
Rumah Aris
hanum tertidur setelah lama menangis. dengan sabar aris meunggu hanum disampingnya memandangi wajah hanum yang tetap cantik meski sedang tertidur lelap.
saat hanum sedikit mendengkur ia akan tersenyum tak percaya bahwa gadis yang ia cintai masih saja mendengkur saat tidur.
"aku kira kamu sudah tidak lagi mendengkur ketika tidur... tapi kamu tetap saja cantik meski tidur dengan mendengkur" ucap aris dengan tersenyum lembut menatap wajah hanum.
"rizal..." gumam hanum dalam tidurnya.
"lagi-lagi !" aris kesal dan akan meninggalkan hanum sendirian dikamar.
"bisakah kamu menyebut namaku dalam tidurmu hanum?" tanya aris dengan menatap hanum.
namun saat ia akan beranjak pergi ia tak tega melihat hanum yang terisak dalam tidurnya.
"tidak apa kali ini aku akan memaafkanmu hanum" ucap aris.
aris tidur disamping hanum dengan memeluknya erat memberi ketenangan. hanum masih terus terisak dan tanpa sadar ia memeluk erat aris dengan terus terisak.
"apa kamu memimpikan dia hanum? apa dalam mimpimu dia juga membuatmu sakit seperti saat ini? tenang saja aku akan menyembuhkan rasa sakit mu itu hanum"
aris mengecup lembut pucuk rambut hanum.
dalam tidurnya hanum menangis melihat rizal dan widhya menikah bahkan widhya dalam keadaan hamil.
namun saat dia putus asa dan kehilangan harapan sosok aris datang dan memeluknya dengan erat memberikan ketenangan dan kehangatan yang telah lama ia rindukan.
"tidak apa-apa hanum aku disini bersamamu, aku akan melindungimu.. aku tidak akan pernah melepaskanmu sedikit pun, kamu milikku aku tidak akan pernah membuatmu menangis, sedetikpun tidak akan pernah"
mendengar kata yang diucapkan aris dalam mimpinya hanum merasa tenang dan dia tersenyum dalam tidurnya.
senyuman hanum tak luput dari pandangan aris dan itu membuat aris heran. apa gerangan yang membuat hanum tersenyum sedangkan tadi ia baru saja terisak tiada hentinya.
"apa ada sesuatu yang membuatmu senang hanum? tidurlah dengan tenang aku akan tetap menemani mu"
aris pun tertidur dengan memeluk erat hanum.
hanum terbangun dari tidurnya nyenyaknya dan dia tersenyum saat melihat aris berada di sampingnya dengan masih memeluk dirinya.
"terimakasih... dalam mimpi pun kamu juga menghampiriku dan membuatku tenang di kehidupan nyatapun sikapmu juga sama"
"jika sikapmu terus saja seperti ini... bisa-bisa aku jatuh cinta padamu"
setelah mengatakan itu semua hanum turun dari tempat tidur untuk membersihkan badan dan menyiapkan sarapan untuk aris.
Rumah Keluarga Kuncoro
"kamu sungguh melihat hanum?"
ayah hanum tak percaya dengan apa yang dikatakan widhya.
"hanum anakku ternyata masih hidup"
ibu hanum menangis terharu mendengar hanum yang mereka anggap sudah meninggal ternyata masih hidup.
"dimana? sekarang hanum putriku ada dimana widhya" tanya ibu hanum dengan tangis haru.
"hanum... dia bersama dengan seorang pria" jawab hanum dengan hati-hati.
"seorang pria!? bukannya langsung pulang kerumah dia malah tinggal bersama seorang pria!? apa dia masih putri kesayanganku!?"
ayah hanum marah besar mendengar apa yang dikatakan widhya. ayah hanum tak percaya jika putri kesayangannya yang selama ini ia anggap sudah meninggal ternyata masih hidup dan malah tinggal bersama seorang pria.
"tidak... putriku tidak mungkin seperti itu mungkin saja dia ingin pulang tapi dia bingung dengan situasinya. mungkin hanum amnesia" ucap ibu hanum membela.
"tidak ibu angkat... saat aku bertemu hanum kemarin dia masih kenal denganku, dia bahkan menyapaku tapi.... aku rasa dia sedikit berbeda dengan hanum yang dulu"
ucap widhya dengan sedih namun apa yang dia ucapkan adalah kebohongan belaka.
widhya terus saja berkata dengan menjelekkan nama hanum di depan ayah dan ibu angkatnya yang tak lain adalah orangtua kandung hanum.
saat itu juga hanum datang dengan tampilan modisnya yang berbeda dengan hanum yang dulunya begitu sederhana.
meskipun dulunya dia juga tampil modis dengan barang-barang mahal yang bermerek namun kali ini tampilan dia benar-benar berbeda karena apa yang dia gunakan adalah barang keluaran baru dan edisi terbatas.
widhya membelalakkan mata terkejut dengan kedatangan hanum yang tiba-tiba. meskipun dia sudah menduga hanum akan datang tapi dia tidak menyangka akan secepat ini.
