Love Actually

Love Actually
Bertemu 1



Aris dan hanum sepakat untuk mengunjungi taman hiburan. disana hanum terlihat sangat bahagia, aris senang karena hanum akhirnya bisa benar-benar tersenyum dan tertawa bahagia tanpa ada beban.


"apapun itu aku akan turuti asal kamu bisa tersenyum dan tertawa bahagia aku akan melakukan apapun yang kamu mau hanum" batin aris dengan menatap hanum yang sedang mengantri menunggu gula-gula yang dia pesan.


"nih" ucap hanum dengan menyodorkan satu gula-gula pada aris.


"hah?" aris terkejut dan tanpa sadar menerima gula-gula dari hanum.


"a...apa ini? aku harus memakan ini?" tanya aris kebingungan.


"eum... kenapa tidak apa kamu malu?" tanya hanum terkekeh melihat tingkah aris yang seakan malu memegang gula-gula.


"ayolah ini makanan anak-anak aku tidak seharusnya...."


"apa salahnya tuh lihat banyak laki-laki yang juga makan gula-gula bersama pasangannya" potong hanum.


"pasangan??" gumam aris.


"apakah itu artinya aku dan hanum adalah pasangan?" batin aris dengan pipi merah.


"mikirin apa sampe pipi kamu merah?" tanya hanum penasaran dan memegang pipi aris.


"tidak apa-apa" jawab aris malu.


hanum seakan mengerti jika aris tak mau memakan gula-gula karena penampilan dan jabatannya sebagai CEO.


"ya sudah aku aja yang makan" ucap hanum dan meminta kembali gula-gula dari aris.


"kenapa? aku akan memakannya" jawab aris dan langsung memakan gula-gula itu.


"oke" jawab hanum dan berjalan mengelilingi taman hiburan dengan aris mengikuti dibelakangnya.


"aaahhh ini sangat manis" gumam aris karena dia tidak menyukai makanan manis.


"oh... bianglala !" gumam hanum.


seketika kenangan saat dia sedang bersama rizal pun kembali teringat. rasa rindu yang telah ia lupakan sesaat kembali lagi dan itu membuat hanum semakin ingin kabur dari aris.


"ingin naik?" tanya aris.


"apa boleh?" tanya hanum menatap aris sendu.


"kenapa tidak" jawab aris.


mereka pun naik bianglala berdua. suasana romantis menyelimuti mereka bak pasangan yang baru saja jadian.


"sepertinya sayangku sangat menyukai bianglala" ucap aris.


"berhentilah memanggilku dengan sebutan sayangku" kesal hanum.


aris terkekeh dan semakin meledek hanum dengan terus memanggil sayangku. hal itu membuat hanum kesal dan ingin memukul aris keras-keras. namun saat hanum akan berdiri menghampiri aris tiba-tiba bianglala berhenti dan itu membuat hanum terjatuh ke pelukan aris.


"kamu tidak apa-apa?" tanya aris khawatir.


"tidak... tapi kenapa tiba-tiba bianglala nya berhenti?" tanya hanum khawatir.


"sepertinya ada konslet" jawab aris.


"a...apa bagaimana apa kita akan terjatuh? bagaimana kalau kita terjatuh?" tanya hanum yang mulai panik.


"tidak apa-apa" berusaha membuat hanum tenang.


"hal seperti ini pernah terjadi di film-film horor, mereka semua mati terjatuh dan mereka menjadi arwah gentayangan" hanum semakin panik.


"tidak hanum itu hanya film" jawab aris dengan memeluk hanum berusaha memenangkannya.


"ohhh tuhan bagaimana ini" gumam hanum semakin ketakutan.


karena hanum terus mengoceh ketakutan dan membayangkan hal yang tidak-tidak aris pun menghentikan ocehan hanum dengan mengecup bibir hanum lembut.


hanum terkejut dan seketika terdiam mematung. kecupan aris berubah menjadi ciuman lembut yang seolah itu membuat hanum tenang dan pikiran yang tadi dia bayangkan seketika lenyap begitu saja.


"kenapa aku menyukai ciuman ini?" batin hanum.


bianglala pun kembali berputar dan aris melepas ciumannya pada bibir hanum. dan menyeka bibir hanum dengan lembut.


"sudah berputar lagi kan? tidak terjadi apa-apa" ucap aris dengan membelai lembut wajah hanum.


hanum masih terkejut dan tetap diam mematung memandangi wajah tampan aris.


aris terkekeh dan kembali mengecup lembut bibir hanum dengan kecupan kilat.


"kau" ucap hanum terkejut dan pipi yang memerah.


