sampai ke depan kedua orang itu. Terakhir pertemuan dengan Jane sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Ia tidak tahu apakah Jane masih ingat padanya atau tidak. Mengganggu suaminya berarti mengganggunya. Jelas-jelas suaminya sudah mengatakan minta maaf padanya tentang wanita itu. Mengapa sekarang wanita itu ada di London?


Matanya tiba-tiba melotot melihat tangan Jane ada di atas lengan suaminya. Ia harus memberikan pelajaran pada wanita itu.


Erika menyimpan tangan kanannya di bahu Andi sebelah kiri.


"Kamu gak bilang kalo temen kamu ada disini sayang?" ucapnya dengan penuh penekanan. Ia bisa merasakan tubuh suaminya bergetar karena terkejut. Ia menoleh padanya dan tersenyum layaknya kucing yang sedang mencuri makanan.


"Hmm? Kok gak jawab?"


Tatapan Jane yang seperti kebingungan membuatnya bersemangat untuk memberitahukan posisinya saat ini. Iapun menatapnya tanpa melepaskan cengkraman jari-jarinya di bahu suaminya


"Halo Jane! Masih inget sama aku?" tanya Erika. Hatinya sedikit bergejolak mengingat siapa wanita didepannya ini. Ia pernah mengisi hati suaminya kala itu.


Jane menatap wanita didepannya dengan kebingungan. "Aku lupa.." jawabnya.


Erika tersenyum samar. Iapun menatap suaminya. "Jane lupa katanya sayang.." ucapnya.


Andi tertawa kaku. "Jane, ini istriku. Mungkin kamu udah lupa. Biar aku ingetin. Kalian pernah ketemu dulu waktu kita lagi latihan basket."


Jane kembali menatap tangan wanita yang masih memegang bahu Andi. "Istri kamu?" tanya Jane dengan menatap nanar pada Andi.