"ayah... ibu" ucap hanum dengan menahan tangis.
"putriku..."
ibu hanum tak bisa lagi menahan rasa rindunya ia ingin menghampiri putri kesayangannya namun ditahan oleh suaminya yang tak lain adalah ayah hanum.
"dia bukan lagi putri kita... aku bahkan tak lagi kenal dengannya!!!" ucap ayah hanum dan itu membuat hanum sangat terkejut.
hanum tak percaya dengan apa yang dikatakan ayahnya. dia baru saja datang ingin menyapa dan menumpahkan rasa rindunya setelah sekian lama namun ayahnya baru saja memutuskan hubungan keluarga dengannya. dengan susah payah ia mendapat izin dari aris namun yang dia dapatkan adalah penolakan.
"hahah widhya... apa saja yang kau katakan pada keluargaku? kebohongan apa yang kau gunakan hingga kedua orangtua ku begitu membenciku hingga membuangku seperti ini?" tanya hanum dengan senyuman dingin.
"hanum... aku tidak..."
"widhya tidak mengatakan apapun... justru harusnya kamu berterimakasih padanya dia sudah berusaha membujukmu untuk pulang bahkan dia mengerahkan segalanya untuk membantumu tapi kamu malah bersikap tidak baik padanya.. dan kamu malah memilih untuk tinggal bersama seorang pria kaya.. apa kamu menjual dirimu!?" ucap ayahnya dan itu sangat membuat hanum sakit hati.
"ayah... apa yang ayah katakan!? hanum tidak pernah sekalipun nenjual diri hanum pada pria kaya... justru pria kaya itulah yang menolongku... disaat hanum sedang dalam keadaan kritis yang kalian keluargaku bahkan menganggap ku sudah mati dia menjagaku" ucap hanum dengan amarah menahan tangis.
"teman baikku yang sangat aku harap bisa menemukanku malah memanipulasi kematianku... dia bahkan merebut pria yang sangat aku cintai dengan memanipulasi kehamilannya!! bukankah harusnya dia yang lebih buruk dariku!? dia bahkan menjual dirinya pada pria lain agar dia hamil dan menikah dengan pria yang aku cintai!! bukankah harusnya dia adalah sampahnya!? kenapa jadi aku!? aku yang kalian buang!? dia hanyalah seorang anak angkat yang memanfaatkan pewaris aslinya untuk menguasai segalanya!! bukankah harusnya dia yang dibuang!? kalian semua sudah benar-benar terkena bisa beracun darinya"
"widhya... ternyata inilah dirimu yang sesungguhnya!? widhya temanku ahhh tidak... sekarang kamu adalah musuhku.. kamu sangat... menjijikkan..."
"hanum apa yang kamu katakan... aku tidak mengerti kenapa kamu begitu sangat menbenciku... soal aku menikah dengan rizal aku sungguh minta maaf tapi itu adalah sebuah kecelakaan yang tidak disengaja" ucap widhya memelas.
hanum berjalan mendekati widhya dan berbicara tepat didekat telinga widhya.
"bau apa ini? aaahhh bau gadis cantik tapi munafik!! demi apa baunya benar-benar busuk melebihi bangkai!!"
ucap hanum tenang dengan suara dinginnya.
"kau!!" widhya mencoba meraih rambut hanum untuk menjambak rambutnya.
hanum cepat tanggap dan dia lebih dulu meraih rambut widhya dan menamparnya.
"bukankah seorang wanita hamil tidak boleh begitu agresif? bagaimana jika nanti kandunganmu mengalami keguguran?" ucap hanum santai.
namun dia dikejutkan dengan sekali tamparan keras dari ayahnya.
PLAAKKKK!!!!
hanum terdiam merasakan sakit yang amat sangat dipipinya. seumur hidupnya baru kali ini ayah yang sangat ia cintai menamparnya.
ayah hanum terkejut karena dia baru saja menampar hanum yang sebenarnya dia masih sangat menyayangi putrinya itu.
"widhya... kamu benar-benar sudah mendapatkan semua yang kamu inginkan... tunggu saja pemindah nama warisannya" ucap hanum dengan dingin.
setelah mengatakan itu hanum pergi meninggalkan rumah keluarganya.
"hanum"
sosok suara yang sangat dia kenal meruntuhkan keberanian yang selama ini ia pertahankan. suara yang sangat halus dan lembut ini adalah milik ibunya wanita yang sangat ia sayangi dan cintai.
namun hanum kecewa karena ibunya bahkan tidak bisa membela dirinya saat widhya merundungnya tadi.
hanum tetap meneruskan jalannya dengan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi. ia menangis terisak-isak disepanjang jalan bahkan saat berada di bis pun ia tetap menangis tanpa memperdulikan sekitarnya.
hanum memutuskan untuk pergi ke kantor aris. bukan untuk mengadu tapi hanya aris yang saat ini ada bersamanya.