"ayo turun" ucap aris menggenggam tangan hanum.


entah kenapa hanum menyukai perasaan ini. seakan sudah lama ia merindukan hal seperti ini hal yang terasa sempat hilang dari hidupnya.


namun hanum tetap bingung kenapa ia menyukai saat-saat menghabiskan waktu bersama aris? bukankah ia harusnya menyusun rencana untuk kabur dan kembali lagi pada rizal? hanum tetap bingung.


"lapar?" tanya aris lembut.


"ya" jawab hanum singkat.


aris pun mengajak hanum memakan menu favoritnya saat dia bersama hanum dulu.


disisi lain saat hanum dan aris tengah asyik mencoba menu favorit di taman hiburan. terlihat dua pasangan yang juga berada di taman hiburan.


"sayang aku haus" ucap widhya.


"baiklah kamu duduk disini aku akan membelikan kamu minum" ucap rizal dingin.


"baik" jawab widhya.


rizal pun segera pergi meninggalkan widhya mencari minuman. saat dia sedang berjalan melewati bianglala seketika dia teringat kenangan bersama hanum yang dulunya mereka sering kesini menaiki bianglala berdua.


"hanum kamu dimana?" tanya rizal dalam hati.


rizal terdiam cukup lama memandangi bianglala ia larut dalam kenangannya bersama hanum.


sementara itu widhya merasa rizal sudah begitu lama mencarikan dirinya minuman namun belum juga kembali.


"apa dia mampir disuatu tempat?" gumam widhya yang akhirnya berinisiatif untuk menyusulnya.


widhya menemukan rizal yang berdiri terdiam menatap bianglala. seakan widhya mengerti apa yang dirasakan rizal widhya pun merasakan sakit hati karena sampai sekarang rizal tak pernah melupakan hanum.


"lima tahun rizal kenapa kamu bahkan tak bisa melupakan hanum dan membuka hatimu untukku" batin widhya.


hatinya seakan terkoyak melihat rizal yang sekarang sudah menjadi suaminya malah memikirkan perempuan lain tak terasa air matanya terjatuh dan dia terisak di belakang rizal.


rizal yang mendengar isakan widhya dia pun menoleh dan mendapati widhya menangis dibelakangnya.


"hey... kenapa kamu disini bukankah tadi aku menyuruhmu menunggu disana?" ucap rizal dengan lembut menyeka air mata widhya.


"aku menunggu begitu lama jadinya aku mengikuti kamu tapi kamu... kamu malah disini dan mengenang hanum yang bahkan sudah tidak ada" jawab widhya di sela isak tangisnya.


"sekali lagi kamu bilang hanum tidak ada aku tidak akan segan-segan menceraikanmu" ancam rizal.


rizal pergi meninggalkan widhya yang tetap menangis terisak.


"kenapa hanum... kamu bahkan sudah mati tapi kenapa kamu masih tetap saja merebut rizal dariku" gumam widhya menyalahkan hanum.


hanum mengedarkan pandangannya untuk melihat orang-orang yang sedang lalu lalang menikmati taman hiburan. dia tertawa saat melihat orang yang berteriak ketakutan saat mencoba salah satu wahana di taman hiburan.


melihat tawa hanum yang begitu renyah aris pun tak tahan untuk ikut tertawa karena merasa hanum begitu lucu.


"diam" kesal hanum.


"kenapa apa aku tidak boleh tertawa?" tanya aris polos.


"kamu menertawakan aku" kesal hanum lagi.


"tidak"


"itu benar" jawab hanum kesal.


"itu tidak benar"


hanum kesal dan pergi meninggalkan aris begitu saja. aris kebingungan menghadapi sikap hanum yang berubah-ubah.


"apa dia punya bipolar" gumam aris dan berlari mengejar hanum.


hanum berjalan dengan kesal karena aris terus saja meledek dirinya.


"dasar CEO mesum, CEO pedofil" umpat hanum pada aris.


saat hanum sedang mengumpat saat itu juga aris jatuh terjerembab tersandung batu.


"ah sial" umpat aris kesal.


"tuan tidak apa-apa" tanya mike menahan tawa.


aris malu dan kesal sendiri akhirnya pun membentak mike dan menuduh mike mendorong nya agar terjatuh.


"gajimu ku potong! kenapa kamu ada disini bukankah seharusnya kamu menunggu di mobil!" kesal aris.


"maaf tuan sudah seharusnya saya menjaga tuan dan nona hanum" jawab mike takut.


"pergilah" kesal aris dan berjalan lagi mencari hanum.


"haaahh... kenapa jadi aku yang kena" gumam mike dengan menghela nafas berat.


di saat hanum sedang berjalan dengan kesal tanpa sengaja dia mendapati rizal yang sedang berada di tempat penjualan aksesoris wanita.


