Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
98. Kemenangan Yang Di Raih



Mata merah pemuda itu membulat saat melihat Avran ada tepat di hadapan nya, menatap nya tajam dengan senyuman lebar terlukis di wajah nya.


"Siap untuk menghadapi kematian?"


Mendengar ucapan Avren, ekspresi Zion seketika berubah. Bukan nya ekspresi ketakutan yang terlukis di sana, tapi justru seringaian tipis tercetak di wajah nya. Warna iris mata nya semakin gelap. Tekanan sihir di sekitar nya pun ikut berubah.


"Kau kira aku akan menyerah begitu saja? Apa kau yakin," Zion menjeda ucapan nya dan memberikan tatapan tajam pada sosok pemuda di hadapan nya itu. "Akan membunuh saudara mu sendiri?"


Avren tertegun. Tubuh nya memaku di tempat, namun seketika mengepalkan tangan nya kuat. Jiwa asli Avren dalam tubuh itu mulai terbangun, tapi ketua ras Inimicus itu masih terus menghalangi nya untuk bangkit. Ini masih belum cukup untuk membuat Avren kembali bangkit.


Avren mengambil langkah maju untuk kembali memulai pertarungan. Tangan nya bergerak mengendalikan rantai di sekitarnya yang bergerak seperti ular menuju arah Zion.


Dengan cepat Zion menghindar. Tubuhnya bergerak menghindar dan mengaktifkan sihir pelindung untuk menangkis serangan yang tertuju padanya tanpa memberi celah untuk diri nya memberikan serangan balasan.


Dalam pertarungan satu lawan satu seperti ini, ketua ras Inimicus itu akan di untungkan. Pengalaman Zion dalam bertarung tentu tidak sebanding. Terlebih lagi yang ia hadapi kali ini adalah makhluk yang sudah menghancurkan banyak kerajaan. Kemampuan nya masih belum cukup untuk mengalahkan ketua ras Inimicus itu.


Tapi bagaimana dengan sihir?


Zion melompat menjauh mengambil jarak dari lawan nya. Dalam hati ia bertelepati dengan familiar nya itu. Mencoba mencari skill maupun sihir yang tepat untuk menghadapinya.


Zion mengedarkan pandangan nya ke sekitar, melihat situasi teman teman nya. Perang masih berlanjut dan semua sibuk dengan posisi masing masing. Walau begitu, Zion tau jika mereka juga ikut mengawasi pergerakan ketua ras Inimicus itu.


Avren berjalan medekati lawan nya itu. "Kau tidak mudah menyerah juga rupanya. Tapi itu tak akan bertahan lama."


Tanpa Zion sadari, dari belakangnya, sebuah bola sihir muncul dan langsung meledak begitu menyentuh tubuh Zion, membuat pemuda itu nyaris kehilangan keseimbangan.


"Ck. Sialan!" Dengan cepat Zion kembali mengaktifkan sihir penyembuh nya. Lalu mengambil langkah maju sambil mengayunkan pedang nya. Avren langsung menghindar, tapi sulur sulur tumbuhan seketika muncul dan mengikat tubuh Avren dengan kuat.


Ini waktu yang tepat.


Zion langsung menebaskan pedang nya ke arah lawan nya itu dengan cepat. Namun..


SRING!


"Akh!!"


Tubuh Zion terlempar dan membentur batu besar dengan keras. Tubuh kecil Zion terjatuh memuntahkan seteguk darah segar. Ia meringis menahan sakit yang menjalar di tubuh nya. Serangan yang begitu tiba tiba membuat Zion tidak sempat untuk menghindar.


Zion mencoba berdiri saat secara tiba tiba Avren berlari kencang ke arah nya diikuti rantai rantai berujung tajam di sekitar nya.


Apa dia tidak bisa membiarkan Zion untuk beristirahat sebentar saja? Main serang tanpa memberinya waktu beristirahat seperti itu.


Trang!


Dengan cepat Zion menangkis serangan itu dengan pedang nya. Tenaga nya sudah semakin banyak terkuras. Ditambah kekuatan ketua ras Inimicus itu membuatnya kesal.


'Gunakan elemen listrik!'


"[NonMagic:aliran listrik]!" Listrik mengalir dari pedang yang Zion pegang menuju rantai besi milik Avren. Dengan cepat pemuda ber manik hitam itu melepaskan rantai di tangan nya agar tidak tersengat oleh aliran listrik.


