
Pagi harinya aris terbangun dari tidur lelapnya karena mendengar suara hp yang berbunyi.
"ada apa?" tanya aris dengan mata masih tertutup.
"boss... nona hanum suda pergi" jawab seorang bodyguard memberi kabar pada aris.
aris sangat terkejut seketika langsung bangkit dari tidurnya dengan wajah pucat pasi mengira hanum sudah meninggal.
"apa kamu bilang?! jelaskan lebih rinci lagi!!"
"maksud saya... nona hanun sudah sadar tapi sekarang nona hanum pergi... nona hanum.... kabur boss" jawab bodyguard menjelaskan dengan sangat hati-hati.
mendengar penjelasan bodyguard nya aris langsung merasa lega karena apa yang ia takutkan barusan adalah salah.
"lain kali jelaskan lebih jelas dan rinci lagi!!" jawab aris kesal.
"ma... maaf boss"
"kalian cari hanum jangan sampai kehilangan dia aku akan segera ke rumah sakit"
"baik boss"
Aris segera bersiap menuju rumah sakit, terlihat begitu jelas di wajahnya jika aris sangat mengkhawatirkan hanum.
“aris sayang kamu mau kemana? Ayo kita sarapan dulu” ajak ibunya.
“tidak ibu aku buru-buru” jawab aris dan langsung pergi menuju rumah sakit.
“hanum… semoga kamu baik-baik saja” ucap aris dengan menambah kecepatan laju mobilnya.
Dirumah Sakit
Terlihat hanum berjalan dengan sempoyongan berusaha menahan keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh.
“aku harus pergi dari sini” ucap hanum lemah dengan wajah pucat menahan pusing.
“aku tidak boleh tertangkap”
Sementara itu, para bodyguard dan sejumlah dokter sedang kebingungan mencari hanum. Mereka sangat takut jika nantinya boss mereka marah besar dan resiko gaji akan dipotong bahkan bisa dipecat.
“nona hanum ini sangat spesial bagi boss kita harus segera menemukan nona dan jangan sampai nona hanum terluka” ujar salah satu bodyguard kepada temannya.
“benar… belum pernah aku melihat boss sampai sebegitu khawatirnya pada seorang wanita.. ayo kita harus cepat menemukan nona hanum sebelum boss sampai” sambung bodyguard lainnya.
Saat aris sedang mengendarai mobil dengan perlahan berharap dia menemukan hanum, saat itulah ia melihat sosok hanum yang sedang berjalan dengan tubuh lemahnya.
“aku pusing” ucap hanum lemah.
Saat hanum berusaha berjalan untuk kabur lagi, ia melihat sosok pria dan wanita sedang berjalan bersama keduanya adalah sosok yang selama ini ia rindukan.
“rizal… widhya… itu kalian?” ucap hanum dan berusaha menghampiri keduanya.
“rizal!! Widhya!!!” teriak hanum.
Hanum berusaha menghampiri rizal dan widhya namun saat ia sudah hampir mendekati keduanya, hanum merasakan pusing yang sangat hebat hingga ia kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan. Saat itu juga aris datang dan segera memeluk tubuh hanum sebelum hanum terjatuh ketanah. Aris segera menggendong tubuh hanum dan membawanya kerumah sakit.
“rizaaal” gumam hanum dalam tidurnya.
Rizal tersentak mendengar hanum memanggil nama pria lain dalam tidurnya dan dia tidak rela dengan hal itu.
“kamu hanya milikku hanum… hanya namaku yang boleh kamu sebutkan dalam tidurmu.. artinya kamu dilarang menyebutkan nama pria lain” ucap aris dan langsung mengecup lembut bibir hanum.
“eeehhh” hanum terbangun karena merasakan ada sesuatu yang menyentuh bibirnya dengan lembut.
“kamu siapa?” tanya hanum lemah dan terkejut melihat ada sosok pria asing disampingnya.
“sayangku sudah bangun?” tanya aris dengan tersenyum.
“dasar gila siapa yang kamu panggil sayang!?” tanya hanum kesal.
“siapa? Tentu saja kamu hanum kekasihku”
“aku bahkan tidak mengenalmu bagaimana bisa aku menjadi kekasihmu!?”
“tidak apa asal aku mengenalmu” jawab aris enteng.
“menyebalkan pergi dari sini!!”
“tidak mau”
“pergi”
Hanum merasa geli di panggil sayang oleh pria asing yang sama sekali tidak ia kenal.
