
"Selamat pagi hanum.... kekasihku" sapa seorang pemuda tampan pada hanum yang terbaring koma.
pemuda itu bernama Aris Dwi Wibawa, dia adalah seorang pebisnis muda, tampan nan sukses. Kedua orangtua nya adalah pewaris asli dari mendiang kakek. namun aris tak mau hanya menjadi penikmat warisan tanpa usaha sehingga ia pun merintis karir dari nol dan akhirnya menjadi CEO termuda dan perusahaannya merupakan perusahaan terbesar dan pemilik saham tertinggi di seluruh wilayahnya.
"permisi boss... tuan memanggil anda untuk bertemu dengannya" lapor sang bodyguard pada pemuda itu.
"oke ayo kesana"
"tapi sebelum itu sisakan dua pengawal untuk hanum" perintah aris pada bodyguard nya.
"baik boss" bodyguard itu segera pergi melaksanakan perintah.
"sayang... aku tinggal sebentar ya" aris dengan lembut mencium kening hanum seakan dia tidak rela meninggalkan kekasihnya sedetikpun.
aris dengan berat hati pergi meninggalkan hanum dengan mengendarai mobil mewah miliknya. ia meninggalkan dua bodyguard untuk menjaga hanum karena ia khawatir jika meninggalkan hanum seorang diri.
Rumah Keluarga Wibawa
sesampainya di kediaman orang tuanya aris segera turun dari mobil dan menuju ruang tempat ayahnya menunggu.
"ada urusa apa ayah memanggilku?" tanya aris tanpa bertele-tele.
"kamu masih menunggu wanita itu bangun?" tanya ayahnya dengan menyesap rokok.
"bukan urusan ayah" jawab aris dingin seakan tidak suka kalo ayahnya memanggil hanum dengan sebutan wanita itu.
"tentu saja itu urusan ayah, kamu adalah penerus keluarga wibawa kamu sudah seharusnya menikah dan mempunyai istri juga anak agar kamu bisa menjadi pewaris berikutnya!!!"
"aku tidak tertarik untuk menjadi pewaris keluarga, karena aku sudah memiliki semua yang aku miliki dan itu sudah cukup" jawab aris masih dengan nada dingin.
"tinggalkan wanita itu dan nikahin widhya" perintah ayahnya.
"tidak! yang akan aku nikahi adalah hanum" jawab aris tegas.
"dia bahkan tidak tahu siapa dirimu!" jawab ayahnya kesal dan marah.
"tidak masalah selama aku tahu siapa dirinya dan aku mencintainya" jawab aris.
"dasar keras kepala" umpat ayahnya kesal dan membuang batang rokok sembarangan.
"bagaimana jika dia tidak akan pernah bangun?" tanya ayahnya.
aris tersentak mendengar pertanyaan ayahnya namun dia kembali tenang.
"tidak... aku yakin hanum akan segera bangun" jawab aris yakin tanpa keraguan sedikitpun dihatinya.
"jika tidak ada hal yang ingin ayah katakan lagi, aku akan pergi"
"ya... pergilah" jawab ayah aris dengan kembali menyesap rokok.
"jangan terlalu sering merokok tidak baik untuk kesehatanmu" ucap aris sebelum pergi meninggalkan ruangan ayahnya.
"haaahhh dasar anak itu" desah ayahnya yang langsung mematikan rokok dan diganti dengan makan permen yang diambil dari lacinya.
aris berjalan menuju mobil diikuti bodyguard dibelakangnya. dia terhenti oleh teriakan seorang wanita yang memanggilnya dan itu membuatnya begidik ngeri seakan bulu kuduknya berdiri semua.
"Ariiiiisss.... sayaaaaaang...." panggil seorang wanita dari kejauhan.
"astaga tuhan..... tolong lindungi aku" doa aris meminta pertolongan pada tuhan.
"siap boss" jawab para bodyguard nya dan segera memasang kuda-kuda siap tempur untuk melindungi bossnya.
"sayaaaaaaannggg" suara teriakan itu semakin dekat dan terlihat seorang wanita yang berlari kearahnya.
"ini sungguh sangat mengerikan.... boss sepertinya kami tidak akan sanggup melindungi anda" ucap salah seorang bodyguard ketakutan.
"kalau kalian mau gajinya dipotong kalian boleh mundur" jawab aris mengancam.
"tidak berani boss"
"aris sayangku.... eehh ada apa ini? kalian minggir berani-beraninya kalian menghalangiku" ucap wanita itu kesal.
"jangan berani-beraninya kalian menggir atau gaji kalian ku potong" ancam aris pada para bodyguard nya.
"ariiiiisss berani ya sama ibu sendiri!!" nyonya wibawa segera mengeluarkan jurusnya dan melawan semua bodyguard samoe K.O.
"seharusnya kita tidak menolak saja perintah boss dan membiarkan nyonya besar menghampiri boss" keluh para bodyguard menyesali keputusannya.
"ibu... ibu stop lihat ini" aris menghentikan ibunya yang akan menyerangnya dengan memberikan foto hanum.
"astaga cantiknya... apa ini calon menantu ibu?"
"benar" jawab aris singkat.
"ayo ajak ibu bertemu dengannya"
"tidam sekarang ibu... tunggu waktu yang tepat baru aris akan mempertemukan kalian"
"oke ibu akan menyimpan foto ini.. dan menunjukkannya pada widhya"
aris terkekeh melihat tingkah ibunya yang terkadang masih sangat kekanakan.
"ibu sudah memasak makanan favoritmu ayolah kita makan sebentar, sudah lama sekali kita tidak menikmati waktu bersama"
"baiklah... hanya sebentar"
karena sudah pasti arus aris tak bisa menolak permintaan ibunya aris pun menurut saja meskipun sebenarnya ia sangat khawatir dengan keadaan hanum sekarang.
malam itu setelah sekian lama akhirnya aris bersama keluarganya menikmati waktu dengan makan malam bersama meskipun suasana antara aris dan ayahnya sangat mencengangkan seakan dipenuhi dengan awan hitam yang siap mengeluarkan suara petirnya masing-masing.
"aris malam ini tidur dirumah ya?" pinta nyonya wibawa pada aris.
"tidak bisa aku harus pergi ada urusan penting" jawab aris tegas dengan bersiap untuk pergi.
"sepenting apa sampe ibu pun kalah penting?" tanya nyonya wibawa dengan mimik wajah sedih.
nyonya wibawa pun merajuk dan itu membuat aris lagi-lagi terpaksa harus menuruti kemauan ibunya.
"oke hanya satu malam kalau begitu aku pergi ke kamar dulu"
sesampainya didalam kamar aris segera membaringkan tubuhnya di kasur dan memikirkan hanum dengan khawatir.
"hanya satu malam saja tidak apa-apa hanum semoga kamu baik-baik saja" ucap aris dan terlelap dalam tidurnya.
####Hay teman-teman👋.... ini karya pertama aku di mangatoon😊 semoga kalian suka ya... tolong bantu aku ya teman-teman dan tolong dukungannya😇
####Terimakasih😊😇😇😇