"rizal... itu benar rizal" gumam hanum dan segera berlari menghampiri rizal.


"tuan ingin membeli ini untuk pasangan tuan?" tanya penjual aksesoris.


"apa aku harus memberikan ini untuk widhya... tadi aku sudah membentak nya" batin rizal.


"aku ingin membelikan satu aksesoris untuk istriku.. kira-kira mana yang bagus? aahh.. rambut istriku pendek sebahu" jawab rizal.


"rizal" panggil hanum lirih menahan tangis.


walaupun suara hanum begitu lirih namun rizal tetap bisa mendengar suaranya dan itu membuat dia terkejut mendapati hanum yang selama ini ia rindukan berada di hadapannya.


"hanum... ini kamu? ini benar-benar kamu?" tanya rizal tak percaya.


"eum" angguk hanum dengan air mata yang sudah tidak bisa lagi ia bendung.


saking senangnya rizal menarik hanum kedalam pelukannya. rizal memeluk hanum begitu erat seakan takut jika hanum menghilang lagi.


"aku sangat merindukanmu hanum" ucap rizal dengan mengecup rambut hanum merasakan aroma hanum yang selama ini hilang darinya.


"aku juga" jawab hanum semakin mempererat pelukannya pada rizal.


moment pasangan kekasih yang lama terpisah itu tak luput dari pandangan para pengunjung yang terharu dengan pertemuan mereka bahkan ada dari mereka yang mengabadikan moment itu dan mengirimkannya ke media sosial untuk dibagikan.


aris dan widhya yang tiba bersamaan penasaran dengan kerumunan para pengunjung akhirnya menghampiri dan terkejut juga kesal melihat kekasihnya berpelukan dengan pria lain begitupun dengan widhya.


aris langsung menarik hanum dari pelukan rizal ke pelukannya. sedangkan widhya langsung memegang erat tangan rizal seakan takut rizal akan pergi darinya.


"ini peringatan jangan pernah sekalipun kamu memeluk atau bahkan mencium pria lain" ucap aris kesal.


"dia bukan pria lain dia kekasihku" jawab hanum dengan isak tangisnya.


aris terkejut melihat wanitanya menangis diapun merasa hatinya teriris karena melihat wanita yang sangat dia sayangi dan dia cintai berlinang air mata.


"lihatlah dia sudah beristri" ucap aris tetap tenang.


"a... apa?" tanya hanum tak percaya dan menoleh menatap rizal.


hanum mendapati rizal dengan widhya yang memegangi lengan rizal begitu erat. hanum masih tidak mengerti dengan apa yang dia lihat.


begitu pun dengan widhya yang terkejut melihat hanum yang ternyata masih hidup.


"hanum masih hidup" batin widhya.


"lihatlah cincin pernikahan mereka" ucap aris.


hanum langsung menatap jari rizal dan widhya bergantian. ia terkejut dengan cincin pernikahan mereka yang sama tak percaya dengan apa yang dia lihat hanum pun menanyakan langsung kepada rizal dan widhya.


"apa kalian benar-benar sudah menikah?" tanya hanum pada keduanya.


"widhya... ini tidak benar kan? kamu kan tahu rizal dan aku saling mencintai" ucap hanum dengan terisak menahan air mata agar tidak keluar.


widhya terdiam sedikit merasa bersalah namun juga merasa kesal dengan kenyataan hanum yang masih hidup.


"rizal... ini tidak benar kan?" tanya hanum lemah.


"maaf hanum" hanya kata maaf yang keluar dari mulut rizal dan itu sudah membuat hanum mengerti.


"kenapa kalian tega" ucap hanum lemah dan berjalan pergi meninggalkan keduanya dengan terisak.


aris mengikuti hanum dari belakang membiarkan hanum menangis agar merasa lebih lega.


"kamu tidak apa-apa" tanya aris yang melihat hanum terjatuh.


"aku... hikss kenapa mereka menghianatiku... kenapa hikksss widhya dan aris..." hanum tak bisa melanjutkan ucapannya.


hanum tak bisa menahan angisnya lagi tangisannya pun pecah.. aris menarik hanum kedalam pelukannya dia memeluk hanum dengan erat membiarkan hanum menangis.


"tak apa... menangislah aku akan terus disisi mu" ucap aris disela tangisan hanum.


"aris hikksss ... jangan tinggalin aku.. kamu harus berjanji" ucap hanum disela tangisnya.


hanum tak sadar dengan apa yang dia katakan kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.


"aku berjanji... aku tidak akan pernah meninggalkanmu hanum.. kamu adalah milikku.. tidak akan pernah aku melepasmu ataupun meninggalkanmu" jawab aris dan semakin memeluk erat hanum.