Love Actually

Love Actually
Finnaly meet



Erika terhentak dan seketika mengalami shock yang menyebabkan kedua kakinya tidak bisa bertahan. Ia tidak mampu melangkah. Jantungnya berdebar dengan kencang. Ia merasa gugup. Sepertinya ia akan terjatuh jika tidak ada yang bisa ia pegang saat ini. Ia menoleh untuk mencari pegangan. Sebuah kursi tamu membuatnya dapat bernafas dengan lega. Ia memegang sandaran kursi dan menunduk.


Suara orang-orang disekitarnya membuatnya gugup. Mereka terlihat menghampirinya. Iapun menarik nafas dan mulai melangkah.


Untuk apa Andi ada di pernikahan sahabatnya? Siapa yang mengundangnya? Ada hubungan apa Andi dengan Davi atau Viar? Kenapa ia baru tahu?


Andi tersenyum tanpa mengalihkan tatapannya pada yang lain. Ojo datang seorang diri. Siapa yang membiarkan wanita cantik itu datang seorang diri? Jika ia menjadi kekasih Ojo, ia tidak rela membiarkan wanita yang menjadi pusat perhatian pria-pria hidung belang itu berjalan sendirian.


Ia sedikit menggeram marah. Lihatlah bagaimana Ojo berjalan. Ia jauh lebih feminim dari terakhir mereka bertemu. Dan lihatlah pakaian yang sedang dipakainya. Gaun berwarna peach itu sangat cocok berada di tubuhnya. Gaun itu tidak sesexy apa yang ia pikirkan. Bagian depan wanita itu tertutup. Dan ia menyukainya. Sebagai pria ia malah tidak menyukai melihat wanita berpakaian sexy.


Tiba-tiba matanya terbelalak. Tunggu, bagian belakang gaun Ojo terbuka. Tunggu-tunggu.. Ia sulit bernafas. Ia terus menatap Ojo yang sedang melangkah tanpa berkedip. Jantungnya berdesir. Gaun apa itu? Bagaimana bisa Ojo memakai gaun yang hampir memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya paling belakang? Ia melihat tatapan pria-pria di sekitarnya. Mata mereka jelalatan. Ia tidak akan membiarkan Ojo jadi pusat perhatian dengan memamerkan tubuhnya dengan gratis.


Davi mengerutkan keningnya ketika melihat kedua orang yang akan ia jodohkan itu. Mereka terlihat berbeda. Ia kemudian mencolek lengan Viar. Erika nampak sempurna di matanya. Ia berhasil melewati masa krisis dimana ia paling tidak mau berada didepan banyak orang. Tapi ia bisa melewatinya kali ini.


“Liatin bos kamu.” bisik Davi.


Viar langsung mengalihkan tatapannya pada Andi. Kemudian ia menatap Erika.


“Kenapa?” bisik Viar.


Davi cemberut. “Kamu gak ngerti? Dasar laki-laki!” ucap Davi jengkel.


“Iya kenapa? Aku emang gak ngerti.” jawab Viar.


“Liatin tatapan bos kamu sama Erika.” ucap Davi sambil memegang lengan Viar.


Viar langsung melihat keduanya. “Buat laki-laki yang udah mutusin jomblo selama lima tahun, aku pikir malam ini godaan terberatnya.” ucapnya.


“Kamu ngerti kan maksud aku?” ucap Davi kesal.


“Sorry!” ucap Viar sambil tersenyum.


Keduanya langsung terdiam ketika Erika menghampirinya. Davi yang saat itu sedang menjadi perhatian, melupakan eksistensinya. Ia terlalu bersemangat melihat sahabatnya. Apalagi jika membicarakan pakaian yang sedang dipakai Erika.


“Congrats ya Davi, you’re the lucky one.” bisik Erika sambil memeluknya.


“Thank you. Selanjutnya kamu..” bisik Davi.


Erika melepaskan pelukannya dan tersenyum. “I’m not lucky one today.” jawabnya.


“I’m not sure.” Ucap Davi ketika ia melihat siapa yang datang menghampirinya.


“Ojo…” panggil seseorang dibelakangnya.


“Halo, Andi. Apa kabar?” tanya Erika sambil tersenyum. Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Erika dan Andi kini sedang duduk berdua ditaman. Pertemuan kaku di atas pelaminan itu membuat mereka merusak acara pernikahan kedua sahabatnya. Untuk itulah mereka memutuskan untuk berada diluar.


Erika merubah posisi duduknya menjadi sedikit ke depan. Andi menoleh dan sedikit terkejut melihat pemandangan disampingnya. Refleks ia langsung membuka jas nya.


“Pake jas aku. Dingin..” ucap Andi mencoba menjadi pria sejati.


Erika menggelengkan kepalanya. “Makasih. Tapi gak perlu. Aku gak dingin.” jawab Erika tegas


Andi memakai kembali jasnya. Mereka kembali terdiam. Entah kalimat apa yang akan ia ucapkan ketika pertama kali bertemu lagi dengan Ojonya. Tiba-tiba ia menjadi gugup.


“emmm.. Jo, apa kabar kamu lima tahun ini?”


“Tadi aku udah bilang. Aku baik-baik aja.” jawab Erika


“Ya, aku tadi udah nanya sama kamu. Gimana kabar hubungan kamu sama artis itu?”


Erika langsung menatap Andi. “Artis?”


Ditatap Ojonya seperti itu, Andi merasa lemas. Tapi untungnya ia adalah pria. Ia langsung mengangguk. Pertanyaan yang aneh. Ia seharusnya tidak menanyakan hal itu ketika mereka pertama kali bertemu seperti sekarang.


“Aku udah putus lima tahun lalu.” jawab Erika


“Aku juga udah putus ama Jane lima tahun lalu.” ucap Andi refleks.


“Aku gak nanya.”


Andi langsung tertawa. “Gak penting ya?”


“Aku denger kamu pergi ke eropa buat pekerjaan Om Dave?” tanya Erika.


“Ya, tapi semuanya udah beres. Sekarang aku tinggal di London.” jawab Andi.


“Gimana kabar Om sama Tante? Lima tahun ini aku gak denger kabar mereka.”


“Aku belum sempet pulang. Aku masih tinggal di hotel sampai sekarang. Ngomong-ngomong, kamu tinggal dimana sekarang? Kok kamu gak tau gimana kabar orangtua aku?”


“Aku stay di Jepang sejak 5 tahun yang lalu. Aku memulai karir disana juga. Aku pulang karena pernikahan Davi.”


Jepang? Jadi Ojo nya ini adalah sahabat Davi yang sempat ia bicarakan tadi ketika sebelum resepsi? Jika Ojo yang dimaksud, siapa yang bisa menolak dijodohkan dengan wanita cantik disampingnya? Lagipula kedua keluarga mereka sudah sangat dekat. Ia kembali menatap wanita di sampingnya. Ia terlihat berbeda. Apakah ia masih Ojo yang dulu? Lima tahun bukan waktu sebentar. Banyak kisah yang terjadi. Termasuk dirinya. Jadi, apakah ia pantas untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Ojo sebelum kembali ke London minggu depan?