“pedofil” cetus hanum dan segera bangkit dari tidur nya.
"apa pria ini adalah bos dari para bodyguard tadi? jadi dia yang sudah menahanku disini?" batin hanum.
Aris tersenyum senang karena akhirnya hanum terbangun dari komanya dan dia bisa berbicara dengan hanum seperti saat ini.
“kamu mau kemana sayang?” tanya aris kahwatir. karena tiba-tiba hanum bangun dari tidurnya dan berusaha untuk turun dari tempat tidur.
“bukan urusan kamu” jawab hanum ketus.
“sayang kaki kamu masih sangat lemah jangan terlalu dipaksakan”
“lepas” ucap hanum karena merasa risih saat aris memegang tangannya.
“duduk dulu aku akan mengambil kursi roda, tetap diam disini oke”
Hanum terpaksa menurut karena ia pun merasa kakinya sangat lemas untuk berjalan.
Aris akhirnya datang dengan membawa kursi roda dan membantu hanum untuk duduk di kursi roda.
“kamu mau pergi kemana?” tanya aris dengan lembut.
“aku hanya ingin keluar menghirup udara segar” jawab hanum masih dengan nada kesal.
“oke kita keluar” jawab aris.
Aris mendorong kursi roda dengan sangat pelan dan hati-hati, berusaha memberi hanum kenyamanan.
“siapa sebenarnya pria ini? Dilihat dari para staf rumah sakit yang sangat hormat dan tunduk, juga…. Para bodyguard di sekelilingnya ini jelas sekali dia bukan orang biasa. selain itu pria ini juga... sangat tampan tapi... apa alasannya menahanku seperti ini?” batin hanum dalam hati.
"kamu sedang memikirkan apa sayang?" tanya aris mengejutkan hanum.
“aku lapar” jawab hanum dengan pipi merah menahan malu.
“sayangku mau makan apa? Aku akan suruh bodyguard membelinya” tanya aris dengan duduk menghadap hanum.
“tidak… aku ingin makan dikantin rumah sakit” jawab hanum.
“baiklah… apapun yang kamu inginkan aku akan selalu menurutinya ” jawab aris dengan mengusap-usap lembut kepala hanum.
Dikantin Rumah Sakit
Hanum memakan daging yang sudah iya pesan dengan sangat lahap. Rasanya dia sudah lupa bahwa dia dulu sangat menjaga imeg ketika makan didepan seorang pria.
“makan dengan perlahan hanum” ucap aris dan dengan lembut ia membersihakan sisa makanan yang menempel pada bibir hanum.
“sampai belepotan begini… apa kamu tidak takut kalau aku akan ilfil padamu nantinya?” tanya aris.
“hahaha… kalaupun kamu ilfil aku akan sangat bahagia dan terbebas dari kamu” jawab hanum dengan mulut penuh nasi dan daging.
Bukannya ilfil aris malah merasa bahwa hanum sangat imut dan menggemaskan saat pipinya menggembung penuh dengan makanan.
“aaaaahhhh… sekarang aku sudah merasa hidup sungguhan” ujar hanum dengan wajah penuh kepuasan.
“aku ingin pulang kamu harus mencarikan aku rumah kontrakan” ujar hanum memerintah.
“kenapa kamu harus tinggal di rumah kontrakan? Kamu akan tinggal bersamaku dirumah ku” jawab aris.
“aa..aa..apa? hey kita bahkan bukan suami istri bagaimana bisa kita tinggal satu atap?” wajah hanum memerah karena perkataan aris.
“ohh… jadi sayangku mau menikah denganku?” tanya aris meledek.
“hah? Ti…tidak siapa yang bilang ingin menikah denganmu?” wajah hanum semakin memerah.
“itu barusan sayangku bilang” aris semakin meledeki hanum.
“tidak” jawab hanum kesal dengan pipi yang semakin memerah.
“kenapa pipi mu merah sayangku… kamu malu?” tanya aris dengan menyentuh lembut pipi hanum yang semakin memerah karena malu.
Aris tersenyum lembut dengan membelai wajah hanum. Haum tak mengerti dengan tingkah aris, dia bingung kenapa pria ini menahannya untuk tinggal bersamanya? Dia sendiri punya keluarga yang sangat ia rindukan terutama rizal kekasihnya.
“kita pulang?” tanya aris dengan masih membelai wajah hanum.
“eum” hanum mengiyakan.