Love Actually

Love Actually
Bergosip



"Aku kesepian kak. Aku nginep dirumah kamu aja ya. Anak-anak juga udah pada kuliah lagi." ucap Clara ketika ia bertemu dengan Alena dan Sandra. Pagi ini Clara dan anak bungsunya tiba-tiba datang ke rumah Alena dan mengganggunya agar tidak datang ke rumah sakit hanya untuk menemaninya. Terpaksa Alena pun menghubungi Sandra agar mereka bertiga bisa bertemu setelah beberapa minggu tidak bertemu.


Sandra tersenyum melihat tingkah Clara. Ia belum berubah sama sekali. Masih bergantung pada Alena. Ia melihat suasana restoran yang terlihat ramai. Beberapa pengunjung datang dengan membawa anak-anak mereka. Ia tersenyum sendiri. Perubahan perilaku orang-orang kini berubah. Yang biasanya mereka makan dirumah, kali ini banyak dari mereka yang makan diluar.


"Sandra, gimana kabar Erika? Sejak bansos kemarin-kemarin, kita udah gak ketemu. Karena kesibukan juga aku gak pernah dateng ke rumah sakit buat ketemu Ivan." tanya Alena tiba-tiba.


"Dia baik-baik aja. Dokter Ivan makin banyak kasih dia kerjaan. Erika sekarang sedang coba-coba buat blog pribadi tentang kesehatan." jawab Sandra sambil tenang.


"Loh, aku gak tau kalau Kak Alena sama anaknya Kak Sandra ikut bansos. Aku cuma tau Kak Alena aja yang pergi. Oh ya, aku inget. Waktu itu ada ribut-ribut di berita. Aku emang gak inget sama wajah Erika. Apa itu emang Erika?" tanya Clara terkejut.


"Iya." jawab Sandra sambil tertawa.


"Aku inget sempet heboh beritanya . Erika emang cantik. Siapa laki-laki yang beruntung dapetin gadis kamu, Kak?" tanya Clara pada Sandra.


"Siapa lagi kalo bukan artis itu." jawab Alena cepat. Ia sedikit sewot ketika mengatakannya.


Sandra hanya tersenyum. Ia tahu maksud sahabatnya.


Clara melihat keduanya bingung. "Bentar. Aku bingung liat ekspresi kalian. Kenapa?"


Alena langsung menyimpan sendok yang dipegangnya. Dia jadi bersemangat mengatakannya. " Aku mau cerita sama kamu. Jadi, waktu dulu itu pas Andi lahir, aku sama Sandra udah berniat menjodohkan Andi sama Erika. Tapi setelah mereka dewasa, harapan itu tinggal harapan. Aku kecewa. Bener-bener kecewa. Andi patah hati karena Erika udah punya pacar. Padahal sebelumnya mereka sama-sama dekat. Aku gak ngerti lagi gimana kedekatan mereka digambarkan. Setiap ada Andi, ada Erika.


Begitu juga sebaliknya."


"Andi patah hati? Bukannya Erika yang patah hati?" tanya Sandra. "Aku inget dia nangis waktu dia bilang Andi punya pacar."


"Andi juga sama. Pulang dari tempat latihan dia mabuk. Alasannya pacarnya memilih pria lain. Trus dia ngeliat Erika pelukan sama artis itu. Andi sampai nangis. Aku tanya, apa yang menyebabkan dia patah hati. Erika atau mantan pacarnya? Dia gak cerita. Tapi aku tahu kok. Aku cerita ini sama kalian aja. Aku kasian sama Andi. Dia gak pernah kayak gitu sebelumnya." jelas Alena.


"Ya, mereka berdua patah hati di waktu yang salah." jawab Sandra.


"Trus kamu mau gimana?" tanya Alena.


Sandra menggelengkan kepalanya. "Erika udah dewasa. Aku percaya dia bisa memutuskan mana yang baik sama mana yang enggak. Dia sama Bumi baru aja pacaran. Aku gak bisa intervensi."


"Aku punya usul!" ucap Clara.


Alena dan Sandra langsung menatap Clara. "Apa?" tanya mereka bersamaan.


"Gimana kalo kita nikahin paksa mereka?" tanya Clara konyol.


"No!" jawab kedua bersamaan. Clara hanya tertawa.


Pertemuan ini sangat jarang sekali terjadi diantara ketiganya. Alena sibuk dengan urusan rumah sakit dan beberapa presentasi yang ia lakukan di beberapa kampus swasta. Sedangkan Clara sibuk dengan urusan kantornya. Hanya ialah yang memutuskan menjadi pengusaha untuk membantu Edward di kerajaan bisnisnya. Seperti sekarang, ketika kedua anaknya sudah pulang ke Paris dan suaminya sedang berada di beberapa negara di Eropa, ia pun memutuskan untuk pindah sementara ke rumah Alena bersama anaknya yang paling kecil. Tapi baru hari ini ia memutuskannya setelah suaminya pergi beberapa hari yang lalu.


Sandra sendiri tidak memiliki kegiatan yang terlalu banyak. Sejak ia memutuskan pulang, ia sudah menutup beberapa pekerjaannya. Ia tidak mau melanjutkan pekerjaannya tanpa seijin Calvin. Namun beberapa hari ini tawaran pekerjaan sudah banyak yang masuk ke telinganya. Tapi ia sengaja menahannya.


Iapun beranjak berdiri.


"Aku harus ke apartemen Erika dulu. Mungkin dia udah pulang" ucap Sandra.


"Kalo gitu, kita juga pulang. Andi juga pulang sebentar lagi." jawab Alena sambil beranjak berdiri.