BW Group
aris sedang mengadakan rapat pemegang saham dengan para kliennya namun saat ia mendapat kabar dari sekretarisnya jika hanum datang ia langsung meyudahi rapatnya dan segera pergi menemui hanum.
ia mendapati hanum yang sedang duduk di ruangannya dengan tertunduk lesu.
"hanum kenapa begitu cepat bertemunya?" tanya aris dengan menangkup kedua wajah hanum dengan dua tangannya.
aris mengerutkan keningnya saat melihat sisa-sisa air mata dan bekas tamparan diwajahnya.
"siapa yang berani-beraninya menamparmu?" tanya aris kesal.
hanum tidak menjawab.
"apa dia tidak tahu bahwa kamu adalah wanitaku!?"
"lihatlah.... kamu sekarang sudah tahu kenapa aku tidak mengizinkanmu bertemu dengan mereka semua? karena aku sudah menebak hal ini akan terjadi"
ucap aris dengan mengelus wajah hanum yang terkena tamparan ayahnya.
"maaf aku tidak menurutimu" ucap hanum berusaha tersenyum.
aris menghela nafas panjang dan meraih hanum kedalam pekukannya.
"aris"
"hem"
"aku sangat suka pelukanmu... hangat dan membuatku tenang"
aris tidak menjawab dan semakin memeluk erat hanum.
"aris"
"hem"
"terimakasih"
"untuk apa?"
"semuanya... semua yang telah kamu lakukan untukku... aku akan membalasnya dengan cara apapun"
ucap hanum yang tidak mengoreksi apa yang telah ia katakan.
aris terkejut dengan apa yang hanum ucapkan.
"heh dasar gadis polos... apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan?" tanya aris dengan menatapnya penuh arti.
"apa?" jawab hanum polos.
"dengan cara apapun kamu akan membalas semua yang aku lakukan untukmu?" tanya aris penuh arti.
"ya"
aris tersenyum penuh arti dan menggendong hanum membawanya keruangan tempat dia beristirahat.
hanum terkejut dengan aris yang membawanya kekamar tempat ia beristirahat dikantor. saat itulah dia menyesali dengan apa yang sudah ia katakan pada aris barusan.
"apa yang akan kamu lakukan aris!?"
hanum benar-benar terkejut dan ketakutan saat aris mendorong nya terlentang dan dia berada diatas tubuhnya. pikiran hanum sudah kemana-mana dan tidak bisa jernih hanum sangat ketakutan jika apa yang saat ini ia pikirkan benar-benar akan terjadi.
"aku tidak mau" ucap hanum tiba-tiba dengan wajah merah.
aris terkejut dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan hanum.
"apa?" tanya aris bingung.
"pokoknya aku tidak mau" wajah hanum semakin merah merona.
aris terkekeh dengan sikap hanum yang malu-malu. sebenarnya dia mengerti apa yang dimaksud hanum namun dia sangat senang meledek hanum hingga dia berpura-pura tidak mengerti maksud dari perkataannya.
aris mencium bibir hanum dengan lembut dan menggoda hanum dengan menyentuh paha hanum dengan lembut.
hanum benar-benar terkejut dan mendorong aris agar menjauh dari tubunya.
"mesum!!" ucap hanum kesal.
aris terkekeh dia benar-benar puas sudah meledek hanum.
"tidurlah" ucap aris meraih hanum kepelukannya.
"tidak mau"
"tidurlah atau aku akan benar-benar melakukannya padamu" ledek aris dengan mengancam.
hanum langsung menutup matanya nanum ia tidak bisa tidur dengan aris yang berada disampingnya.
"aku tidak akan melakukan apapun padamu selama kamu tidak memberiku izin untuk melakukannya" ucap aris dengan mengusap lembut rambut hanum.
hal itu sudah membuat hanum merasa tenang dan akhirnya hanum bisa tertidur pulas dipelukan aris.
aris mengelus lembut wajah hanum yang masih ada bekas tamparan ayahnya dipipinya. ia mengecup lembut pipi hanum dan mengobati nya dengan salep yang telah ia siapkan sebelumnya.
ia menghubungi anak buahnya untuk mencari informasi wanita yang bernama widhya dan memberikan resume data diri padanya.
aris bertekad untuk memberi widhya pelajaran karena sejak bertemu dengan wanita yang bernama widhya hanum selalu saja menangis.
"tidurlah sayang... orang yang membuatmu kesakitan aku akan melenyapkan mereka" ucap aris bertekad.