Namun di saat yang sama, Zion mengambil kesempatan untuk kembali meluncurkan serangan. Semburan air yang begitu kuat muncul dan langsung mengenai tubuh Avren. Tidak cukup sampai di situ, tanah tajam bermunculan dari bawah nya dan menusuk perut Avren.


"AAAKKHH!!" Jeritan kesakitan lolos keluar dari dua belah bibir pemuda itu yang kemudian diam tak bergerak. Zion menajamkan pandangan nya. Ia tau ini masih belum berakhir.


'Terus perhatikan. Tetap waspada dengan sihir nya.' ujar Nero. Zion mengangguk mengerti. Sampai secara tiba tiba...


Sring!


"Akh!!" Zion berbalik dan membelalakkan mata melihat apa yang terjadi. Rantai rantai bergerak liar dan menusuk para pasukan dari pihak nya. Jumlah rantai itu pun bertambah banyak dan menyerang dari segala arah. Beberapa murid dari Hero Class dan Beast Academy juga menjadi korban karena nya.


Krekk


Blar!!


Zion mengalihkan pandangan nya. Tanah yang menusuk tubuh Avren telah hancur. Luka masih terlihat jelas di perutnya. Ditambah darah yang mulai membasahi pakaian yang Avren kenakan. Avren menatap tajam. Tekanan sihir di sekitar nya semakin besar, namun kali ini menguap keluar dari tubuh nya.


"Kau... Akan ku bunuh kau sekarang juga!!!!!"


Tubuh Avren ambruk seketika dan sosok sebenarnya dari ketua ras Inimicus itu kini muncul di hadapan Zion.


Tubuh besar berbentuk seperti manusia serigala berwarna hitam dengan mata merah dan tiga ekor dengan ujung ungu. Di kepala nya terdapat sepasang tanduk besar berwarna hitam pekat dan taring putih panjang di mulut nya. Tubuh nya terlihat sedikit transparan tanda jika ia adalah makhluk spirit.


"Akhirnya kau menunjukkan wujud asli mu." Ucap Zion. Kini ia tidak perlu ragu lagi untuk membunuh nya. Ia tak perlu khawatir lagi akan melukai Avren sekarang.


Mata hitam sosok itu menatap tajam tepat pada manik merah pemuda ber rambut hitam di hadapan nya. Ia menggeram kesal sambil menunjukkan gigi gigi tajam nya. "Tak akan ku biarkan kau membunuh ku semudah itu!!"


Ketua ras Inimicus itu langsung meluncur cepat ke arah Zion. Mengarahkan sihir dan rantai di sekitar nya untuk menyerang.


Zion terus mencoba menghindar. Ia harus mengakhiri ini secepatnya. Api berkobar di tangan kanan nya dan langsung ia gerakkan untuk meluncurkan pukulan pada makhluk itu.


Makhluk itu mencoba untuk menghindar. Namun langkah nya seketika terhenti. Tanpa ia sadari kaki nya terikat benang benang tipis namun cukup kuat untuk menghentikan pergerakan nya.


"Ck! Sialan!" Ia berdecak kesal. Zion semakin dekat menuju ke arah nya. Tubuh makhluk itu mengabur menjadi kabut hitam tepat sebelum Zion berhasil meluncurkan serangan nya.


'Di belakang mu.' ujar Nero.


Zion langsung berputar menghindari rantai yang mengarah pada nya dari belakang. Namun lagi lagi, salah satu rantai itu berhasil menggores wajah nya membuat Zion mendesis merasakan perih di pipi nya.


Zion berlari menuju dekat, lingkaran sihir berwarna emas muncul di dekat nya. "Saatnya untuk mengakhiri ini!!!"


Krekk


Tanah membengkak lalu bergerak ke atas menahan tubuh Ketua ras Inimicus itu.


"Percuma!!"


DUAR!!


Ledakan terjadi dan tanah itu hancur. Ketua Inimicus itu langsung melemparkan sebuah bola sihir berukuran besar ke arah Zion yang seketika membentuk ledakan besar.


"Zion!!" Seru teman teman nya saat melihat kejadian itu. Asap mengenal namun tak membutuhkan waktu lama hilang karena terkena hujan.


Mereka terkejut saat tidak menemukan sosok pemuda itu di sana. Dalam pikiran mereka bingung tapi juga khawatir. Bertanya tanya dimana keberadaan pemuda ber rambut hitam itu.


BLAR!!!!


Suara petir menyambar terdengar. Namun pandangan mereka justru terfokus pada sosok pemuda dengan sepasang sayap putih dengan corak merah di sekitar nya. Sayap itu terlihat jelas di langit malam yang gelap.


"[NonMagic:sambaran petir cahaya]!!!!"


DUAR!!!


Lingkaran sihir berukuran besar muncul bersamaan dengan suara sambaran petir yang keras. Ketua ras Inimicus itu mencoba melarikan diri. Namun langkah nya terhenti. Kaki nya terikat sulur sulur hitam dari seseorang yang tak jauh dari nya. Ditambah pemadatan mana di sekitar nya membuat Ketua ras Inimicus itu semakin kesulitan melepaskan diri.


"Mau lari kemana kau hah?" Tanya Alex sambil menahan kaki Ketua ras Inimicus itu.


"Tak ada jalan lagi untuk mu kabur." Lanjut Zuka sambil memberikan tatapan tajam.


BLAR!!!!


"AAAAAAAKKKKKKKHHHHHHH"


Jeritan kesakitan terdengar dari ketua ras Inimicus itu. Cahaya kuning keemasan bercampur sedikit kilatan merah mengenai tubuh nya yang mulai hancur.


Serangan yang sungguh dasyat membuat hampir semua pandangan tertuju pada serangan itu.


Cahaya menghilang bersamaan dengan sosok Ketua ras Inimicus itu yang kini telah tiada. Zion terbang turun perlahan. Tubuh kecilnya nyaris terjatuh saat kaki nya menyentuh tanah. Tapi untung saja ia masih bisa mempertahankan kesadaran nya itu.


"Haah... Haah... Akhirnya... Selesai... " Ucapnya sambil menarik nafas lega.


'Jangan terlalu cepat menyimpulkan bocah. Masih banyak monster dan iblis di sini.' yang Nero katakan ada benarnya. Masih banyak monster dan iblis di medan perang ini. Namun, situasi nya berbeda sekarang.


Mengetahui Ketua mereka berhasil di kalahkan, nyali mereka seketika ciut. Melarikan diri adalah pilihan mereka kali ini. Namun sayangnya, tidak secepat itu.


RROOAAARRR!!!!!


Haru, dan sekelompok naga terbang menghampiri para monster dan iblis itu, menyemburkan api dan sihir mereka. Membunuh setiap monster dan iblis yang tersisa.


Para penyihir dan ras lain sempat terkejut. Awalnya mereka kira para naga itu akan menyerang mereka.


"Tenang saja, mereka ada di pihak kita." Ujar Hali membuat lainnya tenang.


Tak butuh waktu lama untuk para monster dan iblis itu berhasil di kalahkan. Semuanya bersorak. Kemenangan berhasil mereka raih. Dunia berhasil di selamatkan.


Zion tersenyum melihat itu. Akhirnya semuanya benar-benar selesai.


"ZIOOONNN!!!!!"


Zion menoleh. Namun seketika dirinya terkejut saat Kei, Leo dan Thory melompat ke arah nya.


"Eh kalian tunggu!"


Brug!!


"AADUHH!!!!!" Jerit Zion saat tubuh kecilnya dipeluk erat oleh ketiga sahabatnya itu. "Oi lepas lah! Aku gak bisa nafas!!"


Mendengar itu, ketiga nya langsung melepaskan pelukan mereka.


"Ehehe! Maaf Zion!"


Zion menggeleng. "Tak masalah."


Kemenangan telah mereka raih. Dunia berhasil di selamatkan. Bersamaan dengan berakhirnya perang ini, matahari terbit dengan sinar jingga yang indah menghiasi langit. Hujan pun telah berhenti menampakkan langit jingga yang indah.


Secara tiba tiba Zuka memeluk Zion erat. Ia senang. Karena sekarang mereka benar benar terbebas. "Terimakasih, Zion. Kau berhasil." Ucap Zuka.


Namun, ia terkejut saat menyadari jika tubuh Zion sekarang sepenuhnya bertumpu pada nya. Kesadaran nya telah menguap. Membiarkan pemuda itu tenggelam dalam kegelapan.


"Zion? Zion!!"


TBC